Bermain ke lumbini, itulah kesadaran yang saya resapi , di sebuah sore saya mengetuk pintu, disebuah ruang. Membaca lumbini seperti memasuki aliran sungai yang datar dan tenang , tetapi ketika saya berenang semakin ke dalam sungai saya menemukan kedalaman filosofis hidup , simbol-simbol eksotisme Kathmandu Nepal .
Novel setebal 114 halaman ini berkisah tentang perjumpaan lelaki dan perempuan di sebuah kedai the pipe house di kathmandu. Kedai ini berada di lorong bernama aneh. Semesta berbicara menyatukan perempuan bernama Ratna Adiprana dan lelaki bernama Nikaya Suttomo berbicara mengalir. Perjumpaan Ratna dan niko bukanlah kebetulan, saya yakin dzat , harapan, keinginan yang selaras mempertemukan mereka. Percakapan demi percakapan , peristiwa demi peristiwa adalah petualangan pikiran yang mengasyikan. Niko mengajak Ratna ke taman Lumbini, tempat kelahiran Siddharta , Ratna tergetar ketika Di depan relief Dewi Maya ia memperoleh pengalaman mengagumkan. Ratna secara misterius bertemu dengan Bhikku yang mengajaknya bertemu kembali di Candi Mendut. Ada sesuatu di perjumpaan itu.
Membaca lumbini, seperti saya bermeditasi menyadari gerak pikiran yang riuh, datar, tenang, riak lagi, bosan, riuh begitu adanya. Berawal dari bermain, bersenang-senang menjadi awal petualangan yang bermakna. Seperti tertulis pesan terakhir ratna : Dear Niko, the Lumbini Affair is not over yet!
TRia Nin Solo, 17 desember 2009
Catatan kecil : Seminggu sebelum mas kris budiman memberi novel ini, saya sering sekali memasang playlist sade-by your side dan suasana hati saya sedang sangat merindukan mendut.Adanya partikel-partikel kecil yang mengasyikan , saya bertemu sade dan mendut sekaligus di novel lumbini ini. Oh tidak ada yang kebetulan bukan ?
Awalnya dari hanya membaca judul, saya kira ini kisah Lumbini. Ternyata Lumbini ini nama tempat di India yang diambil Mas Kris sebagai setting cerita. Suka banget, berasa saya dibawa jalan-jalan ke India bareng tokoh Niko dan Ratna yang ketemu secara tidak sengaja. Tapi novel ini malah sebaliknya, "tidak ada kesengajaan", semua sudah diatur oleh Tuhan. Novel "berat" ini menjadi ringan karena bumbu percintaan mereka. Salut
Keren Covernya, bagus bgt, kalau cerita tiga bintang dari lima. soalnya tentang bagaimana menjadi nyata dalam pemikiran Buddhisme. kalau yang ngga suka mikirnya pasti males, tapi lumayan untuk sebuah cerita~