Jump to ratings and reviews
Rate this book

BRAIN SCULPTOR: Seni Membentuk dan Melatih Otak Anak

Rate this book
Proses dan tanggung jawab membesarkan dan mendidik anak sangatlah penting, tetapi tidak mudah. Tugas parenting kini tidak hanya memperhatikan gizi dan kesehatan anak saja, tetapi yang tak kalah penting adalah memperhatikan perkembangan otak dan kemampuannya.

Setiap anak begitu berbeda dengan potensi yang tak terbatas. Tuhan menganugerahkan otak yang sangat luar biasa kepada manusia untuk mengatur kelangsungan hidupnya. Tapi, tahukah Anda bahwa ternyata kemampuan otak bisa diubah?

Buku ini ditulis untuk membagikan ilmu otak dalam porsi yang pas untuk para Mom yang sibuk, terutama yang memiliki anak-anak yang mengalami kendala dalam proses belajarnya.

Beberapa kendala dalam proses belajar anak seperti susah fokus, tergesa-gesa dan tidak sabaran, sering lupa, susah mengontrol emosi, lambat, bisa membaca tapi susah paham, malas berpikir, mudah menyerah akan dijelaskan dari aspek kognitif, dan diberikan beberapa alternatif strategi yang bisa dipilih sebagai prioritas untuk dijalankan.

“Tea for Moms” khusus ditulis bagi Mom agar bisa dibaca di kala santai pada pagi, siang, sore, atau malam sebelum tidur, sambil menikmati secangkir teh yang menghangatkan hati. Dilengkapi dengan komik dan ilustrasi, semoga perjalanan membentuk dan melatih otak anak akan terasa ringan dan menyenangkan.

234 pages, Paperback

Published August 1, 2022

1 person is currently reading
2 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (37%)
4 stars
3 (37%)
3 stars
2 (25%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for Ira Booklover.
693 reviews47 followers
December 27, 2022
Langsung jatuh cinta sama buku ini begitu melihat covernya yang cantik dan judulnya yang menarik jiwa emak-emak saya.

Suka sekali dengan keoptimisan yang ditawarkan oleh buku ini. Di kehidupan nyata, saya sering mendengar orang tua yang pasrah begitu saja menerima kekurangan anaknya jika anak tersebut punya kendala dalam proses belajar. Saya sering dengar juga banyak orang tua yang bilang nanti kalau sudah dewasa anaknya akan mengerti atau akan bisa mengatasinya.

Kendala-kendala tersebut yang dibahas di dalam buku ini adalah tergesa-gesa, tidak sabaran; sering lupa; susah mengontrol emosi; bisa baca tapi susah paham; malas berpikir; dan mudah menyerah.

Nah, buku ini memberikan keoptimisan bahwa kendala-kendala tersebut bisa diatasi sejak dini. Bahwa kita sebagai orang tua sebaiknya tidak menunggu kendala tersebut terlanjur tumbuh subur dan harus terus berusaha “memahat” otak anak agar bagian tertentu dari otak yang bertanggung jawab untuk mengatasi kendala tersebut semakin aktif dan menebal.

Buku ini memberikan strategi-strategi yang bisa dipilih orang tua sesuai dengan kendala apa yang dialami oleh anak. Strateginya masih kelewat umum sih kalau menurut orang awam macam saya, tapi masih cukup jelas untuk bisa dilaksanakan.

At last, setelah membaca buku ini, saya jadi semangat sekali untuk mempraktikkan salah satu strategi yang ada. Doain semoga tetap semangat yak, ehehe, coz buku ini sudah memperingatkan juga bahwa perjuangan untuk mengatasi kendala tersebut tidaklah mudah. Hasilnya tidak instan dan butuh proses. Untunglah buku ini juga mengajarkan tak apa sedikit=sedikit asal terus konsisten sehingga lama-lama bisa jadi bukit.

Kutipan favorit:
Apakah membaca berhenti sampai pada proses bisa mengeja kata dan membaca nyaring beberapa kalimat? Ataukah membaca itu adalah proses memahami dan memikirkan makna dari sebuah tulisan? —-halaman 143

Mari tidak hanya terpaku pada tujuan membaca untuk kebutuhan sekolah. Membaca merupakan bekal anak untuk berkembang dan belajar sepanjang hidupnya. —halaman 153

Meminta anak untuk berjuang terus tanpa perencanaan dan strategi yang tepat sama saja dengan hanya berangan-angan.
“A goal without a plan is just a wish.”
-Antoine De Saint-Exupery
—halaman 205
Profile Image for Truly.
2,796 reviews13 followers
October 10, 2022
Daya konsentrasi (attention skill) adalah kemampuan otak untuk memusatkan perhatian pada satu kegiatan atau sumber stimulus selama rentang waktu tertentu.
-BRAIN SCULPTOR: Seni Membentuk dan Melatih Otak Anak, hal 19-

Menjadi orang tua, terutama ibu merupakan sebuah proses jangka panjang tak kesudahan. Sayangnya, tak ada sebuah buku pedoman atau petunjuk yang pas untuk menjadi orang tua. Memang, kita bisa menemukan berbagai buku terkait bagaimana mendidik anak dengan mudah. Tapi, manakah buku yang paling sesuai?

Sebuah buku yang berisi, katakan saja perihal tips untuk mendampingi anak belajar secara optimal, mungkin sesuai dengan seorang anak, tapi tidak bisa diterapkan pada anak yang lain. Kadang, bahkan bisa diterapkan pada kakak namun tidak pada sang adik. Kenapa? Karena pada dasarnya setiap anak adalah unik.

Lalu apakah membaca buku ini juga merupakan sebuah kesia-siaan semata? Tentu tidak! Buku ini mengajak para ibu-disapa Moms (atau Mom), untuk mengembangkan kemampuan otak anak. Hasilnya tentu tidak akan sama setiap anak, dalam hal ini tergantung bagaimana komitmen orang tua. Tanpa komitmen yang kuat, hasilnya tentu tidak akan optimal.

Terbagi dalam 10 bab, mulai dari Si Pemahat Otak: Otak yang Luasr Biasa; Susah Mengontrol Emosi (Emotional control); Bisa Baca Tapi Susah Paham (Reading comprehension); hingga Proyek Mahakarya. Dan tentunya ada bagian Pengantar, yang sangat saya sarankan untuk dibaca dipahami sebelum melangkah pada bab-bab selanjutnya, dan Daftar Pustaka yang bisa Moms jadikan referensi.

https://trulyrudiono.blogspot.com/202...
Displaying 1 - 2 of 2 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.