Fiqih Dakwah adalah salah satu ciri khas gerakan tarbiyah. Bagi jamaah ini, dakwah bukan sekedar menyampaikan yang benar dan mencegah keburukan, melainkan juga harus memperhatikan banyak hal yang dapat menentukan keberhasilan dakwah itu sendiri.
Sang penulis, Asy-Syaikh Jum'ah Amin Abdul Aziz, mengakui bahwa apa yang dituliskannya dalam buku ini adalah buah yang bisa dipetik dari gerakan dakwah yang telah dirintis oleh Hasan al-Banna dahulu. Terbukti, banyak kader Hasan al-Banna dan pihak-pihak yang pernah berinteraksi dengannya (atau dengan jamaah Al-Ikhwan) membuat buku dengan judul serupa: Fiqih Dakwah. Dua diantaranya adalah Asy-Syaikh Musthafa Masyhur dan Mohammad Natsir. Akan tetapi, tidaklah berlebihan kiranya jika para penerus dakwah di masa kini menjadikan buku yang satu ini sebagai referensi wajibnya. Di antara buku-buku lainnya yang memiliki tema serupa, buku inilah yang paling lengkap dan luas bahasannya, mencakup sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang da'i, seni berdakwah, cara berinteraksi dengan objek dakwah dan seterusnya.
Buku ini akan memberikan jawaban yang jelas kepada setiap orang yang bertanya: mengapa gerakan Al-Ikhwan tetap lestari, bahkan semakin menyebar luas dan kuat, meskipun senantiasa menghadapi ketidakadilan dan penyiksaan?