Jump to ratings and reviews
Rate this book

Tjong: Sebuah Novel

Rate this book
“Dengan penuh semangat dan keberanian, Pak Tjong mempertaruhkan nyawa demi mendukung perjuangan para gerilyawan di Yogyakarta. Kami sungguh menghormati beliau sebagai pejuang kemerdekaan….”

Sejak balita Tjong Kie Lin telah menempuh beribu-ribu kilometer di sepanjang alur hidupnya hingga akhir, saat ajal menjemput. Langkah pertama kaki mungilnya dia awali dari pelosok Desa Fu Yim Tong, Kabupaten Moiyen, Provinsi Guangdong, Tiongkok, lalu di masa bocah ke Desa Xian Lo Fu di kabupaten dan provinsi yang sama, dan di kemudian hari berujung di Kota Yogyakarta, Indonesia. Betapa itu merupakan lawatan yang sangat panjang, begitu jauh, penuh liku dan debu, sarat hempasan gelombang samudra dan tamparan angin bertubi yang sudah barang tentu amat melelahkan. Dengan gagah berani dan deras berkeringat sedari usia remaja, rute ke selatan itu dia tapaki, seberangi, jelajahi, dan akrabi. Akhirnya, di Kota Yogyakarta itulah dia mencanangkan diri guna menghimpun sebuah keluarga, utamanya membesarkan anak-anak. Juga, tentu, kota terakhir yang dia singgahi itu telah menjadi wadah terbaik untuk mencari nafkah dan menjaring rezeki, melalui sebuah toko yang dia miliki dan kelola sebagai sumber penghidupan.

Di tengah segala keriuhan hidupnya, Kie Lin tetap ingat bumi tempat dia berpijak, mencari rezeki, menghimpun keluarga, dan merangkul sahabat pun saudara. Dengan tulus ikhlas dia turut memberikan sumbangsihnya manakala Yogyakarta, kota yang dicintainya, tengah berjuang menghadapi penjajah yang ingin menguasainya, mencederainya. Bukan dengan memanggul senjata, tetapi dengan dukungan bagi perjuangan para pemuda pembela bangsa. Dalam senyap dan tanpa jemawa, dia sediakan bagian rumahnya untuk mereka, terutama yang terluka.

Di Yogyakarta, tak salah lagi, kehidupan Keluarga Tjong menemukan akarnya.

352 pages, Paperback

Published July 21, 2022

1 person is currently reading
8 people want to read

About the author

Herry Gendut Janarto

13 books4 followers
Lahir di Yogyakarta, 28 Mei 1958. Selepas dari SMAk Kolese de Britto tahun 1977, Herry melanjutkan pendidikan di IKIP Sanata Dharma dan lulus sebagai sarjana Pendidikan dan Satra Inggris tahun 1982. Ia sempat menjadi guru bahasa inggris selama setahun si SMAK Stella Duce, Yogyakarta. Bungsu dari tujuh bersaudara ini kemudian hijrah ke jakarta dan bekerja sebagai editor penerbitan buku PT Gaya Favorit Press (Femina Group) hingga 1990. Selanjutnya, ia bergabung menjadi wartawan tabloid Nova selama dua tahun, hingga 1992. Lalu sejak tahun 1993 sampai sekarang, ia mencurahkan perhatinnya ke dunia anak-anak dengan menjadi redaksi majalah Bobo. Di celah-celah kesibukkan menulis buku, Herry tetap berusaha menulis rupa-rupa artikel, juga cerita pendek di sejumlah koran, tabloid, dan majalah yang terbit di Ibukota maupun daerah. Penulis yang (memang) bertubuh subur ini punya semboyan hidup yang unik: daripada mencelakakan orang lain, lebih baik menertawakan kekonyolan sendiri.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (30%)
4 stars
3 (30%)
3 stars
4 (40%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for Berkat Setio.
1 review
October 30, 2022
Sudah banyak cerita mengenai perjuangan anak manusia pekerja keras, ulet, cerdik, dan sebagainya menghiasi peprpustakaan dan memperkaya khasanah literatur kita. Namun, novel Tjong ini membawa kunikan tersendiri, karena tokoh dalam cerita dituliskan secara utuh dan runut, mulai dari perjalanan dari Tiongkok ke tanah Jawa, pergulatan dalam hidup, sumbangsih dalam membela sang Merah Putih, dan bagaimana dia sebagai ayah harus berjuang membebaskan anak-anaknya dari situasi kacau balau revolusi kebudayaan di Tiongkok, kemudian diakhiri dengan keputusan sang tokoh agar jasadnya dikremasi dan dilabuh, di mana keputusan tersebut langka di masa itu, paling tidak di lingkungannya.

HGJ menyajikan tautan cerita kehidupan yang begitu kuat dengan gamblang tanpa menghilangkan detail-detailnya, bahkan berhasil memberi penekanan beberapa detail yang penting, seperti alih bahasa dari Bahasa Hakka dan mendeskripsikan dengan baik “blusukan” Tjong Kie Lin di kalangan Hakka di Jawa Tengah dan Bandung. Menarik pula, HGJ meletakkan cerita ini di dalam konteks sejarah sehingga pembaca, paling tidak saya, ikut kembali ke zaman-zaman tersebut.

Satu hal yang unik dan membuat novel ini menarik disimak adalah bahwa sang tokoh Tjong Kie Lien adalah orang kebanyakan, seperti kita semua, bukan orang yang sukses besar dan malang-melintang sebagai konglomerat. Dia orang yang rela bersusah payah dan jatuh-bangun untuk menghidupi keluarganya.

Dengan cerdik, HGJ mengemas alur cerita dengan siratan pesan bahwa dalam kehidupan, selain kerja keras, Tjong Kie Lin juga mempunyai keberuntungan, yaitu saat menang lotere di Bandung dan bantuan dari mertuanya di kala dia dalam kesulitan. Bukankah memang demikian di dalam kehidupan? Nasib mujur sering membantu kita.

Secara cerdik pula, HGJ memberi sajian bahwa kemandirian adalah karakter sang tokoh yang gigih dalam memerangi dan berdamai dengan kehidupannya. Tidak mungkin kemujuran datang terus-menerus. Apa yang bisa kita lakukan dengan apa yang kita punyai, itu adalah kiat hidup. Dari kisah sang tokoh Tjong, kemujuran akan datang kepada mereka yang siap menerimanya, yaitu yang bekerja keras. Kerja, kerja, kerja, ungkapan yang diulang beberapa kali oleh HGJ di dalam karyanya.

Satu lagi, Pak Tjong mempunyai nilai keluarga yang sangat tinggi. Dia selalu berupaya menyatukan keluarga besarnya, meski sanak-saudara, kakak-adik, bahkan ayah-ibu telah banyak berbuat kesalahan kepadanya. Pak Tjong berprinsip bahwa apapun yang telah terjadi dan telah dilakukan oleh mereka, mereka tetap keluarga. Pesannya kepada anak-anaknya bahwa apapun yang telah terjadi di antara Tjong Kie Lin dan adik-adiknya, yang notabene bukan saudara kandung, anak-anak Pak Tjong tetap harus menghormati dan bergaul dengan para paman dan bibi mereka. Di kemudian hari, di kala sang tokoh mengenal Tuhan, terbukalah wawasan bahwa apa yang menyatukan datangnya dari Tuhan; yang memisahkan datangnya dari kejahatan.

Memang, di balik drama sebuah kehidupan sang tokoh tersirat gelombang ombak cinta kasih yang tak terbendung dari diri Tjong Kie Lin, cinta kasih yang memaafkan dan baik hati, tidak ada iri hati, dendam, ataupun sombong dan kasar. Cinta kasihnya sungguh tak terbendung. Sepeti jasadnya yang telah menjadi abu dan tersebar di lautan luas, begitulah novel ini juga telah menyajikan relung-relung gelombang cinta di dalam kerumitan kehidupan anak manusia. Ya, samudra cinta kasih yang tak bertepi.

Bravo HGJ.
1 review
November 7, 2022
Tjong, dari namanya kita sudah menduga bahwa tokoh dalam cerita ini berasal dari Tiongkok dan saya langsung menduga bahwa buku ini berkisah kesuksesan sebuah bisnis. Ternyata tidak sepenuhnya benar, karena tidak banyak buku yang mengulas sebuah perjalanan sukses seseorang dari sudut pandang humanis sang tokoh. Dengan cermat, Herry Gendut membawakan kisah Pak Tjong ini runut dan menyajikan detail-detail yang menggambarkan karakter dan nilai-nilai kehidupan tokoh cerita. Dengan plot yang terkesan lambat dan alur yang linear, namun tidak mengurangi minat saya untuk membaca babak demi babak kisah Pak Tjong.

Nilai plus dari kisah Pak Tjong ini bahwa si penulis juga membalut adegan demi adegan dengan pemaparan konteks sejarah yang cukup detail. Kondisi sosial masyarakat dan politik di masa kehidupan Pak Tjong juga tak luput dari ulasan sehingga menjadi pelajaran sejarah tersendiri buat saya. Di akhir cerita, saya mempunyai kesimpulan bagaimana karakter Pak Tjong yang cinta keluarga dan gigih dalam mepertahankan hubungan persaudaraan tanpa melupakan akar budaya dan leluhur.
Profile Image for Johanna.
216 reviews29 followers
March 3, 2024
This book hit very close to home. The timeline is difficult to follow. Wished it could’ve been written more chronological.
Displaying 1 - 3 of 3 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.