Jump to ratings and reviews
Rate this book

Na Willa #3

Na Willa dan Hari-hari Ramai

Rate this book
Na Willa duduk sendiri di sekolah, membaca Wiro, sementara anak lain asyik bermain. Kini ia di Jakarta, jauh dari rumah di dalam gang, jauh dari teman masa kecilnya, dan hari-harinya dimulai dengan murung.

Hingga suatu kali Na Willa berjumpa dengan anak yang menghitung jumlah kaki kursi, anjing kecil yang bisa berubah warna, bibi yang biara dalam bahasa yang tak ia pahami, paman yang membawa koper kaleng, juga Rano Karno! Dan di antaranya, Mak dan Pak membawa kabar yang membuat Na Willa semakin sebal pada kata sabar.

Petualangan apa yang akan Na Willa jalani, di hari-harinya yang kini ramai?

126 pages, Paperback

Published January 1, 2022

13 people are currently reading
273 people want to read

About the author

Reda Gaudiamo

53 books64 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
225 (62%)
4 stars
118 (32%)
3 stars
18 (4%)
2 stars
0 (0%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 86 reviews
Profile Image for Khansaa.
171 reviews214 followers
August 15, 2022
Halo Mbak Reda,

Perkenalkan, namaku Khansaa. Di tahun 2020, aku berkenalan dengan Na Willa dengan sampul merah dan hijau. Keduanya jadi temanku ketika merasa penat dan ingin membaca bacaan ringan sekali duduk. Walaupun yang hijau tidak terlalu ringan, sih :))

Awal membaca Na Willa dan Hari-hari Ramai, aku disambut Na Willa yang ternyata akan punya adik. Wah, ketika mencoba melihat sampulnya lekat-lekat, ternyata ada kaki bayi yang sedang merangkak! Aku baru sadar karena terlalu fokus dengan anjing kecil putih yang lucu. Ini sengaja jadi "easter egg" ya, Mbak?

Di buku Na Willa yang ketiga, aku dibawa berpetualang ke rumah Na Willa yang baru dan anjingnya yang berwarna abu-abu (pssst, apakah warnanya benaran abu?). Walaupun cerita Na Willa di buku ini sama cerianya dengan buku sebelumnya, namun sepertinya Na Willa mulai dipaksa untuk keluar dari zona nyamannya. Mulai dari rumah baru, adik baru, tetangga baru, mbok baru, bahkan anjing peliharaan baru.

Buatku, cerita demi ceritanya menyenangkan sekali untuk diikuti, Mbak. Rasanya seperti mengenang masa kecil sebagai anak yang tidak sabaran dan serba ingin tahu (hehe). Aku senang di sini Na Willa bertemu teman yang berbeda dan tetap semangat bermain. Apalagi membaca cerita Ayah dan Ibu Na Willa yang penuh kehangatan dengan Bi Entin dan ikut membantu masalah yang Bibi hadapi.

Jika teman-temanku bilang mereka tumbuh besar membaca Hai, Miiko!, sepertinya Na Willa adalah temanku untuk tumbuh menjadi lebih tua (sayangnya bukan tumbuh dewasa, karena aku sudah dewasa, Mbak). Meskipun agak terlambat memiliki seorang karakter fiksi yang menemani perjalanan hidupku, aku bersyukur sekali bisa bertemu Na Willa ketika sudah dewasa yang seringkali menghela nafas. Bahkan, Na Willa datang ketika aku sedang sakit dan rasanya ingin cemberut melulu. Benar-benar waktu yang tepat.

Mbak Reda, semoga cerita Na Willa tumbuh besar bisa terus dibagikan ke pembaca, ya! Aku akan setia menunggu sampul baru Na Willa berwarna apaaaaa saja. Pokoknya, rak bukuku siap untuk menampung di tempat yang spesial!

Sampai ketemu lagi, Mbak! Sampai ketemu lagi, Na Willa dan Dulu Kelabu!
Profile Image for Szasza.
246 reviews20 followers
August 17, 2022
Kisah-kisah na willa selalu hangat untuk dibaca, buku ini di buka dengan kisah willa di sekolah barunya dan harus beradaptasi dengan lingkungan serta orang-orang baru.

Aku suka banget sama cara bu reda menuliskan konflik yang sering di alami anak-anak mulai dari beradaptasi dengan lingkungan baru, kenalan dengan teman baru, konflik batin willa dengan keberadaan adik-adik nya yang menurut dia keberadaan dia nyusahin mak WKWKKWKW and i really love the way willa despise math so bad lmao (She's just like me fr).

Banyak character baru di buku ini hehehe, dari dulu kelabu si anjing kecil, tony dan teddy si anak tentangga sebelah, adapula kisah bi entin dan wati, om Jona, serta na piga dan ma migu.

Buat aku Na Willa akan selalu jadi comfort book ku, aku berharap semoga akan ada na willa 4, na willa 5 dan seterusnya.
Profile Image for Jess.
609 reviews141 followers
October 12, 2022
love this book so much! it is so heartwarming, cute and adorable.

Buku dengan perspektif anak kecil ini sangat lugas dan jujur dalam care penulisannya, membaca kehidupan Na Willa dari kecil dan sekarang sudah kelas 3 sd membuat aku merasa punya hubungan emosional yang spesial dengan karakternya, seakan-akan Na Willa adalah adik perempuan ku.

Kesulitan yang dialami Na Willa dan bagaimana caranya dia mendapatkan pengertian akan banyak hal, belajar banyak hal, sangat menganggumkan.

Buku ini akan menjadi comfort read ku
Profile Image for Sintia Astarina.
Author 5 books359 followers
October 5, 2022
Aku menyelesaikan #NaWilladanharihariramai dengan dua rasa paling dominan: ingin terbahak, tapi juga terenyuh. Kalau lihat coretan di buku, banyak tertulis, “Lol!”, “Receh banget, gini aja ketawa. Hahaha”, “Help, kocak banget meski kasian 😆”, “Haha, kasian dituduh Mak”, dan seterusnya.

Ada yang bisa nebak kira-kira cerita mana yang bikin terbahak?

Di sisi lain, aku terenyuh banget jadi salah satu pembaca yang bisa menyaksikan langsung gimana pendewasaan karakter Na Willa. Mulai dari gimana ia bertanggung jawab akan hewan peliharaannya, hingga gimana rasanya ia jadi seorang kakak.

Semakin ke belakang, aku semakin tenggelam dalam konflik batin Na Willa. Apalagi, tentang kerinduannya pada Mak. Willa kangen dengan Mak yang dulu, yang mau diajak membaca, menyanyi, atau jalan-jalan. Mak yang selalu ada untuk Willa. 🥺

Mak makin tua dan sibuk, sementara Willa juga harus semakin dewasa dan paham bahwa hidup nggak melulu sesuai harapan. Namun, hidup juga harus terus berjalan.

“Nanti” yang jadi cerita pamungkas buku ini, juga meninggalkan kesan amat dalam buatku. Tanpa sadar, kudekap buku ini amat erat setelah membaca halaman terakhirnya.

Terima kasih, Mbak @reda.gaudiamo untuk mau terus bercerita dan sampaikan rasa sayang. Ceritamu sederhana, tapi penuh makna. 🤗❤️ Sampaikan salam sayangku juga untuk Ibu Mbok Entin ya, salah satu sumber humor receh yang selalu berhasil bikin ngakak. Wkwk. 💪🏻😭

Na Willa akan jadi Hai, Miiko! (komik kesukaanku) versi lokal yang kutunggu selalu hadirnya.

Omong-omong, Mbak Reda dan @inicecil gak mau bikin versi komiknya gitu? 👀
Profile Image for Siska.
84 reviews2 followers
August 14, 2022
Suka bangettt sukaaa! Tetap lucu dan menggemaskan seperti 2 buku sebelumnya. Plus sekarang kedatangan orang-orang baru yang bikin jadi tambah ramaii🥰
Profile Image for aynsrtn.
487 reviews13 followers
November 24, 2025
Seperti judulnya Na Willa dan Hari-Hari Ramai, di buku ketiga ini hari-harinya Na Willa sungguh sangat ramai. Dimulai dari pindah rumah, dapat bibi bantu-bantu rumah yang baru (punteeeen), ketemu anjing tak bertuan, dapat tetangga baru yang seumuran Na Willa yaitu Tony dan adiknya, Teddy, dan yang paling meriah adalah Na Willa punya adik baru di sini. Hore, bukan hanya satu, tapi dua. Adik kembar Na Willa: Na Piga dan Ma Pigu.

“Aku tidak bisa sabar!!” Kenapa lucu banget setiap orang tua Na Willa minta ia sabar setiap kali Na Willa tanya kapan adiknya akan lahir. Tapi, pas adik-adiknya lahir, perhatian—terutama Mak—kepada Na Willa jadi berkurang. Mungkin bukan berkurang sih, lebih ke fokusnya tertuju ke si kembar dulu.
Semua sibuk mengurus adik.
Aku suka adik-adikku.
Tapi aku mau juga Mak bisa bercerita-cerita bersamaku.
Kapan adik-adik berhenti merepotkan Mak?
Aku mau jalan-jalan bersama Mak lagi.
Aku pikir, Mak juga mau jalan-jalan dan menonton film lagi bersamaku saja.
Ya, kan, Mak?
(p.110)

Peluk untuk Na Willa. Bertahun-tahun menjadi anak tunggal, semua perhatian orang tua tercurahkan, terus tetiba punya adik (mana langsung dua), jadi Na Willa merasa ditinggalkan. Tapi, aku suka bagaimana Na Willa mengelola perasaan itu. Sebagai anak kelas 4 SD—ya namanya juga anak-anak—Na Willa merasa iri dengan adik-adiknya, tapi dia tetap sayang kepada adik-adiknya.

Selain itu, di sini aku melihat Na Willa memiliki teman-teman baru T2 (Tony & Teddy). Apalagi Teddy ini lebih muda dari Na Willa, tapi serba tahu. Mulai dari matematika, ilmu pengetahuan alam, dan bacaannya pun ensiklopedia. Apalagi ditambah dengan anjing—nemu begitu saja—yang asalnya warna kelabu, jadi dinamain Kelabu. Eh, pas dimandiin, warnanya jadi putih. Ganti deh namanya jadi Dulu Kelabu.

Seru banget baca kehidupan Na Willa. Kek nano-nano banget. Nggak sabar buat filmnya rilis. Buat yang butuh bacaan yang ringan—tapi kaya akan makna—seri Na Willa ini sungguh sayang untuk dilewatkan. Ilustrasinya pun bagus-bagus.

⚘️ 4.5 bintang untuk Bi Entin punteeeeeeen.
Profile Image for Khalisha.
47 reviews
October 28, 2025
Sepertinya ini buku pertama yang berhasil aku selesaikan sekali duduk!!! Di buku ini terlihat kalau Willa sudah mulai memendam perasaan-perasaannya sendiri, seperti ketika tidak punya teman di sekolah, dan ingin punya banyak waktu dengan Mak. Aduh Willaaa kasiiann bgtt!! Perasaan star struck Willa ketemu Rano aduhh gemes bgt! Di buku ini, Willa juga jadi lebih sering belajar sabar!!

Willa punya peran baru, yaitu sebagai kakak! Perasaan-perasaan senang dan tidak sabar main sama adik. Willa juga mengalami perasaan anak pertama pada umumnya, sedih karena merasa Mak lebih sayang adik-adik. Tapi di buku ini, Willa punya banyak teman baru walaupun dia jadi lebih pendiam daripada sebelumnya. Menurutku cerita Tony dan Teddy harus jadi buku sendiri sih, karena aku sangat kepo dengan cerita mereka!!! Tapi aku juga berharap cerita Na Willa terus berlanjut sampai dia dewasaaa!!!
Profile Image for Dyan Eka.
287 reviews12 followers
November 11, 2022
Banyak tokoh baru yaa di buku ini dan tokoh baru favorit saya adalah Bi Entin. Membayangkan sosok Bi Entin yang polos dan lucu haha.

Pergerakan dunia Na Willa yang baru terasa sangat cepat sekali di buku ini. Na Willa dengan segala masalahnya sebagai anak kelas tiga SD, harus menghadapi pula semua perubahan dalam hidupnya, benar-benar bikin saya tertawa dan haru mengetahui semua apa yang dia pikirkan.
Profile Image for Lia.
146 reviews5 followers
October 17, 2022
Na Willa sudah besar!
Beda sekali Na Willa di buku 3 dengan di buku 2.
Charactee development nya kerasa sekali. Yah, mungkin karena Na Willa masih kecil, jadi berasa sekali perubahan karakternya.

Senang sekali baca buku ke 3 ini karena jadi banyak tau tentang Jakarta tempo dulu. Mungkin kalau yang baca orangtuaku, mereka bisa lebih relate sama kondisinya. Nonetheless, senang sekali jadi dikit2 tau lah tentang yang dulu2.
Profile Image for Rei.
366 reviews40 followers
September 30, 2022
Setelah hampir tak sabar menunggu, akhirnya Na Willa kembali untuk menceritakan tentang hari-harinya setelah pindah ke Jakarta. Willa bercerita bahwa ia kini sudah lupa bahasa Jawa, tidak punya teman di sekolahnya (yang kutebak mayoritas muridnya keturunan Tionghoa), Pak yang hampir tidak pernah di rumah karena harus berangkat kerja pagi-pagi sekali dan pulang saat sudah larut, Mak yang kerepotan mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri karena Mbok ditinggal di Surabaya, dan berita terbesar: Willa akan punya adik!

Selalu menyenangkan membaca kisah Willa, gadis kecil cerdas yang pandai mengamati dan menyerap berbagai kejadian dan karakter orang-orang di sekitarnya. Perkembangan karakter Willa yang semakin dewasa juga tampak dari kalimat-kalimatnya yang semakin panjang dan lebih emosional dibanding dua bukunya yang terdahulu. Hari-hari Willa, walau disebut ramai, kurasa lebih tepat disebut menjadi lebih rumit dengan kehadiran banyak karakter baru yang selain memperkaya wawasannya, juga mengharuskannya untuk mau tak mau beradaptasi.

Bagian yang paling kusukai agaknya saat Willa memungut seekor anjing telantar yang dinamainya Kelabu namun setelah dimandikan ternyata berbulu putih bersih sehingga namanya diganti menjadi Dulu Kelabu. Sesederhana itu pemikiran anak kecil.
Profile Image for Randy Sofyan.
70 reviews6 followers
September 11, 2022
Kehidupan Na Willa di awal kepindahannya ke Jakarta terasa muram dan sepi, namun mulai terasa ramai dengan datangnya wajah-wajah baru, di rumah baru dengan halaman besar. Dua wajah favorit gue di buku ke tiga ini, jatuh kepada Bi Entin dan Dulu Kelabu.
Bi Entin - menambahkan khasanah bahasa sunda di kisah Nawilla dan suka banget sama karakternya Bi Entin.
Dulu Kelabu - menambahkan kegemesan di sepanjang cerita.
Tema buku ke tiga Na Willa adalah perubahan. Sebuah pengingat bahwa hidup ini bersifat dinamis dan penuh dengan hal-hal yg tidak terduga, entah itu hal baik atau buruk. Tempat tinggal baru, pekerjaan baru, orang-orang baru, dan kejutan lain yg telah disiapkan oleh Tuhan.
Kata “sabar” yg banyak diulang-ulang mengingatkan gue bahwa salah satu modal hidup itu, ya sabar.
Salah satu bagian favorit gue adalah surat dari editor yang bercerita tentang proses penulisan serta bertutur pesan dan harap untuk kisah ini. Semoga Ibuk Reda, Mas Teddy, Mbak Maesy, dan kita semua pembaca sehat selalu untuk terus bisa meramaikan perjalanan Na Willa.
Profile Image for Puty.
Author 8 books1,378 followers
January 28, 2023
Selalu bintang 5 untuk Na Willa. Membacanya selalu membuat hati hangat karena Mbak Reda selalu bisa membawa perspektif jujur seorang anak kecil kedalam situasi rumit atau konflik orang dewasa; pertengkaran di rumah tangga, menjadi ibu tunggal, bahkan isu pernikahan dini yang masih dilazimkan di daerah-daerah tertentu di Indonesia.

Di buku ke-3 ini Na Willa sudah pindah ke Jakarta, punya teman-teman baru dan anggota keluarga baru. Seperti buku-buku sebelumnya, karakter-karakter yang ditampilkan punya keragaman yang mencerminkan kehidupan di Jakarta sebagai melting pot-nya Indonesia.

Tak lupa, saya selalu suka value keluarga seperti tanggung jawab dan menghormati batasan yang tercermin di seri Na Willa. Bukan hanya menghibur tapi juga mengandung wisdom 🤍 Caelah ✨️
Profile Image for Steven S.
697 reviews67 followers
October 8, 2022
Hari-hari Willa kembali menyapa, suka sekali dengan edisi kali ini.
Profile Image for Vira Tanka.
36 reviews2 followers
August 21, 2022
manis, hangat, dan membawa kita ke pikiran anak kecil yang lugu tapi juga kritis dan cerdas. gambar ilustrasinya sederhana, cocok dengan karakter Na Willa dan ceritanya.
Profile Image for Wilo.
84 reviews1 follower
August 30, 2022
SAYANG BANGET DEH SAMA NA WILLA huhuhuhuh. Hebat banget deh anak kecil, bisa tahu hal-hal, memerhatikan hal-hal, peka, tapi enggak nge-judge, mau bisa kaya gitu juga :(
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,430 reviews72 followers
March 24, 2025
Aku langsung membaca buku ketiga karena tak sabar ingin tahu bagaimana kelanjutan hidup Na Willa setelah dia dan keluarganya pindah ke Jakarta. Mereka langsung dapat pembantu baru bernama Bi Entin dari Sunda. Bi Entin bekerja agar bisa mengirim uang ke kampungnya. Dia ingin anaknya, Wati, tidak buru-buru menikah sepertinya dan bisa melanjutkan sekolah ke sekolah keperawatan. Bi Entin ini tidak bisa membaca. Namun, selama tinggal bersama keluarga Na Willa, sedikit demi sedikit dia mulai belajar membaca dan menulis.

Dari buku ini aku jadi baru tahu bahwa di buku pertama dan keduanya, Na Willa masih TK. Di buku ketiga ini Na Willa akhirnya masuk SD lalu naik ke kelas dua dan tiga. Sayangnya di sekolahnya yang baru, Na Willa tidak berhasil mendapatkan teman. Mereka menjauh ketika Na Willa berusaha mendekat. Jahatnya, kenapa ya? Duh, sedih banget sama kondisi ini. Namun, kondisi ini akan segera berubah begitu Na Willa dan keluarganya pindah lagi ke rumah yang lebih besar. Saat mau berangkat ke rumah baru dengan truk pindahan, mereka menemukan seekor anjing abu-abu yang terlantar. Pak dan Na Willa ingin memeliharanya dan berjanji akan bertanggung jawab atas anjing itu. Mak yang tadinya keberatan pun akhirnya menyerah.

Di rumah baru, Na Willa berteman dengan dua anak lelaki tetangganya. Tony dan adiknya, Teddy. Tony menyapa Na Willa awalnya karena menganggap anjing itu lucu. Anjing itu diberi nama Kelabu. Namun, ternyata setelah dimandikan Tony, warnanya jadi putih! Hahaha. Akhirnya namanya berubah, jadi Dulu Kelabu.

Tony juga suka membaca buku. Darinya Na Willa jadi belajar soal cerita-cerita pewayangan. Adik Tony yang bernama Teddy tidak seramah kakaknya. Namun, Teddy pintar sekali. Dia bisa mengingat fakta yang dibacanya dari buku dan menceritakannya dengan lancar. Dia juga punya jadwal teratur yang tidak bisa diubah. Aku menduga Teddy ini autis. Namun, tak ada penjelasan soal itu. Anak-anak biasanya tak terlalu menyadari hal ini. Baik Tony maupun Na Willa bersikap Teddy normal-normal saja.

Ibu Tony dan Teddy bernama Anita. Beliau adalah seorang penyanyi seriosa yang sering menyanyi di TV dan radio. Namun, Tony dan Teddy tak punya TV di rumah. Itu karena TV membuat Teddy bisa terpaku di depannya selama berjam-jam dan tak mau melakukan kegiatan lain. Kalau dipaksa berhenti, dia akan menangis keras sekali sampai Bu Anita pusing. Aku terhenyak saat membaca Tony mengatakan pada Na Willa bahwa ayahnya sudah lama pergi dan tak pernah kembali. Aku menduga orangtuanya sudah bercerai atau ayahnya pergi begitu saja. Aku makin terhenyak ketika Na Willa bilang orangtua Tony mungkin akan kembali nanti dan Tony hanya menjawabnya dengan "mungkin". Astaga... betapa sunyinya kenyataan orang dewasa dipandang dari sudut pandang anak kecil. Pada akhirnya mereka lebih banyak diceritakan bermain dan berbagi bacaan bersama. Masalah keluarga Tony tak terlalu disebut-sebut lagi.

Bagian paling favoritku adalah ketika Bi Entin mendapat surat dari desa yang mengatakan bahwa Wati akan dikawinkan. Bi Entin langsung menangis dan menjerit-jerit. Tak rela Wati mengalami nasib sama seperti dirinya. Pak dan Mak lalu ikut bertindak. Mereka sepakat ke desa Bi Entin untuk menjemput Wati agar dia bisa sekolah keperawatan di Jakarta. Masyaallah. Masyaallaaaah. Betapa besar hal yang dilakukan oleh Pak dan Mak bagi asisten rumah tangga mereka ini. Nasib dan masa depan satu orang pun berubah drastis berkat campur tangan mereka. Adegan Bi Entin yang berusaha membawa Wati digambarkan dengan sangat dramatis. Hahaha. Wanita itu marah-marah sambil menggebrak-gebrak meja agar keluarganya mengizinkannya membawa anaknya.

Na Willa kemudian punya dua adik kembar baru, Na Piga yang perempuan, dan Ma Pigu yang laki-laki. Na Willa menyimpan rasa tidak suka pada kedua adik barunya karena gara-gara itu Mak jadi jarang menemaninya lagi. Karena kerepotan, Mak kemudian memanggil adiknya dari Sumba untuk memintanya untuk membantu merawat si kembar. Katanya dengan begitu dia dan Pak jadi punya waktu untuk jalan-jalan bersama Na Willa lagi.

Sebenarnya yang seharusnya datang adalah adik Mak yang bernama Tante Mia. Namun, entah kenapa yang muncul di Tanjung Priok malah Oom Jonathan. Oom Jonathan ini sangat ceria. Dia suka menyanyi dan menari dengan suara keras. Si kembar yang sedang menangis suka berhenti menangis dan akhirnya tertawa setiap Oom Jonathan menari sambil menyanyi "Trumbumbumbum".

Na Willa pun bahagia karena akhirnya orangtuanya bisa mencurahkan perhatian lagi padanya. Na Willa sering diajak kedua orangtuanya menonton film anak-anak di bioskop. Zaman dulu, kalau nonton harus bawa kertas koran untuk melapisi kursi agar pantat tak digigit kutu busuk. Hihihi. Salah satu film yang sampai ditonton Na Willa sampai 14 kali adalah film legendaris The Sound of Music. Wow!

Pada akhirnya, buku ini berakhir dengan bahagia dan damai. Na Willa digambarkan cukup puas dengan kehidupan barunya bersama Tony, Teddy, dan dua adik kembarnya. Apakah kisah Na Willa akan berlanjut lagi? Kita tunggu saja.
Profile Image for Sheeta.
214 reviews18 followers
January 29, 2023
Na Willa seperti buku cerita anak-anak dengan bahasa yang begitu polos. Kita diajak menyelami pikiran Na Willa yang begitu sederhana tapi melihat dunia sekitarnya dengan begitu luas.

Buku ini juga kubaca dalam sekali duduk. Bahasanya sangat ringan, menyenangkan, dan seru! Dengan hanya melihat kehidupan sederhana Na Willa membuat kita merasa nyaman saat membacanya.

Menurutku, buku ini cocok sekali dibaca siapapun. Bisa membuat kita berpikir tenang dan menyadari bahwa kehidupan memang terlihat sederhana dan buatlah menjadi sesederhana itu.
Profile Image for Riska (lovunakim).
230 reviews36 followers
January 6, 2023
Akhirnya selesai membaca ketiga series Na Willa ini, cerita yg membuat masa kecilku kembali teringat, kebersamaan dengan keluarga dan orang orang ketika aku masih kecil terus terbayang seakan memutar memory yg sangat aku rindukan. Terimakasih Na Willa sudah hadir memberikan kesan yg indah untuk mengingat masa kecil kita semua.
Profile Image for Dinda.
118 reviews6 followers
January 13, 2024
Buku pertama di 2024!

Membaca Na Willa selalu membuat hati hangat. Apalagi, kali ini Na Willa sudah seumuran dengan anakku, Malik. Willa kini punya lingkaran sosial yang lebih besar. Ia pindah rumah lagi, dan bertemu dengan orang-orang baru. Dengan bahasa yang begitu sederhana dan tanpa prasangka, Willa mengajak kita melihat dunia yang indah dari setiap orang yang ditemuinya ❤️
Profile Image for Safira.
17 reviews4 followers
August 16, 2022
willa udah besar >.< alur pikirnya udah gak sepolos waktu buku pertama. di buku ini pun ada konflik batin baru di willa yang udah mulai dikenalkan dari tengah-tengah buku tapi belum keliatan fase penerimaan dari willanya sendiri. semoga ini bisa terselesaikan di seri selanjutnya.

karena buku ini cetakan pertama, masih ada beberapa typo yang keliatan walaupun tidak terlalu mengganggu
Profile Image for Kiong.
44 reviews2 followers
November 9, 2022
Cerita Na Willa selalu hangat dan berwarna.
Profile Image for Intan Tiara Lestari.
36 reviews3 followers
August 19, 2022
Aku sebagai salah satu pembaca lama Na Willa tentu sangat bersemangat ketika tahu Na Willa 3 akan segera hadir, sudah aku bayangkan perasaan hangat, menyenangkan, dan rindu yang selalu dapat dipastikan akan aku rasakan saat membaca buku-buku karya beliau.
Dan yaaa ekspetasi-ekspetasi ini terpenuhi sepanjang baca Na Willa 3 plus rasanya ga mau cepat selesai!

Bu reda bilang di halaman catatan penulis:

"Semoga membawa rasa senang di hati"
Well, rasanya ingin merespon:

"Bangettt, bahkan terlalu menyenangkan ❤"
Profile Image for Fadel Ananto.
7 reviews
August 17, 2022
Senang sekali bisa mengikuti perjalanan Na Willa dari buku pertama sampai ke buku ketiga ini.

Di buku ini rasanya ada keasingan karena ada jarak yang cukup lama antara buku kedua dan buku ketiga ini. Na Willa di buku ini ternyata bukan lagi Na Willa dengan dunianya yang kami kenal di buku sebelumnya.

Namun pada akhirnya buku ini berhasil merangkum bagaimana jarak waktu tersebut memisahkan Na Willa dengan pembacanya. Bukan hanya Na Willa dan kehidupan sekitarnya yang tumbuh, berkembang dan berubah, tetapi juga kami para pembaca dan dunia kami masing-masing.
Profile Image for Yuan Astika Millafanti.
314 reviews7 followers
September 6, 2022
Na Willa dan Hari-Hari Ramai • Reda Gaudiamo • Cecillia Hidayat (Ilustrasi) • Post Press • 2022 • xvi + 136 hlm.

Kami mengenal Na Willa pertengahan tahun lalu. Dalam kurun waktu setahun ini, entah kedua buku Na Willa sudah berapa kali kami baca. Keduanya termasuk buku favorit kami yang akan menjadi pilihan kala lelah. Oleh karenanya, tentu saja kami dapat membayangkan bagaimana "teror" yang diterima Ibu Reda dari pembaca setia Na Willa yang menagih cerita berikutnya. Terlebih jika membayangkan bahwa Ibu Reda butuh waktu bertahun-tahun untuk menelurkan buku terdahulunya.

Setelah mengikuti cerita keseharian Willa berumah di gang sempit dan kemudian pindah ke Jakarta, kami pun penasaran cerita apa lagi yang akan dikisahkan olehnya? Apa kabar Willa, Mak, dan Pak di Jakarta? Buku ini menjawab rasa penasaran kami. Dikisahkan bagaimana Willa berada di sekolah yang baru--dengan guru dan teman baru yang kurang di(me-)sukainya.

Ketika pada akhirnya Willa kembali pindah rumah (masih di Jakarta juga), ia berkenalan dengan orang-orang baru: teman yang gemar berhitung (apa saja), bibi yang berbahasa asing, paman yang membawa koper kaleng, dan juga Rano Karno--aktor cilik film kesukaannya. Satu lagi, Pak dan Mak membawa berita bahagia (benarkah?) untuknya. Ah, aku suka sekali dengan karakter tiap tokohnya!

Jilid kali ini tidak hanya membuatku bernostalgia dengan masa kecilku yang akrab dengan radio, televisi, serta jadwal acara televisi pada salah satu halaman surat kabar; tetapi juga membuatku merenungkan pemikiran Willa sebagai anak sulung. Aku menduga hal yang sama juga dialami dan "dikeluhkan" oleh anak sulung lainnya, termasuk sulungku. Sayangnya, meskipun di buku juga dikatakan bahwa Mak tetap menyediakan waktu berduaan dengan Willa--ketika sudah ada orang lain yang menjaga bayinya--aku tidak berhasil menemukan kalimat Mak/Pak yang menjelaskan alasan di balik perubahan sikap orang tua kepada si sulung. Ya, aku tidak menemukan penjelasan yang cukup layak perihal kedatangan anggota keluarga baru yang memberi perubahan dalam kehidupan Willa.

Ilustrasi di buku serial Na Willa yang menggemaskan adalah salah satu alasan yang mendukungku untuk memasukkan buku ini ke dalam daftar panjang buku yang kusukai. Namun sayangnya, nama bayi di ilustrasi halaman 85 tidak sesuai dengan narasi. Apakah aku yang salah memaknainya? Entah. Meskipun begitu, buku ini tetap saja layak kurekomendasikan ke kalian.

Jadi, kapan, nih, Na Willa Jilid 4 bisa kami baca? He-he-he ....
Profile Image for Ayu Ratna Angela.
215 reviews8 followers
February 25, 2023
Di buku ini Na Willa pindah ke rumah baru dengan teman anjing kecilnya yang lucu, punya adik dan berkenalan dengan teman-teman baru!

Kisah-kisah Na Willa yang diceritakan Mbak Reda masih sama, sama menggemaskan dan sama menyenangkan untuk dibaca. Ilustrasi dari Mbak Cecilia Hidayat menjadi bagian yang juga sangat saya suka dari seri buku Na Willa.

uuh, gak sabar ingin baca lanjutannya, semoga mbak reda akan terus melanjutkan kisah Na Willa ya mbak 😘
Displaying 1 - 30 of 86 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.