Sapi dan hantu adalah dua elemen utama dalam manuskrip ini yang digunakan si penyair untuk menanggapi tema-tema mitologis, ekonomi, politik, antropologis, religiositas, dan sejarah, terutama untuk menggambarkan kehidupan masyarakat petani tradisional Jawa pada umumnya. Melalui “Sapi”, penyair membicarakan mistik kejawen (dalam arti: pandangan hidup yang berlangsung dalam waktu lama dan diwariskan turun-temurun), usaha mendekatkan diri kepada Tuhan, yang kadang disalahpahami sebagai sesuatu yang gelap (klenik, gugon tuhon). Sedangkan, melalui “Hantu”, penyair membicarakan tentang konsep Jawa sedulur papat lima pancer atau 5 dasar falsafah (kelahiran) manusia.
Pertanggungjawaban Dewan Juri Sayembara Manuskrip Puisi DKJ 2021
Not a fan of this theme, actually, ffs it’s just (another kind of) the same old naskah-jebolan-dkj but I could feel the effort tho. I kinda liked the story(?) in some poems, but it didn’t blow my mind the way Ibu Mendulang Anak Berlari did years ago to me. As the third winner, Ibu Mendulang Anak Berlari has got an amazing idea, and the presentation was uniquely good. Sapi & Hantu, in this case, was a bit far from unique, it’s just some examples of what/how people feel about the tradition & situation. If u adored all the winners in previous sayembara puisi dkj, several years ago, u know exactly what I’m talking about here, those three winners have been giving us uniqueness all over the place, that’s what made them memorable, effortlessly. Lowkey, I didn’t have any favorite poems in this book, (help???) all just, u know, three stars.