Dunia semakin riuh. Hati terantai cemas. Jiwa terjerat lelah. dubungan sering patah. Diri terhisap ke dalam segala kesibukan. Kegundahan merajalela dalam sukma. Hidup rentan kegelisahan tak berkesudahan. Garis hidup di masa depan terasa muram nan menjemukan. Masalah seolah tiada ujungnya. Diri bertanya dengan kerasnya: di mana adanya bahagia?
Tenang di Tengah Gelombang adalah sebuah titik jeda dalam berisiknya dunia. Untuk melakukan perjalanan yang lebih intim ke dalam diri. Mengenali ruang sini-kini. Mengakrabi sadar penuh hadir utuh. Merawati sehatnya jiwa dan raga. Sebagai bekal untuk berlayar dalam lautan hidup dengan segala rupa arus dan anginnya.
Tahun 2022, ditutup dengan bantuan merefleksikan gambaran diri yang sering kali hilang ditengah arus gelombang kehidupan. Melalui bacaan yang menenangkan lalu merasa beruntung menemukan, karena hanya seperti rampai catatan ringan. Mirip serpihan-serpihan berserakan yang coba kita susun untuk mengembalikan kesadaran. Sebagai manusia utuh, yang ingin hadir secara penuh.
Buku yang dikatakan tenang ini, untuk menemani perjalanan kita yang masih bergelut dalam kecemasan. Ditulis penulis dengan anjuran melepaskan jeratan keinginan untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya dan memastikan sedetail-detailnya. Menyeimbangkan antara bahagia mendapatkan, dan nyaman kehilangan sebagai keniscayaan adalah dua hal yang semoga menjadi titik balik untuk setapak demi setapak mendekati makna tenang yang dimimpikan.
Barangkali, yang kita butuhkan hanya ketenangan; sebuah titik jeda ditengah berisiknya pikiran tentang kekhawatiran masa depan.