Jump to ratings and reviews
Rate this book

The Dating Game

Rate this book
Kemal Arsjad
Attraction is important. But chemistry is more important. Ketika menemukan keduanya, I consider myself lucky.

Tetapi itu lima tahun lalu, saat gue bertemu Emma pertama kalinya. Saat ini, tatapan Emma seperti membunuh gue dengan seribu pisau tak terlihat, membuat gue merasa… jauh dari kata beruntung.



Emma Sjarief
From the scale one to hot, Kemal Arsjad is scorching. Membara. Dia seperti book boyfriend yang hanya eksis di novel. Seperti para hero di romancelandia.

Tetapi itu lima tahun lalu. Sampai dia mengatakan sesuatu yang membuat harga diriku tergores, membuatku bersumpah, no matter how good he looks, nggak ada yang bisa membuatku memaafkannya.

Kemudian dia muncul kembali dengan senyumnya yang charming, ekspresinya yang playful, dan hot summer body yang membuat musim panas di Eropa Selatan terasa semakin gerah.

Mengingat kali ini interaksi kami nggak bisa dihindari, sepertinya aku harus minta maaf pada logika, karena… hati nggak mau mendengar.

So, ladies and gentlemen, please welcome… my another heartbreak show.

368 pages, Paperback

Published October 20, 2022

70 people are currently reading
825 people want to read

About the author

Nina Ardianti

10 books400 followers
I love reading and writing feel-good romance stories.



Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
264 (33%)
4 stars
365 (45%)
3 stars
142 (17%)
2 stars
24 (3%)
1 star
4 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 229 reviews
Profile Image for Liliyana Halim.
311 reviews242 followers
February 11, 2023
Selesaiiiii! Sejujurnya aku masih lebih suka cerita Restart dan Sunset Holiday 🤭. Aku memang suka selera jadul 🙈. Aku kurang cocok dengan cara bercerita di novel ini cara berceritanya itu kekinian tapi ada yang mengganggu buatku pribadi. Emosinya dapat sih lucu, manis, hangat kayak teh aja 🤭 tapi yaitu tadi ada yang kurang sreg gitu. Aku suka chapternya yang banyak 😍. Tapi aku kurang suka sama Emma kayak kurang dewasa menurutku. Dan ini jadi catatan buatku pribadi, “Selama itu dia hanya bisa membayangkan bagaimana rasanya jika kami pacaran, dan selama itu pula dia membangun imajinasi tentang versi ideal diri gue. Namun ketika harapannya menjadi kenyataan, dia menemukan bahwa gue ternyata jauh sekali dari imaji sempurna yang ada di kepalanya, membuat dia kecewa. I wasn’t as perfect as expected.” (Hal 156). Mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan 🙏🏼☺️.
Profile Image for Taurus Reader (bigpileofbooks).
315 reviews299 followers
did-not-finish
November 14, 2023
DNF @page 136

To (a lot of) people who love this book, sorry but I couldn't even finished it after trying for almost 3 months. Even if I finished it, I think I would give this book 1-1.5 stars.

It was so boring and I didn't care about any of the character and the plot after 2 chapters. Also, the writing style made me feel dizzy, why did the author have to mix english and indonesia in almost every dialogue and paragraph?! I cringed the whole time.

And again, another book that I think would be better if it only use single POV.

Overall, I just didn't get the hype, but deep in my heart, I wish I was.
Profile Image for Utha.
825 reviews402 followers
October 21, 2022
Pernah tertarik sama novel karena nama penulisnya? Nah, novel ini salah satunya. Mau kayak gimana kovernya, ya aku pasti bakal baca. He he.

Terakhir kali tuh kayaknya Sunset Holiday yang kubaca dari Nina Ardianti. Meski novel itu nggak memenuhi ekspektasiku kayak Restart, novel ini nggak demikian. Page turner, asyik, menyenangkan, bikin halu dalam kadar yang tepat, dan tiba-tiba bisa selesai dibaca.

Kisah tentang Emma & Kemal. Kisah di lima tahun terakhir yang bikin Emma sakit hati, lalu ketemuan di negara Eropa Selatan sana. Senang banget percakapan-percakapan witty (khususnya Emma) yang ada di novel ini. Bahkan ya, kadar "panas"-nya juga pas banget. Nggak kayak novel yang dipaksa "Metropop" tapi terkesan cinta monyet, ehe ehe.

Terus karakter yang ada di novel ini tuh asyik-asyik banget; kayak Alme, Ian, Adista, Oliver... wah, kayaknya bisa muncul di cerita lain.

Saltik pasti ada, tapi nggak ganggu karena asyik baca ceritanya. Awalnya ganggu sih soalnya selalu pakai template "walaupun/meskipun - tapi". Tapi lama-lama ya udah baca aja karena asyik gitu.



Catatan kecil: Lumayanlah, hasil nge-proof blurb dadakanku saat ketemu Odi di GI sebelum novel ini dicetak ternyata dipakai--berasa kasih andil di novel ini meski cuma seupil hihi. xD

3,5 dibulatkan ke atas buat Arsjad, Sjarief, dan future Jedi.
Profile Image for Shafira Indika.
303 reviews237 followers
December 31, 2022
4.5/5

This book is not perfect (hence the 4.5/5 rating) but perfect to ends my 2022—with its sweetness & cheesy-ness.

Buku ini full romance, jadi bersiaplah dengan pick up line cheesy ala Kemal dan perlakuannya yang bikin senyum-senyum. Konfliknya juga terhitung ringan sih dan ga gimana2 juga. Tapi menurutku ga ngebosenin. Bukunya page turner juga makanya bisa kelar cepet heheh. Yaah ala2 metropop lah yaa...

Secara garis besar, "The Dating Game" bercerita tentang ups and downs hubungan Kemal & Emma. Dari pertama ketemu di nikahan temennya, menjauh, hingga ketemu lagi dan Emma—yang masih agak ragu akibat peristiwa beberapa tahun silam yang bikin mereka menjauh—akhirnya memberikan kesempatan kedua buat hubungan mereka ini. Gak ada plot twist, gak ada hal yang mengagetkan. Di buku ini kita hanya akan ngeliat gimana Emma & Kemal deal with their past hingga akhirnya sama-sama siap lagi buat meneruskan apa yang mereka punya.

In short, kalo kalian tipe yang suka dengan trope second-chance romance dan tipe yang menyenangi buku dimana ada character development pada tokoh-tokohnya, try this!

Minusnya dimana? JUJUR aku gatau karena aku menikmati banget pas baca buku ini (terlebih abis baca notes on an execution yang surem burem). 4.5 tu lebih karena... 5/5 menurutku terlalu perfect tapi 4/5 is such an understatement.
Profile Image for Dinur A..
260 reviews97 followers
October 29, 2025
Gue nggak nyangka efeknya akan se-lucu dan se-nostalgic ini baca Nina Ardianti lagi setelah sekian lama. Gue pertama kali kenal beliau itu lewat Restart yg gue baca pas baru lulus SMP (WKWK), lalu ngikutin karya-karya lainnya sampai tibalah di Sunset Holiday yang gue baca pas SMA. To some extent, I grew up with her (books).

Yang gue sadari setelah menutup The Dating Game, bahwa karya Nina Ardianti nggak pernah berubah, tapi gue-lah yang berubah. Dulu baca cerita-cerita beliau itu efeknya halu banget buat gue yang sama sekali belum ngerti dunia tokoh-tokohnya. Sekarang setelah merasakan sendiri jadi pegawai yang mainnya kadang nggak jauh dari tempat-tempat tokoh beliau main, dan sedikit-banyak udah ngerti apa aja yang dibicarain tokoh-tokohnya (soal kerjaan), efek halunya udah hilang sama sekali dan hanya menyisakan radar gue sebagai pembaca biasa.

Yeah, buat gue nggak ada yang berubah dari tulisan Nina Ardianti, dan gue rasa pembaca beliau yang udah ngikutin dari zaman jahiliyah (seperti gue) memang mencari aspek-aspek ini dari karyanya; asal disodorin tokoh ganteng, seksi, pinter ngomong, dan kerja di SCBD, kita hepi.

Namun karena gue udah nggak sehalu dulu lagi, sekarang gue udah agak pelit dalam memberi bintang. Sayangnya, tipe romance antara Kemal dan Emma ini bukan jenis yang gue suka untuk ukuran percintaan dewasa. Mereka masih kayak ABG; meletup-letup, insecure, demanding, dan alasan naksirnya sesimpel karena badan lawan jenisnya bagus dan suka Star Wars.

Karakterisasi Emma dan Kemal juga lumayan kontradiktif sama apa yang diklaim. Kemal katanya cerdas, tapi pitching ke calon client aja nggak bisa profesional. Emma katanya mandiri, tapi kerjaannya ngeluh terus dan selalu butuh orang-orang di sekelilingnya buat nenangin dia tiap lagi kebakaran jenggot. Hubungan mereka pun egoistis, dan walaupun dinarasikan bahwa baik Kemal maupun Emma udah melalui fase introspeksi diri, menurut gue Kemal tetap mendapatkan apa yang dia mau dengan mudah dan Emma, well, tiap Kemal napas doang dia langsung hilang akal.

Tapi, yah, gue tetap menikmati cerita ini karena toh ujung-ujungnya tamat juga tanpa terasa. Kayaknya secara nggak sadar gue juga butuh bacaan kayak gini lagi untuk sedikit kabur dari realita pegawai yang lebih banyak pusingnya daripada kerennya.

Tiga bintang bulet. Sudah-tidak-halu bukan berarti gue nggak akan nunggu karya Nina Ardianti selanjutnya.
Profile Image for Autmn Reader.
890 reviews93 followers
December 23, 2022
Seruuu, wkwkwk.

Super duper page turning. Tulisan Mbak Nina ini bkin nostalgia sama metropop2 zaman dulu yang isinya itu ringan, nggak over the top, dan page turning. Terlepas dari tokohnya yg super duper too good to be trues, tapi pembawaanya asyik jdi aku rada nggak peduli, wkwkwk.

Aku suka banget sama banter-nya Kemal-Emma. Selalu kocak dan gemesin. Aku juga suka build up hubungan mreka. Ini tuh semacam insta-love di 13 chapter pertama pas lagi di masa lalu. Tapi pas mereka ketemu lagi setelah 5 tahun, hubungannya dibangun dengan pas.

Karakternya harus kuakui bland, sih, wkkw. Kemal emang TGTB dan Emma juga stagnan karakternya. Mereka tuh gtu2 aja sebenernya jadi aku ngerti sih kenapa kalau ad yg bilang buku ini draggy. Soalnya nothing change sebenernya. Aku juga sbnernya kaget sih karena suka sma ceritanya. Itu karena aku suka narasi dan percakapan mereka, wkwk.

Ada beberapa hal yang berpotensial buat bikin bkunya lebih kaya. Mislnya Devina atau bahkan Ilham yang kayak dikasih clue bkalan ada sesuatu ternyta enggak ada apa. Konfliknya juga sebenernya kurang banget. Kayak nggak ada konfliknya malah. Karakternya juga nggak bgtu berlayer. Seperti yg kubilang sebelumnya, bland.

Tapi terlepas dari itu semua aku teteo suka banget karena bukunya emang kek buku buat asyik2an aja. No conflict, no characters development. 😂

Dan jdi kepo sama restart. 😂
Profile Image for Tia Ayu Sulistyana (tiareadsbooks).
266 reviews73 followers
March 8, 2024
•read•
4.5/5⭐️


Buku ini bercerita tentang Emma Sjarief yang patah hati karena perkataan Kemal Arsjad 5 tahun lalu.💔 Sejak saat itu, keduanya tak pernah lagi bertemu, hingga dipertemukan kembali di Lisbon, Portugal.🇵🇹 Nyatanya, rasa di antara keduanya tak pernah sepenuhnya hilang.🥹

If you enjoy pure romance comedy with a second chance, slow burn, and office romance tropes, The Dating Game is for you! Gosh, I freaking love this book!❤️‍🔥

Mungkin aku bias, tapi gak ada satu hal pun yang bikin aku gak suka sama buku ini. Menurutku, semua aspeknya terasa pas, bahkan mendekati sempurna!💯🙌🏼

Penasaran kenapa? Yuk, aku bahas satu-satu...

The Dating Game is my first book by Nina Ardianti, and she left an impression! Aku langsung jatuh hati dengan gaya penulisannya yang super ngalir, rapi, lugas, dan asyik. Dialog-nya renyah dan smooth. Apalagi bagian Emma-Kemal yang super witty! Bikin nagih dan page-turner banget!

Meski premis ceritanya bukan hal baru dan mungkin biasa aja, namun Kak Nina berhasil mengeksekusinya dengan tepat. Konflik yang disajikan gak begitu berat dan rumit, tapi gak bisa disepelekan juga. Sesuai label-nya sebagai #novelMetropop , konflik yang disajikan tuh khas metropop gitu. Segala masalah diselesaikan secara dewasa sesuai dengan usia tokoh-tokohnya. Poin plus-nya, gak ada drama gak penting yang bikin dragging~

Dari keseluruhan buku ini, aspek yang paling aku suka yaitu dua karakter utamanya, Emma dan Kemal. Emma is a gorgeous, fierce, and independent woman who knows what she wants and what she's worth; truly one of a kind! While Kemal is a scorching and extremely stunning kind of guy who is too dangerous for our hearts. Keduanya sama-sama cerdas dan memiliki pola pikir yang dewasa. Terbukti dari bagaimana mereka menyelesaikan konflik di antara keduanya. Tapi, Emma dan Kemal gak sempurna kok. Tetap ada cela di dalam diri mereka, yang membuat karakter keduanya begitu hidup.

Klo kata Alme, chemistry mereka sangat electrifying!⚡️ Pancaran chemistry mereka begitu kentara, apalagi dalam setiap interaksi yang penuh dengan bickering dan bantering yang menghibur! Gemesin banget deh!

Oh, aku suka banget pengembangan karakter Emma dan Kemal yang nyata terlihat. Emma dengan 'trust issues' yang ia miliki, dan Kemal dengan 'his own unfinished business'. Keduanya berhasil mengobati luka masing-masing dalam perjalanan hubungan mereka yang penuh ups and down.

Selain kedua karakter utama, aku pun suka dengan karakter pendukungnya yang gak hanya tempelan dong! Dari mulai Ian, Oliver, Arian, Alme, Adista, Tante Tania, semuanya kelihatan asyik dan bener-bener ada untuk 'meramaikan' kisah Emma dan Kemal. Bahkan, mereka-mereka ini yang bantu 'menyadarkan' Emma dan Kemal. Let's be frank, tanpa Oliver dan Ian kasih saran ke Kemal untuk minta second chance, Kemal pasti masih akan berkubang dengan luka masa lalunya.

Oh iya, scene yang paling aku suka dan memorable tuh pas bagian klarifikasi dan negosiasi antara Emma dan Kemal! Asli ya, scene ini menunjukkan seberapa smart dan profesional-nya Emma dan Kemal. Debat mereka sangat-sangat menyenangkan dan bikin ngakak banget!🤣 Apalagi pas bagian Kemal ngomong, ❝Dengan saya, rasanya akan beda.❞ Damn, gimana gak skakmat tuh si Emma!🫠🤣

The level of sweetness and cheesiness of this story is perfect! Steamy scene-nya pun punya kadar yang pas dan gak berlebihan! Khas metropop banget deh! Oh iya, rating buku ini 17+ ya!

Serius ya, baca buku ini bikin halu dan gak bisa berhenti giggling + senyum-senyum sendiri sih! 😝 Buat yang mau baca, siap-siap aja buat ter-Kemal-Kemal sama Kemal Arsjad dengan kegantengan yang off the chart! Sayangnya karakter Kemal tuh way too good to be true! Mungkin ini poin minusnya, laki-laki dengan spesifikasi kayak Kemal hampir gak ada. Klo pun ada, bakalan susah dicari, apalagi digapai~

In short, I highly recommend this book! Terutama buat kalian yang butuh asupan manis-manis, menggemaskan, plus rada cheesy tapi gak cringe. Pace ceritanya gak terlalu cepat dan terlalu lambat sih,

Oh iya, ada beberapa hal yang bisa aku dapet dari kisah Emma dan Kemal ini.

P.S. Jujur, tertarik baca buku ini saat tau klo editor-nya tuh Kak Odi. Gak tau kenapa, selalu cocok aja sama hasil editannya Kak Odi~

#tiareadsbooks #tiawritesreviews

•••

FAVE QUOTES:

❝ATTRACTION is important.
But chemistry is more important.
Ketika menemukan keduanya, I consider myself lucky.❞
—Page 22

❝Karena kalau ada pelajaran hidup yang aku ambil hikmahnya, itu adalah life is supposed to be hard. If it's easy, I must be doing something wrong.❞
—Page 45

❝Second chance is probably something that everyone deserves. Except that one idiot.
And that one idiot is me.❞
—Page 76

❝First cut is the deepest.❞
—Page 107

❝Nggak semua cerita cinta bisa dibikin novel. Sometimes people just met, were in relationship, and then broke up. Sesederhana itu.❞
—Page 124

❝I don't know who hurt you, Mal. Dan mungkin gue nggak perlu tahu juga. Tapi yang pasti, lo nggak akan bisa move on kalau belum berdamai
dengan apa pun yang terjadi di masa lalu lo.
Makanya lo memaafkan gue ya, Ems?
Mungkin tahap pertama untuk berdamai dari masa lalu adalah harus menenangkan diri sendiri dulu.❞
—Page 133

❝Semua hal yang nggak pernah ada jawabannya, semua hal yang nggak pernah mendapatkan penjelasan dari Kemal, semua hal yang kupikir sudah aku ikhlaskan nggak akan pernah mendapatkan jawaban...
...ternyata masih ada di situ.❞
—Page 150

❝Selama itu dia hanya bisa membayangkan bagaimana rasanya jika kami pacaran, dan selama itu pula dia membangun imajinasi tentang versi ideal diri gue. Namun ketika harapannya menjadi kenyataan, dia menemukan bahwa gue ternyata jauh sekali dari imaji sempurna yang ada di kepalanya, membuat dia kecewa. I wasn’t as perfect as expected.❞
—Page 156

❝Falling in love is a horrible feeling. It opens up your chest and your heart, and it means that someone can get inside you and mess you up. Karena mereka memiliki kekuatan luar biasa untuk menghancurkan hati kita. I am so sorry for being an asshole to you, Ems. I'm sorry for hurting you. I really am.
Entah mengapa, setelah mendengar semua alasannya, hatiku terasa lebih sakit. Bukan untukku, tapi untuk Kemal.
Because nobody deserves a heartbreak like that.❞
—Page 158

❝I really, really, like you, Mal. Dan gue menyadari bahwa ternyata perasaan itu nggak pernah hilang dari sejak pertama kali muncul, bahkan setelah sekian tahun kita nggak pernah bertemu.
Kalau kita sering bertemu lagi di Jakarta, gimana caranya gue mematikan perasaan gue ke lo? Itu akan jadi tugas yang nggak mungkin.
Do you really want to?
Apa? Benar-benar ingin mematikan perasaan gue? You are obviously not emotionally available for a new relationship, still has unfinished business—with yourself. Dan gue nggak mau jadi orang yang mendapatkan diri lo setengah-setengah—because I deserve better. I deserve someone who's certain that I am his future—bukan seseorang yang masi belum selesai dengan masa lalunya.❞
—Page 161

❝I just don't want you to break my heart again. Karena kalau bukan gue yang menjaga hati gue, siapa lagi?❞
—Page 162

❝I'm scared of this feeling, Ems. This is me opening my heart for you and I'll take the chance of you messing me up. Because I believe you're worth it.❞
—Page 210

❝In reality, people mess up, Em. Jangan biarkan satu kesalahan seseorang menghilangkan kesempatan lo untuk bahagia. Sometimes good people make a bad choice, a terrible one. Tapi bukan berarti mereka harus dihukum seumur hidup atau niatnya selalu jahat ke elo.
People make mistakes. We’re human, after all.❞
—Page 318-319

❝Listen, Em, gue memang bukan ahli percintaan atau, kayak yang lagi tren sekarang, dating coach. Tapi gue punya pengalaman dikecewakan orang yang akhirnya jadi istri gue selama sepuluh tahun terakhir, satu yang bisa gue bilang: sometimes the only person that can make you feel better is the same person that broke your heart.❞
—Page 319
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
January 25, 2023
"Semua hal yang nggak pernah ada jawabannya, semua hal yang nggak pernah mendapatkan penjelasan dari Kemal, semua hal yang kupikir sudah aku ikhlaskan nggak akan pernah mendapatkan jawaban...
...ternyata masih ada di situ."

Nama Nina Ardianti tidak asing bagiku karena sebelum ini aku sudah pernah membaca 4 novel lain yang ditulisnya. Meski aku sudah tidak ingat detail cerita dalam buku-buku tersebut, aku mempunyai kesan yang baik tentang gaya penulisannya sehingga aku tidak ragu untuk membeli buku ini saat penerbitannya diumumkan. Seperti yang sudah aku duga, penulisan dalam buku ini sangat mengalir dan mudah untuk dinikmati. Dialognya menyenangkan untuk dibaca dan berhasil membangun chemistry antara karakter utamanya—membuatku tidak sabar untuk segera melihat mereka berakhir bersama. Walaupun ada beberapa bagian yang terasa kurang memuaskan untukku, kisah cinta Kemal dan Emma yang penuh gejolak ini sukses membuatku ikut tersenyum saat membacanya 🥰.
"Dan gue menyadari bahwa ternyata perasaan itu nggak pernah hilang dari sejak pertama kali muncul, bahkan setelah sekian tahun kita nggak pernah bertemu."

"See, the thing about chemistry is it's either there or not."

Novel dengan tema second chance romance ini ditulis dari sudut pandang pertama karakter utamanya, Kemal dan Emma, secara bergantian. Dengan demikian, pembaca bisa ikut mengetahui pergulatan batin yang mereka alami dan perkembangan perasaan mereka seiring berjalannya waktu. Kisahnya diawali dengan pertemuan pertama Kemal dan Emma di pernikahan sahabat mereka. Sejak itu, mereka menghabiskan waktu bersama dan chemistry antara keduanya terlihat amat jelas. Hingga suatu kali, perkataan yang keluar dari mulut Kemal melukai harga diri Emma—sekaligus mengakhiri hubungan mereka berdua. Lima tahun kemudian, keduanya dipertemukan kembali di Portugal saat sedang berlibur dengan teman-teman mereka. Meskipun Emma berusaha membangun pertahanan yang kuat terhadap pesona Kemal, semakin lama Emma semakin tidak yakin hatinya akan mengikuti logikanya. Permintaan maaf yang tulus dari Kemal memang berhasil membuatnya luluh, namun yang sebenarnya Emma harapkan adalah kepastian bahwa hatinya tidak akan dipatahkan untuk yang kedua kalinya.

Sebagian besar buku ini berisi interaksi dan percekcokan antara Kemal dan Emma. Percakapan mereka awalnya menghibur, akan tetapi seiring berjalannya cerita, aku merasa ceritanya hanya berputar-putar di tempat yang sama tanpa ada perkembangan yang berarti. Saat akhirnya Kemal mengungkapkan alasan di balik perkataannya kepada Emma lima tahun yang lalu, entah mengapa aku merasa tidak puas dan merasa alasannya kurang berbobot 😆. Selain itu, kemunculan karakter lain dalam kehidupan Kemal dan Emma juga tidak memberikan konflik yang berarti—sehingga aku merasa keberadaan mereka jadi sia-sia. Oleh karena hal-hal itulah, aku mulai geregetan dengan Kemal dan Emma di pertengahan cerita 😂. Bagiku, mereka berdua membuat sesuatu yang seharusnya sederhana jadi rumit. Meski demikian, aku tetap menyukai karakter Kemal dan Emma. Kemal yang charming dan sikapnya yang berhasil membuatku ikut tersenyum saat membaca, dan juga Emma yang tahu dengan jelas bahwa ia pantas mendapatkan lelaki yang tidak lagi terbelenggu oleh masa lalunya.
"Jangan biarkan satu kesalahan seseorang menghilangkan kesempatan lo untuk bahagia. Sometimes good people make a bad choice, a terrible one. Tapi bukan berarti mereka harus dihukum seumur hidup atau niatnya selalu jahat ke elo."

Secara keseluruhan, buku ini merupakan bacaan yang ringan karena alur ceritanya yang tidak kompleks dan cukup mudah untuk ditebak. Kisah cinta Kemal dan Emma juga mengajarkan tentang pentingnya berdamai dengan masa lalu sebelum melangkah ke dalam sebuah hubungan, agar tidak ada beban yang terus menghantui. Terkadang tidak ada salahnya memberikan kesempatan kedua kepada orang yang pernah menyakiti kita selama orang tersebut menyadari kesalahannya dan berniat untuk menjadi sosok yang lebih baik ke depannya. The Dating Game benar-benar memuaskan rasa kangenku terhadap novel romance yang santai dan tidak terlalu menguras pikiran atau emosi. Kalau Nina Ardianti menerbitkan buku lagi di lain kesempatan, sepertinya aku masih akan tetap tertarik untuk membaca karyanya 😊.

Baca review selengkapnya di:
http://www.thebookielooker.com/2023/0...
Profile Image for Nureesh Vhalega.
Author 20 books153 followers
Read
November 23, 2022
Dengan sedih aku harus DNF buku ini karena nggak sesuai ekspektasiku. Entah apa sebenarnya yang aku harapkan, tapi setelah baca sampai 134 halaman, aku nggak menemukannya. Ini balik ke selera masing-masing dan mood berpengaruh juga. Mungkin kalau suatu hari aku penasaran dan mau baca lagi, aku bakal buka buku ini.
Profile Image for Ayu Istiyani.
95 reviews6 followers
December 11, 2024
Kayaknya ini termasuk novel lama yang baru sempet saya baca. Dan ini juga pertama kalinya baca karya kak Nina.

Menceritakan tentang Emma yang bertemu dengan Kemal di acara pertunangan sahabat mereka. Kemal yang...kalau pas lewat tidak mungkin tidak menoleh ke arahnya. Kemal yang saat itu bekerja di luar, ketika pulang ke Jakarta selalu menyempatkan diri untuk bertemu Emma. Emma yang merasa ditreat secara spesial, apalagi sempat dikenalkan oleh keluarga Kemal, saat itu baper -istilah jaman sekarang- hingga ada satu kalimat Kemal yang cukup menyakiti hati Emma.

Lima tahun saat mereka bertemu kembali, ternyata tidak lantas membuat mereka bisa bersikap seperti biasa. Dan disinilah perjalanan mereka untuk berdamai. How to deal with the past. Liburan ke Portugal, menjadi patner dalam pekerjaan adalah hal-hal yang akhirnya mengharuskan mereka menghabiskan waktu bersama.

Saya suka dengan interaksi Kemal dan Emma. Perlakuan Kemal yang sweet ke Emma, kiriman-kiriman hadiah ke kantor Emma, chat-chat yang juga bikin gemes. Emma yang sebenarnya senang dengan perlakuan itu namun juga takut Kemal mengulang hal yang sama. Saya sempet deg-degan saat Davina tiba-tiba muncul di depan Kemal dan minta maaf. Agak takut dengan Kemal kalau saja sampai luluh lagi dengan masa lalunya, tapi syukurnya ketakutan saya tidak terjadi. Saya suka dengan Kemal yang langsung menuju ke apartemen Emma saat itu juga. Juga saat Emma sakit dan mengusir Kemal hanya karena tidak mau diajak ke rumah sakit. Saya merasa "duh ini halaman tinggal segini masa masih ada plot twist?" Dan ternyata tidak pemirsaaa. Ahhhh saya suka gimana Kemal membuktikan ke Emma bahwa dia tidak akan mengulang kejadian lima tahun lalu lewat semua tindakannya. Pada akhirnya saya setuju dengan salah satu kalimat Arian, "sometimes the only person that can make you feel better is the same person that broke your heart."

Bagi yang pengen cari cerita yang manis-manis tanpa plot twist yang wow, cocok baca ini. Alurnya bisa dibilang safe, gaakan dibuat deg-degan sepanjang membaca. Dan happy ending tentunya.
Profile Image for Amaya.
759 reviews58 followers
March 2, 2023
Actual rating: 4,5

Reviu ini mungkin bakal bias banget karena aku suka banget. Sukanya mendekati buta ><

Pertama, soal gaya menulisnya yang mulusss banget. Oke, sebelumnya aki baca buku yang punya vibes sama, tapi meh karena banyak deskripsi soal pekerjaan yang sama sekali nggak berpengaruh ke alur. Jadinya ya cepat bosan plus banyak skip beberapa penjelasan. Di sini emang ada penjelasan serupa, tapi nggak tau kenapa kesannya bukan mengganggu. Pun memang sedikit, sih. Kemarin agak cranky baca dialog (atau narasi) yang campur2 inggris-indo, tapi balik ke buku ini biasa aja. Idk, kesannya nggak cringe aja.

Kedua, mungkin soal cringe itu ada pengaruhnya sama penokohan atau karakterisasi, sih. Gimana ya, walaupun Emma sama Kemal nih, dilihat sekilas kayak sama (jodoh kali :p), mereka bisa dibedakan. No, bukan karena Emma pakai "aku" dan Kemal pakai "gue". Cuma ... ya beda aja. Kalau dialognya lagi play di kepalaku otomatis suaranya juga beda. Karakterisasi Emma kuat dan realistis (70% lah). Kenyataan dia cewek mandiri dan saking independennya jadi nggak mau bergantung sama orang lain, apalagi Kemal. Terus kenyataan Kemal nggak rese dengan mendadak terganggu atau marah sama hal itu, patut diacungi jempol!

Ketiga, convo both Kemal and Emma totally funny and smart. Sekali lagi, nggak cringe, malah ngeselin (baca gemas), apalagi si Kemal, tuh, yang selalu punya jawaban dari omongan2 Emma. I love them!

Keempat, konflik di sini sebenarnya nggak seberat itu. Iyasih, apa yg terjadi 5 tahun lalu bikin senewen dan alasan Kemal ngelakuin itu juga udah dijelaskan. Habis itu ya udah kelar. Apa ya, penyelesaiannya nggak bertele-tele sampai bikin bosan gitu. Malah menurutku penulis bikin masalahnya kelar dengan perbuatan, instead of banyak ngomong. Maksudnya, beberapa cerita yg karakternya punya konflik batin fatal lebih banyak diucapkan lewat pemikiran karakter. Nah, si Kemal memang ngomongin kebodohannya di masa lalu, penyesalan, dan blabla, tapi lebih sedikit porsinya. Dia banyak menunjukkan lewat hal2 konkret.

Kelima, harusnya aku nggak begitu suka sama insta love apalagi yg banyak fan service (mengingat kemarin nyapnyap soal ini juga), tapi karena sekali lagi kubilang aku buta di buku ini, jadi aku nggak keberatan sama sekali. GIMME MORE! 😭 tulung aku bucin bener mereka 😭

Terakhir, harusnya rating buku ini full. Harusnya. Ada satu adegan di akhir yg rasanya mengganjal karena ada di situ. Jahat banget sih omongannya. Untung ya salah satu pihak memaafkan, walaupun kurang puas sama closure-nya.

Oiya satu lagi, mau bilang syukur banget ya masalah Kemal dan his past di lobi itu nggak berlarut atau bakal jadi adegan aku-pengin-kita-kayak-dulu. Ugh, bayanginnya udah geli duluan. Untung enggak, kalaupun iya, rating-nya bisa jadi turun, sih :D

Intinyaaa, ini MetroPop favoritku (so far) di tahun ini.
Profile Image for Leila Rumeila.
1,006 reviews28 followers
March 20, 2023
Actual 3.5⭐
I feel guilty to give only 3.5⭐ for this book, mengingat banyaknya temen2 IG yg suka banget sama buku ini.

K, here are the things...
Sejujurnya gue enjoy baca keseluruhan ceritanya.
Hanya aja, bagi gue porse pembagian fase2nya kaya kurang tepat.
Fase awal, yaitu fase di mana Emma & Kemal pedekate dan berujung split up. Di sini gue masih kurang merasa ada chemistry yg worth it mengakibatkan Emma sampai segitu patah hati dan marahnya dengan Kemal.
Fase kedua ketika mereka bertemu 5 tahun kemudian. Sampai di hal 100an, Emma sudah memaafkan Kemal dan mereka mulai rebounding lagi. Dan di fase ini bukan gue merasa "kok Emma segampang dan secepat itu maafin Kemal?" Again, seperti yg gue bilang, gue engga merasakan gemasnya fase awal lovey-dovey huhungan mereka. Jadi gue engga mempermasalahkan ketika Emmasegampang itu maafin Kemal. Tapi yg buat gue kurang sreg a/, di hal 100 aja udah rebounding terus 256 sisa halamannya gue disuguhi apa dong?
Yep itu yg membuat gue bertanya2 ketika berada di hal 100an.
Dan betul aja, di fase atau gue sebut part 3 kali ya, karna jarak waktunya engga jauh dari fase ke-2, which is di sini masih nyambung dari fase rebounding yg gue sebut2 di atas. Jadi sisa 256 halaman ini menurut gue terlalu panjang dan lumayan flat untuk gue ambil poinnya hanya berisi mengenai keraguan2 Emma ke Kemal based on masa lalu mereka. Memang banyak terselip momen2 manis mereka, tapi lagi2 gue merasa gumoh karna banyaknya pengulangan deskripsi karakter Emma dan Kemal ini (khususnya Kemal), yg terus2an disebut too good to be true.
Sebetulnya ini salah satu con gue dengan buku2 romansa lokal khususnya metropop, gimana karakter2 perfect mereka dideskripsikan dengan too much.

Gaya penulisannya ngalir banget, hampir engga ada yg buat gue engga suka, kecuali selipan kalimat dalam bahasa inggris di dalam satu kalimat (dalam bahasa indonesia). Haha bingung engga tuh gue ngomong apa? :p
Kalau 1-2 kata, atau beda kalimat, gue udah terbiasa baca hal tersebut di buku2 lain. Engga tau ya, tapi bagi gue agak janggal aja dibacanya.

Buku ini engga bad, sama sekali engga. Cuma kekurangan2 yg sebenernya engga banyak juga, tapi cukup bothering buat gue pribadi.
Profile Image for Nidos.
302 reviews78 followers
December 28, 2022
Terharu bgt setelah beberapa tahun terakhir gagal, taun ini akhirnya reading challenge gue kelar?!?!?! Emang bener kata Utha sih sekarang mah baca yang hepi-hepi bikin cengar-cengir sendiri aja lah, ain't got no time for lifelike stories that used to be my fav ones. Yaudah kita coba pure romcom yang penulisnya udah terbukti pageturner. EH BANGSATNYA ADALAH KOK INI CERITA AGAK MEMBUAT SAYA MERASA TERHUBUNG DENGAN PENGALAMAN TOKOHNYA YA?!?!? Wkwkwk hence this thread which happens to be my live reaction while reading:

Here.

I'm feeling generous this time—let's round it up to four stars.
Profile Image for Lia.
515 reviews12 followers
November 25, 2022
Novel metropop yang ringan dengan bahasan yang mudah dicerna. Buku ini kalau dinikmatin saat weekend bisa jadi selesai dalam 1 hari. Cerita ini memberikan sudut pandang Kemal dan Emma secara bergantian jadi kita menjadi tahu isi dua kepala tokoh utamanya. Dialog pun mengalir dan sempat tidak sadar kalau sudah mau di akhie cerita.

Jujur sih untuk alurnya oke, tidak ada klimaks yang wow dan closure dari cerita ini sepertinya bisa ditebak. Tapi yang pasti buku ini jadi obat kangen tulisan kak Nina Ardianti yang sudah sangat lama dinantikan olehku. Semoga akan ada lagi karya selanjutnya.
Profile Image for raafi.
933 reviews452 followers
December 26, 2022
Baca ini, menyaksikan pengembangan dua karakter utama, memberikan pelajaran berharga soal hubungan dua sejoli. Pengalaman membaca buku ini membuat saya seperti sedang berhadapan dengan relationship advisor yang tegas sekaligus menghibur. Suka!
Profile Image for Vali Daningka.
12 reviews1 follower
July 9, 2023
Susah banget bagi gw untuk nemu buku romance yang TIDAK cringe dan kejadiannya bisa dibayangkan direal life. Jadi kalo udah nemu penulis yang gaya bahasanya cocok, modern, ga menye-menye, dan apa adanya tanpa basa basi, pasti gw stuck sama novel dari penulis tersebut (hanya penulis-penulis tersebut). Makanya awal beli buku ini sempet ada rasa skeptis, karena kalo udah cringe auto jadi pajangan. Pastinya ttep usaha tamatin bukunya, tapi mostly buku-buku yang udah dianggap cringe nyatanya cuma dipajang ehehe ga kuat broww bacanya. Apalagi kalo tokohnya terlalu 'grasak grusuk' *IYKWIM* atau tokoh yang masuk ke kubangan galau tidak berujung, ngemis cinta, dilengkapi dengan kata-kata putus asa yang mendayu-dayu. ARGHH SKIP BERATTT.

Langsung ke bukunya, gw ga menyangka bahwa kak Nina bisa menyeret gw untuk ikut ngerasain deg-degan karena Kemal Arsjad serasa jadi Emma. Jadi bisa disimpulkan bahwa kak Nina berhasil memboyong gw masuk ke suasana romance antar tokoh. Selain itu konfliknya juga digambarkan secara realistis dan tidak hiperbola. Kemal dan Emma yang sempet deket dan akhirnya terpisah selama 5 tahun (ini waktu yang lama banget, tapi paitnya dikehidupan nyata ya begini). Bagusnya lagi, selama 5 tahun itu mereka berdua sama-sama berproses, baik dari segi pekerjaan dan pendidikan. Terutama tokoh Emma yang sakit hati tapi malah lanjut studi ke MIT, good job Ems! Lalu dilanjut dengan Kemal yang berusaha rebuild relationship dengan caranya sendiri yang menurut gw keren.
"We kiss like there's no tomorrow. A kiss that says, "We shouldn't be doing this, but we're doing it anyway because it's been a terrible agony waiting for five years to experience this."-Emma Sjarief


"Replaying what happened in the pool in my head because I still can't get enough of you?"-Kemal Arsjad

Salut untuk Nina Ardianti bisa ngebuat gw tergila-gila sama Kemal padahal gw adalah pembaca yang banyak mau dan gampang illfeel sama tokoh dinovel romance. Ga salah gw milih baca buku ini ditengah-tengah kehidupan yang suntuk dan mentok HAHAHA. Ditunggu buku selanjutnya kak!
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book272 followers
February 19, 2023
Emma mengenal Kemal Arsjad di acara pertunangan sahabatnya. Suka pada pandangan pertama, itu yang dirasakan baik oleh Emma maupun Kemal. Kemal bahkan berusaha untuk kembali ke Indonesia saat weekend (dia bekerja di Singapura untuk sementara waktu) demi bisa bertemu dengan Emma. Maka tidak salah ketika Emma memiliki harapan pada hubungannya dengan Kemal. Sampai kemudian Kemal mengeluarkan kalimat yang menghancurkan harapan Emma.

Lima tahun berlalu, Emma sudah menyelesaikan studi masternya, dan bekerja di perusahaan yang baru. Saat berlibur ke Portugal bersama sahabatnya, dia kembali bertemu dengan Kemal. Tentu saja Emma memasang sikap defensif. Siapa yang ingin dipatahkan hatinya dua kali oleh orang yang sama? Meski Emma menyusun tembok kebencian kepada Kemal, dia tidak bisa mengingkari bahwa Kemal masih memiliki tempat di dalam hatinya.

Saya terakhir membaca karya Nina Ardianti yang berjudul Impossible tahun 2014. Dan ternyata novel ini masih ada hubungannya dengan novel beliau yang berjudul Restart. Kalau di Restart menceritakan adiknya Kemal, Ian Arsjad bersama pasangannya. Sewaktu membaca Restart, saya merasa seperti sedang membaca novelnya IN (karena background tokohnya yang bekerja di bank dan banyak kalimat bahasa Inggris), hal yang sama kembali terasa di novel ini. Ada banyak istilah bisnis-keuangan-legal dan semacamnya, dan saya memutuskan mengabaikannya dan memusatkan perhatian pada alur ceritanya saja. Tapi itupun saya merasa alasan mengapa Emma menahan diri segitu lamanya setelah bertemu kembali dengan Kemal (padahal dia juga memberikan tanda-tanda yang sangat jelas pada Kemal, meski mulutnya berkata sebaliknya) kurang kuat jika hanya karena tidak ingin sakit hati lagi. Emma "menuduh" Kemal memiliki persoalan hati yang belum selesai, sementara dirinya sendiri menyimpan kepahitan yang sama. Untungnya Kemal punya tekad yang kuat ya....

Novel ini menandai comeback-nya Nina Ardianti ke dunia fiksi romance. Semoga kita tidak perlu menungga beberapa tahun lagi untuk karya beliau berikutnya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for The Eod.
139 reviews6 followers
October 18, 2023
Menceritakan tentang Emma dan Kemal yang ketemu lagi di liburan ke Eropa Selatan setelah lima tahun lamanya. Perlahan rasa cinta lama yang sedikit bertumbuh di antara mereka kembali, tapi Emma masih ragu apa Kemal layak dikasih kesempatan kedua atau tidak karena Kemal-lah penyebab renggangnya hubungan mereka waktu itu.

Terakhir aku baca karyanya Kak Nina tuh series Glam Girls (GILS ITU SUDAH BERAPA TAHUN LALU? WKWKWK) dan di situ aku terpikat banget. Tulisannya asyik, ringan, dan berbobot pol. Dan di karya ini ternyata feelnya masih sama. Malah menurutku meningkat sekali.

Sungguh formula romcom kota besar banget ini. Kemal dengan cowok dreamy bin pede sekali tanpa terasa narsistik, dan Emma yang independent dan skeptical. Chemistry-nya dibangun pelan tapi pasti, dan tidak terasa dipaksakan. Dual POV mereka berdua bisa dibedakan dengan baik. Malah sejujurnya karakterisasi yang paling terasa tuh si Kemal. Teman-teman Emma dan Kemal pun juga turut bikin kisah ini makin solid dan seru, especially teman Kemal yang Oliver dan si Bule itu duh aku lupa namanya hehe.

Detail pekerjaan masing-masing juga digambarkan dengan baik. As seseorang yg dalam satu lingkup kerjaan dengan Kemal, ini penggambarannya sudah bagus. Aku seneng banget akhirnya ada kerjaan Lawyer yg ga harus ke pengadilan. Jadi, kerjaan Kemal ini termasuk corporate lawyer dan ini fieldnya beda sama litigation lawyer yang bolak-balik berurusan sama penegak hukum. Terus kita juga dikasih gambaran kerjaan Emma yang rasanya aku baru familiar banget, terima kasih footnote sudah bantuin kasih keterangan hehe.

Sayang beribu sayang, aku merasakan apa yg beberapa netijen rasakan. Seiring cerita, aku ngrasa Emma ini agak bland seiring bab. Mana perkembangan karakternya terasa pas ending, jadi terkesan dipaksakan banget. Banyak juga detil-detil yang terasa datang dan pergi gitu aja tanpa penjelasan akhir huhuhu.

Overall, aku masih rekomendasikan ke kalian yang demen sama office romance dengan bumbu clbk hehehe.
Profile Image for Leangelin.
226 reviews9 followers
October 22, 2022
pertama kali baca cerita ini di wattpad dan langsung jatuh cinta sama tulisan kak nina ardianti. setelah penantian yang lumayan lama, akhirnya bisa meluk emma-kemal secara langsung! oohh, how i love this couple!! karakter emma dan kemal sendiri-sendiri aja udah bagus banget, apalagi pas mereka bareng. their chemistry definitely could set the room on fire lol.

i love reading the growth and progression of their relationship until they finally, fully believe and trust each other wholeheartedly. ada juga beberapa scenes yang lumayan bikin berkaca-kaca. pokoknya, i really enjoy reading this. kalau suka 'retrocession'-nya kak ayunita kuraisy, bet you'll also love this.

hal lain yang aku suka banget dan sepertinya emang ciri khas kak nina dalam sebagian besar cerita yang udah pernah kubaca: travelling. emma-kemal kali ini di spanyol. jadi inget dan pengen baca ulang 'happenstance', which is also one of my fav, yang latarnya tuh ada di bucket list-ku: machu pichu. go read it while it's still free on wattpad, folks. harlan malik tuh juga bakal bikin sama (atau bahkan lebih, in my case) jatuh cintanya kayak kemal, trust me.

another thing yang aku sukaaa banget banget adalah bonus pre-ordernya yang kayak postcards gituu dan ternyata semuanya ada dalam cerita dan jadi semacam 'simbol' penting dalam hubungannya emma-kemal!! sooo cutee! berharap yang "the hottest one" involving many emmas itu juga ada postcard-nya karena LUCU BANGETTT!

lastly, as a romance lovers, nggak afdol rasanya kalau nggak melontarkan pertanyaan ini: cowok kayak kemal tuh bisa nemu dimana sih? MAU SATU PLS
Profile Image for Kinwitherbooks.
8 reviews4 followers
July 15, 2023
Buku ini berkisah tentang 2 tokoh utama yaitu Emma dan kemal.

Emma ini wanita yang sassy, cerdas, dan savage, sosok wanita yang bisa dibilang indenpendent, ia dibesarkan oleh seorang kakek dan nenek, orang tuanya sudah lama meninggal dunia.

Kemal tipe laki-laki idaman wanita, cerdas, berkarisma, dan mulutnya manis banget,

Mereka berdua ketemu di tunangan teman mereka, jadi kemal ada teman, dan Emma ada teman yang keduanya menjalin hubungan asmara.

Novel ini seru buat dibaca, dan ada pembelajaran yang bisa diambil

Terkadang kita bisa saja menyukai orang dengan sosok yang kita bayangkan di kepala, dan belum tentu kita suka seseorang dengan dirinya sendiri, jadi ekspektasi kita terhadap orang itu bisa aja berbeda saat sudah menjalin hubungan.

Pastikan untuk selesai dengan masa lalumu jika ingin memulai suatu hubungan, karena jika itu belum selesai hanya akan menyakiti satu sama lain.

Jadi wanita itu harus punya harga diri dan percaya diri yang baik, jangan terlalu mudah menerima laki-laki, harus liat bebet bototnya dengan benar

Buku ini bakal ada semacam romance in office gitu lah

Somehow kita tuh lebih takut mikirin resikonya dari pada tindakannya, jadi beranilah mengambil resiko dan itu dan coba buat lakuin aja

Overal buku ini seru buat dibaca,dan aku suka bangett sama karakter emma yang cerdas dan savage haha worth it buat dibaca
Profile Image for June Maeve.
4 reviews
January 5, 2025
When you read a book-not all books will give you this tingling feeling of excitement or the ability to imagine things so vividly based on words only. However, reading "The Dating Game" was everything I could ever imagine. Kak Nina, you're a champ.

It felt like sitting all cozy in your room as you read every single interactions between Kemal and Emma, then the scenario automatically filled your brain as if it is a film. That's the kind-of effect this book gave to me. As I sit on my chair-I wonder how you perfectly executed their chemistry? I love how you don't over perfectionized Kemal and make him simply him. He's just him and that's that, the ability he has to be scorching hot is just natural and he simply owns that charisma. Emma is the perfect woman for him, the most compatible ones of them all. I love how mature this book is as it also shows many sides of adulting.

Even though at first it started off kind-of boring, their trip changed everything, truly. How I wish I could experience reading this book for the first time again. It's like tasting a different type of coffee after years of ordering the same one. This book made me fall for metropop genre. Therefore, read it.
Profile Image for Puty.
Author 9 books1,404 followers
January 1, 2023
Bacaan liburan akhir tahun yang sangat menyenangkan! ❤️ First of all, menurut saya, genre chicklit ini adalah genre yang tricky. Harus bisa bikin deg-degan dan mesem-mesem, tapi kalau gagal, bisa jadi cringey. 'The Dating Game', menurut saya berhasil! And I like.

Ramuannya basic romcom sih: cowok ganteng, kaya (dengan nama yang pas buat orang kaya juga, 'Kemal Arsjad'), karir bagus, bucin pula ke seorang wanita cantik, pintar, sukses pula dalam karir (dengan nama yang mencerminkan hal tsb 'Emma Sjarief'). Keduanya tidak sengaja bertemu lagi setelah 5 tahun menjadi "What ifs" saat liburan di Portugal. Kemal berusaha meyakinkan Emma bahwa dia ingin melanjutkan apa yang tersisa dari 5 tahun lalu. Emma yang sakit hati tidak yakin kalau Kemal sudah selesai dengan 'issue'nya dan merasa Kemal harus meyakinkan dia dengan upaya maksimal.

Secara konflik dan karakter tidak ada yang terlalu berat (tapi ya kalau mau berat mungkin sekalian baca 'Laut Bercerita' aja ya 🙏🏼), jadi menyenangkan buat santai-santai. Dialog Kemal dan Emma tektokannya ngalir bangetttt... keduanya witty dan bikin gemes. Nggak kok, nggak cringey! Kebayang banget gemes-gemes jatuh cinta dan PDKT-nya ❤️ Karakter-karakter pendukungnya juga love semua, nggak ada yang nyebelin dan bikin pengin garuk-garuk tembok 😚 Pokoknya it was a lovely and pleasant read! Recommended!
Profile Image for Cindy Jessica.
Author 2 books5 followers
March 2, 2023
4⭐

Kyk di Restart, gaya bercerita Kak Nina tetep asyik dan lincah. Dialog-dialog antartokohnya pun terasa nyata. Buku ini menggunakan dual pov, jadi aku bisa ngerti perasaan Emma dan Kemal.

Dari buku sebelumnya, selalu suka keluarga Arsjad. Tinggal Attar nih yang perlu dibuatkan cerita. Aku juga penasaran sama cerita Oliver.

Duh abis baca buku ini akutuh gabisa berkata2. Aku suka banget sama Kemal. Jangankan aku sebagai pembaca, Emma aja ngalamin sendiri deket sama Kemal ngerasa klo Kemal tuh too good to be true.

Kekurangannya apa ya? Saking menikmatinya, aku jadi nggak memperhatikan selain ada beberapa typo. Oh ya, kyknya ciri khas Kak Nina itu gaya bahasanya campuran antara baku dan nggak baku.

Dari 2 buku yg udh kubaca, aku menyimpulkan klo Kak Nina penggemar Ryan Gosling 😂 maafkan klo aku sotoy, Kak Nina (barangkali penulisnya baca 😅)
Profile Image for Hayati.
245 reviews
March 14, 2023
Sometimes the only person that can make you feel better is the same person that broke your heart.

The Dating Game adalah novel pertama yang aku baca di tahun 2023, yuhuuuuu!! Dan setelah berapa tahun lamanya, akhirnya bisa kembali membaca karya kak nina. Karna jujur aku suka dan selalu menunggu karya terbaru kak nina. Untuk penulisan novel ini hmmmm agak "beda" tidak seperti biasanya, menurutku, hehe. Untuk jalan ceritanya serta konfliknya sebenarnya bukan sesuatu yang baru, hanya saja aku merasa alurnya terlalu lambat dan terlalu datar :(

"Falling in love is a herrible feeling. It opens up your chest and your heart, and it means that someone can get inside you and mess you up."
Profile Image for refa.
248 reviews6 followers
July 27, 2023
Just finished this book. Buku ke 100 yang selesai di tahun ini. Solid 2.5⭐️

Tapi sorry guys, I don't think this book is for me😢 kayaknya kalau aku baca ini 2/3 tahun lalu pas lagi suka2nya baca cerita wattpad gitu bakalan suka deh sama buku ini... (mungkin)

Masih suka baca novel wattpad sih tapi mungkin yang satu ini bukan seleraku😅🙏 tapi emang si Kemal love language nya act of service sama giving gifts oke ya.

Full review menyusul ya segini dulu~
Profile Image for Lia Untari.
74 reviews
March 27, 2023
Aaaa gemesh bangettt. I like this book!

Sometimes, if not formulated well-enough romance book can be cringey but I think the recipe for this one is just spot-on!

Loved the banter, flirting & conversations between Emma & Kemal, it just feels effortless! Got me giggling and smiling because they are just so cute.

Definitely recommended if you want a light romance book reading with second-chance trope. Plus it has dual POV & short chapters!
Profile Image for Detya.
48 reviews
November 2, 2022
this is stranger to enemy to friends to lover story. berawal dari emma yang bertemu kemal di pertunangan sahabatnya. hubungan mereka berjalan dengan sangat mulus dan mudah, sampai kemal mengatakan sesuatu yang membuat emma sakit hati.

chemistry di antara kemal dan emma terasa nyata. suka banget sama interaksi mereka, ga terduga dan kemungkinan bikin tersinggung, tapi ga bikin tersinggung sama sekali. eh, gimana(?) beberapa kali sampai giggling dan pause baca di part-part yang gemas dan menimbulkan 'butterfly in your stomach'. bikin berpikir ada ga sih cowo kayak kemal di dunia nyata??! *nambah book boyfriend*

i really love mbak nina's writing. gaya penulisannya lugas, witty, and fun. bikin pas baca ga sadar kalo lagi baca dan ga pengen cepat-cepat selesai bacanya. penyelesaian konflik dan revealing the truth tidak terkesan buru-buru. dari part yang gemas, serius, sedih, dan hot semua sesuai porsi. also, seneng banget bisa ketemu lagi sama ian dan syianna di buku ini. highly recommended bagi yang suka metropop ringan yang bisa dibaca one-sitting dan buku ini short chapter jadi pas baca ga berasa lama.

pertama kali baca the dating game di platform oren langsung jatuh cinta sama buku ini. inget banget dulu cerita ini menemani di masa pandemi. akhirnya bisa baca lagi dalam bentuk paperback. semoga cerita lainnya bisa segera terbit juga. looking forward to reading more of your work in the future!
Profile Image for Griselda Monica.
26 reviews1 follower
January 20, 2026
AAAA gemasnya buku inii! Suka sekali cerita cinta sederhana dgn drama yg ga berlebihan dan karakter yang dewasa dan capable untuk mengimbangi satu sama lain. I even found myself giggling and smiling through the entire book xixi
Profile Image for Hal..
83 reviews1 follower
August 24, 2023
masalahnya sih kelihatan sepele ya, tapi ini urusannya udah sama hati, kepercayaan dan komitmen. jadi, kompleks banget.

suka banget sama karakter Emma dan perkembangan karakternya Kemal!
Displaying 1 - 30 of 229 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.