Belajar tentang uang dan ekonomi sama dengan mempelajari dasar kehidupan. Jangan menjalani kehidupan yang mengharuskanmu bergantung pada orang lain karena tidak memiliki uang. Tapi, kendalikanlah hidupmu secara mandiri. Semoga kehidupanmu bisa berdiri tegak di atas dasar permukaan yang kokoh.—Kutipan dari Bab "Nak, Pernikahan adalah Perjanjian Menyangkut Ekonomi" Buku adalah sajian terhangat yang bisa Ayah berikan. Buku ini berisi ketulusan hati Ayah, dengan cara mengeluarkan segala yang ada di hati Ayah sejak lama. Ayah dan ibumu hingga sekarang selalu berusaha memberikan hidangan terhangat untukmu. Demi menyajikan hidangan hangat tersebut, dengan rela kami hidup sederhana. Tetapi, hidangan tersebut hanya ada ketika kamu, masih bersama orangtuamu. Ini alasan kenapa Ayah menyuruhmu untuk belajar tentang ekonomi sendiri.—Kutipan dan Bab "Tetaplah Buka Matamu di Malam Hari"
Sub-judulnya ("Pelajaran tentang uang dari seorang ayah kaya Korea") mengingatkan dua buah buku sejenis, Rich Dad, Poor Dad karya Robert Kiyosaki dan Talking to My Daughter About the Economy: Sejarah Singkat Kapitalisme karya Yanis Varoufakis. Namun, sepintas, nuansa yang terpancarkan dari judul buku ini ("Nak, Belajarlah tentang Uang") terasa berbeda. Terasa lebih ringan, lebih 'down-to-earth', dan lebih lembut. Betul, nuansa-nuansa seperti itu yang akan kita dapatkan sepanjang membaca buku ini.
Satu hal yang gak disangka, pembahasan di dalam buku ini gak cuma tentang dasar-dasar tentang uang, tapi juga dasar-dasar tentang ekonomi. Misalnya tentang bagaimana sejarah revolusi penggunaan uang sebagai alat tukar (uang sebagai bukti jaminan emas, Sistem Bretton Woods, kebijakan Nixon; yang berguna kalo tertarik mempelajari Bitcoin) dan bagaimana perekonomian bekerja di dalam sistem kapitalisme tempat kita berada sekarang hingga bagaimana memanfaatkannya.
Dari lima bab, dua bab di slide 2 merupakan bab terfavorit, terutama poin-poin berikut: • Tiga 'rasa' uang: rasa ketika berhemat, ketika menggunakannya dengan baik, dan ketika mengumpulkannya. Penting untuk terus mencicipi masing-masing 'rasa' tersebut untuk memahami 'keseluruhan rasa' uang. • Bagaimana mengelola pengeluaran lebih penting dari bagaimana mengelola pendapatan. • Pepatah 'Jangan sekali-kali melupakan sejarah' juga berlaku dalam bidang ekonomi. Berkali-kali penulis memaparkan sejarah perekonomian Korea Selatan untuk memberikan pemahaman sebelum masuk ke pembahasan yang lebih 'advanced'. • Saling membagikan perspektif kepada khalayak umum untuk membentuk 'collaborative intelligence'.
Secara keseluruhan, pembahasannya ringan dan mudah dicerna. Walaupun menggunakan studi kasus Korea Selatan, prinsip-prinsip yang digunakan bersifat universal, sehingga tetap relevan dengan kita. Selain itu, pembahasannya termasuk yang akan tetap relevan dalam waktu yang lama.
This is a story about a father who wants to teach his sons about economics through his writings. Let me start this review by expressing my appreciation for the author, who clearly loves his sons and put so much effort into writing a book for them. It’s truly inspiring for me.
When I first started reading this book, I biasedly assumed it was just a compilation of advice from a father to his children. Surprisingly, as I turned the pages, it became more and more challenging. That’s when I began to pay closer attention and grabbed a pen and notebook to write down everything new I learned.
I’m deeply thankful to the author for using metaphors that help readers understand the topics being discussed. They helped me a lot in gaining a better understanding of the subject.
I highly recommend reading this book. My advice: give it your full attention when reading. If possible, set aside dedicated time for it. By doing so, I believe you’ll start to truly appreciate the book.
Banyak pembahasannya yang Koreasentris, misalnya soal pajak dan kondisi ekonomi Korsel saat krisis ekonomi tahun 1997. Bagian-bagian ini bikin aku merasa nggak relate sama buku ini.
Tapi bagian soal anjuran buat banyak nabung, mulai investasi properti, relevan untuk orang di negara mana pun dan waktu kapan pun.
Dapet banyak insight setelah baca buku ini. Buku tentang finansial yang bahasanya mudah dimengerti, karena banyak pakai analogi jadi sebagai orang awam bisa paham. Betah banget baca buku ini, bukan berasa digurui tapi berasa dinasehatin sama ayah. Terus pandangannya juga realistis, cukup blak-blakan, tp saya suka yg begitu 👍🏻
Menjelaskan ekonomi secara simple melalui sudut pandang seorang ayah yang bercerita kepada anaknya. Buku ini cocok bagi pembaca yang awam tentang ekonomi dan ingin belajar. Dalam buku ini tidak hanya bercerita tentang uang namun tentang keluarga.
Buku ini berisikan pesan dari orangtua untuk mendidik anaknya agar memahami esensi dari uang, bagaimana menggunakan uang dan bagaimana caranya menggulung uang tersebut. Materinya ringan dan enjoyable untuk dibaca. Cocok sekali sebagai bacaan untuk menambah dasar-dasar literasi keuangan.
Nyesel kenapa baru baca sekarang, padahal udah lama di TBR. Buku tentang pengetahuan keuangan, tapi gak menggurui. Justru berasa kaya ngobrol sama ayah sendiri. Kamu harus baca, deh. :)
Buku finansial tentang ekonomi dasar yang diceritakan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami, serta sentuhan cerita keluarga yang bernilai pelajaran dan pesan yang bagus.