Diawali dengan jatuh cinta pada pandangan pertama. Di atas bus pada suatu sore sepulang latihan tari. Aneh rasanya, gue yang suka nge-cover dance K-Pop di media sosial dan cuma buka buku pelajaran kalau besok ada ujian, naksir cowok yang selalu peringkat satu di kelas dan hobinya adalah belajar. Tapi, cinta emang kayak gitu, ‘kan? Memunculkan hal-hal baru yang lo enggak tahu ada di diri lo.
MILO
Jatuh cinta sama sahabat sendiri dan ketahuan? Dan, demi menyelamatkan muka, mau-mau aja diajak pura-pura pacaran sama teman sekelas yang terang-terangan naksir elo? Yap, tepat itulah yang gue lakukan. Kesalahan besar karena hidup gue yang tenang jadi berisik seketika. Cewek satu itu begonya enggak nanggung-nanggung dan mulutnya enggak pernah berhenti ngomong. Yang ada di otaknya cuma nari dan malas-malasan. Kemudian, pada satu titik, mendadak aja kehadirannya bikin gue terbiasa.
Nggak tau ya akhir-akhir ini saya lagi suka baca teenlite dengan trope cewe yang ngejar-ngejar cowok tapi cowoknya suka sama orang lain dan begitu si cewe deket sama cowok lain, cocoknya cemburu. Kaya gemess aja gitu sama cowoknya wkwk.
Taken Slowly bercerita mengenai Mauve yang naksir berat Milo. Milo adalah cowok yang sangat pintar, pendiam dan bicara seperlunya. Berbanding terbalik dengan Mauve yang bodoh, berisik, bawel, aktif tapi jago dance. Milo paling nggak suka dekat dengan Mauve, dia alergi setengah mati dengan cewek itu, apalagi jika Mauve mulai menggombal dan terang-terangan memujanya, rasanya bulu kuduknya berdiri semua. Namum Mauve adalah Mauve, cewek keras kepala dan tidak tahu malu, dia sangat ekspresif dan tidak memperdulikan omongan orang. Tapi apakah Mauve masih mau mengejar Milo jika cowok itu suka pada gadis lain yang bernama Shaleta? Apalagi Shaleta cantik, pintar, tetangga dan sahabat dekat Milo serta sefrekauensi dengan cowok itu.
Pertama baca novel ini langsung salfok sama nama-nama tokohnya dong. Mauve, Milo dan Raven. Kaya nama warna-warna. Unik aja gituu.
Saya suka Milo, improvisasi karakternya bener-bener bertahap. Mulai dari cuek, perhatian sampai nggak mau kehilangan wkwk. Pokonkya Milo ini cutee. Setuju sama pendapat Mauve tentang Milo pokoknya mah.
Tapi sayangnya saya nggak suka sama Mauve. Apa yah, dia itu kaya anak SD bangett! Cara bicaranya kekanak-kanakan. Apalagi waktu panggil nama Milo dengan sebutan Lolo-Lolo. Aduh, geli saya tuh.
Satu hal yang saya suka dari Mauve cuma fakta bahwa dia itu anaknya easy going, bisa membaur dengan siapa saja tanpa pandang lawan jenis. Dan ini yang jadi bumerang buat Mauve juga sebenarnya. Milo jadi nggak yakin dengan perasaan cewek itu. Tapi saya justru malah suka karena akhirnya Milo mulai mencoba memahami perasaanya untuk Mauve.
Overall saya suka-suka aja sih sama ceritanya. Saya bacanya juga cuma dalam sekali duduk.
Oh iya Ravennn, ini cowok emang jailnya gak ketulungan! Tapi seru sih kalau punya kakak yang seperhatian dia. Suka menindas tapi sebenarnya sayang banget! Huhu
Buku ini sebenarnya buku ke-2 dari trilogi Dia.Lo.Gue. tapi berhubung saya cuma punya buku ini ya wess lah ya. Kayaknya gak masalah kalo nggak baca buku pertamanya walaupun tokoh-tokohnya saling berhubungan.
Saya nggak tau sih ya ini buku memang "dipersembahkan" untuk BTS atau cuma ngikutin KPOP yang lagi hype aja karena banyak banget unsur BTS nya disini.
Btw, saya kok malu ya waktu Milo dance lagu BTS di lapangan sekolah sebagai bukti cintanya pada Mauve wkwkwk
Setelah membaca buku #1 dari series ini, tentu saja saya penasaran ingin membaca buku #2 dan #3. Untungnya ada di iPusnas, meski antrinya harus ekstra sabar.
Tokoh utama di buku #2 ini adalah Mauve dan Milo. Milo itu sahabatnya Leta, yang suka dengan Him (tokoh utama buku #1). Sebenarnya Milo juga suka pada Leta dan sudah lama terjebak dalam zona friendzone. Sementara Mauve menyukai Milo yang pernah menolongnya 2 kali. Ketika mereka duduk sebangku di kelas XI, Mauve mulai melancarkan pendekatannya ke Milo.
Jelas saja Milo merasa gerah dengan tingkah Mauve yang terang-terangan menunjukkan rasa sukanya. Milo pun sesumbar kalau dia tidak mau pacaran dengan cewek bego. Mauve memang peringkat 3 terbawah di angkatan mereka, sementara Milo selalu jadi juara kelas. Meski tidak berprestasi di akademik, Mauve adalah seorang youtuber terkenal yang sering melakukan cover dance K-pop.
Perjalanan Mauve dan Milo ini seru. Mauve yang kadang tidak tahu malu, polos dan seringkali otaknya lambat merespon, berhadapan dengan Milo yang selalu mengandalkan logika. Lalu ada juga Raven, kembaran Mauve yang tidak ingin identitasnya terungkap di sekolah. Mauve tahu saudara kembarnya itu tidak ingin dikenal memiliki adik yang prestasi akademiknya bagaikan langit dan bumi dengannya.
Saya suka dengan pesan moral bahwa seseorang harus menjadi versi terbaik demi dirinya sendiri, dan bukan untuk menyenangkan orang lain.
Super ringan!! Awal baca agak gimana gitu yah karena menurutku wattpad banget.. tentang cewek ngejar cowok yang dia suka, lalu aku menemukan beberapa hal yang tidak aku duga yang bikin aku lanjut baca cerita Mauve dan Milo sampai selesai. Ceritanya page turnerrrr dan bikin aku kangen masa sekolah 🥹 Aku suka sama tokoh ceweknya bernama Mauve yang nggak kayak tokoh cewek pada umumnya di cerita-cerita ala wattpad, doi berpikir positif! Patut dicontoh 🫶
Cocok buat yang cari bacaan super ringan gak pake mikir dan bikin ketawa 👍👍
Buku yang so cute, hahaha. Kaget juga sih ternyata aku masih cocok baca cerita se-teenlit ini. Mauve nih beneran muka badak. Aksinya demi dapatin Milo bikin geleng-geleng kepala. Somehow aku jadi inget sensasi pas baca Nagra & Aru karena kedua tokoh utama perempuan buku-buku ini benar-benar nggak tahu malu dan gigih meski ditolak berkali-kali oleh gebetan. Yang bikin geregetan sih soal kesalahpahaman Milo soal hubungan Mauve dan Raven, sih. Penulis bisa aja gitu loh bikin berbagai situasi yang berujung kesalahpahaman. Tapi Milo meski pinter ini fokusnya sering mudah diacak, jadi dia sering lupa buat mendesak Mauve untuk buka mulut. Yang jelas sepanjang baca ini aku ngikik terus.
Pertama kali aku tahu Ainun Nufus karena membaca karyanya dari salah satu judul pada series Belia High School Series, yaitu Lavina, dan aku sangat cocok dengan karakter dan gaya penulisannya yang penuh makna dan tidak terburu-buru. Aku sangat suka tema cerita ‘she fell first, he fell harder’ dan ‘fake relationship’, sehingga aku sangat semangat ketika tahu Ainun Nufus juga menulis buku ini.
Dari awal bab aku sudah merasa terhibur dengan dialog dan suasana ceria khas anak sekolahan yang membuatku ingin terus lanjut membaca. Ceritanya sangat ringan dengan porsi romansa yang pas dan sukses membuat tiap karakternya terasa sangat hidup. Konfliknya juga realistis, sehingga banyak pelajaran yang dapat diambil dari cerita ini. Aku benar-benar terkesan dengan endingnya, karena character developmentnya Milo benar-benar melebihi ekspektasiku.
Overall ceritanya mirip cerita wattpad pada umumnya tentang cewe ngejer cowo trus endingnya si cowo bucin Tapi yg bikin sy gk bisa lanjut yaitu karena sy ngerasa cara panggilnya mauve ke milo kyk manggil anak anjing dan bacanya geli abis