Kisah ini dimulai di London bertahun-tahun yang akan datang. Adalah Charlie Ashanti, bocah lelaki berayahkan Aneba Ashanti, ilmuwan asal Ghana (Afrika) dan beribukan Magdalen Start, juga seorang ilmuwan, asli Inggris. Maka, Charlie berkulit kecoklatan hasil berpaduan ayah-ibunya.
Seperti anak lainnya, Charlie sekolah, bermain, dan senang bertualang. Ia memiliki keistimewaan yang tidak dipunyai oleh seorang anak – atau bahakan orang dewasa sekalipun – yakni, mampu berbahasa kucing.
Sejarahnya begini : ketika Charlie masih bayi, ayahnya membawanya melakukan penelitian ke hutan. Suatu hari, di tengah hutan mereka berjumpa seekor macan tutul betina dengan anaknya. Anak macan itu meraung-raung kesakitan lantaran gigitan seekor ular berbisa. Saat ayah Charlie berusaha menolong (Charlie ada di dekatnya), si anak macan yang malang itu malah mencakar Charlie keras-keras. Sejak itu, Charlie sekonyong-konyong dapat berbicara dengan kucing dan keluarga besarnya. Rada mirip dengan kisah Spiderman, ya?
Kemampuan istimewa itu kelak akan banyak membantu Charlie menemukan kembali ayah-ibunya yang diculik oleh sekelompok orang serakah. Mereka menuntut agar pasangan suami-istri ilmuwan itu berhenti melakukan penelitian obat penyembuh asma.
Diduga , otak penculikan itu adalah seorang pemilik pabrik obat yang merasa terancam bangkrut apabila kelak obat asma berhasil ditemukan. Obat asma yang selama ini beredar di pasaran hanya penyembuh yang bersifat sementara. Para penderita dibuat tergantung pada obat ini seumur hidup mereka. Lantaran itu, maka kedua Aneba terus berupaya menemukan obat asma yang benar-benar bisa menyembuhkan secara total.
Dalam upaya mencari ayah-ibunya, Charlie mengalami berbagai peristiwa menakjubkan. Dengan bantuan informasi dari para kucing sahabatnya, Charlie akhirnya mengetahui, bahwa ayah-ibunya dibawa ke Paris dengan kapal selam.
Charlie pun nekat menjadi penumpang gelap Circe, sebuah kapal laut besar dan megah yang mengangkut rombongan sirkus terkenal keliling Eropa. Di sana, bocah pemberani itu kemudian dipercaya mengurus enam ekor singa. Bersama keenam sahabat barunya ini, Charlie merencanakan sebuah aksi melarikan diri.
Lion Boy, sebuah dongeng kanak-kanak yang memikat. Unsur-unsur hiburan, petualangan, keberanian, kepahlawanan, persahabatan, dan fantasi sebagai unsur-unsur yang lazim terdapat dalam buku cerita kanak-kanak, terpenuhi dengan baik. Tokoh utama Charlie yang pemberani, baik hati, dan setia kawan merupakan teladan bagi kanak-kanak. Ia melawani kejahatan yang terwakili oleh tokoh Rafi Sadler, seorang remaja pria yang bekerja untuk para penculik orang tuanya. Kehadiran para kucing dan singa menggenapi keasyikan kisah petualangan Charlie.
Binatang, bagi kanak-kanak, memiliki daya tarik khusus. Ayu Utami pernah menulis di majalah mingguan Tempo, bahwa hal tersebut sangat disadari oleh para penulis cerita anak-anak di Barat sana. Perhatikan saja buku-buku cerita anak impor, hampir selalu menyertakan hewan peliharaan sebagai sahabat tokoh-tokohnya.
Sebut saja misalnya, serial Lima Sekawan dengan seekor anjing bernama Timmy; pada serial Tintin ada anjing kecil seputih salju bernama Snowy; di komik Asterix ada Idefix; dalam Anastasia Krupnik ada ikan maskoki bernama Frank; atau untuk menyebut contoh paling mutakhir, Harry Potter dengan burung hantu-burung hantu. Bahkan ditampilkan khusus tokoh Hagrid si penyayang segala macam binatang.
Pada Lion Boy, kucing-kucing dan enam ekor singa yang terlibat, memang bukan hewan peliharaan Charlie. Tetapi mereka bersahabat dan saling menolong.
Zizou Corder, nama yang tercantum sebagai penulis buku ini, merupakan nama dua orang. Mereka adalah ibu, Louisa Young dan putrinya, Isabel Adomakoh Young. Nama Zizou diambil dari nama kadal peliharaan Isabel yang juga adalah nama panggilan Zadine Zidane, pesepakbola asal Prancis. Agaknya, Isabel fans berat Zidane.
Petualangan Dimulai adalah buku pertama dari trilogi Lion Boy. Bagian kedua diberi judul The Chase. Sedangkan yang terakhir adalah The Truth.