Jump to ratings and reviews
Rate this book

Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan

Rate this book
Dalam hidup, adakalanya penderitaan dan kepedihan datang silih berganti. Terkadang muncul keinginan untuk melarikan diri dan amarah yang tak dapat dibendung. Meski begitu, betapapun menyakitkannya suatu pengalaman, pasti akan menjadi pelajaran di masa mendatang. Hal terpenting untuk menjalani hidup yang bahagia adalah tidak putus harapan dan tetap memiliki impian, berapa pun usia kita.

Menerawang kembali ke masa lalu yang penuh lika-liku, termasuk sepak terjangnya dalam dunia kecantikan di Jepang selama lebih dari 50 tahun, Teruko Kobayashi membagikan 25 hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan untuk memudahkan hidup. Berikut beberapa di antaranya:

JANGAN LAKUKAN
• Jangan membandingkan
• Jangan sombong
• Jangan berlebihan memiliki
• Jangan memikirkan kekurangan penampilan
• Jangan cemburu

LAKUKANLAH
• Bersyukur atas kehidupan setiap hari
• Terbuka akan hal baru
• Memiliki hobi
• Tetap tersenyum
• Menyayangi diri sendiri

228 pages, ebook

Published September 7, 2022

11 people are currently reading
41 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
21 (33%)
4 stars
20 (32%)
3 stars
19 (30%)
2 stars
0 (0%)
1 star
2 (3%)
Displaying 1 - 24 of 24 reviews
Profile Image for Nanadhoi.
438 reviews45 followers
August 1, 2023
Rating sebenar : 4.8 / 5 ⭐️

I love this book. Salah satu bacaan damai. Penulis menyenaraikan nasihat-nasihat menghadapi hidup berdasarkan pengalaman beliau dalam menjalani hidup. Ada dua bahagian, iaitu perkara yang perlu dielakkan dari melakukannya dan perkara yang kita perlu lakukan. Kagum betul bila mengetahui penulis sudah berumur 82 tahun dan masih aktif. Saya sengaja mencari penulis di media sosial instagram (kerana ada satu bab penulis menceritakan bahawa beliau menggunakan media sosial sebagai jurnal hidup juga), dan saya menemukan profile penulis, masih sihat, ceria dan aktif pada umur 88 tahun (Julai 2023). Sangat inspiring. Btw, sedih ye baca page 194 🥲
Profile Image for Katherine 黄爱芬.
2,420 reviews291 followers
May 30, 2024
Buku non-fiksi ini dikarang oleh seorang nenek berusia 82 tahun, saya lumayan terkesima krn semangat hidup dan kerjanya yg tidak pernah padam. Dan isi bukunya khas orang yg sudah mengalami asam garam kehidupan, adem ayem tanpa mengebu-ngebu walau cenderung agak idealis.

Buku ini terdiri dari 2 bagian, bagian pertama HAL-HAL YANG JANGAN DILAKUKAN. Part kedua HAL-HAL YANG HARUS DILAKUKAN. Semuanya terbagi sub-sub bab pendek ttg nasihat ala seorang sepuh.

Saya rasa seharusnya "tentang penulis" diletakkan di bagian awal sehingga kita punya gambaran spt apa author dibesarkan di zaman menjelang awal Perang Dunia II, dimana stl PD II ini Jepang sangat sangat terpuruk. Semua orang wajib bekerja termasuk wanita utk membangun kembali negeri yg hancur. Beliau termasuk wanita yang beruntung dan langka, memilih bekerja di perusahaan kosmetik. Tidak semuanya berjalan mulus, pernah juga ditikung oleh rekan kerjanya, tapi scr personality, beliau memang cool. Vibes beliau memang tenang walaupun dia tipe pekerja keras namun sabar sekali dan nggak grusah-grusuh.

Bukunya juga lumayan singkat, padat, jelas. Kehidupannya juga turun naik. Selalu ada pengorbanan utk kesuksesannya. Tapi beliau selalu menekankan utk selalu bersyukur dan berterimakasih serta selalu mau belajar di usia berapapun. Semoga selalu menginspirasi 🙏
Profile Image for Launa.
236 reviews51 followers
September 30, 2023
"Kata-kata adalah ucapan berjiwa. Kata-kata baik yang dilontarkan, suatu saat pasti akan kembali kepada diri kita seperti angin sepoi-sepoi. Akan tetapi, jika kita melontarkan kata-kata tajam, suatu saat kata-kata itu akan berubah menjadi seperti benda tajam dan kembali ke diri kita." (Halaman 95)

Selaras dengan judul, buku ini berisi 25 hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dan terbagi menjadi dua bab besar: Jangan Lakukan dan Lakukanlah. Bab "Jangan Lakukan", misalnya, jangan memaksakan diri, jangan menyia-nyiakan, jangan lengah, jangan iri, jangan menyembunyikan kekurangan, dll. Sementara bab "Lakukanlah", beberapa di antaranya: hiduplah dengan nama lengkap, tetap tersenyum, minta maaf ketika salah, berubah, punya "waktu sendiri", memiliki inti diri, dll.

Gak banyak hal baru dari refleksi diri Kobayashi dan (mungkin) banyak hal yang udah kita tahu atau lazim serta jadi prinsip hidup, tapi bukan berarti buku ini gak menarik. Perjalanan dan pengalaman hidupnya sebagai ahli kecantikan dan penata rias yang udah berkecimpung di dunia kecantikan lebih dari enam puluh tahun tetap asyik dibaca. Sebab, selalu ada hal-hal yang bisa kita petik dari cerita orang lain, dan cerita Kobayashi adalah salah satunya.

Banyak hal baru yang ia pelajari di usianya yang udah lanjut—di atas 60 tahun. Kagum sekaligus tersentil lihat semangatnya. Sewaktu buku ini ditulis, usianya 82 tahun dan semangat hidup maupun semangat belajar yang besar terasa sekali dari tulisannya. Paling menarik fakta di balik nama lengkap Teruko Kobayashi—yang sebelumnya berkali-kali diganti.

"Jika ingin menjalani hidup panjang yang bermakna, teruslah bekerja selama mungkin." (Halaman 140)

Sebagai orang yang gak bisa kalau gak mengerjakan sesuatu, aku sependapat dengan Kobayashi. Bisa tetap bekerja kadang bukan hasilnya yang dicari dan bikin bahagia atau pengin memenuhi ambisi, melainkan proses dan keberlangsungan bekerja itu yang bikin hidup terasa hidup, bermakna, dan bisa tetap waras. Meski banyak hal yang lazim, refleksi dirinya tetap bisa kita jadikan sebagai pengingat dalam menghadapi hidup yang gak melulu baik.

"Manusia yang belum mendapat panggilan dari dunia sana adalah manusia yang masih memiliki tugas di dunia ini." (Halaman 198)
Profile Image for Zia Nazaliah.
145 reviews6 followers
February 8, 2024
5/5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️

Buku ini adalah buku non-fiksi pertamaku di 2024. Bercerita tentang pengalaman si penulis selama kurang lebih 80 tahun hidup di dunia ini dengan menceritakan atau such as reminder buat anak2 muda umur 20an, 30an, 40an, 50an, dst. Nya supaya melakukan hal-hal di bawah ini dan tidak melakukan hal-hal di bawah ini (aku rangkum dan sebutkan poin2nya). Semuanya relate sama aku, heartwarming banget!! 🥺👍. Kayak "oh benar juga". Thank you mbak teruko, semoga panjang umur dan sehat selalu ya!! 😊

jangan lakukan
1. jangan membandingkan
2. jangan sombong
3. jangan berlebihan memiliki
4. jangan memikirkan kekurangan penampilan
5. jangan cemburu
6. jangan mengore-ngorek
7. jangan terobsesi dengan uang
8. jangan lengah
9. jangan khawatir
10. jangan menyia-nyiakan waktu satu hari
11. jangan iri
12. jangan menyembunyikan kekurangan
13. jangan membuat keributan
14. jangan menjelek-jelekkan
15. jangan bertanya "mengapa?"
16. jangan membalas
17. jangan mengharapkan balasan
18. jangan meremehkan diri sendiri
19. jangan bermegah-megahan
20. jangan berbicara terlalu cepat
21. jangan lupa diri
22. jangan memaksakan diri
23. jangan berbohong
24. jangan mengucapkan kata-kata yang tidak menyenangkan
25. jangan menyia-nyiakan

lakukanlah
1. bersyukur atas kehidupan sehari-hari
2. hiduplah dengan nama lengkap
3. luruskan perjalanan
4. tetap tersenyum
5. marah dengan kasih sayang
6. minta maaf ketika salah
7. berubah
8. terbuka akan hal baru
9. belajar dari orang muda
10. terus bekerja
11. membuat rancangan masa depan
12. menjaga ritme
13. memiliki hobi
14. membawa buku agenda
15. punya waktu sendiri
16. menyayangi diri sendiri
17. memanfaatkan kekuatan air
18. memiliki rasa keindahan
19. bahagia dengan takdir
20. memiliki inti diri
21. saling memaafkan
22. mencari takdir
23. melepaskan orang yang disayang
24. ungkapkan rasa terima kasih
25. mewariskan pengalaman dan akal budi
Profile Image for gh.
93 reviews
January 3, 2024
Bukunya sebenarnya bagus. Pengalaman dan kehidupan penulisnya merupakan suatu inspirasi besar. Namun, saya sedikit terganggu dengan penerjemahannya di beberapa bagian yang membuat saya menjadi sulit memahami.

Penulis lahir dan hidup pada era perang, di mana ia selalu berganti keluarga karena nasib malang yang selalu menimpa kedua orang tua ya. Satu hal yang penulis banggakan adalah mempelajari ilmu kecantikan. Kemudian dia menikah dengan lelakinya dan mendapatkan tanggapan bahwa perempuan seharusnya berhenti bekerja dan menjaga anak. Saat usia 30, satu keluarga terkena kecelakaan tabrakan mobil dan merupakan titik terendah penulis. Karena perbedaan pandangan, penulis dan suami cukup sering berantem dan tinggal di rumah berbeda. Setelah itu baru diketahui bahwa suami selingkuh. Suami duluan meninggal karena stroke. Di saat semuanya tidak ada, setidaknya penulis masih memiliki usahanya di bidang kecantikan dan juga hobinya sebagai penulis buku.

Saya izin untuk menuliskan beberapa bagian yang saya suka.

Teruko Kobayashi
"Saya baru tersadar bahwa diri saya menhedihkan ketika untuk pertama kalinya ada orang yang mengatakan itu pada saya." - hal. 4

"perlu untuk menahan diri agar tidak menaburkan garam pada hati yang tidak percaya diri." - hal. 15

"memiliki teman kecil yang bisa diajak nernicafa apa aja memang penting, tapi memiliki hubungan pertemanan yang sederhana dan yidka slaying mencari tahu kehidupan pribadi juga tidak kalah penting" - hal. 24

"sebaliknya teman yang tahu segalanya malah akan menjadi beban." - hal. 25

"untung kamu pihak yang kecurian dan bukan mencuri" - hal.52
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Edward.
45 reviews
June 24, 2025
Hanya dalam satu minggu saja diriku bisa menyelesaikan membaca buku non-fiksi ini yang berkisar 200-an halaman. Buku ini benar-benar ringan untuk dibaca. Isi dalam buku ini mudah dipahami loh. Sesuai dengan judul bukunya, Teruko Kobayashi selaku penulis hanya menjelaskan 25 hal-hal yang boleh dilakukan dan 25 hal-hal yang tak boleh dilakukan. Ke-50 hal-hal itu sebenarnya sudah tertuang di dalam daftar isi pada buku ini. Namun, Teruko Kobayashi dalam buku ini mampu menyajikan berbagai pengalaman kehidupannya berdasarkan poin-poin tersebut sehingga terbentuklah sebuah kumpulan refleksi diri agar hidup menjadi lebih menyenangkan sesuai yang tertera dalam sampul halaman depan buku ini. 


Menurutku, membaca buku ini tidak membosankan karena apa yang disampaikan cukup jelas, tidak berbelit-belit bahkan mudah dimengerti. Namun, ada 1 hal dalam buku ini yang bertentangan dalam pemikiranku. Hal yang bertentangan dengan pemikiranku itu berada pada bagian penutup dimana beliau menuliskan pemikirannya setelah merefleksi hidup selama 82 tahun. Beliau memaparkan target dalam hidup atau standar keinginan berdasarkan usia. Diriku selalu berpikir bahwa kita tidak tahu sampai usia berapa kita bisa hidup di dunia. Apakah kita bisa menentukan sampai usia berapa kita ingin hidup? Kurasa tidak, tetapi apa yang dipaparkan oleh beliau itu bisa kita sesuaikan dengan kondisi kehidupan kita saat ini. Pemaparan target dalam hidup atau standar kehidupan beliau sungguh luar biasa dan aku menghargainya. Buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca.
Profile Image for Noyah.
28 reviews
October 2, 2023
Di usia yang masih 20-an menyebabkan banyak ketidakhuan, sehingga menyebabkan saya mencari dan mencari tentang kehidupan. Kadang hilang arah dan tidak dapat kembali. Buku ini menjabarkan bagaimana hidup penulis selama 80 tahun, apa saja yang ia pelajari dan apa yang ia dapat sampai kan kepada pembaca. Banyak hal yang ternyata sangat "relate" dengan usia 20-an, dimana mrmang sedang masa mencari jati diri, mencoba hal hal yang baru, ledakan ledakan semnagat dan emosi.

Selain itu juga bahwa, ternyata yg dapat sy dapatkan dri buku ini adalah, dengan tetap semgata dsn terus belajar, maka hidup hingga masa tua itu akan menyenangkan, mungkin akan akan ada saatnya dimana kita akan merasa sedih dan ingin berhenti, tidak apa apa, kita bisa berhentik unyhk sejenak, setelah lelah dan penag hilang, jalan setapak dapat terlihat kembali.

Lanjutkan perjalanan hidup sambil memaknai tiap waktu. Kita disini akan selalu berbhagia, jika ingin mensyukuri dan tidak membandingkan diri. Selamat belajar dan terus hidup sajaa :))))
Profile Image for Tika Andriani.
59 reviews18 followers
June 30, 2023
Seperti judulnya, buku ini dibagi menjadi 2 bagian. Bagian pertama berisi hal-hal yang jangan dilakukan, seperti jangan membandingkan, jangan sombong, jangan khawatir, dll. Bagian kedua berisi hal-hal yang sebaiknya dilakukan, seperti bersyukur setiap hari, tetap tersenyum, terbuka pada hal baru, memiliki hobi, dll. Penulisnya adalah seorang ahli kecantikan berusia 82 tahun. Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman hidup penulis sendiri, sehingga terasa sangat personal. Setiap bab nya relatif pendek, sekitar 3 sampai 4 halaman saja. Hal-hal yang disampaikan dalam buku ini sebenarnya bukan hal yang baru atau yang "wow" gimana gitu. Membaca buku ini rasanya seperti mendapat nasehat dari orang tua atau senior yang tentunya sudah lebih berpengalaman dalam menjalani kehidupan. Melalui buku ini, penulis mengajak pembacanya untuk senantiasa bersikap positif dan bersemangat untuk terbuka akan hal baru, berapapun usianya.
Profile Image for Renov Rainbow.
277 reviews2 followers
August 16, 2024
78-2024
228 hal

Do’s and Dont’s nya kebanyakan kita pasti sudah tahu.
Yang membuat menarik adalah karena ini berasal dari POV seseorang yang mengalami banyak generasi dalam hidupnya, dari mulai peperangan, revolusi industri, sampai teknologi seperti sosial media kaya sekarang.
Selain itu beliau juga memasukkan banyak unsur dari filsafat Jepang yang kurang familier buat saya yang orang Indonesia. Tapi di situlah letak menariknya.
Bahkan praktik membersihkan diri sebelum berziarah ke kuilnya mirip wudhu buat orang muslim.

Buku ini membuat saya merenung buat jadi orang yang lebih baik lagi seperti misalnya nggak mager diam di rumah, selain itu tidak terlena ketika keberuntungan sedang berada di pihak kita. Justru kita harus lebih bekerja keras ketika semesta juga sedang bekerja keras juga buat kita.
Profile Image for Marsha28.
146 reviews9 followers
September 3, 2023
5 Stars ⭐⭐⭐⭐⭐

Buku yang berisi petuah-petuah menjalani hidup Dari seorang nenek berumur 80 tahun. Beliau telah melewati berbagai fase dan periode dalam kehidupan.

Ketika penulis masih kecil, perang dunia terjadi, beliau juga merasakan gelombang teknologi awal, hingga kehidupan modern saat ini. Semua itu dilaluinya sambil merasakan kemiskinan dan kehilangan keluarga.

Beliau membuat buku ini sebagai refleksi hidup sekaligus wejangan untuk kaum muda. Semua bab buku ini terasa penuh makna dan berharga untuk diingat dan diterapkan sehari-hari.

Aspek yang dibahas sangat beragam, mengenai keluarga, Cinta, cita-cita, pekerjaan, etos hidup. Cocok untuk dibaca remaja hingga dewasa.
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,430 reviews72 followers
January 2, 2024
Menyenangkan sekali membaca buku ini. Rasanya seperti dinasihati oleh nenek yang sangat bijak. Hal yang sering diulang oleh Teruko adalah, usia tua bukan penghalang untuk belajar hal baru atau usaha untuk meraih sesuatu. Ia beberapa kali mencontohkan muridnya yang baru belajar soal kecantikan dan menjadi konsultan kecantikan di usia enam puluh tahun.
27 reviews1 follower
December 9, 2024
Ditulis oleh seorang wanita berusia 80 tahun, buku ini sebenarnya sederhana tapi dalaaaam maknanya, ada beberapa insight yang saya dapat dari buku ini, namun ada beberapa hal yang saya kurang sepakat dengan Ibu Teruko.

Profile Image for Tsunn.
235 reviews6 followers
August 21, 2023
Buku ini beneran bikin mata terbuka lebar. Kebijaksanaan yg ditawarkan tuh emang ngerasa kita lagi dinasehatin sama nenek dan kakek yg sayang banget ke cucunya. Very heart warming
Profile Image for Afifah.
409 reviews17 followers
September 12, 2023
Ada beberapa bagian yg aku suka banget dan mau baca ulang + praktekin, tapi ada beberapa bagian juga yg agak kurang cocok untukku. Jadi 3.5 bintang untuk buku ini
1 review
February 1, 2025
Buku yang bagus, berisi banyak nasihat terkait kehidupan, bagaimana seorang manusia menjalankan, mensyukuri dan memandang kehidupannya dengan baik dan bahagia
Profile Image for Aulia Zulva.
5 reviews10 followers
August 16, 2025
Membacanya seperti sedang diberi nasehat oleh ibu atau nenek sambil diusap punggung dan kepala dengan usapan lembut.
Profile Image for Yusrizal Yusuf.
16 reviews
February 27, 2025
Membaca buku ini terasa seperti mendengarkan petuah bijak dari orang tua—ringan, menyentuh, dan tak jarang menyentil. Meski ada nasehat yang mungkin sudah pernah kita dengar sebelumnya, tapi cara penyampaiannya yang hangat dan sederhana, membuat kita merenung lebih dalam, dan memaknai ulang hidup kita.
Keistimewaan buku ini semakin terasa ketika menyadari bahwa Teruko menulisnya di usia 80 tahun. Semangat beliau untuk terus belajar dan bertumbuh di usia senja menjadi pengingat bahwa usia bukanlah penghalang untuk berkembang. Buku nonfiksi ini bukan sekadar panduan perilaku, tapi juga cerminan hidup menuju kebijaksanaan dan semangat yang tak lekas padam.
Profile Image for Windyza.
9 reviews
December 25, 2022
Ngomongin hidup, udah pasti nggak melulu soal kebahagiaan. Adakalanya kita berjuang menghadapi pedihnya penderitaan. Kalau merasa diri menderita, feeling hopeless, kadang muncul insecurity karena membandingkan diri dengan orang lain, apalagi ini era media sosial yg membuat kita makin gampang melakukan perbandingan. "Kok hidupnya bahagia terus ya kayaknya", "Hm, dia udah sukses, hidupku gini-gini aja ga ada yg menarik."
Supaya ga terjebak dalam hal-hal seperti itu, rasanya penting ya untuk membuat batasan. Manusia pasti punya batasannya masing-masing tentang apa yang harus dilakukan dan apa yg ga boleh dilakukan, ya semacam aturan atau norma untuk diri sendiri gitu. Seperti buku yg ditulis oleh seorang pakar kecantikan asal Jepang ini, terbagi dalam dua bagian besar yaitu Jangan Lakukan dan Lakukanlah. Ditulis berdasarkan pengalaman hidup penulisnya sendiri, membaca esai-esai dalam buku ini seperti diajak refleksi. Disadari atau enggak, beberapa list dari hal-hal yg tidak boleh dilakukan di sini justru sebenernya malah kayaknya sering kita lakukan, seperti membandingkan diri, cemburu, khawatir, dan meremehkan diri sendiri. Setelah merefleksikan jadi mikirin solusinya kan, gimana biar ga kaya gitu? Di sinilah kita mulai bisa buat aturan lagi hal apa yg harus dilakukan. Ya bisa dengan terus memperbaiki diri dengan melatih berpikir positif, terus belajar, saling memaafkan, selalu bersyukur.
Kalau kita bisa mematuhi norma-norma yg kita buat, jadi punya batasan yg sehat, hidup juga akan lebih mudah, gak ada yg perlu dibikin ribet (misal omongan orang), dan gak cuma memperbaiki hubungan dengan diri sendiri tapi juga kualitas hubungan antarsesama ikut terjaga dengan baik.
Displaying 1 - 24 of 24 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.