It had seemed like a grand idea, temporarily trading her pixie wings for a womanly form to help handsome widower Paul Roland with his baby girl. And the moment she held the precious bairn in her arms, Fern knew true happiness for the first time. But she never anticipated the dizzying emotions she felt for the man who not only needed her as a nanny, but as a woman whose passion could heal his wounded heart. Suddenly the fairy rule she'd gently bent because of the baby was in danger of being irrevocably broken -- for falling in love with a mortal man was forbidden.
This was a cute book with a little sprinkle of fairy dust. Loved that a pixie was the main character and she went ahead a broke the rules for love. It was a fun book with a great plot.
Ceritanya biasa aja sih. Yang bikin menarik justru dunia atau kisah tentang Fern si peri. Atau lebih tepatnya, cerita tentang asal-usul peri di Irlandia.
I was lucky to read the Daughters of Myth series from Harlequin Nocturne first, so I did not confuse when I read this novel. Jelas aja, karena ada beberapa kesamaan tentang peri. Seperti Sidhe, tempat di Irlandia di mana para peri berasal. Ck ck ck... makes me wondering and thinking a lot about this place... Must search the internet and find lots of interesting facts bout this place... Itu cuma satu. Ada beberapa kesamaan juga (meskipun namanya sedikit berbeda) seperti peri cinta...
Balik lagi ke cerita novel ini... Yah, Fern si peri mengira dia sayang sekali terhadap Katy -bocah berusia 2 tahun- yang merupakan anak tunggal dari Paul Roland, novelis horor terkenal dari Amrik. Ibu Katy -Maire- orang Irlandia dan meninggal ketika melahirkan Katy.
Buntutnya, Fern terbawa ke Amerika saat "tersangkut" di sweater milik Katy. Di pesawat, Fern -entah mengapa- bisa berubah menjadi manusia. Akhirnya Fern pun dipekerjakan sebagai pengasuh Katy. Saat-saat di Amrik, Fern menyadari dirinya bisa berubah menjadi manusia karena tertarik pada ayah Katy. Pada akhirnya, Fern memilih untuk menjadi manusia dan menikah dengan Paul Roland...
ak akan panjang lebar. Yang jelas ceritanya sangat-sangat bagus. Ringan dan seperti novel-novel harlequin pada umumnya hanya saja di novel diselipin sedikit fantasi. Ya, kisah cinta seorang peri dan manusia!
Baca buku ini beneran bisa mencerahkan hari-hari lho. Karena ada scene bapak ngurusin anak kecilnya #bahasanyaginiamat yang jelas Paul Roland itu ayah yang bener-bener superrrrrrrr. Sekaligus laki-laki yang sangat seksi.
Aku langsung suka sama penulisnya. Dia menciptakan karakternya beda dari yang lain. Ceweknya seorang peri, dan Paul alih-alih bangsawan dengan kekayaan super malah sebatas penulis novel. Sukaaa.
Novel ini bebas dari adegan kipas-kipasnya. Gak kecewa kok, tapi ngikik karena Fern polosssssss banget -,-
Gah,,, bener2 ga puguh ceritanya, untung beli diskonan, jadi ga nyesel2 amat. Selain jalan cerita yang kacau dan totally unbelievable (walo ceritanya tentang peri tapi setidaknya buatlah sedikit masuk akal), faktor utama yang bikin buku ini aku vonis dengan 1 1/4 bintang adalah terjemahannya yang kacau abis. Beuuhhh.. jadi makin males baca harlequin.
I really enjoyed it. Love the use of dialect, and the playfulness. Passage of time didn't come across clearly (felt like only 3-5 days instead of 2 weeks).