Lim Seok, atlet junior tenis yang sebentar lagi akan pegi ke akademi tenis di Australia, justru terjebak dalam kasus yang amat rumit. Lim Seok yang baru saja sadarkan diri langsung digiring ke kantor polisi dan diperiksa perihal menyetir tanpa izin dan penggunaan obat. Ia dituduh menjadi penyebab kecelakaan. Padahal, ia tidak bisa menyetir, menyentuh pun tidak. Ini bukan sekadar kompetisi. Ini adalah kebencian. Ini bukan tentang kemenangan. Ini adalah pencarian kebenaran.
Cerita yg sangat rumit, butuh waktu untuk ikutin alurnya. Dan menurut ku terlalu banyak kiasan sehingga agak sulit di cerna. Agak susah juga saat banyak komunikasi, ini siapa yg ngomong dah. Jadi untuk menikmati ini cerita butuh kertas, cemilan dan coklat hangat. Untuk cerita sih bagus.
Uh, cukup bimbang mau ngasih 2 atau 3 stars. Mungkin 2.4 stars.
The first thing I noticed when I read this book is that WOW this is very detail. Intro-nya jujur saja rada membosankan. I went days without it until I have nothing to read except this book. After skipping some pages, akhirnya cerita ini masuk ke inti cerita, kasus kecelakaan di Yangchon.
Di sini aku mulai semangat bacanya, karena memang inilah yang ingin kubaca, seperti yang tertera di blurb-nya. Tapi gak lama setelah itu, detail-detail yang menurutku gak perlu dimunculkan lagi. Latar belakang tokoh yang menurutku 'gak perlu lah diceritain sepanjang ini????' berujung kebanyakan aku skim read.
Meskipun latar belakang tokoh dijabarkan sedemikian rupa, aku justru malah merasa gak ngerti sifat dari tokoh-tokoh tersebut sebenarnya gimana. Tindakan yang mereka lakukan gak dijelaskan alasannya kenapa. How do they think? What's the reason? Cuma masa lalu dan masa lalu. Aku merasa hanya bab Koo Seonggu yang terasa hidup, itupun mungkin karena itulah bab yang menjelaskan kebenaran di balik semua misteri ini.
Yah, bahkan 'kebenaran' yang ditunggu-tunggu pun gak se-mengejutkan itu.
Pengalaman Lim Seok di dalam panti rehabilitasi—yang rupanya dikendalikan oleh seseorang—terasa lumayan seru, meskipun membingungkan. Ini apaan sih? Ngapain mereka begini? What????? Belum lagi munculnya buanyak karakter sampingan gak penting dengan nama aneh-aneh. Untunglah keberadaan Seok Minwoo di sini cukup menghidupkan suasana 😂
Seperti yang digambarkan di blurb dan covernya, buku ini ini padat dengan tenis, jadi mungkin bagi yang menyukai genre olahraga akan lebih enjoy membaca buku ini. ^^
Mungkin terlihat seperti thriller misteri-konspirasi khas Korea pada umumnya, but it gets better! Walaupun barangkali terjemahannya yang membuat percakapan dan kalimat membingungkan, ditambah intro yang bisajadi membosankan, epilog setelah serangkaian peristiwa itu menurutku amat mengharukan.
This entire review has been hidden because of spoilers.