Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kursi Manusia

Rate this book
Ranpo adalah bapak pengarang misteri Jepang dan namanya diabadikan sebagai penghargaan tahunan untuk kategori pengarang bergenre misteri. Adapun buku kumpulan cerpen terbaik Ranpo ini memuat: The Human Chair, The Caterpillar, The Hell of Mirrors, The Twins, The Red Chamber, Two Crippled Men.

138 pages

Published September 1, 2022

7 people are currently reading
61 people want to read

About the author

Edogawa Rampo

897 books1,076 followers
Hirai Tarō (平井 太郎), better known by the pseudonym Rampo Edogawa ( 江戸川 乱歩), sometimes romanized as "Ranpo Edogawa", was a Japanese author and critic who played a major role in the development of Japanese mystery fiction.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
18 (48%)
4 stars
14 (37%)
3 stars
5 (13%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 9 of 9 reviews
Profile Image for alys.
19 reviews1 follower
January 28, 2026
Somehow aku amazed… tapi juga b aja setelah selesai baca 😭
Mungkin karena udah banyak juga karya-karya dengan plot twist dan imajinasi yang lebih mindblowing, jadi pas baca Ranpo tuh rasanya kayak… oh okay, I see it.
Aku bakal rate creepiness tiap cerpen. Mostly dari segi disturbing factor, tapi juga aku pertimbangin plot twist dan overall execution-nya.

Kursi Manusia – The Human Chair (6.5/10)

Cerita ini literally kritik kelas sosial, tentang gimana manusia dibagi berdasarkan uang, status, penampilan, dan itu semua terjadi ke MC di dalam cerita ini (if that even fiction).
Tapi jujur, sebelum nyelam ke makna implisitnya, aku harus ngomong dari perspektif personal dulu. Karena ini karya Ranpo, dan karena banyak orang ngehype beliau banget, somehow ekspektasiku buat cerpen ini TINGGI BANGET.
Awal baca aku cuma kayak, “okayyy…” makin lama aku perlahan-lahan mulai bisa baca overshadowing nya which is hints yang jelas banget sebenarnya. Kadang aku mikir, “is this even realistic?” tapi yaudahlah, fiction.
Dan mungkin faktor lain kyk there’s a lot of kink/disturbing stuff yang sebenarnya lebih ekstrem (imo), jadi pas si tokoh “kursi” ngaku kelainannya aku malah cuma, “oh… unique.” Tetep creepy, obviously not normal, tapi aku gak terlalu shocked lagi karena udah kebiasaan sama fiction model begini.
Tapi tapi, ada satu hal yang buat cerita ini bisa melekat di aku dan juga kepikiran sampe berjam-jam setelah baca; ambiguity-nya, which is ini emang trick yang bisa buat pembaca 'wow' tapi it's not that easy to pull (even though sekali lagi aku masih bingung apakah hal kyk gini beneran bisa dilakukan di dunia nyata ya karena gimana caranya suatu cerita jadi bener-bener scary tuh karena dia harus bisa membuat pembaca merasa dekat dengan hal tersebut kan?) Sampai aku literally nyari explained di internet, apakah cerita dalam cerita itu fiction di dunia mereka, atau beneran kejadian?
Ranpo sengaja bikin itch yang gak bisa digaruk. Kayak ada jawaban di depan mata tapi gak pernah dikasih full closure. Apakah memenuhi ekspektasiku? Honestly, nggak. Ending-nya fine dan menarik, tapi secara keseluruhan aku gak terlalu amazed. Mungkin karena ini udah jadi blueprint buat banyak cerita modern, jadi sekarang rasanya agak “so-so” buat aku. Beberapa faktor yang buat aku ga begitu kagum mungkin jga karena ini cerita pendek yaa, jadi build-up nya ga bisa begitu maksimal dan juga gabisa numpuk misteri di atas misteri lain yang mana itu hal yang lebih aku suka.

Ulat Bulu – The Caterpillar (7.8/10)

Aku punya mixed feelings banget soal ini. Tapi dibanding Kursi Manusia, yang ini jauh lebih disturbing dan lebih gampang kebayang. Aku sempet berhenti baca di tengah-tengah karena gak kuat sama imajinasi sendiri. Tapi sekali lagi, pace nya agak lambat di awal jadi mungkin sedikit sulit untuk engaged waktu baru baca dikit. Menurutku sendiri grotesque-nya tuh lebih masuk akal secara psychological horror. Kejadiannya mungkin ekstrem, tapi sebenarnya kita semua punya kemungkinan jadi Tokiko atau bahkan jadi suaminya dalam versi paling gelap dari manusia. Yang bikin makin kena adalah rasa kasihan yang pelan-pelan muncul. Awalnya aku gak merasa connect sama mereka, tapi setelah that scene yang ngerubah semuanya, aku cuma bisa mikir “anjir… kasihan banget.” Plotnya gak wow banget, karena aku udah pernah nemu cerita modern yang mirip, tapi seremnya dapet.

Cermin Neraka – The Hell of Mirrors (4/10)

Premise-nya menarik banget, aku engage sampai akhir… tapi hasilnya kurang memuaskan parah. Disgusting sih iya. Tapi masalah utamanya itu mystery-nya gak pernah solved. Kalau ambiguity kayak Kursi Manusia masih oke, tapi ini rasanya lebih kayak… yaudah, selesai, kita gak bakal tau apa yang sebenernya terjadi. Closure-nya nihil banget.

Saudara Kembar – The Twins (5/10)

Ini mungkin yang paling “lumrah” dibandingkan cerita yg lain. Jealousy sampai tahap ekstrem itu cukup realistis dan konsep twins switching places juga udah common trope. Yang bikin agak memorable cuma reveal-nya yang… kocak banget. Like, kok bisa main character-nya sebodoh itu anjir. Makin lama baca Ranpo tuh aku merasa bukunya bukan soal mecahin misteri tapi lebih kayak showcase betapa disgusting-nya manusia.

Kamar Merah – The Red Chamber (6.2/10)

Ide ceritanya lumayan menarik. Can’t spoil too much karena feel-nya mungkin bakal ilang. Vibes ending-nya mirip Kursi Manusia karena kita gak pernah bener-bener tau apakah cerita narator itu truth atau cuma fiction. Menurutku ini lebih ke eksplorasi betapa rotten dan foolish-nya human mind. Tapi rencana si pelaku kadang terlalu “according to keikaku” sampai agaknya too good to be true. Still, scene akhirnya cukup oke dan overall ini salah satu yang lebih solid imo.

Dua Pria Cacat – Two Crippled Men (5.5/10)

Yang ini agak beda vibe, lebih fokus ke mental manipulation dan psychological damage. Cerita ini nunjukin gimana hidup seseorang bisa literally hancur karena being manipulated sama orang lain. Oops I think that's too much spoiler, but that's the main idea of this story. Gak terlalu ninggalin impression besar buat aku, tapi ide tentang mengalami realization kayak gitu pasti frustrating banget.
Profile Image for adhi baca buku yakan.
1 review
December 28, 2025
bukunya seru, awal aku mulai pengen baca2 buku, aku ambilnya buku ini buat buku pertama aku, bukunya seru bangett meskipun banyak ending yang ketebak, tapi write nya ranpo bisa bikin aku ngerasain apa yang ada di dalam bukunya, seruu bangett
24 reviews
January 12, 2023
finally.. a five star read! benar-benar salah satu bacaan yang paling menarik yang pernah saya baca :)
Profile Image for Anindha.
50 reviews1 follower
September 13, 2023
Isi cerpennya menarik! Paling suka cerita kursi manusia sama dua pria cacat, idenya bener-bener mindblowing.

Setelah baca buku ini jadi pengin baca karya-karya Edogawa Ranpo yang lain.
Profile Image for Mila.
35 reviews1 follower
June 18, 2024
Suka banget sama cerpen-cerpennya Ranpo. Favoritku semua, kecuali yang The Hell of Mirror aja sih kurang begitu suka.
Profile Image for beneath the lilypad.
9 reviews
July 19, 2025
This book is such a page-turner. It was insane and strangely beautiful. I did not know a book like this exist in a physical form. Will read this book again in the future, might even pick up more of the author’s works.
Profile Image for Anes.
148 reviews2 followers
July 14, 2025
Ada 6 cerpen, yang semua ceritanya tuh sukses bikin aku bergidik ngeri. Bukan ngeri karena adanya hantu, tapi karena Ranpo terlalu banyak menguak sifat-sifat jahat dalam diri manusia. Beberapa ceritanya terkesan absurb, kayak gak mungkin lahh ini beneran kejadian. Tapi siapa tau kann. 😩
Semua cerita punya plottwist yang sugoi!
Profile Image for Mega Dabukke.
17 reviews
December 28, 2025
Setiap cerita selalu memiliki plot twist yg didasari sifat paling 'gila' dan 'iblis' manusia. Sangat mengerikan dan absurd
Displaying 1 - 9 of 9 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.