Jump to ratings and reviews
Rate this book

Delicious Lips

Rate this book
Zakia, salah satu siswa teladan di sekolah, si jangkung serius yang nyinyir secukupnya, hidupnya jaya dan nyaris tak bercela. Dia diangkat jadi wakil ketua OSIS, bergabung dengan tim basket putri, dan punya gebetan cowok bermasa depan gemilang bernama Mahaka.

Aro, si cowok cupu tapi ternyata tukang tawuran, mendadak jadi koki warung Betawi. Zakia bingung membayangkannya. Aro yang doyan berantem begitu mau jadi koki? Tangan kosong aja Aro udah dangerous, apalagi kalau dibekali pisau. Nggak kebayang damage-nya kayak apa.

Semua keteraturan yang dijaga Zakia dalam hidupnya buyar ketika dia sekelas dengan Aro. Aro yang sehari-harinya di sekolah adalah cowok pendiam, gagap, dan culun, ternyata angin ribut yang membuat Zakia kewalahan.

Semakin Zakia penasaran pada sosok Aro yang penuh kejutan, semakin luka lama Zakia terbuka. Memang benar kata pepatah, curiosity kills the cat alias kucing yang terlalu kepo pasti kena batunya. Zakia akhirnya dipaksa untuk memilih: cinta pertamanya atau masa depannya.

224 pages, Paperback

Published July 27, 2022

6 people are currently reading
73 people want to read

About the author

Zulfairy

3 books5 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
15 (13%)
4 stars
34 (31%)
3 stars
50 (46%)
2 stars
9 (8%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 40 reviews
Profile Image for Pradnya Paramitha.
Author 20 books464 followers
August 27, 2022
Aslinya Zakia dan Aro ini sama-sama drama sih hahahahh


Penceritaan novel ini mengalir deras dan nyaman dibaca. Aku suka karakter Zakia yang blak-blakan, apalagi kalo udah sama papanya dan Tante Sela. Aku sangat menikmati kisahnya sampai sekitar halaman 140-an. Sayangnya, habis itu aku berasa lost track sama konflik dan juga penyelesaiannya. Bingung aja gitu. Kenapa Zakia minta Aro ngehajar anak2 SMK itu demi dirinya? Supaya mereka buka mulut soal Nindy? Tapi haruskah pake cara seberbahaya itu?

Oh ya, di salah satu scene digambarkan kalau ekspresi Aro menggelap setelah Zakia nyebut-nyebut soal kesalahpahaman tentang Nindy dan Aro. Ini maksudnya gimana? Terus Nindy nitip nomor Yudi buat Aro. Kukira ada bom tersembunyi antara Aro - Nindy - Yudi ini. Ternyata ... hmm, baca sendiri deh. Yang Zakia minta Aro masak banyak itu kukira bakalan berhubungan sama papanya Aro buat buktiin sesuatu (karena sebelumnya kan lagi bahas soal itu), ternyata malah dibawa ke si onoh. Jadi konflik yang melibatkan Zakia-Aro-Nindy-Mahaka-Yudi itu, dan sayangnya merembet juga ke jalan pikiran dan karakter Zakia di bagian-bagian akhir, agak sulit untuk kupahami dan kunikmati. Meski demikian, aku tetap aja baca dengan lancar sampai habis. Karena gaya penceritaannya emang seasyik itu. Kocak banget! 🤣

Aku juga sangat menikmati ulasan soal kuliner betawi di cerita ini (walaupin menurutku pidato Zakia nggak perlu dicantumkan sepanjang itu karena berasa baca esai hehe). Jadi kangen makan soto betawi, euy! 🥺
Profile Image for Riona Primavera.
81 reviews6 followers
August 14, 2022
Beberapa kata untuk Delicious Lips ini: agak kurang matang.

Kurang matang bagaimana maksudnya? Well, let me explain.

Saya ingin disclaimer sebelumnya bahwa review ini murni pemikiran saya, uneg-uneg saya. Saya tidak bermaksud untuk menjelekkan karya penulis yang sudah susah payah menulis buku ini. Akan saya jelaskan lebih lanjut mengenai kelebihan buku ini setelah saya menumpahkan uneg-uneg saya.

Pertama, dari segi karakter. Menurut saya, karakter Zakia di sini agak 'bar-bar' sebagai remaja perempuan. Di beberapa bagian, doi berdialog batin yang terlihat seperti dia memiliki luka masa lalu akibat kepulangan ibunya, tapi di bagian sinilah yang menurut saya masih perlu dieksplor lebih dalam lagi dan dijelaskan atau diceritakan lebih detail lagi apakah luka masa kecil tersebut yang membentuk kepribadiannya yang seperti di buku.

Jujur saja, saya kurang suka dengan karakter Zakia. Dia tipe cewek remaja yang remaja banget, mulai dari kata-katanya, perilakunya, dan pemikirannya. Penulis berusaha memasukkan beberapa kalimat dan dialog bernuansa kekinian dan Jakarta banget. Saya akui itu berhasil. Zakia terasa banget seperti siswa masa kini. Meski begitu, karakter Zakia yang... bagaimana saya menjelaskannya. Bagi saya, karakternya (mohon maaf!) enggak banget. Membuat saya membatin apa iya remaja sekarang sifat dan perilakunya (ada beberapa) yang sebegitunya ''toxic'.

Karakter Nindy dan Mahaka juga menurut saya kurang dalam hal pendalaman karakter. Mereka sekadar lewat memberi bumbu, urgensinya tidak terlalu tampak. Zakia yang naksir Mahaka juga tidak begitu terlihat seperti yang terdapat di blurb buku. Drama antara Nindy-Mahaka yang menyangkut asmara juga tidak terkesan penting sampai saya harus peduli dengan hal tersebut.

Dan... Aro. Ya ampun Aro. Aro ini tipe cowok problematik yang sebenernya bisa memancarkan karisma ala morally grey protagonist dan memikat pembaca, tetapi sayangnya menurut saya itu kurang berhasil. Saya juga merasa perbuatan Aro harusnya mendapat konsekuensi yang lebih berat. Aro datang ke kehidupan Zakia dengan beragam masalah, membuat Zakia merasa iba sekaligus terpikat, namun latar belakang mengapa dia begitu lagi-lagi menurut saya kurang dieksplor.

Yang kedua, alur dan plotnya,  Dengan pace yang lumayan cepat, sebenarnya buku ini dengan mudah dapat diselesaikan. Namun, beberapa sisi terdapat plot hole yang tidak bisa saya sampaikan karena takut mengundang spoiler. Plotnya terasa lompat-lompat dan terburu-buru. Dan endingnya! Endingnya menurut saya agak terlalu dipaksakan. Kalau saja buku ini dilebihkan sekiranya 2-5 bab lagi, akan lebih bagus.

Menurut saya, poin yang paling utama yang menurut saya perlu di-point out di sini adalah karakterisasinya. Pendalaman karakter seperti latar belakang, motif, sebab-akibat dari sifat/perkataan/perbuatan perlu lebih dalam ditelusuri, agar (maaf!) tidak terasa hanya sekadar tempelan saja.

Namun, terlepas dari apa-apa saja yang baru saya sampaikan, Delicious Lips ini juga tidak lepas dari kelebihan yang ia miliki. Membaca buku ini menyenangkan buat saya. Dan tema yang dibawakan yaitu kuliner sungguhan deh. Bikin saya lapar. Akan saya paparkan satu paragraf yang bikin saya menelan saliva sendiri saking menggiurkannya deskripsi tersebut.

Pikiranku teralihkan oleh semerbak uap panas merica yang mengepul-ngepul dari mangkok besar yang baru saja diisi oleh Aro. Bongkahan daging sapi dengan serat warna cokelat kemerahan, irisan daun bawang, dan seledri menyembul di permukaan kuah santan yang wangi. Aku bisa merasakan lapisan lemak tipis nan licin menyelimuti daging menggelincir di ujung lidah. Tebal dan nikmat.

Kebayang betapa nikmatnya deskripsi di atas saat dibaca? Itulah yang saya rasakan. Deskripsi buku ini terutama deskripsi makanannya itu cakep beneran. Ten out of ten! Saya jadi beneran kepengin terbang ke Jakarta untuk menikmati Soto Betawi, soto tangkar, gabus pucung, es selendang mayang, kue rangi, pesmol ikan mas, dan lainnya karena buku ini menyajikannya dengan lezat melalui deskripsinya.

Selain itu, bab-bab buku yang pendek bikin saya merasa membaca buku ini seperti mendapat reward karena berhasil menaklukkan beberapa bab. Judul bab buku ini juga kreatif sangat! Saya suka dan bikin kosakata saya nambah.

Saya juga mau shout out ke karakter favorit saya di sini, yaitu: Tante Sella! Dia yang menurut saya paling menarik. Profesinya, perilakunya, dan juga perhatiannya pada Zakia patut diacungi jempol! Tante Sella, aku padamuuuuu.

Sebagai penutup, saya mau menyampaikan rasa terima kasih saya pada Kak Zulfa karena jerih payah menuangkan segala imajinasi dan keringat, Delicious Lips ini berhasil mendarat di tangan saya dan saya dapat menikmati membacanya. Terlepas dari apa yang saya sampaikan, saya harap semoga hal tersebut dapat bermanfaat dan tidak menyinggung pihak penulis maupun pihak lain yang terlibat.


Sekian dari review saya, terima kasih.


Nb. Saya masih bingung kenapa judulnya Delicious Lips >.<
Profile Image for blackferrum.
764 reviews58 followers
October 12, 2022
Actual rating: 3.8

First impression ke Zakia: kaget. Nggak nyangka keluarganya banyok plus banyak drama abis wkwkwk (in good way, yah). Aku suka mood yang dibangun lewat narasinya. Penulis nggak cuma peduli soal dialog karakter biar kelihatan receh tuh gimana, tapi narasinya bahkan begitu. Jadi kelihatan konsisten juga.

Kaget lagi sama Zakia yang bisa bikin Aro mendadak tunduk gitu. Idk, di sini ada beberapa poin yang bikin kaget, kayak Aro beneran mau fight for her. Alasan Zakia nyuruh sebenarnya jelas, cuma masih heran aja. Masa iya kalo dia suka nyuruh orang buat nyelakain dirinya sendiri. Hal yang aku tangkap di sini, tuh, both Zakia dan Aro punya dark character.

Dua orang yang sama2 menyimpan luka, satunya disalurkan lewat emosi berlebihan, satu lagi jadi anak baik2. Jadi kayak bom waktu. Mereka ini sebenarnya cocok, kok, ngepas aja gitu, tapi entah, di pikiranku mereka juga bisa jadi bumerang satu sama lain.

Oke, soal side characters. Tante Sella, tuh, ampunnn, receh bener. Bapaknya Zakia juga. Ini privilese buat Zakia sih yang aslinya punya semacam emosi terpendam. Tapi bagi dia, punya keluarga yang kayak gitu juga nggak terlalu membantu. Aku nyebutnya Zakia ini cuma denial, nggak mau cengeng hanya karena ingat sama masa lalu. Toxic memang, tapi nggak ada yang nyadar aja antara bapak dan tantenya.

Karakter lainnya nggak terlalu ditempel, gladly. Mahaka sama Nindy juga punya background yang ngepas sama Zakia maupun Aro. Yah, intinya mah semuanya perlu dikembangkan. Entah Zakia, Aro, Nindy, Mahaka, bapaknya Aro, dll. Masih ada yang belum tergali di antara mereka. Seandainya bisa lebih panjang :(

Katanya, penulisnya bisa dikenali dari gaya menulis, ya. Aku bisa ngerasain banget, sih, kalo lihat Kak Zul di medsos interaksi sama pembaca gimana. Banyolannya nyampe ke semua karakter dan gladly nggak cringe. Pas aja, sih.

Deskripsi kuliner Betawi-nya emang detail, tapi nggak mengganggu, kok. Apalagi sampai jadi info dump. Pas baca ngerasa cocok aja antara apa yang lagi tokoh lakuin dan informasinya.

Baru sadar juga cover-nya, bagian gambar Aro, ada detail di tangannya. Damage banget dia, tuh, tipe badboy yang bakal fight for you, tapi perlu disadarin. Namanya remaja, ya, pasti labil banget.

Pencinta teenlit dengan tema kuliner (terlebih masakan khas Betawi) perlu baca ini, sih. Dijamin deskripsi makanan2nya bikin ngiler. Jadi kepengin kue rangi 🤤
Profile Image for Jess.
609 reviews141 followers
December 23, 2022
The food saving this whole book!

Main karakternya tidak loveable sama skali, Zakia dicerita ini kayak cewek linglung. Kayak dia itu mencoba untuk appear seperti cewe independent, gak mau ikut campur sama drama kehidupan orang lain, pokoknya not like the other girl banget. Tapi kenyataanya apa yang dia lakukan berbanding terbalik sama personal branding yang dia elu-elukan.

The love interest gak banget. Mungkin aku bakal enjoy kalo ada alasan yang jelas kenapa mereka bisa sesuka itu satu sama lain dan proses mereka pedekate itu bisa lebih realistic sesuai dengan karakter masing-masing. Tapi ini jatuhnya malah cringe parah. Aku gak ngerasa apa-apa (hambar) sama romance sub plot nya.

Yang paling bikin aku semangat cuman ketika mereka bahas makanan, that’s it!

Oh iya, satu lagi tentang rantang makanan yang dibawa Zakia dan dibuat oleh Aro. Aku kira bakal Zakia kasih ke ayahnya Aro buat membuktikan bahwa pilihan Aro untuk stay di dunia kuliner itu tepat, eh ternyata malah di bawah ke Bodrex yang menurut ku gak penting banget dan bener kan akhirnya jadi drama dan cringe banget scenenya. udah gitu abis itu masih ada scene nangis-nangis di bawah hujan lagi. Plissss it’s too much for me.
Profile Image for Sweetdhee.
514 reviews115 followers
August 8, 2022
KOPLAK!

Terutama kalau Tante Sella sama Papa muncul.
Astaga, nggak heran Zakia otak dan kelakuannya agak-agak geser ya.
Contohnya, nih waktu Zakia nyaris diskors gara-gara membela Aro.
"Zakia Sulaeman,"ucap Papa lalu berdeham dari balik meja kerjanya.
Aku duduk dengan rapi, melipat tangan. "Siap, Pa. Tolong jangan kelamaan ngomelnya."
"Belum juga diomelin udah minta diskon."
"Zakia udah tahu salah Zakia di mana, jadi Papa bisa tenang."


Wkwkwkwkwk.
Zakia tumbuh tanpa sosok ibu. Namun, Papa dan Tante Sella (adik ibunya) memastikan Zakia tidak kekurangan kasih sayang. Zakia juga sering kali mendengar cerita tentang ibunya. Rumah Eyang yang sempat berpindah-pindah, lingkungan Betawi yang mengakar sampai ke makanan kegemaran Inong, sang Ibu.

Salah satu yang sering sekali dibicarakan Papa dan Tante Sella adalah warung-warung di pinggir jalan Srengseng Sawah. Zakia mau tidak mau mencicipi Gabus Pucung, Soto Tangkar, Soto Betawi, Sop Daging, Kue Rangi Salju, Selendang Mayang... Aduuuuh, nulis begini aja aku jadi lapaaar.

Dari cerita tentang kuliner itu, Zakia justru menemukan Aro, murid yang sudah dua minggu bolos dan dikejar-kejar Pak Henri. Zakia jadi penasaran, sedang apa Aro di dapur warung Mpok Lela? Apa hubungannya Aro dengan gerombolan anak sekolah lain yang beberapa hari belakangan jadi sering nongkrong di perempatan dekat sekolahnya?

Aku suka banget sama karakter Zakia ini. Dia itu dinamis sekali. Fluid gitu. Diajak masuk klub basket hanya karena dia jangkung banget, dia mau. Dia getol latihan, meskipun tahu nggak bakal jadi jagoan andalan tim sekolah. Dia merasa cukup dengan tidak merasa bodoh dalam tim.
Diajak jadi wakil ketua OSIS dadakan, dia juga mau. Namun, nggak serta-merta mengikuti arahan ketua OSIS dan guru kesiswaan. Dia pasti minta waktu buat diskusi dulu.

Dia juga nggak gengsi mengakui ke diri sendiri tentang perasaannya. Zakia pintar sekali memvalidasi emosinya. My most favorite scene is waktu Aro memberikan kue rangi salju dalam kotak bekal yang masih terasa hangat, Dewi mau ikutan mencicip.
"Jangan dimakan, ada peletnya!" Zakia menepuk tangan Dewi, menggeser kotak bekal dengan protektif.
"Lah lo sendiri makan, Za!"
Zakia mengunyah dengan syahdu. "Nggak mempan kalau buat gue."
"Kok gitu?"
Nggak mempan soalnya tanpa dipelet juga kayaknya aku udah ada rasa, batin Zakia.


Zakia bukan tipe yang mencla-mencle dengan perasaannya. Dia tahu harus mengarahkan hatinya seperti apa. Dia hanya butuh menyatukan kepingan puzzle supaya tahu tujuan dan caranya benar.
Cocok dengan Aro yang keras kepala, tekad kuat, nggak mau dengerin orang lain, kecuali... kalau udah bucin. AHAHAHAHAHA. Apaan dah gurame pesmol bisa cantik kayak Zakia, katanya. Ape lo kate aja dah, Ro... Aku yang baca, aku yang malu. Hilih...

Aseli dah menyenangkan banget lihat interaksi antartokohnya.
GEMES!

Yah, ini mungkin bisa masuk ke salah satu trope buku remaja yang kemarin sempet disinggung di LitBase. Karena ya memang ada tawuran, cowok yang gampang banget jotos orang. But it was more than that.

Buku ini bikin aku kepengin menjelajahi masakan-masakan tradisional yang nyaris nggak kedengeran karena bahan-bahannya bisa jadi semakin langka tergerus perubahan iklim drastis. YES, buku ini juga menyinggung soal itu. KEREN KAN!!!

Jadi pengin menelusuri sekitaran Rawa Belong, Warung Buncit (tempatku pertama kali merasakan Gabus pucung dan Pecak Gurame, yammm duh aku ngeces), Setu Babakan. Tapi, buat apa jauh-jauh, di Kembangan sini aja berarakan orang Betawi nyaaah. Buku ini sama pengaruhnya dengan sesi Memori Rasa di Ruang Tengah.
Yah, sejatinya buku memang bisa membuat kita ingin menjelajahi dunia nyata lebih dalam, kan?
Termasuk soal makanan dan sejarah-sejarahnya.

Aku bakal nungguin karya Zulfairy yang lain.
Nggak mau jadi editornya, aku mau jadi pembacanya aja.
AHAHAHAHA
Profile Image for Yandi Asd.
116 reviews4 followers
January 8, 2023
Tertarik baca karena kovernya yang cakep pol. Apalagi di situ ada makanan gitu, dan aku termasuk pembaca yang suka sama novel yang bahas makanan atau masak-masak. Dan pas baca novel ini, aku juga suka sama cara penyampaiannya, apalagi pas deskripsiin soal soto Betawi. Asyik dan cocok banget buat ukuran novel teenfic

Untuk tokoh, aku suka sama tektok dialog mereka, terutama kalau Zakia udah ngobrol sama tantenya, Tante Sella. Yap, aku suka sama Tante Sella. Kocak pol wkwk. Sayangnya, tokoh-tokoh di sini bagiku kurang tergali dengan baik. Aku belum merasa simpati sama permasalahan yang ada di antara mereka

Terus, karena pas awal baca ini aku nggak lihat blurb-nya dulu (ini salahku), aku jadi agak kaget pas tahu ceritanya begini. Soalnya aku mikir kalau ceritanya bakal berfokus ke kegiatan masak-memasak atau seputar makanan—aku berpikir gitu karena lihat dari kover dan judulnya. Tapi, ternyata nggak demikian. Plotnya cenderung bergerak karena konflik lain di antara para tokoh, dan aku cukup kecewa sih. Dan aku kurang suka juga sama beberapa keputusan yang dibuat Zakia, contoh pas bagian penyelesaiannya. Tapi, mungkin penulis punya maksud lain sehingga dibikin begitu

Secara keseluruhan, novel ini asyik dan cukup menghibur. Aku merekomendasikan novel ini untuk kalian baca~

2,75⭐
Profile Image for Oktania Wahanita.
51 reviews5 followers
March 16, 2024
Cerita Zakia dan Aro ini membawa kita mengenal kuliner betawi, kehidupan remaja dengan segala dramanya.
Ada beberapa bagian yang meninggalkan pertanyaan karena tidak ada kejelasan, seperti rumitnya hubungan Nindy-Mahaka- Aro-Zakia. Kemudian kenapa Aro menghajar Yudi dan geng demi Zakia, alasan sesungguhnya apa?
Overall, aku suka dengan narasinya yang mengalir nyaman, interaksi antar tokohnya serta karakter tokoh zakia dan Aro itu sama-sama kebanyakan drama.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book274 followers
November 6, 2022
Zakia ditunjuk menjadi Wakil Ketua OSIS di sekolah. Oleh gurunya, dia diminta membantu Mahaka, si Ketua OSIS menyiapkan pensi sekolah. Tugas Zakia mengirimkan undangan untuk orang tua siswa, termasuk kepada orang tua Aro, teman sekelasnya yang sering bolos.

Aro kemudian mendapat perhatian lebih di mata Zakia, setelah Zakia melihat Aro mengalahkan beberapa anak dari sekolah lain. Belakangan Zakia jadi tahu kalau Aro sering bolos karena jadi tukang masak di warung Betawi peninggalan ibunya. Aro yang selalu penuh memar dan luka, ternyata punya keahlian lain. Hanya saja ada sesuatu dalam hidup Aro yang membuat Zakia bertanya-tanya.

Mengangkat budaya kuliner Betawi, novel ini benar-benar menggugah selera. Bacanya jadi lapar, pengen nyoba masakan Betawi yang dibuat oleh Aro. Poin ini menjadi nilai plus dari novel Delicious Lips.

Sosok Zakia dengan karakter gadis tangguh juga membuat novel ini enak dibaca. Apalagi bagian Zakia dan Tante Sella. Kalimat-kalimat Zakia terkadang terasa lebih dewasa dibandingkan umurnya. Zakia bahkan bisa menaklukkan Aro, si bad boy yang di mata hampir semua orang berkelakuan minus. Sayangnya, saya merasa ada yang belum tuntas antara Zakia dan Aro. Tidak ada penjelasan mengapa Aro dan Zakia berpisah, setelah semua usaha yang dilakukan Zakia.
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,494 reviews73 followers
May 8, 2024
Cinta yang tulus adalah cinta yang memperjuangkan masa depan. Pesan itu yang kurasakan begitu sampai di penghujung novel ini.

Gegap gempita masa remaja tertuang cantik di sini. Tak hanya diwarnai romansa, tapi juga kesibukan berorganisasi untuk menempa diri. Kebodohan masa remaja pun dipajang apa adanya. Sebagai pembaca mungkin kita bisa dengan geregetannya memarahi ulah Nindy, Mahaka, Aro, dan Zakia, tapi mungkin kita pun pernah melakukan kebodohan yang sama dengan mereka. Atau masih? Kalau Yudi mah beda lagi, ya. Dia mah kriminal huh!

Kuliner Betawi tak hanya disajikan sebagai penyedap cerita yang asal tempel, melainkan juga sebagai hidangan utama yang mengikat cerita. Novel ini tak hanya dinikmati sebagai hiburan pengisi waktu luang, melainkan juga perlu dimiliki sebagai salah satu catatan jejak budaya Betawi. Temanya yang sungguh lokal benar-benar suguhan yang luar biasa menyegarkan bagi novel remaja. Berharap agar lebih banyak lagi novel remaja yang mengangkat hal-hal berbau lokalitas seperti ini, tidak hanya novel sastra.

Aku jarang mendapati male lead yang seperti Aro ini. Mantan berandal SMP yang sampai dua kali nggak naik kelas. Jago berkelahi, jago balap motor, tapi langsung jadi gagap di depan orang-orang yang tak terlalu akrab setelah ibu tercintanya meninggal. Aro seolah menghukum dirinya sendiri dengan menampilkan sisi dirinya yang culun, lemah, dan pasrah saja meski dipalak. Namun, jika marah kegarangannya masih tersisa. Rasanya seperti menghadapi karakter dengan kepribadian ganda. Imutnya jika di depan Zakia dia bisa bersikap malu-malu antusias seperti anjing kecil yang lucu, meskipun tetap sanggup bereaksi tanggap jika Zakia ada dalam bahaya. Ini... tipe bad boy yang sungguh asing bagiku 😂 Barangkali tipe Aro ini memenuhi fantasi para gadis yang menginginkan pacar yang imut, polos, pemalu, tapi protektif dan bisa mendadak garang kalau pasangannya dalam bahaya

Hanya satu yang kusayangkan dari Aro. Tadinya aku mengira stereotype ala Wattpad tak berlaku bagi Aro karena dari awal sampai pertengahan dia ditampilkan seolah berasal dari keluarga kalangan menengah bawah. Dalam artian ketika dia digambarkan sebagai bad boy ya seperti bayanganku akan bad boy jalanan yang tarungnya ama sesama preman 😂 Tapi setelah rahasia jati diri keluarga Aro dibuka aku pun berdecak, "Lah... ternyata anak orang kaya? Haiyaaah." 😂 Gitu aja sih. Aku malah prefer Aro miskin beneran karena itu berarti perjuangannya untuk naik ke atas bakal lebih cetar 😂 Bagaimanapun, nggak di dunia nyata, nggak di dunia novel, uang memang selalu diperlukan buat menyelesaikan masalah, ya 😂

Zakia sebagai tokoh utama perempuan pun punya banyak layer kepribadian. Dia terkesan sebagai anak teladan yang mau-mau saja saat ditunjuk jadi wakil ketua OSIS. Dia juga anak basket yang rajin latihan meski tidak ambisius untuk bisa ikut seleksi tim kompetisi tingkat ASEAN. Tapi di balik itu semua dia menahan perasaannya untuk menjaga ayah dan tantenya yang tampaknya masih nggak bisa move-on dari ibunya yang sudah meninggal. Dia juga bisa dibilang punya sisi manipulatif yang muncul ketika ia meminta Aro untuk membereskan masalah dengan geng Yudi Bodrex dari sekolah lain, yang kemudian diselesaikan dengan baku hantam sampai Aro digeret polisi dan diskors satu bulan. Pertanyaanku sih, itu yang ngerekam video siapa? Aro udah nyiapin candid camera buat ngerekam dirinya berantem lawan geng Yudi? Prosedurnya gak dijelasin lengkap. Tahu-tahu aja viral. Atau Aro sengaja berantem di tempat rame biar ada yang rekam? Namun, sayang sisi gelap Zakia ini enggak dieksplorasi lebih jauh. We need more pages. Argh! Cerita dengan potensi sebagus ini kok cuma 221 halaman. Jadiin 300 dong! 400 sekalian kaya novel-novel young adult barat. Huhuhu. Biar tuntas semua plot buat karakternya. Termasuk para side characters.

Satu lagi sih yang bikin aku geregetan sama Zakia. Sikap kurang ajarnya sama Tante Sella aaaarrrgggh! Sampai nyinggung masalah Tante Sella yang belum nikah loh. Tindakan menyinggung masalah umur dan belum nikah ketika dilakukan oleh kerabat yang usianya lebih tua. Ini malah dilakukan sama ponakan sendiri. Kurang ajarnya berasa double *jewer Zakia.

Tapi anehnya Zakia yang digambarkan setaktis dan seperhitungan itu bisa dengan polosnya mengira berandalan seperti Yudi bakal bisa diajak ngomong baik-baik dan luluh dengan dikasih masakan. Lah. Padahal, kukira dia mau bawa tuh rantang berisi masakan buatan Aro ke Pak Tio. Yah.... Lalu kukira di klimaks bakalan ada lagi adegan berantem Aro lawan geng Yudi kali ini "disiarkan secara live" di depan mata Zakia, lengkap dengan adegan dirinya dijadikan sandera 😂 Tapi... ternyata Yudi malah nahan diri dan Aro... lebih fokus nenangin Zakia daripada balas dendam. Ish. Udah berharap ada gebuk-gebukan #LOL Meski begitu justru karena itulah endingnya jadi terasa lebih realistis. Mata Aro terbuka dan dia berniat memperbaiki diri meski itu berarti untuk sementara dia harus berpisah lama dari Zakia. Aish, anak remaja memang bisa berpikiran sevisioner itu ya? Magicamore Arancini yang kubaca sebelum ini juga begitu. Masih SMA, udah serius janjian mau nikah. Gak cuma niat yang terucap secara main-main, tapi juga sebagai penggebah untuk bersemangat meraih masa depan cerah. Keren juga kalau cinta remaja bisa diarahkan sekonstruktif ini.

Aku berharap suatu saat cerita ini bisa diangkat jadi film. Kalau bisa jangan film bioskop. Tapi film berseri yang episodenya bisa lebih mengembangkan semua karakternya sampai tuntas.
Profile Image for Ovy Rama.
117 reviews3 followers
January 19, 2025
Delicious Lips || Zulfairi || Penerbit Gramedia Pustaka Utama || 224 Hlm || 27 Oktober 2022

Delicious Lips mengisahkan tentang Zakia yang merupakan salah satu siswi teladan di sekolah. Aro, si cowok cupu tapi ternyata tukang tawuran, mendadak jadi koki warung Betawi. Aro yang doyan berantem begitu mau jadi koki?

Semua keteraturan yang dijaga Zakia dalam hidupnya berubah ketika dia sekelas dengan Aro. Aro di sekolah berbeda dengan Aro di rumah, itu membuat Zakia penasaran sekaligus kewalahan. Lalu bagaimana kelanjutan kisah Zakia dan Aro? Kalo penasaran bisa langsung baca novelnya!

Q : Apa kalian pernah membaca novel yang dari awal sampai akhir membuat kalian nggak berhenti ngiler karena banyak sekali mengisahkan tentang makanan di dalamnya?

Aku pernah dan novel yang bikin aku seperti itu adalah novel Delicious Lips ini.

Delicious Lips ini novel yang sedari awal hingga akhir aku baca berhasil bikin aku tertawa karena tingkah dan obrolan para tokohnya, mampu bikin aku emosi karena kelakuan beberapa tokohnya yang dibutakan oleh cinta dan bisa banget bikin aku ngiler serta laper dengan makanan yang seliweran di dalam novel ini ketika aku membacanya.

Tema yang diangkat novel ini sungguh unik dan fresh menurutku, mengangkat tema tentang kuliner Betawi dengan penggunaan sudut pandang orang pertama dari salah satu tokoh utamanya mampu membuatku bisa menyelesaikan baca novel ini nggak sampai setengah hari. Termasuk novel yang fast paced dan page turner. Aku suka banget dengan gaya bercerita penulis yang menggunakan bahasa sehari-hari membuatku makin enjoy ketika membacanya.

Konflik yang diangkat novel ini nggak bisa dibilang ringan, tapi karena gaya berceritanya yang enak membuat novel ini tidak terkesan berat. Konflik novel ini termasuk related dengan kehidupan para remaja yang masih duduk di bangku sekolah, entah itu di kota besar atau di pedalaman. Nggak hanya tentang bullying, tapi juga toxic-relationship dan bahkan sampai self-harm. Aku suka dengan cara penulis menempatkan konflik-konfliknya karena bener-bener bikin emosiku tersampaikan dengan tepat.

Tokoh di novel ini nggak begitu banyak, tapi semua punya ciri khas masing-masing. Tokoh utama dan tokoh pendukung saling bahu-membahu membuat kisah novel ini semakin menarik. Dalam novel ini, semua tokoh utamanya favoritku. Suka banget sama interaksi mereka. Apalagi interaksi Zakia dengan Tante dan Papanya. Rasanya aku pengen gabung dalam keluarga mereka. Suka interaksi Zakia, Aro dan Kru Warung Mpok Lela.

Selain banyak bikin ketawa, gedeg, ngiler dan lapar, pas baca novel ini bikin aku jadi tertampar. Gimana bisa jadi tertampar? Kalo sudah membahas kuliner khas suatu daerah di Indonesia membuatku tertampar karena sekarang banyak anak muda yang sebagian memilih untuk mengonsumsi dan lebih senang dengan makanan yang sedang viral dan sebagian masih ada yang mau mengonsumsi makanan khas dari daerah mereka. Dengan adanya novel ini bikin aku sadar kalo kita sebagai generasi muda, wajib banget melestarikan makanan khas dari daerah kita.

Novel ini pun menggambarkan kalo sikap guru ke murid yang bandel dan murid teladan jelas berbeda. Aku sempat emosi dengan apa yang dilakukan wali kelas Zakia di novel ini, seharusnya mengayomi dan bisa crosscek lebih dulu apa yang terjadi, eh malah langsung naik pitam.

Menggambarkan kalo seseorang punya batas waktu yang nggak sama untuk merelakan kepergian seseorang atau cara mengatasi kedukaan mereka.

Aku suka banget sama perubahan yang terjadi pada para tokohnya, mereka nggak yang tiba-tiba berubah, tapi perlahan-lahan. Aku juga suka dengan cara penulis menyelesaikan konflik demi konflik di novel ini, meski caranya bikin aku menahan nafas dan aku merasa penyelesaiannya adalah yang terbaik dari yang terbaik menurut pembaca dan itu semua untuk kebaikan semua tokoh.

Aku belajar hal penting dalam novel ini, yaitu aku nggak boleh sembarangan mengucapkan sesuatu karena bisa saja apa yang kita ucapkan menjadi kenyataan, aku belajar untuk nggak menilai seseorang dari penampilan dan sikap yang biasa dia tunjukkan di publik dan belajar untuk berpikir terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu karena takutnya aku akan menyesal setelah melakukannya dan masih banyak lagi pelajaran hidup lainnya yang kudapat dari novel ini. Nggak hanya itu, aku jadi sedikit tau tentang masakan khas Betawi mulai dari bahan dan cara memasaknya.

Aku rekomendasikan novel ini buat kalian yang suka baca novel romance comedy, buat yang suka baca teenlit, dan suka baca novel yang membahas kuliner dari suatu daerah.
Profile Image for tïmmyrèvuo.
204 reviews2 followers
March 25, 2024
Menurutku hal sentimental seperti kenangan kalau dikipasi hanya akan membuat hatiku terbebani, sulit melangkah ke depan. Sama seperti perasaan. Aku suka rasa yang pasti, rasa yang bisa kuukur dengan teratur. Rasa yang berbalas. Aku ingin berusaha untuk segala sesuatu yang jelas hasilnya apa.

This book takes you on a journey with Zakia, the school's shining star, whose path unexpectedly intertwines with Aro, a stuttering classmate with a hidden talent for cooking. As Zakia delves into the complexities of Aro's life, the story unfolds with intrigue and heartfelt moments.

Now, let me tell you, this book has got a premise that'll pique your interest faster than a dropped spoon in a busy kitchen. It's a delightful blend of culinary delights, teenage drama, and unexpected twists that kept me flipping the pages with gusto. What really hooked me in was Zakia's unwavering maturity amidst the chaos of high school life. She's a breath of fresh air, steering clear of clichés and always standing by her convictions.

Mungkin kami berdua sebenarnya sama. Kami cuma dua anak kecil yang kebingungan. Bertahun - tahun kami tersesat tanpa tahu bagaimana caranya minta pertolongan. Kami saling menemukan, berusaha menyelamatkan hanya untuk menemukan jurang keputusasaan yang lebih besar.

And oh, the chemistry between Zakia and Aro? It's like watching two puzzle pieces finally finding their perfect fit. Both grappling with loss, both carrying scars, yet finding solace in each other's company. It's heartwarming, it's real, and it's downright captivating.

But let's talk turkey. The dialogue between Zakia's family members sometimes felt as stiff as an overcooked spaghetti noodle, and Zakia's occasional bouts of rudeness left me squirming in my seat. It's like they were trying too hard to force a connection, and it didn't quite hit the mark for me. And while the ending tied up some loose ends, there were still lingering questions about Aro's past and struggles that begged for resolution. It left me wanting more closure in certain areas.

Nevertheless, despite these minor hiccups, the book serves up a satisfying dish in the end. For a teenlit romp, it hits the spot, earning a solid 2.5 stars out of 5 from yours truly. So grab a copy, dive in, and get ready for a flavorful ride through the halls of high school drama!
Profile Image for aynsrtn.
536 reviews18 followers
November 10, 2024
Membaca novel ini malah membuatku lapar dan ingin ke Setu Babakan serta hunting kuliner makanan khas Betawi. Sebuah novel remaja dengan premis yang segar tentang kelestarian masakan Betawi ditambah bumbu-bumbu gejolak kawula muda.

Bercerita tentang Zakia, seorang siswi kelas XI yang rajin, teladan, wakil ketua osis, anak basket, pokoknya popular high schooler. Semua keteraturan hidup Zakia mendadak berubah ketika ia berurusan dengan Aro, cowok cupu dan gagap di kelasnya. Aro seolah memiliki dua persona: cowok jago tawuran dan seorang koki warung betawi.

Actual rating: 3.5⭐️
Trigger warning: bullying, violence, self harm.

Sebenarnya aku nggak paham mengapa penulis memilih judul ini untuk novelnya. Pas di awal, Zakia akan cerita kenapa dia "menyukai" bibir Aro tapi sampai akhir juga nggak dijelasin perihal bibir. Alternatif judul mungkin bisa "Betawi In Love" atau "Dari Soto Betawi, aku jatuh cinta" haha, itu hanya sekadar ide.

Novel ini bercerita dengan sudut pandang orang pertama yaitu Zakia. Mengenal dia membuat aku berpikir ini anak pick me juga, haha. Seakan keteladanan yang dia tunjukan ya persona aja. Di rumah, dia sinis, sarkas, dan drama juga ke Tante dan Papanya. Tetapi, meskipun begitu, Zakia ini sejak SMA udah independent woman. Dia yang "ngegas" duluan ke Aro dan bisa luwes gitu ngeceng-cengin Aro. Sikap percaya diri dan beraninya ku salut plus rada nekat ya—apalagi kalau bukan demi Aro, tsahh. Sementara Aro, wih ... dikira cupu ternyata suhu. Dia tuh kayak punya dua kepribadian. Ibarat Kenshin Himura. Dia bisa jenaka, tapi pas marah, matanya menyalang. Nah, begitulah Aro.

Yang aku suka dari novel ini yaitu penceritaan tentang kuliner asli Betawi dan keresahan akan kelestarian masakan khas Betawi. Aku juga baru tahu ada Sate Kuah Sapi, Gabus Pucung, Sayur Besan, dan banyak masakan lainnya. Soalnya yang ku tahu kayak Kerak Telor dan Soto Betawi. Deskripsi masakan bahkan cara masaknya pun dijelaskan dengan detail. Bikin laperrrr.

Semua ok—selain judul yang aku bahas di atas—tapi pas akhir kayak berasa dragging dan cepet-cepet selesai. Apalagi pas Aro pergi dan tiba-tiba nge-chat, udah gitu udah aja. Jadi, berasa nanggung.

Meski demikian, novel ini masih tetap seru. Bisa mengenal kuliner Betawi lebih dalam dan memahami problematika anak SMA.
Profile Image for Fadila setsuji hirazawa.
351 reviews4 followers
November 2, 2022
"... Anak muda seumuran kamu udah biasa sama tren makanan yang cepet banget gantinya, ... Gimana itu pengaruhnya ke warisan budaya kita, ... Apa yang bisa dilakukan anak muda sekarang?" (Hal.53)
.
Judul: Delicious Lips
Penulis: @Zulfairy
ISBN: 9786020663777
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2022
BLURB:
Zakia yang dipandang sebagai salah satu siswi teladan kemudian dipertemukan dengan Aro,siswa yang bukan hanya gagap tetapi juga lihai dalam hal berkelahi.
Namun,Zakia tak pernah menyangka akan melihat sisi lain Aro lewat masakan-masakan Khas Betawi yang eksistensinya perlahan tergerus perubahan situasi Jakarta dimasa sekarang.
.
.
.
🧅 Menurut saya,warisan kebudayaan bukan hanya tentang benda yang diabadikan di museum,tetapi juga kuliner. Saya pribadi dibuat sadar ketika selesai membaca novel yang kak @Zulfairy tulis ini.

🧅 Saya jadi terharu dan bangga karena kak Zulfa mampu meramu kisah remaja yang terkadang penuh masalah dan lekat dengan romansa dikombinasi dengan eksistensi warisan budaya kuliner Betawi di area Jakarta. Bahkan,saya takjub dengan salah deskripsi tentang pohon jengkol yang bisa ditanam sebagai pepohonan rindang,namun siapa yang pernah membayangkan berteduh di bawah pohon jengkol? Bagian ini menyadarkan kita untuk mencoba alternatif menjaga lingkungan sekaligus sumber bahan baku makanan👍

🧅 Deskripsi tentang kuliner Betawi yang menurut saya cukup detail dibahasakan dengan ringan dan maaf buat saya ngiler ingin coba icip tiap makanan dan minuman yang digambarkan dalam novelnya. Kak @evastoria mari baca novel ini juga biar ikut ngiler🤣🙏

🧅 Delicious Lips ini merupakan salah satu novel remaja yang unik karena memberikan penyadaran dengan peran kaum muda terhadap eksistensi kuliner khas daerah sebagai warisan yang perlu dijaga.

🧅 Terima kasih banyak atas kesempatan yang kak @zulfairy berikan sehingga saya bisa membaca buku yang keren dan kuat menggambarkan kebudayaan kuliner ini.
Mohon maaf untuk banyak kekurangan dalam ulasan saya ini. Saya berharap nanti ada pejabat yg ditugaskan menjaga eksistensi kuliner Betawi kemudian baca novelnya ini 😊🙏
Profile Image for Bila.
315 reviews22 followers
February 25, 2023
(Rate sebenarnya: 2.5 dan bisa turun)

Ga tau kenapa rasanya kek ga ada yang bisa diunggulkan dari buku ini selain vibenya yang Jakarta banget. Saatnya aku kulik satu per satu.

1. Tokoh
NGGGG rasanya ga ada yang bisa aku suka kecuali kekoplakan Tante Sella dan bapaknya Zakia.

a. Zakia
NIH CEWEK AMPUN DAH, kalo berbuat kagak pake mikir gitu ya? Terutama bagian dia ke sekolahnya Bodrek, rasanya, euh, serius deh kamu ga mikir mateng2 dulu gitu (start from bolos ke Jakpus (dia sekolah di Jakbar) lalu bawa rantang?)... Selain itu, dia kepedean. Terlalu kepedean.

b. Aro
Tukang gebuk. Suka nganggep kalo dia anak durhaka. Sebenernya rasa sedih dia akan wafatnya sang ibu berpotensi menjadi konflik yang seru dan penuh pelajaran, tapi rasanya kok eksekusinya kurang yak. Iya sih mendorong supaya dia mau masak, tapi yowes gitu. Selain itu, dia kek ga punya kepribadian lain yang mencolok, kecuali...gagap.

c. Nindy
Aduh angkat tangan aku, bisa-bisanya dia menempatkan Aro dalam posisi sulit cuma gara-gara cinta...Iya sih ini dibutuhkan di cerita tapi tetep aja watdehek...Selain itu, rasanya bagian dia self-harm (lagi-lagi) kurang dimanfaatkan.

d. Sisanya
Mahaka, yang muncul di blurb sangat bland.
Temen sebangkunya Zakia, ya gitu selayaknya anak heboh.
Bodrek dkk nakalnya kerasa sih.
Bapak2 yang ada di warung ya selayaknya orang Betawi sih.

2. Ceritanya - aku bingung.
Ini terutama pas saat Zakia kek pengen menyelesaikan masalah, kukira rantang masakannya Aro mau dikasih ke Haji Ali biar nunjukin keseriusannya. Kenapa malah ke Bodrek...walau udah dijelasin, rasanya tetep aneh. ANEH.

Permasalahan konflik Bodrek rasanya juga rada gaje. Apakah Aro sudah berdamai dengan rasa bersalahnya juga kurang jelas. Pokoknya aku bingung.

3. Kemistri
Nol. Aro-Zakia kek ga ada kemistri yang terbentuk. Ya ya memang betul gagapnya Aro jadi penghalang, tapi ga ada perkembangan yang berarti. Bahkan ketika Aro bilang "cukup jadi Zakia gue aja" tetep aja bland, ga ada "aww moment" yang bikin klepek-klepek.
Dengan mereka kissing pun ga bikin seneng tuh. HNG...

Kesimpulan: aku bingung. Aku habis baca apa ini?
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for alaia.
103 reviews1 follower
January 16, 2025
Actual rating: 3.3/5

I feel a bit so-so about this book, but they have some good humour that I laughed my ass to, that's one thing for sure. Gimana, ya, mulainya? Gue ngerasa ada banyak hal yang seharusnya bisa dieksplorasi lebih lagi dan beberapa part di buku ini yang di-extended;

1. Karakter-karakter yang ada di buku, terutama Zakia dan Aro sendiri. Jujur cukup ngerasa kayak ga ada ikatan/depth yang dalam gitu, lho, yang bisa bikin terlalu connect sama mereka.

2. Alur ngalir kayak pipa rucika, literally took me less than two days to finish—tapi, ini karena ada sedikit problem; sewaktu ngebaca, ngerasa alur dan konfliknya kayak berada di permukaan aja, gak ada yang benar-benar dijelaskan lebih lanjut. Jadi, ya, kayak gitu aja... Which is a bit of a shame. Gue jabanin sebenernya kalau ada 2-3 bab lagi.

3. Kayaknya menarik kalau latar ceritanya lebih dieksplorasi juga, mulai dari segi sajian konten makanan maupun latar belakang tempatnya. I feel like the main catch of this book is the food!

Gue ngeliat ada beberapa orang yang beropini tentang karakter Zakia yang cukup “shocking” atau “hard to like.” Iya, sih, I felt like that too when I was reading the book. Kadang kayak, wow aja sama inner thoughts dia WKWKWK. Agak “arogan” (?) Idk, but not to the point that I hate her as a character. Still an interesting one.

Itu aja sih, I feel like the ending is realistic, too. I'm okay with it, I can live with that. And like I stated earlier, the main catch of the book that made me stay for most of it was whenever the food scenes were brought to the table.
16 reviews
July 28, 2024
Zakia is one of the students who can be said to be perfect, she has become a member of women's basketball, vice president of the OSIS, and continues to be close to a guy who is ambitious to be president of the OSIS named Mahaka. But Zakia's life changed after accidentally seeing Aro, her classmate, battered when Zakia finished basketball practice.
Aro, who has always been known as a naughty guy who stutters at school, turns out to be good at fighting and even good at cooking. Aro with his bare hands is already dangerous, especially if he is equipped with a knife, the damage will increase.

***

I like teenlit stories like this, Zakia's character is not annoying, when she is approached by a guy she doesn't immediately get emotional, instead she seems indifferent. Even though he has a family that looks happy, Zakia tries to look strong as a child whose mother abandoned him. Zakia also met Aro who was also still grieving the loss of his mother. Aro still wants to remember his mother by learning to cook the dishes his mother often sold. So he often missed school to manage his mother's stall.
What I also like is that Zakia took the first step to approach Aro, and Aro also seemed willing to be approached by Zakia. Although cats are still shy when they meet them. Zakia is also not a people pleaser. If he doesn't like it, he'll say he doesn't like it. I really like Zakia's character.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Ratih Cahaya.
413 reviews7 followers
February 17, 2025
Novel pertama yg kutamatkan di 2025. Setelah melalui antrean cukup panjang di Ipusnas.

Oke, ceritanya page turner banget, alias menarik dan bikin penasaran terus sampai akhir. Tema ceritanya juga menarik, tentang remaja (&segala problemnya) dibumbui kuliner Betawi yg lumayan bikin ngiler.

Aku cukup suka dengan tokoh Zakia yg menurutku terasa fresh, to the point, dan sangat PD. Percakapannya dgn Tante Sella dan Papa juga menggelitik.

Sikap Aro di awal nih lumayan bikin penasaran. Kenapa dia kucel? Kenapa dia gagap? Kenapa dia bolos? Kenapa dia kayak anak cupu yg gampang dipalak tapi di saat lain bisa mukulin orang sampai babak belur?

Nah, bagian ini nih yang masih kurang penjelasan. Rasanya masih banyak yg perlu diceritakan ttg latar belakangnya Aro, walaupun memang cerita ini kan POV-nya Zakia ya. Jadi, wajar kalau ceritanya Aro terbatas. Tapi, kayak yg nanggung gitulah.

Terus, ada beberapa adegan yg menurutku agak...ewww... Gimana gitu hahaha. Kayak adegan di sinetron gitulah. Meskipun bukan hal yg haram sih adegan sinetron ada di novel atau adegan novel ada di sinetron. Tapi ya gitulah pokoknya. (I said about scene in Setu Babakan & scene hujan-hujanan)

Oke, secara keseluruhan, ini cerita yg cukup menarik, menghibur, dan mengingatkanku kembali ttg masa remaja yg pada saat itu rasanya, apa pun yg terjadi terasa serius dan menguras pikiran.
Profile Image for inez.
4 reviews2 followers
January 2, 2023
• kisah cinta remaja yang digambarkan rumit, ruwet dan memusingkan banyak pihak(?)

• kuliner khas betawi yang tersajikan dalam kata-kata berhasil bikin ngiler pembaca 🤤

• masih belum terjawab, kenapa Aro gagap? dan kenapa Aro berlagak culun di sekolah tapi di luar tetep kayak preman???

• chemistry Aro-Zakia masih kurang banget ya. dari 'tempo keakraban' mereka yang naik-turun, alasan yang kurang ngena saat Zakia bisa mendadak flirting sama Aro, sampai ending yang sebenarnya jelas tapi dikaburkan(?). aku jadi kepengen bilang, "KENAPA ENDINGNYA NGGA DIBERESIN DULU SIH?!"

• aku pribadi ngerasa kisahnya kurang relate buat dibayangkan ada di real life. betul-betul "rasa fiksi" (kecuali untuk masakan Betawinya). problema kisah cinta anak sekolahan kenapa jadi sampai pihak sekolah ikutan nimbrung? terus juga kok malah memperkeruh kondisi banyak sekali pihak segala?! sad to say, aku muak dengan couple sensasional, Mahaka-Nindy! 🤢

• masih banyak konflik yang belum terselesaikan dalam cerita:
- Aro dengan si Babe (Pak Tio)
- Aro dengan Bodrek (yang ini selesai sih selesai tapi.. masa iya kelarnya gitu doang setelah sekian lama jadi musuh bebuyutan?!)
- Aro dengan Zakia (yang tidak berujung..?)
- Apa kabar Mahaka-Nindy 🤷🏻‍♀️
- Konflik batin yang dialami Aro udah beres?
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Hanoi.
8 reviews
July 17, 2025
Nemu buku ini waktu cari genre teenlit di iPusnas dan kebetulan stoknya lagi cukup banyak. Surprisingly menarik sampe bisa diberesin 3 harian padahal aku lagi di fase reading slump parah.

I interested on how the author not only writes teenager problems but also raising issue about raditional food as cultural heritage that slowly forgotten. Cara deskripsiin makanannya itu loh, ikutan bikin NGILERRR!!!

Tapi, ada bagian yang cukup bikin aku bingung. Salah satunya Zakia yang dipilih jadi wakil ketua OSIS dadakan karena dianggap pintar dan dewasa. Agaknya di zaman sekarang kurang realistis ya kalau pengganti wakil ketua OSIS tiba-tiba dipilih random, apalagi sebelumnya dia ngga pernah punya jabatan di OSIS juga.

Terus plot romansanya juga kayak nanggung gak dijelasin lebih banyak. Misalnya Zakia sama Aro yang kesannya secepat itu jatuh cinta, padahal Zakia ga banyak jelasin poin plus dari Aro. Terakhir, Zakia yang bossy abis nyuruh Aro masak yang paling susah cuma buat dikasih ke Yudi dengan dalih permintaan maaf dari Aro sama Nindy. Duh, Zakia itu kamu ngorbanin orang namanya.

Overall aku enjoy baca buku ini, tapi belum bisa meninggalkan kesan yang gimana gitu di aku so it's a 3/5 for me.
2 reviews
January 8, 2023
singkatnya buku ini menceritakan seorang remaja SMA zakia yang perfect banget, dia wakil ketua osis, anak basket, tingginya 170 cm, baik ramah dan friendly pokoknya gilsss deh. nah zakia ini punya gebetan namanya mahaka, mahaka ini ketua osis yang lebih perfect lagi dari zakia. sampe suatu ketia dia ketemu aro si gagap dan cupu yang suka bolos sekolah lagi berantem sama anak sekolah lain di gang deket sekolahnya. zakia ngerasa aneh kok si aro anak gagap dan cupu bisa menang dikeroyok banyak orang. eh yang lebih ngagetinnya lagi aro ini jago masak, gituu si premis singkatnya.

bukunya tipis cuma 223 halaman, ceritanya ga melulu tentang cinta cintaan, ada pengetahuan tentang kuliner betawi jarang ada yang ngangkat bahkan udah hampir dilupakan, contohnya kaya gabus pucung, bubur ase, soto tangkar, bir pletok, es slendang mayang.
baca buku ini bikin inget uwa aku yang orang betawi, klo main ke jakarta suka banget di bikinin soto tangkar, hhhee.
selain, buku ini juga ngangkat kenalan remaja walaupun ga begitu ditonjolin sih, tapi itu cukup buat bikin buku ini terasa hidup, dibeberapa bagian ada yang bikin aku ketawa ngakak sihh.
2 reviews
December 15, 2024
First of all I wanna say that...

Zakia karakternya receh banget!
Mungkin gak terlalu tergambar di bukunya, tapi menurutku Zakia ini punya sifat narsis (dalam artian yg baik) yg bikin self-esteem nya tinggi. Hal ini kebalikan dengan Aro tapi aku suka, hehe:)
Aro sendiri menurutku bukan tipikal badboy dimanja trus kerjaannya cuma bak buk noyor orang. Dia punya masalalu dan alasannya sendiri yg bikin dia lari ke jalan yg salah sebelum akhirnya tobat dn milih belajar masak biar bisa nerusin warung mpoknya setelah mpoknya meninggal..

Terlepas dari karakterisasi FL dan ML yg bagus, menurutku novel ini banyak plot hole-nya dan aku sendiri harus re-read beberapakali biar paham. Disini aku bingung dan kesel juga sama karakter Nindy yg nyusahin orang lain hingga bikin konflik di buku ini mbingungin antara konflik Aro-Yudi-Zakia-Mahaka atau konflik Aro dgn bapaknya(?)
Aku juga merasa kalo konflik Aro dengan bapaknya kurang diekspos lebih dalam padahal ini menarik bangett.

Overall buku ini bagus sih meski sedikit banyak plot hole bertebaran, aku tetep enjoy dan lebih tau serba serbi masakan betawi disini
Profile Image for Rizky Wahyu Fir.
62 reviews1 follower
August 8, 2025
Writingnya bagus banget! Suka banget sama hook dan cliffhangernya! Apalagi ditulis pake POV 1, jadi makin enak ngabisinnya.

Tapi masih nggak sreg sama karakternya, terlalu banyak tokoh yang hot-headed di sini. Aku suka si tokoh utamanya, tapi kadang interaksi sama tantenya agak kurang ajar. Tokoh2 sampingan juga kayaknya nanggung. Mereka sangat hidup, tapi aku berharap dilibatin dalam plot lebih jauh. Iya benar terlibat, tapi kek setengah2. Bahkan Aro, si male lead, di sini kesannya sebagai "alat" plot untuk menggerakkan cerita. Aku berharap, dia bisa dikasih porsi sebagaimana manusia, dikulik traumanya dan cara dia nyembuhin itu.

Dan last banget, tentang judul Delicious Lips, aku berharap cerita ini bahas masak-memasak. Tapi menurutku, porsinya kalah sama drama hidup Aro yang ruwet banget.

However, teknik nulis yang bagus banget ini, berhasil merebut hatiku untuk kasih bintang 4! Well done!
Profile Image for Crescent Moon.
84 reviews
March 1, 2024
Buku ini berhasil bikin muka ini kesusahan nahan ngabrut pas baca di KRL. Fiksi-fiksi kayak gini bisa dibilang agak langka karena gaya bahasanya yang nyablak dan sangat nrabas, seperti lagi cerita ke teman sendiri.

Karakter Zakia di sini keren abis. Tipe perempuan yang nggak neko-neko dan kalo iya iya, nggak nggak. Sementara Aro yang sering diremehkan di sekolah ternyata diem² jago berantem dan jago masak makanan betawi karena harus mengurus warung almarhumah enyaknya.

Singkatnya, buku ini secara nggak langsung banyak mengangkat isu tersingkirnya masakan dan kultur betawi di Jakarta yang notabene adalah daerahnya sendiri. Seperti kata Zakia, lebih gampang menemukan rendang daripada gabus pucung di Jakarta 😭🙏🏻

Untuk sekelas teenlit, buku ini udh jempol bgt lah pokoknya wkwkwkwk 🤘🏻
Profile Image for kiadh.
148 reviews7 followers
December 31, 2022
Part yang gue suka waktu mereka bahas makanan. Gue jadi ngiler sama makanan Betawi!

However tiap tokohnya ngga memorable. Penggambaran Zakia kaya bertolak belakang banget. Ada bagian yg "hah? Ngapain????" karena terlalu ngga mikir panjang.

Penyelamat novel ini adalah pembahasan tentang lomba pidato dan penyampaian Zakia akan hal tsb. Loved it.

Romancenya?? Romance ala teenlit, ngga perlu mikir tiba-tiba sebucin itu.
Profile Image for suci.
30 reviews1 follower
July 13, 2023
Suka dengan ceritanya yg membahas kuliner betawi

Untuk alurnya, gatau deh aku ga terlalu menikmati, apalagi pas halaman-halaman menuju akhir sampe akhir halaman, jujur kayak membingungkan aja

Terus zakia ni... dia kayak kepedean gitu ya, mana ga pikir panjang. Terus aro... masih gapaham kenapa dia tbtb jadi gagap gitu setelah kejadian yg menimpa ibunya
Profile Image for Riez Chiwi.
163 reviews
August 13, 2023
Gemes banget sumpah. Baca ini senyum-senyum sendiri. Ngikik-ngikik sendiri. Untung bukan tengah malam takutnya disangka kuntilanak.

Kayaknya baru ini nemu bad boy malah gagap. Terus ceweknya yang maju terus pantang mundur. Suka. Suka banget. Tapi lebih suka lagi kalau ada lanjutannya. Karena belum rela pisah sama Aro Zakia.
Profile Image for Mare Mare.
Author 10 books1 follower
May 17, 2025
Baca novel ini bikin laper dan jadi nostalgia sama makanan khas Betawi, terus setting tempat di novel ini deket rumah, jadi familiar gitu. Aku suka karakter Zakia yang blak-blakan. Aku sebel sama Nindy, udah drama, nyusahin banyak orang lagi. Zakia sama Aro ini sweet, tapi karena luka Aro yang terlalu dalam jadinya hubungannya banyak drama gitu lah haha.
Profile Image for Lulu Khodijah.
441 reviews10 followers
November 6, 2022
Unik! Percintaan remaja dengan bumbu kuliner khas Jakarta. Salut sama penulisnya ngangkat isu ini. Bikin pengen icip-icip semuanya.

Bagian pidato Zakia singkat dan ngena. Gimana menghubungkan kuliner, budaya, kondisi sosial dan nyentil isu apa2 yg harus instagramable. Must read deh!
Profile Image for Eva.
4 reviews
January 9, 2023
OMG GILAAAA CAKEP ABIS 😭😭 ini pertama kalinya buatku baca buku yang angkat tema makanan begini.

Aku suka karena ceritanya unik dan ada bumbu romansa yang sukses bikin baper. Wajib baca, sih, ini mah! 😆😆
Displaying 1 - 30 of 40 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.