Brooding Italian Drago di Luca and reserved lawyer Alysa Dennis are brought together by a shocking, shared betrayal—their late partners had been having an affair!
But against all the odds, they strike an unlikely friendship, and forbidden awareness simmers….
Alysa's calm facade hides a painful secret that haunts her every time she looks into the soulful eyes of Drago's motherless child. As the attraction builds between them, Christmas approaches with the promise of a new start. Can the healing miracle of love, and the joy of the season, make them a family?
Christine Sparks was born in England, UK. She wanted to be a writer all her life, and began by working on a British women's magazine. As a features writer, she gained a wide variety of experience. She interviewed some of the world's most attractive and interesting men, including Warren Beatty, Richard Chamberlain, Charlton Heston, Sir Roger Moore, Sir Alec Guiness.
Single life was so enjoyable that she put marriage, and even romance, on the back burner, while she went about the world having a great time. Then, while on vacation in Venice, she met a tall, dark handsome Venetian artist, who changed all her ideas in a moment, and proposed on the second day. Three months later they were married. Her friends said a whirlwind romance would never last, but they celebrated their 25 anniversary, they are still married, still happy and in love.
After 13 years on the magazine Christine decided that it was now or never if she was ever going to write that novel. So she wrote Legacy of Fire which became a Silhouette Special Edition, followed by another, Enchantment in Venice. Then she did something crazy gave up her job. Since then she has concentrated entirely on writing romances for Mills & Boon, Harlequin and Silhouette and has written over 75 books. Her settings have been European and her heroes mainly English or Italian. Christine now claims to be an expert on one particular subject. Italian men are the most romantic in the world. They are also the best cooks.
A few years ago she and her husband returned to Venice and lived there for a couple of years. This proved the perfect base for exploring the rest of Italy, and she has given many of her books Italian settings: Venice (of course), Rome, Florence, Milan, Sicily, Tuscany. She has also used the Rhine in Germany for Song of the Lorelei, for which she won her first RITA Award, in 1991. Her second RITA came in 1998, with His Brother's Child, set in Rome.
Eventually Christine Fiorotto and her husband returned to England, where they now live. She write and he paints, they have no children, but have a cat and a dog.
Its the story of Drago and Allysa dealing with their baggage . Drago's wife and Allysa's boyfriend both cheat on them and now they both are dead in a tragic accident . Its one year since they both died and yet H n h are unable to come in terms with that .
H n h find solace in each other letting down their armours and confining their fears to each other . Author shows you how the cold winter can be so different from sunny spring . Its one of those books with moral without writing 'moral' in bold letters at the end of the book . You don't forget people and act like they don't exist for all the damage they caused you coz that's easy , That will only cause more pain .
What could I say ? Lucy Gordon stands out when its comes to emotions and you can never forget her stories or characters .
I only rated it 3-stars since I wasn't in the mood for this kind of book, that isn't to say it wasn't well done. It was actually a good story, very realistic in many aspects, but it was very sad. The whole tone is quite tragic, I just really wanted to get it over with. The couple were quite forgiving towards their cheating partners, but I feel they (the cheaters) got what they deserved.
An odd, dark category romance. Made me kind of uncomfortable with its tangled relationships and insistence on keeping secrets; the whole set-up seems so psychologically unhealthy. Gordon is a good writer, but this story was a bit too realistically painful.
Wow, this is my second Lucy Gordon, and she is definitely outside the norm of most Harlequins. being an H Romance rather than a Presents probably accounts for the hero not being a cruel jackass.
Both characters show growth and development in a realistic way. Who woulda thunk?
Nice anti-trope writer dealing with a lesser romantic drama trope.
Alysa bertemu Drago dlm keadaan sama-sama pernah dikhianati oleh pasangannya. Sama-sama terluka, mereka saling mengobati luka masing-masing. Dan bisa ditebak, mereka akhirnya saling jatuh cinta. Tapi hubungan mereka tidak bisa berjalan mulus. Banyak rintangan menghalangi, baik dari yg masih hidup maupun yg sudah tiada.
Paro awal novel ini, saya melihat kedua tokoh utama ini sama-sama "masokis", tabah disakiti dgn membaca surat-surat cinta dr pasangan yg mengkhianati mereka. Hingga terakhir, relationship mereka (bagi saya) terkesan "butuh" demi anaknya Drago. Hubungan mereka sendiri cenderung platonik ketimbang asmara membara. Dan suasana Natal cuma "tempelan" saja dan "gak nyambung" dgn keseluruhan ceritanya.
Untunglah terjemahannya bagus sekali. Walau saya merasa kurang "connect" dgn novel ini, saya tidak terlalu kecewa dgn gaya tulisannya author.
Alyssa sebenarnya menyiksa dirinya ketika dia mengunjungi tempat wisata dimana James, mantan kekasihnya mengalami kecelakaan dan meninggal. Bukan karena dia bersedih atas kematian James, tapi karena waktu itu James dan selingkuhannya tewas bersama saat sedang menaiki kereta gantung. Selama setahun Alyssa berusaha menata dirinya kembali, tapi saat ini dia ingin berusaha melepaskan kenangan itu.
Di tempat itu dia bertemu dengan Drago di Luca, yang istrinya adalah wanita yang menjadi kekasih simpanan James. Carlotta memutuskan meninggalkan suami dan putrinya untuk bersama James. Namun putrinya belum tahu keadaan sesungguhnya. Drago berusaha menghormati mendiang istrinya demi kenangan yang diingat oleh putrinya. Hanya saja Drago sangat penasaran dengan sosok James. Untuk itu dia mengundang Alyssa ke rumahnya.
Mungkin perasaan senasib dikhianati dan kehilangan yang membuat Alyssa dan Drago dapat saling memahami. Mereka menghabiskan waktu mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi antara James dan Carlotta. Ada banyak sakit hati dan lubang kehilangan yang harus disembuhkan.
Saya suka karena meskipun harlequin, bukan masalah kedekatan fisik yang ditonjolkan di sini. Tapi lebih kepada bagaimana keduanya mencoba memperbaiki diri dan keadaan. Menerima dan membuka diri untuk masa depan. Prosesnya digambarkan dengan baik, tidak instan. Mereka harus berurusan dengan banyak pihak yang mengenang Carlotta dengan cara berbeda. Dan itu tidak mudah.
Infidelity hurts so many people. When two people choose each other while committed to others it can devastate more than those whom were family. When children and parents are also thrown into the upheaval it is really messy. But to find out about the betrayal after they did he adds more anger to those left behind. What happens next can mean a new and improved beginning if date is kind. But to those left in the dark about those who have left can be a good thing for now.
Po tym jak pani Sharon Owens postanowiła uśmiercić partnera głównej bohaterki w swojej świątecznej książce, postanowiłam użyć broni ostatecznej - harlequina. Tam na pewno nie będzie takich dramatów, prawda?
I tu się myliłam. Gordon to jeszcze większa psychopatka niż Owens. Główna bohaterka "SZCZĘŚLIWEJ (tak tylko przypominam) gwiazdki" Alysa traci partnera w wypadku. Ale to jeszcze nic, jak się okazuje przebywał on wtedy ze swoją kochanką (ona też ginie). Myślicie, że to już ostateczny cios? Skądże. Alysa była w ciąży i poroniła. Dziwię się, że jeszcze do tego nie oślepła (przepraszam, ale Lucy Gordon wydobyła ze mnie najgorsze instynkty).
Na koniec Alysa spiknie się z wdowcem po kochance swojego nieżyjącego partnera (nie wiem czy dobrze określiłam te zagmatwane relacje). Lucy, czy ty jesteś normalna?! Jeszcze kilka takich historii i zacznę sama pisać romantyczne świąteczne książki, w których NIKT NIE UMRZE. Do cholery, nie róbcie mi tego w świątecznym okresie! Może powinnam przerzucić się z powrotem na horrory, tam to się przynajmniej można cieszyć z czyjegoś zgonu, i to bezkarnie ;)
Tak, stanowczo, przerzucam się na horrory.
This entire review has been hidden because of spoilers.
For the most part this was your typical Harlequin romance novel. I'm not quite sure how I feel about Alysa's loyalty toward Drago's dead wife. You will have to read this book to find out what exactly I am talking about. I don't want to spoil anything.
Tragis&ironis ketika mendapati pasanganyg kita percayai menusuk dari belakang dengan menggandeng wanita lain sbg pasangan barunya pdhl kita melihat bahwa masa depan antara kita&pasangan tsb sudah didepan mata apalagi dengan mengandung anak dari pria tsb, itulah yg dialami oleh Alysa, seorang akuntan&pasangan dari James yg berkewarganegaraan Inggris.
Disaru sisi ada Drago di Luca,pria Italia yg sangat kaya&berkuasa, memiliki istri&anak perempuan yg pintar&bijaksana. Yg tidak diketahui oleh Drago adalah istrinya melarikan diri dengan pria, James, yg tdk dikenalnya sama sekali. Ketidakpercayaan ketika istrinya ingin meninggalkan dia&tina, anak mereka, sangat mengguncang Drago shg ia sering kali melakukan hal2 bodoh spt melakukan pengintain thd apartemen istri&kekasihnya.
Mereka dipertemukan dlm pengkhianatan,rasa marah,kepura2an utk tegar,rasa sakit&ketidakmampuan utk mencegah hal tsb. Hero dan heroine menjalani hari2 bersama sbg tahap awal utk membagi rasa sakit itu agar bisa menjalani hari2 ke depannya dg lembaran baru. Kemudian hal itu berkembang menjadi kebutuhan utk bertemu, berkomunikasi dan mencurahkan perasaan mrk mjd cinta&sayang.
Alur yg diberikan oleh Lucy sangat lamban,dimana hero&heroine slg menceritakan kejadian2 bagaimana pasangan mrk mengelabu mrk utk bertemu atau benda2 yg membangkitkan kecurigaan mrk kemudian ada interaksi antara Alysa dan Tina dlm memahami kedudukan msg2 utk Drago. Ada Elena, mertua dari Hero, yg mulai melakukan hal2 utk menjauhi Tina dari ayahnya
Dipertengahan cerita, alur yg diberikan lebih cepat dari alur sblmnya&di ending cerita kembali diberikan alur lambat. Cinta tidak hanya ditemukan saat pandangan pertama tetapi juga ditemukan ketika 2 kondisi jiwa mengalami hal yg sama&keinginan utk memahami&menghibur.
Buku ini hadiah dari Mery Riansyah (Thank u, Mer...*cipok*)^^. Dari awal buku udah emosi banget sama tokoh James dan Carlotta, yang even udah meninggal tapi tetep perbuatannya bikin orang yang masih hidup sampe menderita akibat pengkhianatan mereka.
Drago di Luca dan Alysa Dennis dikhianati oleh pasangan mereka masing-masing. Istri Drago berselingkuh dengan pacar Alysa. Ketika Alysa ditinggalkan oleh James, dia sedang hamil. Ironisnya, pasangan yang berselingkuh itu meninggal bersama dalam suatu kecelakaan tragis ( emang kalo yang namanya berselingkuh gak pernah bakal berkah deh...). Dalam satu tahun perayaan kecelakaan tersebut, Alysa bertemu dengan Drago dan anaknya, Tina. Melihat Tina, Alysa seakan diingatkan kembali akan keguguran yang dia alami setelah ditinggalkan oleh James. Pertemuan tersebut mendekatkan Drago dan Alysa. Mereka saling menyembuhkan luka mereka masing-masing. Bahkan setelah berpisah dan Alysa kembali ke Inggris, mereka masih tetap saling merasa dekat. Ketika Alysa kembali ke Italia atas undangan Drago, akhirnya mereka menyadari kalau mereka saling mencintai.
Seperti buku-buku Lucy Gordon lain yang pernah aku baca, ceritanya memang selalu sweet. Suka dengan karakter Drago, bener-bener cowok dan suami idaman *mendesah*. Pas bacanya jadi kebayang Paolo Maldini,hihihi....Ceritanya sesuailah dengan judul Indonesianya, cinta bersemi di Italia. Jadi kepingin baca buku Lucy Gordon yang lainnya :)
Entah mengapa akhir-akhir ini buku Harlequin yang aku baca kurang menarik minat. Ceritanya terlalu cepat sehingga banyak yang miss menurutku. Tapi mungkin pembaca lain tidak merasakan hal yang sama denganku :)
Bisa dibilang cerita HKI ini agak sedikit tragis karena kedua tokoh utama telah memiliki pasangan masing-masing sebelumnya, tapi mereka malah mendapati kedua pasangan mereka berselingkuh. Pengkhianatan itu diakhiri dengan tragis juga.
Alyssa dan Drago berusaha keluar dari kesedihan karena dikhianati dan ditinggalkan oleh orang yang mereka sayangi. Untuk keluar dari kesedihan itu, mereka membutuhkan satu sama lain untuk mengungkapkan seperti apa sebenarnya orang yang merebut pasangan mereka.
Dan seperti khas cerita romance pendek ala HKI, keduanya malah jatuh cinta ketika bersama-sama keluar dari keterpurukan itu.
Ceritanya so-so lah. Gak ada yang baru. Ceritanya juga dibangun dengan baik dan cepat. Seperti yang aku bilang tadi banyak yang miss kalo cerita pendek dan cepat seperti ini. Contoh pas Alyssa balik ke kotanya, mereka gak berhubungan lagi, tiba-tiba ketemuan lagi, gak sampai berapa lama jatuh cinta. Rasanya terlalu cepat. Hahahahahah...
Overall, yah oke lah. Simple, cinta yang dibangun di atas rasa kehilangan, keluarga yang kena dampaknya, dan kepedulian terhadap orang yang disayangi dalam satu cerita :)
Berkisah tentang Alysa dan Drago, orang-orang yang terluka karena pengkhianatan cinta. Kekasih Alysa, James berselingkuh. Carlotta, meninggalkan Drago demi James. Kini setahun kemudian setelah tragedy yang menimpa James & Carlotta, Alysa dan Drago bertemu.. Sejak pengkhianatan James, Alysa bukanlah gadis yang sama lagi. Dia menjadi wanita tegar yang tertutup, tak mau menampakkan emosi, dan hanya mengejar karir. Sedangkan Drago, arsitek terkenal, tetap menjaga kenangan cinta Carlotta, yang hadir dalam diri Tina, gadis kecilnya.
Alysa dan Drago melakukan napak tilas kenangan James dan Carlotta melalui rumah yang disewa James& Carlotta, melalui gembok cinta dan melalui surat2 James& Carlotta.
Merasa senasib, mereka berbagi cerita duka tentang pengkhianatan, dan perlahan hadir rasa saling membutuhkan diantara mereka. Bagi Alysa, pengkhianatan James, tak termaafkan sedangkan bagi Drago, meski Carlotta telah mengkhianatinya, kenangan cintanya terhadap Carlotta takkan hapus begitu saja. Karena butuh perjuangan untuk mendapatkan cinta Carlotta, dan mereka telah terikat selama sepuluh tahun yang indah.
Dan sanggupkah Alysa hanya menjadi yang terbaik kedua bagi Drago ?
Membaca novel ini, serasa ikut merasakan penderitaan, luka pengkhianatan yang dialami Alysa dan Drago.
Buku gratisan dari yg nerjemahin, Gumawo Mer.. *muach*
Jarang-jarang ni baca HQ sampe ikutan kesel banget sama si tokoh antagonis, yg kebetulan udah mati... ckckckckck... heran banget, ada ya manusia yg tidak pernah merasa cukup! itu kesan pertama yg aku baca dari karakter si Carlotta. Cantik, kaya raya, pinter, mandiri, dicintai suaminya yg ganteng nan kaya serta seorang anak perempuan Tina yang sangat memujanya, tp kasian banget ga pernah merasa cukup! ga pernah bersyukur dasar orang egois!, ada gitu emak ninggalin anaknya, kalo ninggalin suami si oke lah (dgn alasan yg jelas) tapi jelas2 bilang "aku akan mengunjunginya kapan2" ckckckc... emak macam apa itu! *nah kan gw masih sewot bikin reviewnya* hmpfh untungnya mati, syukurin deh :P
Sebenernya cerita lebih ke Drago di Luca suaminya Carlotta, yang tidak sengaja bertemu Alysa mantan pacarnya James, cowo yang kabur sama Carlotta terus kecelakaan bareng. Yah, berusaha saling menghibur satu sama lain, dan berusaha mengatasi rasa sakit hati ditinggalkan dan dikhianati, akhirnya saling suka deh.. gitu deh inti masalanya :P, ah.. covernya malah lebih suka versi Ina nya dari pada cover asli hehehe... warnanya bagus XD
Alysa is completely destroyed after her long time boyfriend and father of her unborn child decides to leave her for another woman and then dies in a very tragic accident. She tries to hide it, not only from herself but also the rest of the world. Until Drago enters. His wife ran of with Alysa’s beau and came to the same tragic ending. Leaving Drago without a wife and their lovely little girl without a mother. I guess my biggest issue with the book is Alysa. She wasn’t such a great character. Maybe it is just cos I have not experienced what she has, but I could not manage to immerse myself in her as a character or the book due to her lacklustre emotions. Only later when she started acting more human did I really get into the book. Now other then that, it was a really well written book. My heart broke for the Di Luca family. Especially Drago having to carry the burden of his unfaithful wife all by himself. It was a very sweet romance where even if both parties are reluctant to love and trust again true love still wins. For more reviews please see my blog: http://whyicantstopreading.wordpress....
Yak, buku Harlequin kedua yang gw baca, nuansanya lebih kekeluargaan, secara yang cowok Drago di Luca itu duda Itali dengan satu anak. Alysa tokoh perempuannya orang Inggris
nyambungnya di mana?
dua-duanya sama-sama kehilangan pasangan di suatu musibah, dan tragisnya pasangan mereka itu berselingkuh dengan satu sama lain
jadilah Drago dan Alysa bahu membahu mengatasi kesedihan karena kehilangan dan duka akibat pengkhianatan
bisa ditebak dong endingnya hehehehe
enak dibaca, nggak penuh 'pergulatan' *kedip-kedip* settingnya di Firenze pula.. manissss..
tengkyu memo, yang ngasi kehormatan buat baca arc-nya ^__^
Saling dihianati oleh pasangan masing2 yang telah tewas karena kecelakaan, sangat miris dan menimbulkan duka dan benci. Karena seringnya saling curhat sehingga lama2 timbullah cinta...agak bingung baca buku ini dan membosankan.
Kadang cinta ditemukan tanpa kita sadari.... seering sharing dalam kesusahan dan saling menguatkan satu sama lain, bisa menumbuhkan benih' cinta itu tanpa bisa kita cegah...;)