Pertama, saya mengenal Adorno dari buku ini. Buku ini menjabarkan bagaimana Adorno memisahkan antara filsafat musik dan filsafat seni dan beberapa korelasi antara tokoh seperti Hegel, Kant, Feurbach, dan Marx. Disisi lain, Mba Karina menjabarkan fokus penelitian Adorno pada karya musik Arnold Schoenberg, serta karya Igor Stravinsky.
Diantara karya musik Schoenberg dan Stravinsky, ada perbedaan yang mencolok yang mana hasilnya dinterpretasikan Adorno lewat bunyi dan visual. Menarik !
Ada diferensiasi antara musik akademisi dan tidak. Perbedaan inilah yang menjadi kualitasnya, khususnya karya musik yang dihasilkan oleh para musisi. Ditengah budaya industri yang mengitimasi dan secara tidak langsung memaksa konformitas atas masyarakat oleh hasil karya para musisi. Oleh karenanya, budaya industri dengan konsumerisme dalam kapitalisme yang pesar dapat mengancam kesadaran asli individu maupun kelas.
Peristiwa dalam sejarah juga mempengaruhi karya musik yang berbeda di setiap periode. Karya musik pada setiap periode ini biasanya menggambarkan kehidupan sosial masyarakat yang berlaku kala itu. Disisi lain, selain mengekspresikan perkembangan sosial, musik juga menghadirkan ideologinya. Dengan begitu, bila musik menghadirkn sebuah ideologi, musik dapat didekonstruksi, serta dipahami untuk sebuah pernyataan yang melingkupi dari kompleksitas dari suatu objeknya.
Ada dua istilah yang menarik, Avant-Gardeness dan Avant-Gardenism. Avant-Gardeness berfokus pada suatu peranan penting yang membuat sebuah gerakan eksperimental dan kontroversial yang melawan batasan, sementara Avant-Gardenism berfokus pada perkembangan dari karya yang dianggap biasa saja dan membuat sesuatu yang kelihatannya mustahil, dengan kata lain, avant-gardenism mencoba membuat sebuah keterkejutan. Pada akhirnya, setiap karya akan menghasilkan kualitasnya pada relativisme estetis.
Di era modern ini, setiap seniman dimudahkan untuk membuat karya. Setiap praktiknya sudah berfokus pada produksi dan konsumsi untuk menghasillan kebebasan dan kenyamanan, yang sebenernya merenggut kebebasan dan kenyamana itu sendiri. Kapitalisme membuat sebuah produk budaya industri serta menghasilkan mentalitas yang stereotipe pada masyarakat, sehingga tidak ada individuasi yang benar-benar tergapai, dan menyajika pseudo individualisasi.
Akhir kata, mengutip dari buku "Musik yang dapat membuat manusia memahami dunia dan masyarakat dengan lebih baik adalahm musik yang hebat, yang mengisyaratkan kebaruan dengan mengupayakaan perubahan dari material musik itu sendiri, yang membuat tradisi musik sebelumnya secara historis tetali juga, menyajikan kebenaran terdalam dengan kritis dan aktif, yang menghancurkan kebiasaan mendengarkan secara mudah, dan yang mencerminkan kebebasan dengan nada-nadanya yang bebas".