Kraton Pajang menduduki posisi yang amat penting dalam pentas sejarah nasional. Dinasti besar kerajaan Jawa yaitu Majapahit, Demak, Mataram. Ketiganya bertemu di antara silsilah Kraton Pajang. Pada diri Sultan Hadiwijaya yang menjadi raja Pajang mengalir darah Majapahit dan Demak. Sebelum menjadi raja, dia bernama Joko Tingkir atau Mas Karebet yang suka melakukan lara rapa tapa brata, meditasi dan refleksi untuk mempertajam kwalitas diri. Dari segi spiritual Joko Tingkir telah memperoleh kepribadian yang unggul.
Sesungguhnya pada dewasa ini banyak keturunan Joko Tingkir yang bertebaran di negeri ini sebagai pemimpin. Mereka tampil dalam berbagai bidang, baik legislatif, yudikatif maupun eksekutif. Sebagian menekuni dunia pendidikan dan keagamaan. Pesantren di tanah jawa, bila dirunut genealoginya, ternyata masih ada hubungan dengan trah Pajang. Dengan demikian Kraton Pajang memang mewariskan bakat ulama dan umara, yang menebarkan pesona ketentraman.