Sandale (15) lebt in Bukarest auf der Straße. Tagsüber geht sie am Bahnhof betteln, nachts schläft sie in der Kanalisation. Nur in der Sozialstation St. Lazarus findet sie hin und wieder für ein paar Tage Zuflucht - vor dem Hunger, der Gewalt, den Drogen und der Prostitution. Als sie am Bahnhof einem deutschen Jungen den Rucksack klaut, denkt sie sich nichts dabei, schließlich muss sie klauen, um zu überleben. Woher sollte sie auch wissen, dass sie Martin ausgerechnet im St. Lazarus wiedersehen würde ...
Baca novel ini karena direncanakan untuk dibedah bareng Goethe. Ditulis oleh penulis Jerman namun bersetting di Bucharest, Romania. Buku ini bercerita tentang kehidupan tokoh utama, Sandale, anak jalanan tanpa keluarga yang kadang pulang ke panti asuhan. Sandale terjerat dalam sebuah toxic relationship hingga hidupnya berubah sejak seorang anak dokter dari Jerman menghabiskan waktunya untuk volunteering di panti asuhannya.
Secara umum ceritanya oke dan dapat memunculkan dilema-dilema dalam penderitaan hidup sebagai anak jalanan. Namun edisi Bahasa Indonesia yang diterjemahkan oleh Pustaka Obor ini rasanya memang agak canggung, walau bagi saya tidak sebegitu mengganggu.
Lupakan dulu latar dan settingnya. Cerita ini menyodorkan kenyataan yang terjadi di berbagai belahan dunia, terutama di negara-negara yang tidak memiliki penanganan serius terhadap permasalahan anak jalanan.
To all the Grade 8s who have to read this, RIP. Hope you enjoy reading this boring and extremely dull book. The translation is bad. The characters are bad. The writing is bad. Good luck.
Emm..gimana yah. Ini juga sih alesannya gak begitu suka ngeripiu, suka gak enak hati kalo buku yang dibaca ga sreg di hati (halah).
Inti ceritanya tentang kehidupan anak-anak jalanan di Bukares. Titik. Itu yang aku inget. Selebihnya, enggak konsen lagi bacanya karena terganggu sama hasil terjemahannya. Emm, aku memang buka seorang editor, tapi kupikir susunan kalimatnya kebanyakan mubazir. Banyak pengulangan2 yang sebenarnya bisa lebih diringkas.
Judul sama cerita (terjemahannya) aku rasa juga kurang nyambung. Gak tau karena hasil terjemahannya ato emang dari cerita aslinya kek gitu. Yah, pokonya gitulah. Penerbitnya Obor, sangat disayangkan.