🛵 Ini Aheng Bukan Dilan || Niswa Hasana || Penerbit Loveable || 284 Hlm || Terbit Digital, 2023 🛵
⚠️ Trigger Warning : Percobaan Pembunuhan, Keserakahan Harta Kekayaan, Perselingkuhan, Perlakuan Tidak Adil ⚠️
"Hahahihi di publik belum tentu dia bahagia. Orang yang paling lebar senyumnya, justru bisa jadi dia adalah orang yang paling rapat menyimpan lukanya." — Hendri (Hal. 169).
Q : Di dalam lingkup pertemanan kalian ada nggak sih yang jadi mood booster? Yang tingkahnya kadang bikin kita ketawa dan kadang bikin kesel?
Kayaknya dilingkup pertemananku nggak ada teman yang modelan begini, tingkahnya masih aman-aman aja meski kadang suka bikin ketawa. tingkah lakunya tuh nggak kayak Aheng di novel ini.
Awal aku tau novel ini karena salah satu eonniku yang ngasih tau ada AU yang sudah terbit dan castnya itu idolaku. Jujur pas baca novel ini aku beneran seperti melihat si cast novel ini di otakku, padahal sebelum-sebelumnya aku jarang begini meski penulis menggunakan idola sebagai cast. Namun, tentunya aku menemukan banyak ketidaksamaan antara idola yang dijadikan cast dan tokoh dalam novel ini. Dan aku suka yang seperti ini, karena tokoh-tokoh dalam novel ini meski ada cast tetap punya karakter yang kuat, tetap dibuat berbeda dan punya kelebihan serta kekurangan masing-masing.
Baca novel ini tuh bikin aku nggak berhenti ketawa, kesal, marah dan baper karena tingkah para tokohnya. Aku suka banget sama perkembangan setiap tokoh dalam novel ini. Konfliknya nggak hanya fokus dengan masalah perkualiahan, tapi juga permasalahan keluarga, percintaan dan pertemanan. Menurutku nggak semua konflik dalam novel ini related dengan kehidupan sehari-hari kita. Konflik-konfliknya juga nggak bisa dibilang ringan.
Aku suka cara penulis menghadirkan satu-persatu konflik dalam novel ini karena sukses banget mempermainkan emosiku sebagai pembaca. Begitu juga dengan penyelesaian masalahnya, tidak terkesan terburu-buru, realistis dan membuat pembaca lega.
Tokoh yang paling kusuka jelas Aheng, bukan karena castnya adalah idolaku bukan, tapi dia ini beneran mood booster banget, dia tuh tokoh yang kuat banget meski punya segudang masalah berat. Sikapnya yang terlalu santai membuatku kadang gemas, bisa-bisanya dia begitu santai ketika lagi dapat cobaan. Dia juga tipe boyfriendable, nggak pernah pacaran, tapi sekali suka langsung setia. Mana dia tulus dan ngetreat like queen pacarnya dengan cara dia sendiri. Banyak banget faktor yang bikin aku suka sama Aheng. Aku juga banyak belajar dari dia.
Nggak cuma Aheng aja, aku juga suka sama Caca. Meski anak orang kaya, tapi dia nggak pernah semena-mena memerlakukan orang lain.
Tokoh yang paling kubenci jelas Keluarga Wijaya. Keluarga yang nggak punya hati nurani. Suka banget pas mereka dan karma yang sesuai dengan perbuatan mereka.
Aku suka banget interaksi Aheng dan Caca, suka interaksi Aheng dan Jonathan yang mirip interaksi sibling, suka interaksi Aheng dengan 3 sahabatnya Leon, Arjun dan Marko, suka interaksi Aheng dengan keluarga Leon yang udah kayak keluarga kandung, nggak lupa aku juga suka interaksi Aheng dan Haris.
Interaksi Aheng dengan Leon, Arjun dan Marko ini bener-bener bikin aku ketrigger, padahal nggak ada scene mereka yang aneh-aneh. Persahabatan mereka ini seru banget.
Interaksi Aheng dengan Haris awalnya bikin emosi karena tingkah Haris yang seenaknya, tapi setelah tau masalah yang dihadapi Haris sama dengan masalah yang diharapi Aheng interaksi mereka jadi terkesan lucu dan bikin iri dengan kepedulian satu sama lain.
Mengikuti kisah Aheng dan kawan-kawan tidak membutuhkan waktu banyak untukku menyelesaikan baca novel ini. Narasinya yang enak, penggunaan font dan spasi yang tepat membuat novel ini asyik untuk dibaca. Aku suka layout di awal setiap bab dalam novel ini karena mewakili isi novelnya. Dalam novel ini juga aku beberapa kali menemukan kata atau kalimat yang sering viral di tiktok di tahun-tahun corona melanda Indonesia.
Dari novel Ini Aheng Bukan Dilan aku semakin paham kalau terlahir di keluarga kaya itu nggak selamanya enak, paham kalau orang yang sering bikin ketawa dan banyak ketawa tuh nyimpan masalah berat, aku juga belajar untuk nggak balas dendam, belajar untuk nggak serakah, belajar untuk nggak menyimpan masalah sendiri, belajar untuk nggak semena-mena, belajar tanggung jawab dan masih banyak lagi lainnya yang bisa kuterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Aku rekomendasikan novel ini untuk kalian yang suka baca novel adaptasi AU, buat kalian yang suka bacaan dengan tema perkuliahan, suka baca novel romance yang nggak cringe.