Jump to ratings and reviews
Rate this book
Rate this book
Pernikahannya memang baru berumur dua tahun, tapi Sofia sudah mau menyerah saja. Suaminya tidak hanya kecanduan game online, tapi juga super berantakan. Laksana bahkan beberapa kali membahayakan anak mereka tanpa sadar. Ngawur!

Karena tidak mau terjebak lebih lama, Sofia minta cerai. Ia bertekad mewujudkan impiannya agar tidak lagi merasa ketinggalan dari orang-orang di sekelilingnya. Namun, sehari setelah berikrar siap menjadi single parent, Sofia terbangun dan menyadari dirinya berubah menjadi... botol minum!

Sofia panik. Ia tiba-tiba berubah menjadi kucing, anjing, atau orang asing. Situasi ini membingungkan! Apalagi ketika ia menemukan rahasia-rahasia tak terduga dari orang-orang terdekatnya.

Lalu, bagaimana dengan rencana-rencana hidupnya? Bagaimana nasib anak semata wayangnya yang masih balita? Sofia harus segera menemukan cara untuk bisa kembali ke wujud asalnya.

216 pages, Paperback

First published September 28, 2022

36 people are currently reading
1118 people want to read

About the author

Altami N.D.

4 books38 followers
Altami N.D grew up and finished her education up to high school in Kediri. She has a bachelor degree from IPB University and master degree from Airlangga University. She is currently living in Tangerang with her husband, son, and twin daughter.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
619 (44%)
4 stars
592 (42%)
3 stars
148 (10%)
2 stars
21 (1%)
1 star
6 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 434 reviews
Profile Image for Akaigita.
Author 7 books240 followers
September 23, 2022
Rate: 5 out of 5

Emang guguk buku ini.

Aku sampai nelantarin anak yang minta suap brunch demi namatin buku ini. Just can't put it down. Lagian kenapa anakku sudah sebesar ini masih minta disuapin padahal dia bisa nyuapin ibunya?

Buku ini seperti versi dramatis potret kehidupan pengantin "baru" masa kini, yang suaminya nge-game terus dan istrinya burnout sampai banting-banting gelas di dapur. Aku pernah ada di posisi itu. Baru tobat belakangan ini setelah sadar aku nggak terprogram untuk jadi pitcher yang hobinya ngelemparin barang. Dan kalau ada unek-unek itu diomongin baik-baik dengan cara sekreatif mungkin kepada pasangan, karena sejatinya suami hanyalah bayi dalam wujud oversized. Ngomong ke mereka harus sama kreatifnya kayak ngomong ke bayi.

Oke, tentang bukunya. Dari prolog aja udah mencium hawa wild ride. Buku ini tipis aja, tipis, padat, berbobot, kayak mpasi 4 bintang. Sofia pengin cerai karena nggak yakin kehidupan rumah tangganya sekarang adalah apa yang diinginkannya. Dia percaya dia baru bisa berkembang setelah cerai dari suaminya yang maniak game, Laksana. Pada suatu pagi, keinginan Sofia terwujud. Cerai. Tapi... dia jadi botol minum suaminya. Aku mikir Laksana ini laki-laki yang primpen dan lovable sebenarnya, karena botol minumnya nggak hilang-hilang. Di dua tahun pertama pernikahanku, udah nggak terhitung jumlah botol Tupperware yang dihilangin suamiku di tempat kerja. Untung aku nggak lekas minta cerai waktu itu.

Setelah berubah-ubah wujud setiap hari (kadang jadi kucing, kadang jadi nenek-nenek, bebaslah), Sofia baru tahu sudut pandang lain selain dirinya. Sofia ini cerminan diriku banget. Self centered, seolah-olah semesta berputar mengelilingi dirinya. Dirinya paling banyak berkorban. Tentu ada sebabnya dia jadi begitu, tapi di awal-awal buku pokoknya dia jadi tokoh menyebalkan aja. Rasanya pengin bantuin Laksana debat Sofia kalau lagi debat. Tapi kadang pengin lempar barang juga ke Laksana kalau lagi watak batunya keluar. Yah, begitulah potret kehidupan rumah tangga sesungguhnya. Teganggg. Film thriller Hollywood kalahhhh.

Terus plot berbelok ketika nggak cuma Sofia yang berubah-ubah wujud setiap hari... tapi juga Laksana! Mampus lo berdua! Ngeyelo terus! Sekarang mereka berdua harus kerja sama untuk memusnahkan kutukan ini sebelum kehidupan mereka semakin runyam. Oh, aku nemu quote bagus:

Seharusnya aku tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan saat kami bisa berbicara dengan bahasa yang sama, di dunia yang sama. That's an underrated blessing.

Pg. 150


Yah intinya komunikasi sih. Kompromi. Adaptasi. Pasangan kita dibesarkan di keluarga dan lingkungan yang beda, jadi nggak bisa ekspektasi dia buat literally speaking the same language sama kita. Pasti ada aja selisihnya. Itu mending kalau masih bisa diajak ngobrol. Lah kalau bener-bener nggak bisa ngobrol kayak Laksana ini? Dikutuk jadi guguk selamanya baru tahu rasa.

Plot, teknik penulisan, setting, karakter... aku nggak ada masalah semua. Flawless aja di mataku. It's not like nyari-nyari kesalahannya juga. Kalau udah klik dari halaman pertama sih biasanya aku enjoy aja sampai akhir bacanya. BTW itu buku bngst nggak hancur-hancur ya sampai akhir. Emang perusak rumah tangga.
Profile Image for ikram.
241 reviews642 followers
December 26, 2022
Kayaknya ngga akan ada kata ‘penyesalan’ kalau setiap manusia diberikan kesempatan kaya Sofia dan Laksana sebelum mereka mengambil keputusan yang cukup life-changing. Tapi memang kesempatan yang dimaksud dalam Penaka adalah kesempatan melihat ‘sosok diri sendiri’ dari sudut pandang benda mati, hewan, bahkan manusia lain.

Awal mula aku tertarik baca Penaka ini karena premisnya yang konyol; masa tiba-tiba manusia berubah jadi botol? Kok bisa? Terus hubungannya dengan keputusan Sofia untuk bercerai apa?

Kita diajak berkenalan dengan Sofia dan Laksana, pasangan muda yang sudah dikaruniai seorang anak bernama Raisa. Tentu saja selama dua tahun, pernikahan mereka ngga berjalan dengan sempurna. Puncaknya adalah ketika Laksana kecanduan bermain game online sampai mengabaikan anak dan istrinya. Di titik inilah Sofia memutuskan untuk bercerai dari Laksana.

Tapi kok, setelah memantapkan hati untuk bercerai, Sofia tiba-tiba berubah jadi botol? Ngga cuman botol lagi, ada banyak wujud yang Sofia ‘singgahi’ selama proses perceraian dari Laksana. Disini lah kisah Sofia dan Laksana benar-benar dimulai.

Kalau dari segi cerita, sebenarnya sudah banyak buku yang menceritakan tentang perceraian. Tapi, Penaka menjadi yang paling unik karena eksekusi dan pengembangan karakternya yang cukup unik. Alih-alih hanya berfokus kepada satu masalah (Laksana kecanduan game online), Mbak Altami N.D. memberikan gambaran masalah-masalah kecil (yang masih banyak orang juga mengabaikan masalah ini) yang lambat laun menumpuk menjadi gunung.

What I love the most with her writing is; Mbak Altami ini tipe yang show your audience, don’t directly tell them. Masalah-masalah yang dialami oleh Sofia dan Laksana tidak semerta-merta ditunjukan lewat kata-kata langsung, melainkan lewat penggambaran kedua karakter ini dan bagaimana keduanya berinteraksi satu sama lain.

Omong-omong soal penggambaran karakter, aku rasa Mbak Altami patut diberikan 5 bintang sendiri untuk hal ini. At first, I’m really annoyed with both Sofia and Laksana; aku sampai berharap jangan sampai hingga akhir buku, mereka dibuat kaya karikatur yang sifatnya memang nyebelin tanpa ada sisi baiknya. Tapi aku salah, Mbak Altami hebat banget mengembangkan karakter Sofia dan Laksana. Pelan-pelan beliau membangun depth karakter masing-masing lewat potongan-potongan flashback, mimpi dan impian mereka, juga pola mikir mereka throughout the book.

Buku ini membahas banyak hal. Mulai dari cara berkomunikasi dengan orang lain, hal-hal yang perlu diperhatikan ketika memutuskan sesuatu yang besar, komitmen dalam berhubungan, taking things for granted, coping mechanism yang tidak sehat, sampai trauma masa kecil yang sangat mempengaruhi bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain. Baik Sofia dan Laksana sama-sama memiliki isu dalam berkomunikasi dengan satu sama lain, meskipun mereka sudah berkomitmen sebaik mungkin dalam hubungan pernikahan mereka. Di awal buku, sangat kelihatan kalau masalah utama dari hubungan mereka bukanlah sekadar Laksana yang sibuk dengan dunianya sendiri, namun dari ketidaktahuan mereka untuk saling terbuka dan membicarakan hal-hal yang penting untuk dibacarakan. Akhirnya, timbul perspektif liar yang semakin menutup keduanya untuk berkomunikasi.

Berbicara soal perspektif, hal lain yang sangat disorot dalam novel ini adalah soal perspektif itu sendiri. Terkadang, perspektif kita terhadap orang lain yang terlihat lebih oke dan sempurna dari kita justru membangun ekspetasi yang cukup berat untuk kita sendiri. Misalnya, bagaimana Sofia tanpa disadari membangun ekspetasi tentang definsi “sukses” karena selalu melihat dan membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain.

Perspektif inilah yang terkadang membuat kita mengambil langkah yang salah. Sofia yang berubah-rubah wujud itu bukan sekadar elemen magis bercampur komedi, tapi perubahan itu juga yang mengajarkan Sofia untuk selalu melihat sesuatu dari perspektif yang berbeda. Untuk selalu memikirkan konsekuensi, sebelum mengambil langkah lebih jauh.

Pelajaran penting lainnya yang sampai kini aku amini; menyadari trauma apa yang kita punya dan berusaha untuk berdamai dengan trauma tersebut adalah langkah yang sangat penting sebelum kita masuk ke sebuah hubungan yang serius.

Sekilas, Penaka memang seperti buku romance-comedy pada umumnya, namun buku ini banyak sekali memberikan pandangan-pandangan baru tentang hubungan percintaan dan hubungan orangtua-anak. Kudos!
Profile Image for Szasza.
246 reviews22 followers
March 9, 2023
pe•na•ka: sebagai; seperti; seolah-olah

Sebuah novel yang premisnya berceritakan tentang seseorang yang tiba-tiba berubah jadi botol minum but believe me this novel is more than that.

Tokoh sentral di sini bernama Sofia seorang ibu rumah tangga yang merasa hidupnya penat, suntuk dan merasa kehidupannya begitu-begitu saja, stagnan, nggak ada perubahan dan diperparah dengan suaminya Laksana, yang pulang kerja lagsung main game online dan tidak pernah membantu dalam mengurus rumah tangga ataupun mengurus anak tunggalnya.

Permasalahan yang mereka alami awalnya cuma permasalahan sepele mulai dari keran kamar mandi yang lupa dimatikan, anduk basah habis mandi ditaruh di tempat tidur, dan yang paling parah ketika Laksana harusnya menjaga anaknya malah ditinggal untuk main game online sehingga terjadi kecelakaan yaitu anaknya ke bentuk meja sampai dahinya bocor, like Sofia said itu hal-hal sepele tapi kalo dilakukan berkali-kali lama-lama juga jengah. Kurangnya komunikasi ditambah dengan rasa insekuritas diri setelah melihat orang-orang di lingkungannya yang menurut dia lebih berhasil daripada dia buat Sofia merasa muak dan pada akhirnya harus memutuskan untuk berpisah dengan Laksana, setelah membicarakan tentang perceraian paginya Sofia berubah menjadi botol minum dan dari situlah the stories begin;

30% awal novel ini buat aku ikut stress bareng Sofia karena ngerasa jadi ibu rumah tangga itu ternyata susah ya harus mengurus anak, ngurus rumah, terus tiba-tiba partner yang harusnya ngebantu malah nambah beban ditambah ketika ingin berkomunikasi mereka malah fokus di dunianya sendiri.

Dari buku ini aku banyak belajar tentang segala sesuatunya tuh harus dilihat dari sisi lain, terkadang apa yang kita lihat sempurna belum tentu sesempurna itu aslinya, terkadang kita tuh terlalu fokus mengejar sesuatu sampai lupa kalau misalnya apa yang kita kejar itu belum tentu itu yang kita butuhkan.

Ada beberapa part yang aku suka banget yaitu:

“Apa kamu pikir karena sama-sama lari di stadion itu artinya kita harus ikut lomba marathon? Kamu silau sama pencapaian orang lain, sampai lupa bahwa kita nggak pernah berada di perlombaan yang sama dengan mereka! Kamu tuh minta jawaban yang sama, padahal ujian kita saja beda sama mereka…” p. 159

“… kadang-kadang di satu titik dalam hidup, semua hal terjadi di luar kendali. Mungkin saat itu tidak ada impian yang tercapai, rencana-rencana hidup berantakan, atau bahkan kita terdampar di tempat yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Saat itu terjadi, seharusnya aku menyadari bahwa itu hal yang wajar. Jika pada akhirnya aku mengingat kehidupan yang tenang dan biasa-biasa saja, itu juga wajar”
p. 192

Overall i really like this one!!

4.5/5
Profile Image for Liliyana Halim.
311 reviews242 followers
January 13, 2023
Selesaiiiii! Dan sukaaa 🤩🤩🤩. Menurutku novel ini cocok dibaca sama yang belum nikah maupun sudah nikah 👍🏼. Jujur yaa aku nggak begitu suka sama Sofia 😖 bener-bener menguji kesabaran. Laksana juga nggak terlalu membantu. Sampai bikin aku bertanya-tanya kenapa mereka sampai menikah? Tapi salut sih sama Laksana soalnya seperti mengerti Sofia itu bagaimana jadi bisa kasih nasehat yang cukup kena buat Sofia. Aku suka quote-quote yang ada di dalam novel ini 😍. Aku juga suka kalau ada novel yang membahas agar jangan percaya dengan semua yang ada di media sosial seperti pengingat buatku pribadi. Yang pasti novel ini ngajarin buat yang belum menikah dan ragu-ragu ingin menikah atau mengejar impian, kejar impianmu dulu agar nggak ada penyesalan dikemudian hari dan nggak akan salahin orang lain ketika hidup terasa nggak berkembang. Dan buat yang ingin menikah, pastikan ekspektasinya nggak berlebihan dan emosi maupun komunikasi berjalan dengan baik, agar tidak terjadi salah paham nantinya dan nggak gampang mengucapkan kata perpisahan. Pokoknya jangan lupa baca novel ini ya 😉. Akhir kata mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan 🙏🏼☺️.
.
“Kamu tahu kan orangtua itu nggak cuma mewariskan harta ke anak-anak, Sof? Orangtua juga mewariskan kebiasaan, trauma, luka dan cara menyelesaikan masalah ke anak-anaknya. Laksana emang banyak kekurangannya, Sof. Tapi, kuyakin dia begitu bukan karena nggak sayang sama kamu. Dia cuma nggak ngerti caranya, Sof. Dia nggak pernah tahu gimana caranya. Di rumahnya, setiap ada yang mulai buka suara, pasti akhirnya bertengkar….” (Hal 80).
.
Mengapa selama ini aku sibuk menghitung apa yang tidak aku punya, jika sebenarnya yang kubutuhkan adalah cukup, bukan banyak? Mengapa selama ini aku sibuk memedulikan apa yang tidak aku miliki, padahal yang kumiliki sekarang tidak ada yang salah? (Hal 185).
.
Terkadang hal yang kita inginkan bukan hal yang kita butuhkan. Aku percaya, bila memang itu jalanku, maka aku pasti mendapatkannya, entah bagaimana caranya. Selama itu belum terjadi, pasti ada hal menarik lain yang bisa aku eksplorasi. (Hal 204).
Profile Image for Pepero.
84 reviews17 followers
February 4, 2023
This book is liked by many on Twitter, and as someone who is easily influenced by others, I fell into Penaka's trap

Do I like it? No. So, I don't like it? Neither. It falls into the meh category. I really don't care about what happens in the book, and I'll probably forget about it as soon as I finish reading it.

Here are some elements that made me love the story:

1. It's like a breath of fresh air in the romance genre that I rarely see in Indonesian novels
2. The situation that they're facing are believable, I wouldn't be shocked if someone got a divorce because of the same thing as the two main characters went through.
3. I love Raisa & Gio, kids on books bring me joy

But there's also something that stopping me from loving the book like everyone else:

1. I don't feel attached to the character there's so many reason for me to dislike them, so even if any of them dies I don't care
2. Maybe it's because I read on gramedia digital but there are too many typos. I don't mind seeing a typo in a common situation like (e.g.:
chat) or under a review. But since it's a book, at least it has to go through the editing process, right? I think they should be able to minimize the typo -.-
3. I will feel like a fool if I fall into the "sad" scene. At the beginning of the book, it was said that if something happened to the "body" they used, they would immediately switch to a new one.

I guess that's all I'll say, it's an okay book. It's a good palette cleaner, especially if you're looking for a short book. The way it's written is very readable and the problem isn't that bad.

So I would say it is worth the hype, just not for me tho
Profile Image for Khansaa.
171 reviews215 followers
October 23, 2022
Teman-teman berumur pertengahan 20an ke atas pasti familiar dengan pertanyaan “jadi kapan nih kirim undangannya?". Buat yang udah melewatinya, mungkin bakal dapat pertanyaan lain, “Udah isi?”. Sekarang aku tau, bakal ku sodorkan buku ini aja ke mulutnya 👍🏻

Penaka bercerita tentang pasangan newly weds, Sofia dan Laksana. Mereka dikaruniai satu orang anak bernama Raisa yang sedang aktif-aktifnya. Karena karier Laksana yg mengharuskannya untuk berpindah daerah, Sofia merelakan kariernya dan memutuskan untuk mengasuh Raisa penuh waktu.

Pengorbanan memang tidak pernah mudah, namun bakal lebih sulit jika rasanya tidak sepadan dan berat sebelah. Ketika Laksana kecanduan game online dan menelantarkan keluarga, rumah hanya sekadar jadi tempat beristirahat dan berselisih. Sofia akhirnya memutuskan cerai aja lah, biasanya w juga sendirian.

Di tengah proses perceraian, tiba-tiba Sofia berubah jadi botol minum?! Entah sebuah keberuntungan atau kutukan, sebagai benda yang “invisible”, Sofia berkesempatan untuk mengikuti Laksana dan kesehariannya di kantor. Tadinya di titik ini aku merasa ah paling gitu aja ceritanya, eh ternyata… Ga cuma botol minum, dan ga cuma Sofia yang berubah-ubah wujud 🫣😱

Membaca ini mendekatkanku pada realita bahwa pernikahan tidak hanya yang sekadar kita lihat di media sosial. Bahwa pernikahan cuma awal dari berbagai masalah yang harus dihadapi dan dikomunikasikan bersama-sama. Dan yang paling penting, sebelum menikah, sebaiknya kita menyadari trauma masing-masing dan lebih baik lagi berusaha berdamai dengannya.

Penaka mengingatkan kita bahwa komitmen pernikahan lebih dari acara resepsi cantik dan staycation halal berkala. Ketika aku tertarik dengan buku ini karena magical realism-nya, aku malah terbawa dengan cerita rumah tangga yang ku selesaikan sekali duduk. Kekurangan buku ini hanya satu: terlampau serius 😂

Tambahan: jika kamu suka dengan Lebih Senyap dari Bisikan, kemungkinan kamu akan menyukai buku ini.
Profile Image for Shafira Indika.
303 reviews237 followers
January 18, 2023
Sekarang aku ngerti kenapa tiap liat review buku ini, isinya selalu positif. Bener-bener bagus dan bikin merenung. Ide ceritanya juga unik banget. Walaupun aku kadang suka agak sebel sama Sofia dan agak capek baca buku ini (terutama di bagian yang banyak marah-marahnya), aku tetap sangat merekomendasikan buku ini!

"Penaka" bercerita mengenai kehidupan pernikahan Laksana dan Sofia yang telah dikaruniai seorang anak namanya Raisa. Sofia, yang udah capek dengan segala kerjaan rumah sekaligus ngurusin Raisa, dibuat emosi dengan Laksana yang kecanduan game online. Sofia bingung, Laksana yang dulu ia kenal gak begini. Dia jadi ragu apakah dirinya bisa bertahan dengan orang seperti Laksana yang kecanduan main game, teledor dalam menjaga anaknya, dan selalu lupa menjemur handuk basah serta menyiram toilet. Akhirnya ia mengajukan cerai.

Lalu, yang terjadi setelahnya adalah ia jadi botol minum milik Laksana. Perubahan wujud tersebut disusul dengan perubahan wujud lainnya. Sofia sempat menjadi kucing, anjing, burung, sahabatnya sendiri, hingga pelayan minimarket. Wujud Sofia yang asli gimana? Masih ada, sih. Hanya saja menjadi berbeda. Lengkapnya kalian baca di bukunya aja deh!

Meskipun mengangkat kisah kehidupan pernikahan (yang tentunya belum pernah aku alami), aku merasa ceritanya relatable! Sebenarnya kalo dipikir-pikir akar dari permasalahan ini (dari sisi Sofia) adalah kecenderungannya membandingkan hidupnya saat ini dengan hidup orang lain, entah itu teman-temannya atau bahkan kakaknya sendiri. Sofia merasa tertinggal dari teman-temannya yang makin keren dan terlihat punya kehidupan yang lebih wow daripada dirinya yang 'hanya' berdaster sambil mengurusi rumah dan anaknya. Tau darimana Sofia mengenai kehidupan orang lain yang lebih sukses daripada dirinya? Ya tentu saja dari media sosial. Nah disini bagian yang aku merasa kesentil banget. Tentu saja yang dipost orang-orang di medsos ya hal yang keren-keren lah. Jadi, media sosial tu ga menggambarkan kehidupan seseorang. Setelah bertransformasi wujud beberapa kali, Sofia akhirnya memahami hal ini. Serta bahwa Laksana benar, ga ada keluarga yang sempurna.

Selain itu, buku ini juga mengajarkan pentingnya komunikasi yang baik. Di banyak bagian, Sofia dan Laksana ini berantemmm mulu dan merasa paling benar sendiri dalam permasalahan yang sepele sekalipun. Jujur buku ini agak sedikit mengingatkanku sama After I Do karya TJR sihh karena sedikit mirip permasalahannya.

Oiya, buku ini page turner banget menurutku. Tipis juga jadi bisa diselesaikan dengan cepat, apalagi ceritanya fast-paced. Aku juga suka sentuhan magical realism disini, walaupun aku bertanya-tanya ketika si Sofia masuk ke wujud orang, orang benerannya itu kemana ya? Tapi yaudah sih ga sepenting itu untuk dipikirkan wkwkwk yang terpenting adalah pesan moralnya dapet banget (terlebih banyak percakapan atau narasi yang quoteable) serta ceritanya seru dan menarik untuk diikuti!
Profile Image for Nurul.
312 reviews38 followers
January 6, 2024
Baru awal tahun tapi kayaknya saya udah nemu buku yang bakalan jadi salah satu bacaan terbaik di tahun ini dan baru kali ini lagi saya stayed up late sampai pagi demi tamatin buku saking serunya, biasanya mana kuat karna udah ngantuk duluan haha.

Saya suka semua aspek di buku ini, ceritanya unik banget tapi itu malah daya tariknya. Penyelesaian konfliknya juga oke dan permasalahan di novel ini sering kita temuin di sekitar kita terutama pasangan-pasangan yang baru nikah karna Sofia dan Laksana tuh dua orang yang sama-sama keras kepala tapi mereka juga tau kalau mereka tetap mau bareng-bareng. Nah itu saya suka banget prosesnya gimana mereka sadar kalau yang harus mereka lakukan itu samain tujuan, saling toleransi dan ngertiin satu sama lain.

Pelajaran kehidupan di buku ini dijelasinnya secara gamblang lewat percakapan tokohnya atau pikiran tokohnya tapi bukan tipe yang bikin kita digurui atau gimana, malah saya kayak "oh jadi gitu ya" atau "bener banget ini mah".

Rate: 4.5/5
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book272 followers
October 8, 2022
Sofia kesal luar biasa. Di saat dia kerepotan mengurus anak dan rumah, suaminya, Laksana, malah asyik bermain game online. Puncaknya ketika anak mereka, Raisa, terbentur tepi meja dan harus mendapatkan tiga jahitan di jidatnya. Sofia akhirnya minta cerai. Dia bisa saja hidup berdua bersama Raisa tanpa kehadiran Laksana. Tapi semuanya mulai berubah ketika dirinya berubah menjadi sebuah botol minum.

Sebenarnya bukan raganya yang berubah. Sosok Sofia masih ada di rumah, tapi jiwa Sofia berkelana. Saat menjadi botol minum dia mengetahui banyak hal, tentang sulitnya pekerjaan Laksana di kantor. Tidak cukup menjadi botol minum, jiwa Sofia masuk ke tubuh seekor kucing, anjing, burung gereja, bahkan menjadi Jena, sahabat yang kehidupannya dikagumi oleh Sofia. Saat jiwanya berkelana itu, Sofia mencoba memahami banyak hal. Tapi dia tetap tidak tenang, karena dia tidak bisa bersama dengan Raisa. Terlebih lagi urusan perceraiannya tetap berjalan. Sofia harus kembali ke dalam raganya. Namun, bukannya kembali, dia malah menemukan Laksana dalam berbagai wujud seperti dirinya.

Ide Metropop ini segar dan baru. Ada unsur fantasinya. Memandang hidup dari berbagai sisi yang berbeda. Terkadang memang harus "memakai sepatu orang lain", untuk bisa merasakan posisi orang tersebut. Sofia sendiri tidak serta berubah pemikirannya tentang Laksana dan rumah tangga mereka, banyak proses yang dia lalui melalui kehidupan "tokoh-tokoh" yang ditempatinya.

Ohya, saya tadinya berpikir kata "penaka" adalah nama salah satu karater dalam novel ini. Ternyata penaka berarti seolah-seolah atau sebagai.
Profile Image for Autmn Reader.
889 reviews93 followers
September 30, 2022
Actual rating: 4,5 🌟

Awalnya, kukira buku ini Romcom ringan, tapi ternyata ini tidak seringan yang aku kira. Memang ringan, sih, tapi padat. Banyak hal yan terjadi di buku ini, tapi bisa dibawakan oleh penulis dengan luwes dan mengalir.

Hal pertama yang aku suka dari buku ini adalah, bagaimana penulis tidak hanya ada di pihak Sofia. Cerita ini menggunakan sudut pandang orang pertama, tapi aku sebagai pembaca tetep bisa ngerasain gimana tertekannya jadi Laksana. Jadinya nggak timpang sebelah.

Buku ini juga super duper realistis (terlepas dari magical realism yg ada di buku ini) semua permasalahan yang ada di buku ini deket banget sama kita. Banyak hal juga yang bisa kita pelajari dari buku ini. Jadi, poin selanjutnya yg kusuka adalah, gimana penulis menyampaikan pesan-pesan tanpa harus menggurui pembaca. Jadinya lebih terasa kayak diskusi aja secara langsung, dan membuat aku merenung di sana sini.

I loooooove their characters' arc. One of the best sih boleh kubilang. Perjalanan mereka mencari apa yang mereka butuhkan itu benar-benar ditunjukan segamblang itu. Di beberapa hal greget juga kalau mereka udah debat panjang lebar, tapi itu kan proses juga. Makanya lega banget sama endingnya!!

Profile Image for riz.
46 reviews2 followers
February 25, 2023
so let me (kind of) breakdown on why i only give the story 2 stars out of 5

1. the female mc is instantly unlikable because she is self-centered and often plays victim as if she were the only one hurting in the story. i get why the author made the female mc the way she was, but the way the author put the characterization of the female mc through her writing makes it feel like the female mc is constantly whining and being selfish all the time.

2. the premise of the story is unique and interesting, but i think it needs to have better wording to actually make it such a page-turning kind-of-story.

3. there are lots of "telling" instead of "showing" in the story that makes it somehow lack in depths (emotion-wise & plot-wise).

4. for the love of god, why did the author censor AlfaMaret and change it into AprilMaret, and yet the author could still mention Sushi Tei and HRV as they are just fine? i find it odds.

5. overall, i just think the story just needs better wording.
Profile Image for Utha.
825 reviews402 followers
March 29, 2023
Salah satu novel lokal favoritku di tahun ini. Menurutku, Penaka dengan cerita dan plotnya ini layak untuk diterjemahkan ke berbagai bahasa.
Profile Image for myutokki ✶꩜ .ᐟ.
85 reviews12 followers
March 12, 2024
after reading: 4.8/5 is my score for this book.

the book was insanely great. the story was about two person as a marriage couple who dealing with their problems.

permasalahannya hanya perihal komunikasi, sebetulnya, tapi hal sekecil itu ternyata bisa menciptakan masalah yang sangat besar. ah, tidak. bukan komunikasi, tapi rasa ingin mengerti pasangan satu sama lain.

from this book, i learnt how to respect myself and also my partner. i learnt that we need to see a problems from different pov. comprehension is a key of a success relationship. good luck Sofia and Laksana, you guys did a great job!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Rini Surastika.
52 reviews6 followers
February 13, 2023
Ini tuh novel yang kemungkinan besar bakalan aku reread, karena selain page turner novel ini penting banget untuk mempelajari tentang salah satu hal terpenting dalam pernikahan. Nanti aku bakalan revisi reviewnya😍
Profile Image for Shanifiction.
221 reviews71 followers
February 14, 2025
Penaka berkisah tentang sepasang suami istri yang usia pernikahannya baru menginjak dua tahun. Meski begitu Sofia akhirnya memutuskan untuk minta cerai, dia tidak mau melanjutkan pernikahan ini karena Laksana kecanduan game online dan hidupnya berantakan. Anaknya bahkan sampai terluka! Buat apa mempertahankan suami yang membahayakan anaknya sendiri?

Tekadnya sudah bulat. Sofia akan minta cerai, menjadi orangtua tunggal dan kembali mengejar mimpinya. Tapi sesuatu yang aneh justru terjadi padanya. Sofia bangun dalam keadaan menjadi sebuah botol minum!

Hal ini semakin aneh karena dia terus berubah entah itu menjadi kucing, anjing atau orang asing.

Bagaimana ini bisa terjadi? Sofia harus segera kembali kewujud aslinya. Demi anaknya, demi rumah tangganya dan demi dirinya sendiri. Apakah Sofia berhasil?

____________________
Sumpah demi apapun baca bagian awal novel ini bikin emosi dan kepala pening. Muak banget liat kelakuan suaminya yang bukannya bantuin kerjaan rumah dan ngurus anak malah maen game mulu!

Baca ini jadi makin sadar bahwa pernikahan tuh memang nggak mudah. Harus belajar banyak hal, belajar mengenal pasangan, belajar jadi orangtua, belajar komunikasi yang bener, sembuhin trauma masing-masing dulu kalau ada. Kalau gak sama orang yang tepat, pernikahan bakalan jadi sesuatu yang mengerikan.

Aku kagum karena penulis bisa menuliskan kisah pernikahan yang konfliknya tuh dekat dengan apa yang terjadi di dunia nyata, tapi dengan cara yang ringan, apa lagi memasukkan genre magical realism, bikin ceritanya tambah unik!

Banyak pelajaran yang didapet dari novel ini, khususnya tentang pernikahan. Meski begitu novel ini tetap cocok dibaca oleh siapapun, bahkan remaja juga! Aku sangat merekomendasikan buat baca novel ini! ✨
Profile Image for Yessie L. Rismar.
136 reviews2 followers
October 9, 2022
Seruuu!
Karakter okeee. Plot rapiii. Konflik menarik. Quotes keren. Mau sengaja cari-cari kekurangan juga nggak ketemu. Novel pertama yang saya kasih bintang 5 tahun ini.
Profile Image for Ossy Firstan.
Author 2 books103 followers
February 1, 2023
Jujur saja, kutertarik membaca Penaka sejak Kak Tami menulis drafnya di GWP dan ia mempromosikannya di Twitter. Idenya sangat menarik, tentunya. Namun, kala itu aku berpikir, ah, nanti saja kubaca saat sudah terbit. Lalu, Penaka pun muncul di Gramdig dan kulangsung membacanya.
Penaka berkisah tentang Sofia yang jengah dengan Laksana, suami yang doyan main game. Sofia pun meminta cerai. Esok hari setelah mereka ribut, Mba Sof berubah menjadi botol minum, dan menyaksikan hal-hal yg selama ini tak ia ketahui tentang suami dan sekitarnya. Ga hanya Mba Sof, Laksana pun ikut berubah. Melihat dari sudut-sudut lain membuat Mba Sof dan Laksana "lebih jernih" memahami masalah mereka. Namun, bagaimana caranya kembali ke wujud semula? Menarik dan seru sekali mengikuti perjalanan mereka menjadi kucing, anjing, kasir AprilMaret, hingga burung.
Aku menyukai bagaimana masalah kecil akan meledak jika tak segera diatasi. Macam masalah Sofia dan Laks yg sebenarnya timbul dari remah-remah roti. Komunikasi memang penting, karena diam saja tak akan membuat lawan bicara kita peka, kan?
Kusuka Penaka, mungkin akan kuberikan buku ini pada mama yang juga suka metropop. sukses selalu untuk kaka penulisnya ^^
Profile Image for Laura Yuwi.
215 reviews16 followers
June 9, 2023
"......𝗟𝗮𝗴𝗶 𝗽𝘂𝗹𝗮, 𝗸𝗶𝘁𝗮 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝗯𝘂𝘁𝘂𝗵 𝗺𝗲 𝘁𝗶𝗺𝗲 𝗱𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗼𝘁𝗲𝗻𝘀𝗶. 𝗠𝗲𝗻𝗲𝗿𝗶𝗺𝗮 𝗯𝗮𝗻𝘁𝘂𝗮𝗻 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗮𝗶𝗻 𝗶𝘁𝘂 𝗻𝗴𝗴𝗮𝗸 𝗯𝗲𝗿𝗮𝗿𝘁𝗶 𝗸𝗶𝘁𝗮 𝗺𝗮𝗻𝗷𝗮 𝗸𝗼𝗸."

"𝗛𝗼𝗯𝗶 𝗶𝘁𝘂 𝗸𝗲𝗴𝗶𝗮𝘁𝗮𝗻 𝘀𝗮𝗺𝗽𝗶𝗻𝗴𝗮𝗻, 𝗝𝗲𝗻. 𝗞𝗮𝗹𝗮𝘂 𝘀𝗮𝗺𝗽𝗮𝗶 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗴𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘂𝘁𝗮𝗺𝗮, 𝗶𝘁𝘂 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗻𝗴𝗴𝗮𝗸 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗱𝗶𝘀𝗲𝗯𝘂𝘁 𝗵𝗼𝗯𝗶, 𝘁𝗮𝗽𝗶 𝗱𝗶𝘀𝘁𝗿𝗮𝗸𝘀𝗶. 𝗞𝗮𝗹𝗮𝘂 𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗻𝗶𝗸𝗮𝗵 𝗵𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗽𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗽𝗿𝗶𝗼𝗿𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗱𝗼𝗻𝗴."

".....𝗝𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗴𝗮𝗻𝘁𝘂𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗯𝗮𝗵𝗮𝗴𝗶𝗮𝗮𝗻 𝘀𝗮𝗺𝗮 𝗽𝗲𝗻𝗴𝗮𝗸𝘂𝗮𝗻 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴."

"𝗔𝗸𝘂 𝗻𝗴𝗴𝗮𝗸 𝘁𝗮𝗵𝘂 𝗮𝗿𝘁𝗶 𝘀𝘂𝗸𝘀𝗲𝘀 𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗸𝗮𝗺𝘂 𝗶𝘁𝘂 𝗮𝗽𝗮. 𝗠𝘂𝗻𝗴𝗸𝗶𝗻 𝗮𝗿𝘁𝗶 𝘀𝘂𝗸𝘀𝗲𝘀 𝗯𝗮𝗴𝗶 𝗸𝗶𝘁𝗮 𝗻𝗴𝗴𝗮𝗸 𝘀𝗮𝗺𝗮. 𝗕𝗮𝗴𝗶𝗸𝘂 𝘀𝘂𝗸𝘀𝗲𝘀 𝗶𝘁𝘂 𝘁𝗿𝗮𝗻𝘀𝗳𝗼𝗿𝗺𝗮𝘀𝗶 𝗯𝗲𝗿𝘁𝗮𝗵𝗮𝗽 𝘀𝘂𝗽𝗮𝘆𝗮 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗯𝗮𝗶𝗸. 𝗕𝗲𝗿𝗶 𝗿𝘂𝗮𝗻𝗴 𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗸𝗲𝗴𝗮𝗴𝗮𝗹𝗮𝗻, 𝘀𝗮𝗹𝗶𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗻𝗲𝗿𝗶𝗺𝗮, 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗲𝗿𝘁𝗶, 𝗱𝗮𝗻 𝘁𝗼𝗹𝗲𝗿𝗮𝗻𝘀𝗶. 𝗕𝗲𝗿𝗶 𝘄𝗮𝗸𝘁𝘂 𝗱𝗮𝗻 𝗷𝗲𝗱𝗮 𝘀𝗲𝗯𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗹𝗮𝗿𝗶 𝗹𝗮𝗴𝗶! 𝗞𝗮𝗺𝘂 𝗯𝗶𝘀𝗮?"

Cerita ini mengandung dunia pernikahan yg relate banget sama kehidupan banyak rumah tangga in real life (aku pun pernah ngalemin semenjak punya anak hehehe). That's why aku bisa ngerasain , paham betul semua emosi yg tertuang di bacaan ini, ikut terbawa suasana macam rollercoaster deh. Alurnya ditulis dengan apik. Walaupun konfliknya terkesan berat tapi bacanya ngalir, page turner dan bisa banget baca dalam 1 kali duduk. Dialog antar tokoh juga super ringan kayak ngobrol sehari² aja gitu. Sudut pandang yg dipakai disini adalah si istri yaitu Sofia.

Menurutku, disini ga ada yg bener, baik Laksana maupun Sofia, dua²nya sama² salah, saling nyerang, gak mau saling mengerti, egonya sama² tinggi dan masih banyak lagi. Tapi bagusnya adalah mereka mau sama² berubah walaupun harus mengalami perubahan bentuk fisik yg berbeda-beda tiap harinya. Yg kupelajari dari bacaan ini adalah pentingnya komunikasi yg baik dan benar, karna itu salah 1 pilar terpenting dalam pernikahan. Dan setiap orang punya nikmat dan permasalahan yg berbeda, ga bisa kita banding²in porsi kita dengan porsi orang lain. Percayalah! Gak akan ada habisnya ngebandingin hidup kita sama orang lain. Rumput tetangga akan selalu terlihat lebih hijau.
Oh iya 1 lagi, kalo suami istri lagi ribut sebisa mungkin jangan di depan anak, jangan sampai jadi tontonan anak.
Eh 1 lagi deh, kalo jagain anak, main sama anak, better sih stay away from gadget dulu. Anak jauh lebih butuh perhatian orangtua. Gadget tuh sisi negatifnya menjauhkan yg dekat.

Sejujurnya aku gak tau apa arti judul bukunya. Apa itu Penaka? Lalu aku cari di KBBI, yg kutemukan definisi dari Penaka adalah ˢᵉᵇᵃᵍᵃⁱ; ˢᵉᵖᵉʳᵗⁱ; ˢᵉᵒˡᵃʰ⁻ᵒˡᵃʰ : 𝓫𝓾𝓵𝓪𝓷 𝓫𝓮𝓻𝓼𝓲𝓷𝓪𝓻 𝓽𝓮𝓻𝓪𝓷𝓰 -- 𝓶𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲 𝓹𝓪𝓰𝓲.

Buku ini bisa dibaca gak cuma untuk yg udah married, tapi buat yg sedang mempersiapkan atau masih single pun boleh banget nih dibaca biar tau kehidupan rumah tangga gak seindah di drakor. Hehehe.

⭐: 4.7/5
Profile Image for Amaya.
756 reviews58 followers
September 29, 2022
Actual rating: 4.5

Baca fiksi rasa nonfiksi yang ngajarin dari ilmu rumah tangga sampai ke kesadaran diri. Akhirnya nemu lagi buku soal marriage life yang bikin geleng2 kepala, ikutan kesal sama dua karakter utamanya kalo lagi pada berantem. Pengin aja neriakin mereka supaya sadar diri gitu, introspeksi, karena sejatinya mereka sama2 nggak mau ngalah. Jadi si paling-paling berjuang buat pasangan, buat rumah tangga.

Aku suka sama selipan magical realism-nya. Sangat relatable keinginan menjadi "wadah" lain ketika mendadak ada pikiran random, termasuk tiba2 pengin jadi semut. Terus setiap "wadah" di sini relate sama kehidupan Laksana dan Sofia. Nggak asal jadi ini dan itu, at least Sofia pernah bertemu mereka semua. Plus, ini yang paling aku suka, setiap "wadah" kasih pelajaran. Seolah nantang Sofia buat berpikir ulang, "Apa ini yang kamu mau?"

Nggak ada yang aku benci atau sayang di sini, semua karakternya punya porsi yang seimbang. Laksana yang masih takut buat bertindak sampai bikin istrinya salah paham (yah, karena lebih enak dipendam ya, Na 😌) dan Sofia sendiri yang grasa-grusu kalo udah ngerasa nggak enak maunya ya udahan. Kenyataan waktu dia jadi botol itu nyesss banget, sih. Bikin aku sadar, ada alasan kuat kenapa Sofia harus berwujud seperti itu untuk tau masalah Laksana.

Bukunya nggak sampai 250 halaman, tapi tempelan bookmark-nya banyak banget. Beberapa relate sama kehidupanku pribadi dan banyak dibahas di medsos. Beberapa lagi relate sama kehidupan "orang yang kukenal", perihal rumah tangga. Haduh, nggak perlu nikah duluan sebelum bisa baca ini. Dijamin, bukannya trust issue mau membina rumah tangga, malah dapat insight baru. Suka banget sama cara penulis masukin pesan tersirat maupun tersurat tanpa terkesan menggurui.

Walaupun di bagian akhir kalimat wise-nya agak banyakan dan bikin aku ngernyit sebentar karena beneran jadi kayak buku nonfiksi wkwkwk but, overall, aku puas sama alur, karakter2, penokohan, dll.

Ps: Bagian Laksana ngalamin sesuatu di rumah sakit itu masih jadi favoritku, sih, hahah. Idk, semua cowok harus ngerasain pengalaman itu sekali seumur hidup biar tahu sakitnya kayak apa. 🙈
Profile Image for Leila Rumeila.
1,006 reviews28 followers
January 1, 2023
Sebetulnya, alurnya engga seseru itu, untuk alurnya sendiri gue kasih 3-stars kali ya.

Tapi pada akhirnya gue kasih 4-stars karna pesan2 dari kisah Sofia-Laksana tentang sebuah kehidupan pernikahan betul2 bagus sih menurut gue pribadi.
Profile Image for Tia Ayu Sulistyana (tiareadsbooks).
266 reviews73 followers
March 8, 2024
•recently read•
4.3/5⭐️


Awal tau premis dari novel ini, aku langsung tertarik! Apalagi dengan embel-embel magical realism. Auto masuk WL deh!

Oh iya, kalian pernah nonton film The Beauty Inside (2015) gak? Itu loh, salah satu film romcom Korea dimana ada seorang pria yang bangun setiap hari dalam tubuh yang berbeda-beda. Nah, premis dari Penaka tuh mirip sama film itu. Bedanya, Sofia selalu terbangun dalam wujud yang berbeda-beda, dari mulai jadi botol minum, kucing, anjing, burung, orang-orang di sekitarnya, dll. To my surprise, gak hanya Sofia, tapi Laksana juga loh!

Semua bermula ketika Sofia minta cerai, karena tidak tahan dengan kehidupan berumah tangga-nya. Laksana yang kecanduan game online tak lagi memberikan perhatian pada dirinya dan putri mereka, Raisa. Ia bahkan lalai dan membahayakan Raisa ketika menjaganya.

Pas awal baca, aku gedeg sama kelakuan Laksana! Eh, makin dibaca, kok ya ikutan sebel juga sama Sofia! Menurutku, keduanya sama-sama salah, keras kepala, gak mau berkomunikasi, dan terbuka satu sama lain. Pantesan aja sampe mengalami hal absurd gitu! Rasain!

Ini novel pertama Altami N.D. yang aku baca dan aku suka! Kak Altami piawai dalam merangkai alur cerita dengan padat, apik dan mengalir, gaya bercerita yang enak, dan humor-nya pun dapet! Pace-nya yang cepat pun seru untuk diikuti! Meski konflik-nya cukup kompleks dan berat, Kak Altami berhasil mengeksekusinya dengan luwes dan asyik! Page-turner deh!

Penaka merupakan sebuah novel yang menceritakan kompleks-nya kehidupan rumah tangga, parenting, self-love, dan bagaimana kita harus bisa melihat suatu hal dari beragam sudut pandang. Novel dengan balutan unsur magical realism yang absurd dan nyeleneh ini, nyatanya begitu emosional, hangat, dan insightful!

Meski aku belom berkeluarga, tapi menurutku novel ini sangat relatable dan menggambarkan potret dan drama kehidupan rumah tangga yang sesungguhnya. Banyak pelajaran tentang pernikahan dan kehidupan yang bisa kita ambil dari kisah Sofia dan Laksana, yaitu:
1. Pentingnya komunikasi, terutama dalam hubungan pernikahan. Kita harus bisa berkomunikasi dengan baik untuk bisa menyelesaikan segala permasalahan yang ada.
2. Rumput tetangga akan selalu terlihat lebih hijau, tapi benarkah begitu? Jangan membandingkan kehidupan kita dengan orang lain, karena tiap orang memiliki permasalahannya masing-masing. Dalam menjalani hidup, kita harus bisa 'sawang sinawang'.
3. Jangan terlalu percaya dengan apa yang terpampang di media sosial. Kehidupan orang lain tak selalu seindah apa yang kita lihat. Nyatanya, kita tak pernah tau, kehidupan seperti apa yang ada di balik layar media sosial mereka.

All in all, aku merekomendasikan novel ini untuk dibaca semua orang!🙌🏼❤️‍🔥 Baik yang belum menikah, mau menikah, atau sudah menikah. Pokoknya wajib baca deh! Oh iya, aku suka banget sama perkembangan karakter Sofia dan Laksana. Mereka masih sosok yang tidak sempurna, tapi aku suka bagaimana mereka mau belajar untuk saling memahami dan berkembang bersama.

P.S. Ngakak banget pas Laksana cerita dia pernah jadi wajan! Yak, WAJAN! Untung aja wajan-nya cuma dipajang, gak yang sampe dipake!

#tiareadsbooks #tiawritesreviews

•••

FAVE QUOTES:


❝Yaelah, itu cuma highlight hidup! Dimasukin paling yang bagus-bagusnya doang. Biar setiap hari kelihatan seru. Jangan ketipu, Sof. Di dunia in nggak ada keluarga yang sempurna. Kalau terlalu diumbar gitu, apa-apa di-post, apa nggak aneh? Seakan-akan ingin meyakinkan orang-orang kalau mereka bahagia. Padahal kalau bahagia ya bahagia aja, nggak perlu validasi dong? Artifisial banget perasaannya.❞
—Page 43

❝Buat dipamerin ke Instagram, kan? Biar dapet likes dan ngerasa hebat, kan? Perasaan bahagia model begini ini nih yang rapuh. Foto bagus mah gimana sudutnya saja, Sof. Edit-edit, kasih filter, caption menarik, jadi deh foto estetik. Jangan menggantungkan kebahagiaan sama pengakuan orang.❞
—Page 44

❝Kamu tahu kan orangtua itu nggak cuma mewariskan harta ke anak-anak, Sof? Orangtua juga mewariskan kebiasaan, trauma, luka, dan cara menyelesaikan masalah ke anak-anaknya. Laksana emang banyak kekurangannya, Sof. Tapi, kuyakin dia begitu bukan karena nggak sayang sama kamu. Dia cuma nggak ngerti caranya, Sof. Dia nggak pernah tahu gimana caranya. Di rumahnya, setiap ada yang mulai buka suara, pasti akhirnya bertengkar. Ujung-ujungnya ada yang pergi dari rumah dan nggak balik-balik.❞
—Page 80

❝Semua hal yang kutahu selama ini atau yang kusangka tahu selama ini, sama sekali tidak berjalan seperti yang kupikirkan. Selama in aku terlalu sibuk memusatkan dunia padaku, hingga tampa sadar aku menjadi terlalu tajam ke dalam, tapi tumpul dengan sekitar. Aku hanya berkutat dengan rasa sakitku sendiri. Nggak ada keluarga yang sempurna di dunia ini, Sofia.❞
—Page 114

❝Apa kamu pikir karena sama-sama lari di stadion itu artinya kita harus ikut lomba maraton? Kamu silau sama pencapaian orang lain, sampai lupa bahwa kita nggak berada di perlombaan yang sama dengan mereka! Kamu tuh minta jawaban yang sama, padahal ujian kita saja beda sama mereka! Pikir, Sof. Buat aku keluarga ini cukup, selalu cukup, dan lebih dari cukup. Aku ada buat kamu, kamu ada but aku dan Raisa. Ini sesuatu yang nggak pernah aku punya, Sofia.
Dan aku selalu berusaha yang terbaik buat kalian. Aku nggak pernah nggak berusaha yang terbaik buat kita.❞
—Page 159

❝Semua orang punya medan perangnya masing-masing. Pun yang terlihat bahagia, bukan berarti mereka selalu baik-baik saja. Mereka hanya memilih tetap bahagia saat memutuskan tidak menyerah. Tetap berjuang bukan berarti kita tidak boleh gembira, kan?❞
—Page 181

❝Mengapa selama ini aku sibuk menghitung apa yang tidak aku punya, jika sebenarnya yang kubutuhkan adalah cukup, bukan ba-nyak? Mengapa selama ini aku sibuk memedulikan apa yang tidak aku miliki, padahal yang kumiliki sekarang tidak ada yang salah?❞
—Page 185

❝Dulu aku sulit merelakan hal yang sudah aku impikan namun tidak berjalan sesuai rencana. Tapi, kini kusadari itu hanyalah salah satu fase menjadi dewasa. Aku jadi paham hidup yang tidak berjalan sesuai rencana bukan berarti kegagalan, begitupun hidup yang berjalan sesuai rencana bukan berarti kemenangan mutlak. Satu-satu-nya hidup yang tidak pernah dimenangkan adalah hidup yang tidak pernah dipertaruhkan. Dan yang bisa aku lakukan sekarang adalah berusaha sebaik mungkin agar tidak ada penyesalan di masa depan.❞
—Page 192

❝Terkadang hal yang kita inginkan bukan hal yang kita butuhkan. Aku percaya, bila memang itu jalanku, maka aku pasti mendapatkannya, entah bagaimana caranya. Selama itu belum terjadi, pasti ada hal menarik lain yang bisa aku eksplorasi.❞
—Page 204

❝Ya, aku terbuka dengan pilihan-pilihan baru. Hidup memang penuh dengan pilihan kan? Namun, kali ini aku sadar sepenuhnya, di antara banyaknya pilihan itu aku bisa memilih untuk mengikhlaskan sesuatu yang tidak lagi relevan. Aku membatasi pilihan-pilihanku ke lingkup yang lebih realistis. Memilih untuk tidak memilih pun adalah sebuah pilihan yang bisa kulakukan. Bukankah terlalu banyak pilihan bisa membuat kita tersesat?
Aku percaya, menjadi berdaya bukan berarti bisa melakukan semua hal seperti yang kuinginkan. Bagiku, menjadi berdaya adalah ketika aku memiliki kekuatan untuk memilih dan mampu menjalani hidup sesuai dengan keputusanku sendiri dengan penuh tanggung jawab. Bagiku, menjadi berdaya adalah ketika kita memiliki kendali diri dan hidup dengan sepenuh hati.❞
—Page 205
Profile Image for Thessalivia Thessalivia.
Author 4 books26 followers
October 2, 2022
Wuaaa ga ngira aku bakal bisa beresin dalam sehari ajaa 😆 Buat aku yg kecepatan bacanya kayak liliput, segitu sih rekor banget. Dan cuma buku2 spesial yg seru yg bisa bikin aku baca secepat itu. Buku ini salah satunya..

Bab awalnya sumpah udah ngehook bgd, apalagi buat aku yg pecinta fantasi. Jadi buku ini walau temanya married life, ada fantasi tipis2nya karena tokohnya tiba2 berubah jadi benda lain! Semua terjadi saat Sofia baru minta cerai sama suaminya. Eh, tau2 pas bangun pagi dia jadi botol minuman. Karena dibawa suaminya ke kantor, dia jadi tau ternyata yg berjuang keras buat pernikahan mereka ga cuma Sofia sendiri, tapi suaminya juga.

Kalau buat orang2 lain, tokoh Sofia ini kerasa riil banget, buat aku malah dia awalnya ngeselin. Hahahha.. In real life, aku ga akan tahan dg orang yg isinya ngeluh terus kaya Sofia 😆. Maaf ya Kak Altami 🙈. Tapi Sofia beruntung bisa dikasi keajaiban buat melihat dunia dr berbagai sudut pandang. Seru banget pas baca dia jadi botol minuman, jadi anak sekolahan, bahkan jadi binatang. Yg bikin aku penasaran setiap lembarnya sambil mikir, ini besok Sofia bakal jadi apa yaa.. 😍 Aku juga suka perkembangan karakter Sofia dan Laksana (suaminya) yg kerasa banget.

Walau ga terlalu tebel, isi buku ini berbobot banget. Banyak pesan tentang rumah tangga, mulai dr komunikasi, saling pengertian, pembagian tugas dll, yg didapat dr Penaka. Trus kenapa 4 bintang, bukan 5? Karena buku ini kurang hiburan 😆😆 Isinya serius semua dari hal1 sampe tamat. Hahahha.. Tp ini hanya pendapat pribadi sih, kalau ada tambahan humor atau becanda tipis2 pasti bakal makin menyenangkan.
Profile Image for Tike Yung.
174 reviews5 followers
February 1, 2023
Akhirnyaaaaa kebaca juga novel keduanya Kak Altami ini yang selalu berseliweran di TL Twitter aku.

Aku suka banget sama ide ceritanya, sepanjang baca novel ini dari pagi sampai sore, aku dibuat penasaran terus menerus, kayak nanti mereka berubah jadi apalagi? Nanti pelajaran berharga apalagi yang mereka dapatkan ketika mereka berubah ke wujud tersebut? Kejadian seperti apa lagi yang akan mengacaukannya?

Begitu baca chapter 19, tadinya aku mau ngasih 4⭐ saja, tapi kemudian di chapter 20 ada ucapannya Laksana yang mengenai pendidikannya Sofia, dia yang kemudian mendukung cita-cita istrinya itu, tiba-tiba membuatku terharu, aku jadi menambah rating untuk novel tentang kehidupan rumah tangga sepasang suami istri muda ini menjadi 4,5⭐.
Profile Image for h.
375 reviews148 followers
January 6, 2023
Ini tipikal buku yg ketika dibaca, sensasinya akan beda sebelum dan setelah menikah.
Profile Image for Yandi Asd.
116 reviews4 followers
November 24, 2022
Ini kali pertama aku baca tulisannya Kak Altami, dan aku suka sama gaya bahasa serta cara penyampaiannya. Sederhana, nggak neko-neko, mudah dimengerti, dan sampe ke benak pembaca. Di Penaka ini, aku juga suka sama idenya. Suka banget, malah. Kenapa? Soalnya ada sentuhan magical realism. Dan uniknya, Kak Altami tuh masukin si magical ini ke topik pernikahan. Apalagi pernikahannya ini baru dua tahun. Kebayang dong kondisi pernikahannya gimana? Jadi, bagiku novel ini punya ide yang unik dan menarik. Fresh...

Untuk watak para tokohnya, aku juga suka. Soalnya watak mereka tuh di sini jadi peran yang penting banget. Seandainya salah satu di antara mereka ada yang lempeng-lempeng aja, pasti ceritanya nggak akan berjalan. Atau kalaupun berjalan, plot dll-nya nggak begitu menarik. Jadi, aku pengin muji Kak Altami lagi karena konsep tokohnya udah oke bangeeet.

Untuk plot dan konflik, sebenernya secara garis besar tuh sama aja kayak novel-novel pernikahan yang punya tema sejenis ini. Tapi, aku betah banget ngikutin Penaka ini. Apalagi pas Sofia, tokoh wanita protagonisnya, jadi botol minum, jadi kucing, jadi anjing, jadi orang lain, dll. Aku bisa ngerasain perasaan Sofia di situ, gimana sedihnya dia pas nggak bisa jagain anaknya, nggak bisa deket sama anaknya, dll.

Untuk adegan yang paling kusuka, itu ada pas di pertengahan cerita. Aku lupa halaman berapa, tapi adegan itu bikin mataku berkaca-kaca wkwk. Padahal adegannya bukan adegan sedih, tapi adegan itu tuh adegan yang kuharepin ada di cerita ini. Soalnya aku udah bersimpati sama Sofia (meski di sisi lain kesel juga sama dia), dan pas adegan itu ada, rasanya aku kayak lega aja gitu. Ya... meski masalah-masalah di ceritanya masih harus diselesaikan.

Untuk penyelesaiannya, aku suka juga. Dan seperti cerita magical realism lain yang pernah kubaca, bentuk "penyelesaian" yang begini tuh udah nggak heran lagi. Tapi, itu tadi, aku tetep suka. Soalnya bikin karakternya terlihat berkembang juga.

Secara keseluruhan, aku merekomendasikan novel ini buat kalian. Novel MetroPop dengan unsur magical realism. Kalau Kak Altami nulis novel MetroPop dengan sentuhan yang unik lagi, aku pasti bakal bacaaa. Oh ya, novel ini cocok dibaca pas lagi nyantai.
Profile Image for Fidia .
354 reviews7 followers
January 31, 2023
Kalau tidak mau saling mengerti, jangan menikah dengan manusia.

Pernyataan itu kuambil dari kata-kata Laksana, salah satu tokoh di dalam buku #Penaka. Semacam, bagi yang belum atau baru menjalaninya, ekspetasi kadang masih bertengger sebegitu tinggi dalam pikiran dengan segala teori ini dan itu.

Novel ini berkisah tentang Sofia yang lelah dengan sifat berantakan dan ketidakacuhan suaminya dalam menjaga anak. Ia ingin bercerai. Namun, tetiba ia berubah menjadi hewan, benda, hingga orang asing. Melalui pertukaran tubuh yang ganjil itu, Sofia bisa menelusuri dan mengenal sisi lain orang terdekat yang tak ia perhatikan sebelumnya.

Pertama kali dihadapkan pada sisi magis buku ini, aku kaget apalagi karena sebelumnya tidak baca sinopsis dulu (kebiasaan asal tembak buku). Bagian magisnya mengingatkanku pada novel "Mirai" karya Mamoru Hosoda (meski buku itu lebih tentang lintas waktu). Bagaimana situasi ajaib yang dialami tokoh mampu membimbingnnya untuk lebih berkembang.

Aku pun ingat buku "Oh, My Baby Blue" di mana serupa dengan "Penaka", keduanya tidak berusaha membuat pembelaan ke salah satu pihak baik suami atau istri. Kita akan menelusuri keluh-kesah menjadi istri (dan ibu) dengan segala urusan rumah tangga dan pengasuhan apalagi dengan usia muda yang masih ingin-inginnya berkarir (ini pengorbanan dari menjadi seorang ibu, ya?) dan suami yang memiliki keluarga sebelumnya yang tetap perlu perhatian, tanggung jawab penafkahan, upaya menjadi kepala keluarga yang benar-benar sebagai pemimpin, dst. Buku ini menyuarakan untuk tak menimbang benar-salah, tepat-tidak, sesuai-berbeda, dan segala ekspetasi lainnya. Lebih penting menjebatani keduanya dan berfokus pada hal yang lebih berharga. Sebab, pihak satu tak kalah masuk akalnya dengan yang lain.

Di sisi lain, kita diajak berhati-hati pada jebakan "keharusan". Tak ada skenario hidup yang harus sama, wajib begini-begitu. Misal, dengan membandingkan cara hidup kita dengan orang lain. Jika menyempitkan kemungkinan dan pilihan pada "bentuk pasti", sebenarnya kita sedang mengerdilkan hidup kita sendiri, kan? Padahal, setiap perjalanan punya nilainya masing-masing.
Profile Image for Fadila setsuji hirazawa.
350 reviews4 followers
November 28, 2022
Altami N.D. - Penaka
.
Semua orang punya medan perangnya masing-masing... Tetap berjuang bukan berarti kita tidak boleh gembira,kan? Akulah yang tertipu dengan ilusi-ilusi yang kuciptakan sendiri di kepala.
Ilusi-ilusi yang mengatakan setiap kebahagiaan tidak disertai dengan perjuangan. (Hal.181-182)
.
Dua tahun pernikahan justru membuat Sofia ingin menyerah. Bukan hanya karena perilaku Laksana, suami yang kecanduan game online, tetapi dampak perilakunya terhadap keselamatan putri mereka. Raisa.
Bersiap dengan segala konsekuensi,Sofia yang menyatakan ingin bercerai justru terbangun dengan wujud botol minum dan kemudian jadi berbagai bentuk lain. Ditengah kondisi rumah tangga yang tak baik-baik saja,keselamatan Raisa dan rahasia demi rahasia orang-orang terdekatnya pun mulai terkuak...dapatkah Sofia kembali ke ujud semula?


⚱️ Apakah dengan berubah ujud,kita mampu untuk melihat permasalahan dengan cara pandang berbeda?
Saya kembali menemukan sebuah novel karya penulis lokal yang menyajikan sebuah ide tak biasa dan sukses buat saya tercengang! Sangat suka dengan ide yang ditawarkan kak Altami N.D. dalam novel Penaka 😆👍

⚱️ Sepanjang membaca kisah ini saya merasakan emosi yang naik turun karena cara Sofia memandang permasalahan,demikian dengan Laksana yang menurut saya perlu membuka jalan komunikasi antara mereka. Walau demikian,puncak dari konflik mereka membuat saya disadarkan bahwa tak ada pernikahan ideal,pun tak pernah ada manusia yang sempurna.

⚱️ Sampai bagian akhir, saya masih berpikir bahwa konflik rumah tangga, pola pengasuhan,cara pandang lama terhadap peranan serta cara bersikap perempuan dalam rumah tangga,sampai dengan kekhawatiran dengan kegagalan masa lalu yang kembali terulang, di tangan kak Altami menjadi sebuah formulasi yang unik dengan unsur fantasi. Meski alur bergerak cukup cepat jelang bagian akhir,namun keseluruhan ceritanya keren🙏
Recommended!😊👍
Profile Image for Michelle.
54 reviews3 followers
January 3, 2023
bagus banget, ngajarin kita kalau melihat sesuatu harus dari sudut pandang yang berbeda. Banyak banget pelajaran hidup yang bisa diambil.🤍
Profile Image for Clavis Horti.
125 reviews1 follower
February 20, 2024
Dalam perjalanan kehidupannya, Sofia terseret dalam aliran tak terduga dari cobaan dan kekacauan yang mengguncang pondasinya. Meskipun hanya dua tahun sejak ikrar pernikahannya, ia menemukan dirinya terjebak dalam labirin ketidakpastian yang membingungkan. Rumah yang kacau dan tak beraturan mencerminkan keadaan dalam dirinya yang semakin terpuruk, menjauh dari sinar kebahagiaan yang dijanjikan. Suaminya, Laksana, seorang pria yang tenggelam dalam kecanduan bermain online game, bahkan tak menyadari betapa jauhnya ia telah menjatuhkan keluarganya ke dalam jurang bahaya. Sofia merasa seperti seorang penumpang tak diundang dalam perjalanannya sendiri, merantau di ladang kesepian yang sunyi dan gelap.

Tiba-tiba, pada suatu saat dalam keheningan yang menyiksa, Sofia menyadari bahwa tubuhnya telah berubah menjadi sesuatu yang tak dikenal. Mulai dari botol minum hingga hewan peliharaan, dan bahkan mengambil rupa orang asing yang misterius. Kehancuran itu bukan hanya pada fisiknya, tetapi juga pada hakikat dirinya yang terperangkap di dalamnya.

Saat Sofia meraba-raba kebingungan dan kepanikan, dia mulai menyingkap tabir rahasia gelap yang menyelimutinya. Pertanyaan-pertanyaan menggerogoti pikirannya: Mengapa ini terjadi padanya? Apa maksud di balik segala bentuk yang tak terduga ini? Sementara nasib anaknya bergantung pada benang tipis, dan rencananya hancur berantakan, Sofia tahu bahwa dia harus menemukan jalan kembali ke bentuknya yang asli.

Penaka, karya dari Altami N. D., mempesona dengan gaya penulisan yang mengalir, menarik pembaca ke dalam dunia Sofia, seorang ibu rumah tangga yang tenggelam dalam lautan kepenatan dan stagnasi hidup. Cerita ini tidak hanya menyuguhkan ide yang segar, tetapi juga menghadirkan sentuhan fantasi yang menambahkan lapisan misteri dan daya tarik yang tak terbantahkan.



Akan tetapi, saya memahami sepenuhnya pesan yang ingin disampaikan oleh penulis tentang dinamika pernikahan dan keberanian untuk menghadapi tantangan. Kehidupan tidaklah selalu terhampar lurus di jalur yang mulus; terkadang kita harus menempuh jalan yang berliku, terjatuh, dan bangkit kembali dengan tangan tergenggam erat bersama pasangan hidup kita. Penulis memberikan pengajaran berharga bahwa penting bagi kita untuk melihat setiap situasi dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Tiap perspektif membawa kebenaran dan pemahaman yang unik. Hidup bukan sekadar sebuah perlombaan untuk mencapai kesempurnaan atau mengejar gambaran kebahagiaan yang seringkali dipamerkan di dunia maya.

Pesan ini mengingatkan kita bahwa kebahagiaan yang sejati tidak selalu ditemukan di puncak keberhasilan atau dalam momen-momen gemilang yang dipamerkan di dunia maya. Sebaliknya, kebahagiaan sering kali tumbuh dan berkembang melalui proses kesabaran, perjuangan, dan ketulusan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Ini adalah pengingat bahwa kita tidak berjalan sendirian dalam perjalanan hidup kita; setiap individu memiliki cerita dan rintangan yang berbeda, menjadikan hidupnya sebagai sebuah perjalanan yang unik dan berharga. Dengan saling mendukung dan memahami satu sama lain, kita dapat melewati segala kesulitan dengan lebih mudah dan menguatkan ikatan kita satu sama lain.

Selain itu, ada hal yang membuat saya sangat terkesan, yaitu desain sampul dari buku Penaka ini. Saat saya melihatnya, saya menyadari bahwa sampulnya merupakan hasil karya dari Orkha Creative. Desainnya sungguh memukau dan menarik perhatian saya dengan kuat. Bentuknya yang berbeda dari kebanyakan sampul buku yang saya lihat menambah kesan yang sangat kental dari kata “penaka” itu sendiri. Saya merasa seolah-olah sampul tersebut menjadi jendela ke dunia cerita yang menunggu untuk dijelajahi. Setiap detailnya terasa begitu dipertimbangkan dengan baik, menimbulkan rasa ingin tahu yang besar tentang isi buku di dalamnya.

Warna-warna yang dipilih, tipografi yang digunakan, serta elemen-elemen desain lainnya saling melengkapi satu sama lain, menciptakan harmoni visual yang menawan. Saya bahkan merasa seperti terhipnotis oleh keindahan estetika yang ditampilkan dalam sampul ini. Terlebih lagi, desain yang begitu unik dan berbeda dari yang biasa saya lihat menimbulkan kesan bahwa buku ini memiliki sesuatu yang istimewa dan berbeda dari yang lain

Dalam keseluruhan, Penaka karya Altami N. D. telah memberikan pengalaman yang mengesankan dan mendalam bagi saya. Mulai dari cerita yang menggugah hingga desain sampul yang memikat, setiap aspek dari karya ini menarik saya lebih dalam ke dunia yang diciptakan oleh penulis. Hal yang paling mencolok bagi saya adalah pesan yang tersembunyi di balik cerita ini. Di tengah-tengah drama dan petualangan, buku ini merangkum kebijaksanaan tentang kehidupan, cinta, dan perjuangan. Dengan cara yang menginspirasi, Penaka mengajarkan kita untuk melihat kehidupan dari berbagai sudut pandang, merangkul keragaman, dan menghargai perjuangan setiap individu. Sampul buku yang menawan dari Orkha Creative juga menambahkan dimensi artistik yang memikat, menegaskan kesan bahwa di balik kata-kata yang tertulis, ada dunia yang menunggu untuk dijelajahi. Saya tak sabar untuk melihat karya-karya selanjutnya dari Altami N. D.
Displaying 1 - 30 of 434 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.