Empat tahun yang lalu, Aurora Monika mengalami kecelakaan. Lukanya cukup serius, dan sesuatu di kepalanya membuat Monik sempat mengalami lima hari koma.
Kini Monik sudah pulih seratus persen. Tubuhnya sehat walafiat. Kecelakaan itu seperti tak meninggalkan bekas, kecuali bahwa kini Monik mengetahui rahasia dan isi hati orang lain melalui mimpi. Dalam mimpi, Monik melihat orang-orang yang mengalami kesulitan. Kehadiran mereka, adalah tanda bahwa mereka butuh bantuan. Lantas Monik akan mencobaa melakukan apa yang ia bisa untuk meringankannya.
Semuanya terasa baik-baik saja, Monik mulai menikmati perannya. Hingga satu mimpi yang sama, tentang orang yang sama, tentang ketakutan yang tak jelas apa, mendatanginya selama berminggu-minggu lamanya.
Monik tak mengerti. Dalam mimpinya, orang itu terlihat berada di antara hidup dan mati. Namun, di dunia nyata, orang itu terlihat baik-baik saja, bahagia, sempurna, dan memiliki segalanya. Mengapa pula orang itu butuh bantuannya?
Dari sekian banyak buku Ka Prad yg udah kubaca, aku mnetapkan kalau buku ini jadi favoritku, sih. Bukunya soalnya 'beda', narasinya lebih interaktif, tokoh2 yang beda jyga dari sebelum2nya, dan alur yg nggak formulatic.
Belum lagi cerita ini kan magical realism, ya, (aku enggak akan sebut ini buku fantasi atau low fantasi karena nggak ada magic system yang jelas, wkwk) dan aku biasnya emang seringnya suka sama novel yang magical realism. 😂
Endingnya!!!!! Wkwkwk. Aku udah berasa kayak songong gtu karena tebakanku sama Za, bener semua. Tahunyaaaaaaa. 😂 Tapi ini sih yang benerqn bikin puas.
Agni juga jdi tokoh fav-ku dari tokoh2 karngan Kak Pradnya. Kaalu Monik ini sbnernha sedikit banyak masih kayak yg lain, tapi lbih kocak aja. Daaan mreka jelas couple fav-ku juga. Wkwk.
Reread 2024: Masih semenyenangkan pas baca draf awal! Aku bahagia. Ngakak-ngakak juga. Monik masih jadi karakter cewek kesayanganku dari novel-novel Kak Pradnya 🩷
***
Actual Rating 4.5 Rating dariku pasti bias, tapi namanya juga manusia ya 🤣 Buku ini mungkin jadi satu-satunya buku Kak Pradnya yang nggak “nabok” aku pas dibaca. Banyak faktor, salah satunya karena aku jadi editor, tentu saja harus ekstra keras melawan perasaan emosional biar tetap bisa ngedit dengan pikiran jernih. Sudah seberusaha itu, eh masih aja jatuh cinta pas baca wkwkwk aku suka banget karakter Monik. Asli, absurdnya bikin ngakak banget.
Nggak mau panjang lebar karena nanti jadi spoiler, pokoknya kalian nggak akan nyesal baca buku ini. Selamat jatuh cinta sama Monik! #eh 😆😆😆
GAK NYESEL IKUT PO SAYA AW♡ Dari dulu emang gapernah nyesel sih beli/baca novel kak pradnya. Dan tentunya buku ini salah satunya.
Udah ngikutin sejak on going di wattpad, bener2 bahagia bgt sama ending di bukunya (makasih bgt kak huhu lop). Dan sama di wattpad, di buku aku semakin dibuat jatuh cinta sama karakter Monik dan Agni.
Segala tingkah laku Monik, jawaban2 random dia, keabsurdan pikirannya, udahlah emang bener kata Agni, Monik itu ya unik.
Suka juga sama bonus partnya, makasih lagi kak. Walaupun kamu jadi penulis jahat di wattpad, tapi kalo dibukuin kamu berubah jadi penulis baik, love deh wkwk. Semangat berkarya kak pradnya!
plotnya seru, aspek magical realism-nya juga unik, apalagi ditambah karakter utamanya, monik, yang kocak banget dan beneran bikin ketawa. juga, tentu aja, couple agni-monik yang bikin gemes (dan nangis di beberapa part). udah reread beberapa kali sejak pertama baca dari wattpad, soalnya emang se-memorable itu ceritanya. dua-duanya mahasiswa kriminologi, trus she (pretend) to fall first and he fall harderr. agni-monik will always have a place in my heart 💗
ps: kalau mau ekstra konten bucin bisa cek hilight DMTKB Epilog di IG kak pradnya @katapradnya
Aurora Monika, seorang mahasiswa Kriminologi, pernah mengalami kecelakaan. Kecelakaan itu menyebabkan luka di kepalanya, dan membuatnya koma selama lima hari.
Empat tahun berlalu, secara fisik Monik baik-baik saja. Kecelakaan itu tidak meninggalkan bekas, kecuali bahwa kini Monik bisa tahu rahasia dan isi hati orang lain melalui mimpi. Dengan syarat, orang itu pernah Monik temui di kehidupan nyata. Lalu Monik akan mencoba melakukan apa yang ia bisa untuk meringankannya.
Sampai satu anomali datang, sebuah mimpi tentang laki-laki yang sama berulang berminggu-minggu—laki-laki yang tidak Monik kenal. Tentang ketakutan yang tak dimengertinya, tentang isi hati yang tidak teraba.
Masalahnya, bagaimana Monik bisa membantunya kalau kenal saja tidak? Dan, ketika berminggu-minggu kemudian Monik tahu bahwa pemuda itu bernama Djatayu Agni Umbara, kakak kelasnya di Kriminologi, apa yang bisa Monik lakukan untuk membantunya jika dari luar ia terlihat bahagia dan baik-baik saja?
-------
(PS. Jujur agak ngebut bacanya dan terjeda-jeda, jadi mungkin review ini akan perlu direvisi setelah baca ulang 😂)
Pertama-tama yang membekas di awal-awal buku, ini novel romance atau buku panduan anak Kriminologi? Bukan, bukan karena banyak teori-teori kriminologi atau apanya, semata karena informatif dan lumayan detail syekali pembahasan soal kehidupan Agni dan Monik ini. Mungkin sehabis ini, buku ini bisa kujadikan sebagai rekomendasi juga buat anak-anak yang tertarik masuk jurusan Kriminologi, selain rekomen sebagai novel roman, tentunya.
Tema yang dibawa, nggak jauh-jauh dari isu sosial dan psikologi seperti biasanya. Kali ini, Kak Pradnya mengangkat isu tentang memaafkan diri sendiri (bener gak ya? Haha). Dengan gaya bahasa dari sudut pandang pertama, kak Prad lagi-lagi berhasil membawakan isu ini dengan apik, nggak berat atau terkesan menggurui.
Kak Pradnya (lagi dan lagi) mengambil satu kampus di Depok sebagai latar tempat. Dari Leo-Saras (Better Than This, FH), Sabda-Mentari (Babby without Daddy, FH), Jagad-Nana (TKYTMMS, Komunikasi), Larung-Bri dkk (Ruang Temu Rasa), sampai ke Agni dan Monik. Sebagai mantan mahasiswa kampus yang sama, aku fine-fine aja dengan pemilihan latar ini, malah terlalu excited karena detail-detail yang dituliskan kak Prad bisa kubayangkan latarnya dan membuatku kangen kampus *eh.
Alurnya terasa sedikit lambat dengan bumbu di sana dan di sini, dengan beberapa bagian atau kalimat pengulangan yang (menurut kesotoyanku) sebenernya bisa dipangkas atau direphrase. Karena ada beberapa clue-clue yang justru "tenggelam" karenanya.
Kalau soal karakter, Monik ini juara! Karakternya kuat dan melekat di kepala. Kalau ditanya tentang Monik, pasti bisa langsung kujawab dengan: suka overthinking, pikirannya suka random, suka nyeletuk sendiri, pemilihan katanya ajaib karena selalu bisa bikin orang ketawa. Buat orang lain Monik absurd, tapi buatku—dan kata Agni juga—Monik itu unik.
Soal karakter Agni, jujur dia terasa too good to be true. Meski dengan segala masalah hidupnya, rasanya dia tetap bisa dipandang sebagai cowok yang sempurna di mata orang lain—meski kesempurnaan memang cuma milik Tuhan. Karakter Agni justru mengingatkanku pada Jagad, dan kalau ditanya apa yang membekas tentang Agni, jujur jawabanku bukan tentang karakternya (XD), tapi tentang kaos dengan tulisan-tulisan beragamnya, yang kalau kata Monik kayak cerbung di koran. Saking isengnya kutandai tiap nemu kaos; "Hari Senin", "Ternyata Kangen", "Kurang Tidur", "Paket Hemat", sampai "Kesayangan Mantan" 🤣
Yang cukup menganggu, adalah kalimat-kalimat bahasa Sunda yang kurang luwes. Ada beberapa kosa kata yang kurang pas di kalimatnya. Kedua, aku menyayangkan adanya karakter yang muncul beberapa kali tapi nggak terlalu mempengaruhi jalan cerita. Lalu ... endingnya yang kurang "nendang" (bisa kupahami kenapa endingnya begitu, tapi rasanya penyelesaiannya terlalu sederhana untuk Monik yang overthinking), juga nggak ada konklusi dengan tokoh antagonisnya. Apa kabar dia setelah Monik dan Agni *piiiip* *piiiip*
Overall, buku kak Prad tetap jadi salah satu novel yang akan kurekomendasikan untuk jiwa-jiwa yang butuh healing di akhir pekan.
DMTKB emang definisi buku terkompleks, sih. Kejutan rasa romance (and a little fantasy things, walaupun lebih ke magical realism kali, ya?) sama banyak prank wkwkwk kesan setelah tamat baca buku ini kayak lagi dikerjain sama penulis. Menguji iman dan kesabaran hahah. Ibarat udah hopeless dan pasrah, mendadak dapat kesempatan.
Kalau bahas soal karakter tuh, Monik emang unik. Cewek polos yang suka self talk sampai nggak sadar apa yang dia pikirin keucap di lisan. Lucu banget kalau orang2 di dekat dia bisa dengar apa yang omongin terus Monik sendiri kayak malu gitu. Soal Agni, ya, duh cowok ini misterius banget, aku jadi penasaran pov dia, deh. Ya iya sih, di extracap ada bagian dari sisi dia, tapi kuraaang (pembaca banyak mau :p), kayak banyak banget yang mau aku tanyain ke dia hahah.
Ngomongin karakterisasinya, Monik nggak jauh dari karakter cewek di novel2 penulis yang lain, tipe yang anti gombal. Eh, bukan anti, sih, lebih ke kebal sama gombalan gitulah. Malah cowoknya yang baper digombalin balik ahahaha. Ini menghibur banget, sih, bikin sedih juga. DAN KESEL.
Pencinta romansa wajib baca ini, sih. Kalian harus merasakan dikerjain sama takdir dalam alur cerita ini! 🤣
Romance-nya kurang greget, cuma pesan bukunya bagus : pacar itu bukan obat penyembuh, kalau punya luka batin dan trauma lebih baik segera konsul ke tenaga profesional seperti psikolog.