Jump to ratings and reviews

Sisi Liar

Rupanya Dio tak bisa istirahat terlalu lama selepas menyelesaikan misi pertamanya. Misi baru telah datang. Kali ini ia harus membongkar sindikat penebangan liar yang sudah lama merusak hutan Indonesia. Untuk itu ia perlu pergi menyelidiki, mulai dari ke tengah hutan Kalimantan hingga ke Singapura.

Namun, semakin jauh Dio mendalami kasus ini, ia ternyata menguak kejahatan yang jauh lebih gelap. Pekerjaan investigasi yang ia kerjakan tiba-tiba berubah menjadi permainan perburuan manusia.

375 pages, Paperback

First published September 19, 2022

Loading...
Loading...

About the author

Tsugaeda (Ade)

9 books121 followers
Penulis novel thriller Indonesia. Dapat dihubungi di surel tsugaedauthor@gmail.com atau Twitter @tsugaeda.

Ratings & Reviews

What do you think?

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
35 (57%)
4 stars
22 (36%)
3 stars
2 (3%)
2 stars
1 (1%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 22 of 22 reviews
Profile Image for Autmn Reader.
957 reviews105 followers
October 27, 2022
Woaaaah, ngeri banget sih ini Bhadra nggak ngotak. Jadi inget ad deh keknya kemaren2 kasus yg sama juga ngerem manusia di ruang bawah tanah. Ini bukunya jadi kerasa deket banget karena beneran ada di berita juga kejadiannya.

Ceritanya lebih padet sih kalau kupikir2. Karena dari awal udah diberondong sama berbagai kasus dan rencana. Aku suka dengan penyuguhan plotnya. Satu kasus ngebuka kasus lain. Emang selalu ginj dan tetep aja selalu bikin tercengang. Di buku ini juga ada pendalaman karakter Dinta dan nggak sekedar numpang lewat. Udah mulai dikasih background yang bikin mereka mau gabung. Mereka ini termasuk Om Jon. Mana endingnya malah bikin tambah penasaran lagi. Gantung banget jadinyaaa, wkwk.

Yg nggak bgtu aku suka plingan action pack nya kali ya. Semua hal kerasa cepet di sini. Mulai dari yg ada Jun, terus pas di Riau, terus pas di hotel, dan terakhir ya bagian di Ketapang. Semuanya terlalu mudah aja sih kesannya. Padahal buil up tension-nya oke bnget.

Over all, still waiting for the next Dio's book. 😂
Profile Image for Nancy.
131 reviews6 followers
April 5, 2023
Tidak sabar menunggu kelanjutan Dio dan Dinta mencari keadilan di buku selanjutnya😆😆
Profile Image for blackferrum.
766 reviews63 followers
July 23, 2024
Sengaja menahan diri buat nggak kasih reviu secara subjektif, tapi nggak bisa. Buku ini bagus banget, woy!

Kupikir awalnya Efek Jera bakal jadi semacam "bom", eh nggak tahunya buku ini malah jadi atom. Dari karakterisasi Dio dan Dinta yang semakin matang dan kokoh, alurnya makin rapi, dan konfliknya makin GILA.

I mentioned Dio and Dinta only just because mereka tuh emang banyak ambil porsi di sini. Latar belakang Dinta banyak dibahas di sini. Bukannya latar dia bagus banget atau gimana, sih, tapi akhirnya bisa melihat sisi manusiawi Dinta karena selama ini ngiranya dia manusia tanpa masa lalu dan semacam jenius-badass gitu.

Dio juga makin berkembang, sih. Paling kentara inisiatif dia buat mengulang that crazy experience. Di EJ, Dio jelas masih newbie, wajar dia sering nyasar. Eh, bukannya di sini nyasar juga, sih, tapi yah lebih mendinglah.

Konfliknya gila, sih. Entah harus mulai dari mana, yang pasti masalahnya superkompleks. Banyak yang mau ku-mention, tapi males juga panjang-panjang. Selain bakal banyak spoiler, yah, biar yang mau baca dan kebetulan baca reviu acak-acakan ini makin penasaran.

Sumpah, baca buku ini sekali seumur hidup, guys. Lebih bagus lagi kalau bisa baca dari awal, urutannya: Rencana Besar, Sudut Mati, Efek Jera, Muslihat Berlian, dan Sisi Liar.

Ayo cepat keluarkan buku barunya, author-nim, aku masih kepengin ngikutin aksinya Dio!

Ps: semoga di buku barunya kesalahan teknis bisa dinolkan atau diminimalisirlah setidaknya.
Profile Image for Akaigita.
Author 7 books246 followers
November 18, 2022
Oke, aku kesel sih karena buku ini cepet habisnya, tapi lumayan lebih panjang dari Muslihat Berlian. Seperti biasa Tsugaeda punya ramuan sendiri buat mengekspos "dunia gelap" ke kisah fiksi yang seru dan menyenangkan buat dibaca. Soal perburuan manusia itu... aku sudah dengar lama dari ayahku yang anak kolong. Konon desas-desusnya mengatakan memang ada orang, biasanya berlatar belakang militer, yang jadi terlalu haus darah dan bikin mainan kayak begitu di hutan. Sasarannya ya orang-orang yang mudah ditipu begitu, meskipun nggak mesti TKW atau TKI.

Gila ya, cerita ini beloknya jadi ke mana. Padahal aku ngira awalnya bakal lebih banyak soal pembalakan liar, tapi... begitu Dio ke markasnya Raja Rimba.....

The horror....

Jadi si raja hutan punya banyak harimau? Ngembangbiakin sendiri? Kebun binatang-kebun binatang khusus konservasi di seluruh dunia harus berguru sama beliau supaya bisa melestarikan harimau dengan cepat dan tingkat keberhasilannya tinggi! Aku juga baru tahu soal ramuan-ramuan itu. Ini risetnya udah jauh sih. Nggak cuma soal harimaunya, tapi juga keseluruhan info di buku ini risetnya ndak abal-abal. Aku cuma tahu kalau masuk ke hutan yang ada harimaunya, kita harus pakai topeng wajah di belakang kepala supaya harimau nyangka kita lagi melototin dia, jadi dia nggak berani nerkam dari belakang. Gimanapun juga, harimau itu sama malasnya dengan kucing rumah. Mereka cuma bakal nerkam mangsa kalau momentumnya tepat: mangsa berada dalam jarak terkam dan sedang lengah. Tapi soal kita nggak punya harapan kalau sudah jadi target harimau itu bener. Harimau bisa manjat pohon dan berenang dan lompatannya tinggi. Tamparan cakar kaki depannya bisa mengelupas daging dari tulangmu sampai bersih.

Jadi kenapa aku malah ngomongin harimau dan bukannya ngulas isi buku ini?

Aku... suka Dio. Ini bias karena aku sudah suka dia sejak Efek Jera. Apalagi waktu dia ke acara lelang itu. Kelihatan keren banget. Dia juga lucu kalau lagi ceplas-ceplos. Dinta juga sama. Kalau sudah nyeplosin Dio, kata-kata Dinta juaranya. Di buku ini porsi sudut pandang Dinta lebih banyak dan kita jadi tahu lebih dalam soal keluarganya (buset dah papanya) dan kehebatannya. Oh ya, jangan lupakan bintang tamu di novel ini: Junet! Jun, tokoh utama di Muslihat Berlian, muncul lagi sekilas di buku ini untuk melakukan pencurian lain yang bikin tercengang-cengang. Aaaa ngefans juga sama Junet. Tampang boleh nggak meyakinkan, tapi sekali beraksi... wooo.

Tokoh antagonis di cerita ini kharismatik dan fearsome. Fearsomenya karena menggila. Dia bisa melihat tembus ke pikiran seseorang dan mengambil saripati filosofis dari setiap segi kehidupan. Ketika dia berkata tidak ingin diatur-atur asing soal bagaimana mengolah hasil hutan itu, aku jadi teringat ucapan seorang pejabat tinggi tanah air ketika Eropa memblokade minyak sawit. Eheheu, jangan-jangan sosok raja rimba ini terinspirasi juga dari orang itu? Mana saya tahu. Pengetahuan saya mentok di kucing.

Om Jon juga sama kerennya sih. Lucu banget di babak ketiga ketika kondisi lawan berbalik arah begitu Om Jon datang. Memang pensiunan tentara itu kalau nggak bikin partai politik, ya cari masalah wkwkwk. Atau dua-duanya, seperti yang terjadi di negara kesatuan republik bulgaria ini.

Entahlah, lawakannya sadis pak Tsuga ini. Sukses terus bapak penulisnya. Jadi penasaran buku keenam bakal gimana lagi. Sejauh ini formula ceritanya belum ada yang ngebosenin.
Profile Image for Ren Puspita.
1,567 reviews1,045 followers
March 18, 2024
4 bintang

Tampaknya dengan Sisi Liar, Ade aka Tsugaeda udah mulai nemu gaya nulis yang nyaman. Setidaknya ini yang gue rasakan setelah baca semua buku dia. Tahun kemaren gue baca Efek Jera, yang memperkenalkan Dio Prasetyo, anak jalanan street smart & book-smart yang direkrut Sarjono atau kerap dipanggil Om Jon untuk bergabung dengan sebuah agensi yang berfokus menyelesaikan masalah - masalah yg mengancam negara dengan cara yang tidak biasa. Di Sisi Liar ini, gue ketemu lagi sama Dio dan yang menariknya, kali ini fokus cerita juga lebih banyak ke Dinta, cewek yang jadi partner Dio yang di Efek Jera porsinya ga terlalu banyak. Sisi Liar emang diceritakan dari sudut pandang pertama Dio, tapi Tsugaeda juga menuliskan bab dari sudut pandang ketiga via Dinta dan juga..Makarim. Gue mayan kaget juga Makarim ternyata dapat jatah juga di buku ini, hehe.

Ceritanya sendiri sebenarnya udah jelas di blurb dimana investigasi Dio tentang kasus pembalakan hutan berujung pada perburuan manusia setelah dia bertemu dengan si Raja Rimba. Kalau pada mikir apa yang kejadian di buku ini fiksi yang didramatisir, sayangnya perburuan manusia ini emang ada kok kasusnya dimana gue sempat inget beberapa tahun lalu sempat booming kasusnya. Ga cuma perburuan manusia, tapi kasus human trafficking karena banyaknya TKI & TKW masuk ke negara jiran dengan cara ilegal juga dibahas tuntas di buku ini, tentunya dengan beberapa insight tentang pembalakan kayu ilegal yang besar - besaran. Agak ngeri - ngeri sedap emang baca Sisi Liar. Gue paham ini fiksi dan beberapa hal bisa jadi didramatisasi sama Tsugaeda biar kisahnya seru, tapi gue juga mikir seberapa banyak yang fiksi dan berapa persen yang emang fakta? Gue rasa pembalakan hutan dan kasus human trafficking jelas masalah besar di Indo, tapi faktanya sampai sekarang juga ga ada penyelesaiannya karena ada kasus klasik yaitu dimana ada demand, disitu ada supply. Kasus yang seperti ular uroboros, ga ada ujung dan selesainya gimana.

Dio di Sisi Liar ini emang sedikit lebih dewasa dan matang di Efek Jera. Sayangnya, gue ngerasa ini jadi kelemahan juga di buku ini karena dalam beberapa hal Dio berasa kayak shonen protagonis dan selamat dari kejadian yang menimpa dia saat ketemu Raja Rimba simply karena plot armor. Kek, ya Dio itu tokoh utama gitu lho, pastinya diselametin kan hahaha. Pun beberapa bagian kayak gampang banget, terutama yang pas nyuri lukisan Raden Saleh. Bisa gitu cuma beberapa halaman terus selesai? Eniwei, terkait kasus pencurian lukisan ini, ini agak lucu karena gue jadi inget film Mencuri Raden Saleh. Baik Sisi Liar maupun Mencuri Raden Saleh sama - sama rilis tahun 2022 walau ya gue yakin Ade udah nulis Sisi Liar sebelumnya, tapi syuting Raden Saleh pun juga dari 2021. Hmm, kebetulan kah? Tambahan lagi, kalau kalian udah pernah baca Muslihat Berlian, bakal ada cameo salah satu tokohnya dan juga kalau udah baca Sudut Mati, akan ada penyebutan nama satu karakter yang bikin gue "Lah ini kan dulu karakter di Sudut Mati??". Ini kamu mau bikin Tsugaeda universe ya De? XD

Walau dengan beberapa kelemahannya yang cukup mencolok, termasuk personalitas Raja Rimba yang berasa agak2 kartunis di akhir2, gue lebih suka baca Sisi Liar ini ketimbang Efek Jera ataupun Muslihat Berlian. Beberapa bagian emang rada "telling" ketimbang "showing" tapi ga sampe yang kayak gue baca kopas mentah2 dari wiki atau artikel gitu. Gue suka sama dialognya Dio dan Dinta, gue harap mereka bakal jadi partner (in crime) di buku - buku selanjutnya. Interaksi Dio sama Om Jon atau Makarim emang ga sebanyak di Efek Jera, tapi bagi gue ga masalah juga. Kasus yang menimpa ayahnya Dio, Beno Prasetyo, juga mulai terbuka sedikit demi sedikit dan buku Sisi Liar ini juga diakhiri dengan sedikit clue yang menurut gue cukup mind blowing dan bertanya - tanya, siapa sih dalang di balik kasus yang menimpa Beno? Kalau kamu suka baca novel2 ala Dan Brown alias dibawa jalan - jalan kesana kemari, di Sisi Liar ini kita akan diajak ga cuma ke Kalimantan aja, tapi juga ke Sumatra, NTT, Timor, Singapura dan juga Malaysia. Mayan lah ya daripada baca buku settingnya di Jakarta terooos, atau Jawa terooos, ya walau Sisi Liar emang ada beberapa bagian cerita yang di Jakarta.

Gue ga akan bosan merekomendasikan buku2nya Tsugaeda kalau kamu nyari thriller yang juga mengambil issue-issue yang lagi hangat di Indo. Efek Jera udah nyindir kasus maskapai LLC, Sisi Liar mengulik tentang pembakalan hutan liar dan human trafficking. Nah, buat buku selanjutnya, kamu mau nulis apa lagi nih, Tsugaeda? :D
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book278 followers
January 3, 2023
Setelah menuntaskan misi di Penida Airways bersama Om Jon dan Pak Makarim, kali ini Dio dilibatkan dalam sebuah misi terkait penebangan liar di Kalimantan. Pembalakan liar ini dipimpin oleh seorang yang dikenal dengan sebutan Raja Rimba. Tidak banyak orang yang bertemu langsung dengan Raja Rimba, konon kabarnya dia :dilindungi" oleh banyak orang termasuk pejabat-pejabat tinggi di kepolisian dan pemerintahan. Dio bersama dengan Dinta ditugaskan untuk mencari informasi tentang Raja Rimba ini.

Untuk bisa bertemu dengan Raja Rimba, mereka memanfaatkan putri si Raja Rimba yang bernama Agni. Supaya bisa mendekati Agni, Dio dan Dinta harus mencuri lukisan Raden Saleh yang dimiliki oleh seorang kolektor di Surabaya. Jun (baca di Muslihat Berlian ) ikut serta dalam penukaran lukisan ini. Dio membutuhkan lukisan ini sebagai kunci bertemu dengan Raja Rimba a.k.a Bhadra. Ternyata kasus pembalakan liar hanyalah kulit luarnya saja. Ada pemburuan manusia yang sering dilakukan oleh sekolompok pemburu di bawah pimpinan Bhadra yang juga ingin diungkap oleh Dio dan Denta.

Novel Sisi Liar ini disebut sebagai sekuel dari Efek Jera, karena tokoh utama yang ada dalam novel ini adalah Dio, pemuda berusia 20 tahun yang mengungkap kasus Penida Airways. Meski demikian, ada beberapa tokoh yang disebut-sebut dalam novel ini yang muncul di novel karya Tsugaeda sebelumnya. Bahkan "Si Dokter" dari Sudut Mati juga disebut sekilas dalam novel ini.

Perburuan manusia dalam novel ini sadis juga. Para TKI-TKW dari Malaysia yang tanpa identitas dijadikan buruan oleh sekelompok orang yang ingin mencari kesenangan sementara. Saya cukup takjub ada Kota Palopo disebutkan dalam novel ini sebagai salah satu lokasi yang dipilih menjadi kota asal di identitas palsu para tenaga kerja ilegal ini.

Sepertinya petualangan Makarim dan Jon masih berlanjut. Dio dan Denta juga masih memiliki urusan yang belum selesai. Mari menantikan siapa yang akan berperan dalam kasus selanjutnya.

Btw, terima kasih Santa sudah menghadiahkan buku bertanda tangan khusus dari penulisnya untuk saya :)
Profile Image for Septian Chandra.
69 reviews1 follower
December 29, 2022
Tidak ragu memberikan bintang 5 sama karya ini. Dibikin tegang yaa terutama sama adegan2 terakhir tentang perburuan. Jadi buku kelima dari Tsugaeda ini membahas tentang perjalanan Dio yang tergabung dalam tim Makarim dan Om Jon dalam membongkar sindikat penebangan liar yg dipimpin oleh Raja Rimba. Disini perannya dibantu oleh Dinta dan Jun yg dalam karya Muslihat Berlian jadi pemeran utama dan disini beneran crossover dong. Disini peran Jun adalah membantu dalam mencuri lukisan perburuan banteng yg menjadi alat tawar Dio untuk bisa bertemu Raja Rimba. Ya sesuai dengan keahlian Jun di Muslihat Berlian ya dalam curi mencuri. Sepertinya Jun beneran jadi timnya Makarim dan mungkin akan muncul lagi di karya2 berikutnya.

Jadi dalam buku ini bercerita tentang Dio yg awalnya ditugaskan dalam membongkar sindikat penebangan liar yg pada akhirnya ternyata beralih ke masalah perdagangan manusia. Lawan Dio disini adalah Bhadra Ekawira aka Raja Rimba. Cerita diawali dengan Dio dan Dinta yg mengejar Aliong (mantan pemain dalam kasus penebangan liar) untuk mencari tahu bagaimana bertemu Raja Rimba sebagai aktor terbesar dalam sindikat ini. Aliong pun mengarahkan untuk bisa menemui anak Raja Rimba, Agni. Dari situ muncullah misi pencurian lukisan Perburuan Banteng yg juga melibatkan Jun sebagai harga Dio dapat bertemu Raja Rimba. Setelah dapat, singkat cerita Dio bisa bertemu Raja Rimba bahkan menginap disana dan menjadi dekat dengan Bhadra. Dari situ ia mendapatkan berbagai informasi terutama terkait kasus ayahnya, Beno Prasetyo, yg ternyata berhubungan dgn Bhadra. Dari situ juga Dio menemukan fakta terkait perdagangan manusia dan lomba perburuan manusia yg rutin diadakan Bhadra. Manusia2 yg dijadikan sasaran perburuan adalah TKI/W ilegal yg sudah dipalsukan dan dihilangkan identitasnya. Hal ini sejalan dengan POV dari Dinta dimana dia mengungkap langsung ada praktek penyelundupan TKI/W ilegal dari NTT.

Singkat cerita setelah penyamaran Dio terungkap dan ia pun berhasil selamat dari perburuan, ia pun kembali ke Makarim dan menceritakan apa yg terjadi. Disini ia pun berusaha kembali ke Bhadra melewati jalur menjadi TKI/W dan diikuti Dinta yg juga ikut ke tempat Bhadra lewat jalur menjadi salah satu pemburu. Di adegan terakhir, sungguh sangat menegangkan dimana Dio berusaha menyelamatkan orang2 yg ingin diburu dengan siasatnya dan dibantu Dinta yg menembaki para pemburu sebelum ketemu dengan calon korban buruannya. Pertarungan akhir Dio dengan Bhadra juga cukup epic dimana Dio juga dibantu oleh Harimau dalam menghabiskan stamina dari Bhadra. Akhir cerita, Bhadra pun berhasil diringkus polisi dan kasus ini pun terbongkar. Bhadra pun mati setelah bertarung dengan harimau dan Dio.

Dalam buku ini, Dio beneran jadi seperti "Eggsy" anggota the Kingsman. Di Efek Jera mungkin masih sangat awam, namun di karya ini, Dio sudah sangat berkembang, taktis, dan cerdik. Menarik menunggu kisah berikutnya dimana Dio juga termotivasi untuk terus melawan setelah tau disini ayahnya ternyata dijatuhkan lewat konspirasi2 busuk. Menarik mengikuti dan menunggu karya selanjutnya dari perjalanan tim Makarim dalam membongkar kebusukan2 yg ada.
This entire review has been hidden because of spoilers.
8 reviews
December 22, 2022
"Zamrud khatulistiwa yang sebelumnya hanya ada dalam lagu yang sudah memudar dikeheningan atau pidato para pejabat, kini nyata memancar sejauh mataku memandang" (hal 38).

Orang kalimantan mana suaranya? 🙋‍♀️

Ketika melakukan peninjauan. Tim investigasi menemukan 19 kantung terkubur yang berisi mayat yang sudah tinggal tulang belulang. Sebagian dari mereka merupakan mayat remaja perempuan dan tak ada satupun yang memiliki identitas. Apa kasus penebangan liar segitu horornya sampai mengorbankan sebanyak itu manusia? Atau mungkin sebenernya ga ada kaitan sama sekali? 🧐

Anyway, penggemar Jun bakal terhibur karna Jun nongol lagi dengan heist scenes ala James Bond dengan jokes kearifan lokal di buku ini. Dan jujur yg gue rasain, makin kesini buku2 ini penulis isinya makin lawak. Padahal gue sebagai pembaca awalnya udah serius banget pas baca terus lama kelamaan berasa diprank mulu😑

Meski gue banyak ketawa, ada bagian2 yang gue ga suka misalnya di bagian Jun muncul karna kurang 'smooth' dan adegan setelahnya juga terlalu cepet. (Yakali mau nyolong lukisan secepet itu prosesnya). Plan ga mateng tapi berhasil (a bit weird🙄). Juga akhir yang menurut gue agak terburu2 pas bahas kasus Dio berasa convonya ga ngalir🙇‍♀️.

Tapi diluar itu, banyak banget bagian yang gue suka ofc. Alur cepet dan cliff hanger di akhir chapter jd bener2 page turner. 'Chemistry' aneh antara Dio dan Dinta yang udah kek tom and jerry. Kejutan kasus ayah Dio yang mulai terkuak, juga bagaimana penulis bercerita detail tentang beberapa lukisan dan sejarahnya.

Sekarang gue tau kalo Raden Saleh itu beneran ada dan bukan cuma judul film 🙃. Beliau acapkali menyindir manusia yang kerap mengusik mahluk lain. Misalnya dengan berburu. Dan menurut gue ini adalah tema utama dari buku yg penulis bahas.

Jadi buku ini bukan sekedar buku investigasi. Juga bukan buku superhero yang memberantas kejahatan. Buku ini adalah buku tentang naluri manusia yang bukan hanya bertahan hidup, tetapi juga membunuh.
Profile Image for binan.
18 reviews
November 9, 2025
novel fiksi kriminal indonesia? berlatar hutan sumatra dan kalimantan? dengan kebobrokan institusi kepolisian? ini yang aku cariiii!!!!!!! gilaaaaa seru PARAH aku ga mau cepet-cepet ngabisinnya, tapi terlalu penasaran untuk ditunda-tunda bacanya?!

kejahatan yang diangkat sangat. sangat. real. sekali. illegal logging? perdagangan manusia? wildlife trade? wah. bener-bener. cara tsugaeda merangkum semuanya, menyajikan fakta-fakta yang bikin merinding dan meremas hati (saking biadabnya!), dibarengi dengan karakter-karakter protagonis yang--menurut aku sih kurang abu-abu, ya--berhasil bikin aku terpukau! mungkin karena aku belum baca novel-novel sebelumnya, jadi aku belum dapet the depth of the characters here. although, habis ini aku kayaknya akan mencari semua buku-buku tsugaeda terus namatin semuanya (jujur, beneran jatuh cinta sama novel kriminal berlatar indonesia gini, lokalitasnya dapet banget apalagi pas ada paranormal diundang ke acara televisi membahas kasus perburuan manusia).

give this a read, peeps! 10/10.
Profile Image for Stellanisa Nagari.
9 reviews
January 30, 2023
Keren banget cerita ini, kisah kriminal yang gak biasa dengan mengangkat tema pembalakan liar yang notabenenya itu merupakan kasus yang umum namun senyap.
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,655 reviews76 followers
December 13, 2025
It's brighter and darker at the same time. Ada lebih banyak humor di sini. Luwes sekali. Namun, masalahnya juga semakin gelap. Tim Makarim, Jon, Dio, dan Dinta berhadapan dengan Raja Rimba, salah seorang dalang pembalakan liar sejak Orde Lama. Tak hanya itu, ia juga mengorganisir perburuan manusia dengan menumbalkan para TKI ilegal yang ingin kembali dari Malaysia.

Raja Rimba atau Bhadra Ekawira sendiri rupanya sempat berhubungan dengan ayah Dio, Beno Prasetyo.

Ketegangan demi ketegangan terus datang silih-berganti. Mulai dari pencurian lukisan Raden Saleh (Jun dari Muslihat Berlian muncul lagi di sini!), penyusupan ke rumah Raja Rimba, perburuan manusia, hingga melawan harimau.

Siapa Ryan Aditya yang makamnya dikunjungi Dinta di akhir buku? Kemana Beno Prasetyo? Tak sabar menunggu kelanjutan kisah Dio.

Novel ini dibuat dengan gaya yang sangat filmis, terutama bagian plot armor-nya. Namun, sayang hal itu justru menciptakan beberapa blind spot alias adegan-adegan penting yang tak digambarkan secara jelas. Misalnya detail proses pencurian lukisan Raden Saleh dan cara Jon menyelamatkan Makarim yang disandera Agni, anak Bhadra.

Agni juga digambarkan membantu Dio ketika dia akan diumpankan di perburuan dengan membekalinya pisau lipat untuk memutus ikatan tangan. Tapi kenapa dia membantu Dio yang bukan siapa-siapanya dan baru dia kenal? Apa Agni akan muncul lagi di buku-buku selanjutnya?

Soal Makarim Universe ini kudunya dibikin seri. Namun, nggak ada keterangan resmi dari penulisnya.
Profile Image for Sinta Zaiyan.
1,054 reviews68 followers
January 2, 2026
Novel ini adalah sekuel dari Efek Jera, yang masih bercerita tentang Dio dengan investigasinya kepada sosok yang berjulukan si Raja Rimba. Aksi Dio tetap dimulai dengan arahan dari Pak Makarim Dan Om Jon, meski kemudian, dengan ketidaksabaran dan kemarahannya, dia berusaha menyusup dan menuntaskan kejahatan yang merenggut banyak nyawa.

Kejahatan Raja Rimba lebih brutal dibandingkan Penida Airways, mulai dari pembalakan liar, perusakan alam, perdagangan manusia sampai permainan berburu manusia. Kondisi kemiskinan di wilayah Timur Indonesia juga menjadi sorotan dalam novel ini, kondisi yang mendorong maraknya TKI ilegal menuju Malaysia, hingga mendapat perlakuan yang tidak manusiawi.

Selain Dio, ada tokoh Dinta yang bergerak mencari informasi, dimana dalam seri ini mulai disinggung tentang latar belakang yang di luar dugaan dan juga menyimpan tandatanya atas kejadian masa lalu seperti yang terjadi pada Dio.

Sisi Liar memberikan aksinya seru dan konflik yang lebih padat. Adegan Dio dikejar harimau menjadi bagian yang bikin deg-degan, harimaunya bisa manjat pohon, dong! Dan, akhir seri ini ditutup dengan kunjungan Dio yang malah semakin memberikan pertanyaan besar, dimana Ayah Dio dan keluarganya?
Profile Image for davvinzy.
12 reviews
January 7, 2025
Isu agraria tentang mafia kayu yang diangkat diawal aja udah bikin gue tertarik buat negbalik halaman berikutnya, "Mantep. Mari kita tangkap si Raja Rimba". TAPI ternyata plotnya dibawa ke 'sana' guys, sadis dan gila. Pacenya cepet sih ini, ga kerasa tiba-tiba begitu tiba-tiba begini. Penggambaran scene actionnya juga SERU KALI.

Sebelumnya udah ngikutin perjalannya Dio dari Efek Jera, ternyata di sekuelnya ini sengaja banget naro banyak tanda tanya di akhir. Nyuruh nabung buat buku selanjutnya kan ini wkwk
Profile Image for Gita.
122 reviews2 followers
April 25, 2024
Sebenarnya 4,5, dibulatkan menjadi 5, Saya lebih suka novel ini daripada Efek Jera. Rasanya sama seperti saat saya membaca Rencana Besar dan Sudut Mati, ditambah lagi di novel ini seperti ada "hint" cerita tentang Dio dan Dinta yang sengaja dibiarkan menggantung (?), mungkin untuk seri selanjutnya. Ga sengaja tapi ternyata sudah 4 dari 5 novel tsugaeda yang saya baca, dan rata-rata saya puas dengan ceritanya
Profile Image for Naza N.
359 reviews10 followers
November 8, 2024
GOOOOKKKKIIIILLLL!!! Banyak banget adegan action di buku ini. Kasusnya, meski berbelit, tapi enggak susah untuk dipahami. Akhirnya bisa tahu lebih banyak soal kehidupan Dinta yang makin badass ini.

Thumbs up buat kuartet Jon-Makarim-Dinta-Dio (dengan sedikit bumbu dari si Jun Geblek—semoga ke depannya dia punya peran lebih banyak).Can't wait for the next adventure! 🤩
Profile Image for Heni.
Author 3 books46 followers
June 29, 2023
Buku ini dibuka dengan pacing yang cepat karena di bab pertama sudah langsung diperkenalkan dengan kasus. Seperti Jejak Balak yang kubaca sebelum ini, Sisi Liar mengangkat kasus pembalakan kayu hutan, ditambah dengan perburuan satwa dan kasus pembunuhan lainnya. Jaringan yang harus diurai lebih besar di Sisi Liar, melibatkan banyak orang mulai dari warga setempat hingga orang berkuasa. Semua premise ini menarik, tapi juga riskan. Dengan luasnya scope yang ditangani, buku ini bisa menjadi dragging berkepanjangan atau malah terlalu cepat sehingga kesannya buru-buru.

Sisi Liar jatuh di kategori kedua. Dio masih bekerja di bawah Om Jon dan Pak Makarim, bersama Dinta juga. Sudahlah, organisasi yang dipimpin Makarim ini adalah organisasi besar, jadi tidak usah ditanyakan kenapa mereka bisa punya resource seperti ini tanpa pemerintah tahu (akses ke ini itu, menyediakan identitas palsu, bahkan menyiapkan dana untuk ikut lelang yang jumlahnya tidak main2. Is Makarim that rich?)

Kalau di buku Efek Jera mereka berurusan dengan salah satu maskapai, disini mereka berusaha meringkus penguasa hutan. This is already too big, eh masih ditambah dengan penemuan 19 mayat di hutan tersebut (yang KEBETULAN kalau diusut2 ternyata....). Seakan itu semua belum cukup, misi yang sudah kompleks ini masih ditambah dengan pencurian sebuah karya seni langka (yang bisa dilakukan dengan mudah dan OFFSCREEN).

Aku suka dengan cerita masa lalu Dio dan keluarga yang mulai diungkap di buku ini. Kita juga mendapat tambahan informasi keluarga Dinta, jadi kita mendapatkan gambaran kenapa Dinta memilih karir yang sekarang dia jalani. Buku ini fast paced dan action packed, jadi tidak ada momen bosan saat membaca narasinya.

Tapi, ya itu tadi, semua tahapan misi yang dilakukan Dio dan Dinta terasa begitu mudah, dengan support serba ada yang diberikan organisasi, kebetulan jadwal lelang lukisan ternyata ada dalam waktu dekat, kebetulan lukisan yang harus dicuri ada di Surabaya (bukannya di Nepal, misalnya), dan kebetulan penjaga museum tidak lebih waspada dalam berjaga. Big villain juga dibikin terlalu cartoonish.

Bab terakhir memberikan ruang untuk sebuah sekuel dan aku jadi lebih ingin tau apa yang terjadi dengan Beno Prasetyo (yang sesungguhnya).
Profile Image for Truly.
2,835 reviews14 followers
April 12, 2023
Gara-gara buku ini, saya begadang hingga sahur tiba. Memang waktu meminjam masih lama (ceritanya saya memanfaatkan koleksi tempat saya bekerja), namun keseruan membaca membuat tak ingin berhenti sebelum lembar terakhir. Risiko yang seimbang dengan kepuasan yang diperoleh dari membaca buku ini.

https://trulyrudiono.blogspot.com/202...
Profile Image for Leila Rumeila.
1,032 reviews32 followers
March 16, 2024
Konflik bukunya cukup seru, for itself i gave 3-star.
Tapi dari buku ini gue baru sadar, bukan cuma action-packed movie yg gue engga suka, ternyata buku pun gue kurang suka.

There's nothing wrong with the book as a whole i'm sure, it's just not my cup of tea nor match with my personal taste.
4 reviews
March 15, 2023
Pokoknya lebih seru dari Efek Jera Dio lebih matang,... Di tunggu petualangan dia selanjutnya. Masih terlalu muda dia untuk beristirahat dan masih banyak yang harus di investigasi.
Profile Image for Elisa.
335 reviews10 followers
September 6, 2026
Semoga ada novel lanjutan tentang ceritanya Dio. Kok kayak belum tuntas
Profile Image for cronflaakes.
22 reviews
April 6, 2026
KO GA DI REVIEW YA HADEHH, SUKA BANGET BTW INI SERU DEG DEGANNYA DAPET
Displaying 1 - 22 of 22 reviews