Ini salah satu komik dengan tema persahabatan oleh Emiko Yachi. Dai Yonogi baru saja pindah ke St. George International School di Jepang setelah sekian lama tinggal di Amerika. Sikapnya yang selalu menyendiri karena tidak ingin menarik perhatian orang malah berakibat sebaliknya. Ia menjadi pusat perhatian lebih karena semua siswa di sekolah itu adalah ekspatriat dari berbagai negara (umumnya Inggris dan Amerika). sedikit demi sedikit teman-temannya di kelas 8 mulai mendekatinya. Ada Jerry yang keras kepala, Jenny yang selalu ingin tahu, Marty yang punya bakat membuat boneka tapi pemalu, Mike yang antusias dan cuek dan Omar yang lebih tua dua tahun. Dai lahir dan hidup di Amerika bersama ibunya. tapi sejak kecil ibunya selalu menitipkan Dai ke teman-temannya. Karena Ibu Dai bekerja di Bar sebagai pemain piano. untungnya teman-teman ibu Dai sangat baik dan tiap orang mengajarkan hal-hal yang berguna untuknya. sampai akhirnya Dai dititipkan ke Ken Jagosaki yang mengajarinya membaca dan membuat game. baru beberapa minggu ditinggal bersama Ken, Dai mendapat kabar bahwa ibunya meninggal karena alkohol. semenjak itulah Dai tinggal bersama Ken sampai Ken meninggal akibat penyakit yang dideritanya bertahun-tahun. Dai yang sudah belajar banyak dari Ken, dapat membuat sebuah game komputer yang akhirnya menjadi terkenal. dari sinilah Dai dapat menghidupi dirinya. sedikit demi sedikit teman-teman Dai mengetahui rahasia hidup Dai dan membantunya memperbaiki hubungan dengan nenek yang tidak pernah dikenalnya. Emiko Yachi dapat menampilkan perasaan seorang anak laki-laki yang kesepian dan mencari jati dirinya seorang diri di negara kelahiran ibunya.
--- Sabbath Cafe 1-7 --- Plot: Kelam, penuh dengan pengutaraan pikiran yang disajikan dengan tidak berlebihan. Gambar: Ok. Penokohan: Saya senang dengan tokoh utama dan seorang sahabatnya yang memiliki sifat saling pro dan kontra satu sama lain. Perjalanan tokoh utama dimulai dengan kesendirian.... Kesendirian yang ia nikmati dan dirasa lebih nyaman daripada bersama orang lain.
Tapi secara perlahan, adanya teman-temannya, perjalanannya saat liburan, pertemuan yang mengundang masalah dan kebetulan lainnya, semua membuat tokoh utama kita meniti lagi satu langkah, untuk mencari jati dirinya sendiri.
Pencarian jati diri ya... ^^ sebenarnya tidak serta merta saya juga merasa begitu sih.
Oh! Bagaimanapun, saya menikmati Sabbath Cafe, apalagi makin kebelakang, saat tokoh utama berada di luar Jepang. Saya suka kemajuan ceritanya yang perlahan dan tidak berlebihan, ke-kelam-an dan perasaan yang digambarkan, dan emosi yang terluapkan. Dan kebanyakan itu terjadi saat dengan (atau dibantu oleh) sahabat tokoh utama. Tidak heran, saya menikmati penokohan untuk tokoh utama dan sahabatnya itu. Selebihnya menurutku lumayan^^. Ah! Saya juga suka nenek sahabat tokoh utamanya!
Mengenai endingnya...
Happy Ending terbuka ala komik lama ya^^ Tapi karena cocok dengan aura komik ini, saya menikmati endingnya. Kalau sudah begini, menurutku kandidat pasangan tokoh utama yang paling kuat adalah sahabatnya dan adik sahabatnya. Tapi kandidat tambahan yang menurutku juga paling berpotensial adalah salah satu teman perempuan tokoh utama. Yahh, saya sih maunya tokoh utama berakhir dengan adik sahabatnya, tapi karena semua kandidatnya baik, saya tidak masalah kalau beda dari ekspektasi. [8/10]
Oh ya ampun! Saya benar-benar tidak menyangka kalau manga ini akan sebagus ini. Kisahnya hangat tapi juga sangat menyayat hati. Ada kelucuan disana sini yang membuat pengalaman membaca saya makin menyenangkan.
Beberapa hal yang sangat saya suka dadi manga ini adalah perkembangan karakter Dai, sang tokoh utama, yang betul-betul terasa sepanjang berjalannya cerita serta persahabatan Dai dan teman-teman barunya (terutama Jerry).
Sejujurnya saya ingin tahu lebih banyak lagi tentang Ken dan Ibunya Dai, karena rasanya mereka misterius sekali. Oh ya saya tidak menyangka juga akan meneteskan air mata di 2 volume akhir. Rasanya sungguh kasihan dengan Dai.
Manga jadul memang memiliki kehebatan dan keunikannya sendiri ya. Manga ini bila saya coba ringkas dalam satu kalimat mungki a heartwarming yet bittersweet story with a very hopeful ending
Ps: saya sungguh beruntung dan bahagia sekali bisa membaca manga ini terutama dengan kondisi manga yang masih bisa dibilang baru.
I read this when I was teenager. The story, though from it's drawing looks light and romantic, it's actually not. The main character is Dai Yonogi. He's a genius, developed a very successful video game, and that's how he become really rich. However, Dai don't have anyone beside him, he doesn't know how to express himself. He attended an international school, had no friend at all. But slowly...some students engaged and become his friend. The story flows really good. I'm surprised that it still become one of my all time favorite manga. I think I've lost count how many times I read it.
I forgot the detail but i read this back in my school years. It is a manga that made you think about life and all. Was not expecting it but i love it because it was beautifully written and i like the drawings.
This is also one of the rarest manga I've tried to find.
Ini manga hidden gem yang kubaca bersama adikku sejak SD. Dengan membaca komik ini bisa menambah rasa percaya diri (khususnya sebagai minoritas) dalam menghadapi dunia yang ramai dan hiruk pikuk dengan masyarakat yang beraneka ragam latar belakang dan karakternya.
dengan suka rela aku kasih lima bintang untuk komik yang terbit di indonesia tahun 197 ini. SUPERB. ini kali kedua aku baca komik 7 volume ini. and yeah, damn, I love the story, character, plot and Dai. hihihi. hal yang aku sayangkan cuma satu, kurang lah kalau 7 volume aja.
dan, Dai beruntung bertemu dengan sahabat-sahabatnya di St. George. dia berhak. well, aku selalu suka dengan cerita dimana tokohnya punya masa lalu dan kehidupan suram.
I'll be willingly to read this again and again. Just like when I read another Manga Comic named Topeng Kaca/Glass Mask. Ughh. just love it. Feel like we're in it. Following the story...until it ends. [but not with glass mask:] still another friendship story that makes you realized that nobody can live alone. :P
Untuk penggemar kisah non-romance dan pencarian jati diri (yang gak lebay ^ ^)
Gambar : 4 bintang Cerita : 6 bintang ^ ^ mengharukan tapi gak cengeng, adegan per adegan terplot rapi sehingga proses perubahan perasaan Dai, tokoh utamanya, bisa dirasakan juga oleh pembaca (^ ^)