Setelah hampir satu tahun berteman, Tim & Chels memutuskan untuk mulai pacaran. Walaupun hubungan mereka terlihat selalu harmonis di sosial media, ternyata hubungan mereka gak bebas dari konflik. Mereka sama-sama berusaha untuk membangun hubungan yang sehat, tapi ternyata menjalaninya gak mudah, karena masa lalu, pola pikir yang berbeda, perbedaan pendapat, dan masalah-masalah lain yang muncul. Tetapi, karena mereka dikelilingi banyak orang yang lebih berpengalaman, yang selalu mendukung dan siap membantu mereka, setiap konflik yang mereka hadapi bisa dilewati dengan baik dan justru telah membuat hubungan mereka semakin kuat. Dalam buku ini, Tim & Chels menceritakan pengalaman mereka dan pengalaman orang-orang terdekat mereka, yang telah mengajarkan mereka kunci-kunci penting dalam membangun hubungan yang sehat dan menyenangkan. Ingat, kita semua layak untuk memiliki hubungan yang sehat, kita semua layak untuk memiliki seseorang yang bisa menghargai dan mengasihi kita.
Wahh akhirnya aku selesai juga baca buku ini,ini jadi salah satu buku yg cepat banget kuselesaiin. Tbh, waktu buku ini pertama kali keluar disekitar bulan September 2022,aku ga terlalu tertarik untuk baca buku ini karena kurang relate aja rasanya sama kondisiku yg emang tidak sedang berada dalam hubungan apapun dengan lawan jenis,even buku ini sebenarnya ga hanya cocok untuk couples tapi ternyata juga cocok untuk masih single kok. Teruss awal bulan inii selama masa libur semester kuliah, kayanya pengen deh bacanya buku kak chels & tims. Even akunya jugaa masih single lol but it’s okay menurutku as long as you’re still single coba deh tambah2in insight tentang how to build & maintain a good relo. Karena aku selalu percaya bahwa membangun sebuah hubungan itu kompleks dan butuh proses.
Penulis buku ini merupakan couple yg cukup hype di instagram karena value2 tentang relationship yg cukup sering mereka bagiin di laman Instagram mereka. Pertama kali tau mereka,ketika ga sengaja liat postingannya kak acha sinaga yg selfie sama kak chels lalu aku stalk deh ignya kak chels n kak tims dann sepertinya bakalan menarik to be their follower. Ok mari kita lanjut tentang buku ini, bagi beberapa diantara pengikut mereka yg cukup familiar dengan tulisan yg dibagikan kak chels diignya pasti bakalan berasa banget vibesnya selama baca buku ini. menurutku,buku ini adalah longer version of their insights on IG.
Di buku ini mereka berdua nge-highlight banget bahwa sebelum kita membangun sebuah hubungan, hal yang utama yg harus kita kenali dan pahami dengan baik ialah identitas diri kita , arah hidup kita – prioritas,dan tujuan dari hubungan tersebut. Pertama, ketika kita memahami dengan baik prioritas hidup kita maka kita bakalan tau kemana arah tujuan hidup kita. Tapi kalo kita ga punya prioritas hidup,maka hidup kita bakalan sangat dipengaruhi oleh pasangan kita yang tanpa disadari kadang juga bisa bawa kita ke arah yg ga benar. Kedua, mereka juga ngomongin soal perlunya menikmati masa single,ketika kita bisa menikmati masa single kita dan cukup utuh dengan diri kita sendiri maka ketika nanti kita menjalin sebuh hubungan,kita ga akan mencari bahkan menuntut sebuah kepuasan dari pasangan kita. Ketiga, Mereka juga membahas bahwa batasan2 dalam sebuah hubungan itu dibutuhkan agar kita dapat menentukan tujuan hubungan seperti apa yang diinginkan. Keempat, memahami love language pasanganmu ternyata penting. Karena mengetahui love language pasangan kita ternyata membantu kita untuk mengidentifikasi kebutuhan emosional pasangan kita. Last but not least, komunikasi adalah kunci. Tapi timing yang kita pilih untuk membicarakan suatu hal juga penting.
Dari dulu selalu suka quotes yang tulis kak Chelsea di instagram, sampai akhirnya akun @disayangbapa muncul dan makin suka sama semua kata-kata di sana yang bisa jadi perenungan 😆
Love Talk 1.0 ini nggak sengaja aku liat di etalase shopee live dan ga perlu mikir lama, langsung aku CO karena kebetulan aku lagi ada bookclub yang bahas buku tentang menikmati dan mempergunakan masa single dengan baik, Lady in Waiting dan aku mikirnya Love Talk 1.0 ini okay dibaca bareng Lady in Waiting dan jujur iya buku ini bisa dibarengi sama Lady in Waiting. Ibarat Lady in Waiting ini teori, Love Talk 1.0 ini prakteknya wkwkwk.
Dan sesuai judulnya single, dating, and everything in between, buku ini memang diperuntukkan untuk yang single, yang sedang pdkt, sampai yang udah dalam relationship karena gak cuma bahas masa lajang aja tapi juga bahas masa-masa dating yang we all know sometimes it's not easy karena bagaimanapun menyatukan 2 orang dengan latar belakang yang berbeda bukan perkara mudah dan buku ini mungkin bisa menjadi pegangan untuk kita.
Banyak banget hal-hal yang jadi perenungan aku setelah baca ini. Kayak pacaran itu ketika kita sudah siap bukan karena kita kesepian. Terus pentingnya untuk mengenali diri kita seperti nilai-nilai di hidup kita, kepribadian kita, sampai bahasa cinta kita sebelum kita dating. Terus apalagi ya, belajar berdamai dengan masa lalu lalu belajar untuk menghargai pasangan dan mengerti apa yang jadi kesukaan mereka dan apa yang gak mereka suka, masih banyak lagi hal-hal lain yang akan jadi bekal aku sebelum aku melangkah ke step dating.
Overall, it's a great book. Bahasanya mudah dimengerti, aku pas bacanya ini berasa diajak sharing sama temen komsel (komunitas sel). Iya, rasanya kayak lagi diajak ngomong sama temen. Gak kerasa lagi baca buku hehe. Terus apa yang ditulis di buku ini, bisa aku pahami karena penjelasan kak Tim dan kak Chelsea sederhana tapi ngena. Good book, semoga akan ada Love Talk 2.0 hehe 🙏🏻✨️
Dalam buku Love Talk 1.0, @chelseea15 dan @timpakpahan menceritakan secara terbuka bagaimana perjalanan mereka saat masih single, lalu dipertemukan Tuhan, bersiap untuk pacaran hingga akhirnya jadian, serta hal-hal lain di antaranya.
Buku ini gak mengumbar “keberhasilan” mereka jadi pasangan yang menginspirasi banyak orang karena cerita mereka begitu humble & ternyata juga terinspirasi dari banyak pasangan lainnya.
Dibanding membaca buku teori relationship, cerita Tim dan Chels lebih “nyangkut” di aku. Pengalaman pribadi mereka lebih “ngena”.
Yg mereka bagikan bukan manis-manisnya aja, pahit-pahitnya pun ada. Yang kusuka, mereka gak segan nunjukkin kekurangan mereka, sekaligus mengingatkan kita bahwa gak ada manusia yg sempurna.
Belajar memahami diri sendiri & partner (sesimpel tahu apa love language kita & gimana cara atasi konflik), tahu apa value kita, mau saling support, bisa jadi contoh baik untuk bikin hubungan lebih bernilai (& langgeng tentunya).
Aku gak akan lupa sama paragraf favorit di hlmn. 23.
Langsung deh keingetan sama buku More of You-nya @achasinaga & @andyamb. Bagi mereka, mengandalkan Tuhan dalam segala hal tuh wajib hukumnya.
Terlepas dari struktur dan kerapihan penulisan yang masih perlu di-improve, aku gak bisa nyembunyiin rasa syukurku ketika dipertemukan sama buku ini.
Seperti diberi penguatan, buku ini meyakinkanku bahwa aku dan mungkin kamu yang sedang baca review ini, akan dipertemukan Tuhan dengan orang-orang baik yang akan jadi partner kita. Ada amin? ❤
Dan Love Talk 1.0 bisa jadi sarana kita untuk mempersiapkan diri.
Kali ini kebagian informasi dari bookstagram tentang buku Love Talk 1.0: Single, Dating, and Everything in Between karya Tim Pakpahan dan Chelsea Tjandra. Sebuah buku yang menurutku sangat rekomendasi untuk dibaca bagi yang masih single maupun yang sudah dating dan buku ini termasuk kategori self improvement.
Buku ini tidak langsung membahas tentang hubungan yang sehat, melainkan pembahasan yang disampaikan itu dilakukan secara berurutan seperti berikut: - Mengenal diri sendiri terlebih dahulu. - Mengenal satu sama lain. - Manfaat batasan dalam hubungan. - Cara tetap mencintai. - Cara menghadapi kondlik dalam hubungan. - Cara kompromi dalam hubungan.
Buku ini tipis karena hanya terdiri dari 102 halaman. Selain itu, bagus buat menambah wawasan bagi yang mau memulai sebuah hubungan maupun yang sudah dalam status dating. Tak ada salahnya membaca buku ini karena di sini kita dapat mendalami bagaimana cara menjalin hubungan yang sehat. Buku ini tidak membosankan selama baca dari awal hingga akhir. Beberapa kata-kata dalam buku ini pun mampu menarik perhatian pembaca untuk direnungkan.
To Him who deserves all the glory, who is an expert in using imperfections to create something good. To those who are broken-hearted, to those who have been waiting, to those who feel lonely.
This book was really good. Quotes that i like: Lebih baik menunggu lebih lama daripada buru-buru dan berkomitmen dengan orang yang salah. Masa laluku nggak mendefiniskan siapa aku sekarang, atau masa depanku. Keterbukaan adalah awal dari keintiman. Saat kita bisa terbuka dengan pasangan kita, hubungan kita akan semakin dekat. Batasan-batasan dalam hubungan akan membantu kita menentukan hubungan seperti apa yang mau kita bangun. Kita harus belajar untuk mengekspresikan kasih sayang dengan cara yang sesuai, sehingga dia merasa dikasihi.
The difference between happy couples and unhappy couples is not that happy couple don’t make mistakes. We all do. How couples repair is what separates the relationship Masters from the Disasters.
Kita tahu apakah seseorang benar-benar mengasihi kita dengan seberapa rela mereka jadi enggak nyaman untuk kebaikan kita, tapi tetap happy melakukannya.
Buku ini masuk book-recommended list aku. Cocok untuk orang yang ingin belajar tentang relationship dua arah, yaitu apa yang dirasakan oleh pihak laki-laki dan yang perempuan saat relationship. Selain itu, ini cocok buat orang yang ingin mengevaluasi hubungan dengan pasangannya saat ini. Bahasanya ringan dan mudah dipahami.
Kekurangannya: spellingnya mungkin ga baku. Tapi yang mengganggu adalah penulisan huruf kecil besar dan tulisan digabung, strip, dan penulisan miring beberapa salah. Yang paling mengganggu penulisan di- yang digabung untuk keterangan tempat dan dipisah untuk kata kerja. Kan itu kebalik ya. Semoga jadi masukan.
Bukunya tipis dan lumayan memberikan insight tentang bagaimana membangun sebuah hubungan. Bukunya ditulis oleh dua orang, tapi kurang clear ini POV siapa. Harusnya bisa diperjelas di awal, misal ini POV Tim atau Chels. Setelah jalan beberapa paragraf, baru tahu “ohh POV Chels”. Jadi suka salah tangkap. But, nggak menyesal juga menyelesaikan buku ini. Tipis dan seperti rangkuman, juga praktis.
Kisah hubungan mereka bikin aku banyak belajar tentang cinta. Berdasarkan pengalaman pribadi yang relate dengan kehidupan cinta pada umumnya. Meskipun berbeda tiap karakter individu dan sebuah hubungan yang dijalankan tapi ada beberapa pelajaran yang bagus dari mereka yang aku petik. Recomend buat yang mau baca 🫶🏻.
Ini bukunya daging bgt! Sepanjang membaca buku ini, tbh aku amaze. Aku berasa dapet peneguhan. Thanks bgt Ci Chels and bang Tim udah nulis buku ini, udah jadi berkat buat banyak orang. Ditunggu yaa Love Talk 2.0 nyaa 😍