Ironis memang, sepasang sepatu butut dapat bercerita banyak tentang kebeningan hati dan ketulusan cinta dunia anak-anak. Ali seperti menanggung mimpi yang tak terjangkau ia ingin sekali menggantikan sepatu adiknya yang secara tak sengaja hilang olehnya. Ali sangat cerdas, apalagi sekadar untuk mengerti bahwa tak mungkin ayahnya dapat membelikan sepatu baru.
Pahit memang ketika secara diam-diam mereka berdua menanggung kehilangan sepatu itu. Berhari-hrai Ali dan Zahra bergantian memakai sepatu untuk pergi ke sekolah. Sepulang dan saat pergi ke sekolah, Zahra dan Ali harus berlari kencang demi mengejar waktu, meski ujungnya Ali tetap harus menerima hukuman karena terlambat. Sering pula ia harus menanggung rasa bersalah ketika beberapa kali Zahra merengek-rengek kesal agar sepatunya dapat dikembalikan. Beruntunglah, suatu hari wali kota mengadakan lomba lari antar sekolah di mana hadiah juara ketiga adalah sepatu. Ali ingin sekali meraih juara ketiga agar dapat sepatu.
Cinta mulai menunjukkan energi besarnya ketika Ali jauh tertinggal di belakang. Ia terus berlari demi ingat sepatu untuk adiknya tercinta. Kebiasaannya lari kencang sewaktu pergi ke sekolah jadi latihan tak terencana. Ia terus menerobos agar dapat juara ketiga. Tapi apa mau dikata, dalam gerak yang begitu cepat dan sejajar dengan dua pelari lainnya yang menghambur ke finish, kaki Ali malah terlampau melangkah juah sehingga dia lah yang juara. Sontak seluruh sponsor dia pun berlonjak gembira. "Ali, kau juara! Ayo kita foto bersama." Ia justru membatin memikirkan sepatu...
Banyak ekspresi kasih sayang. Kasih di antara anak kecil kaka-beradik ini sangat menyentuh. Pengasuhan religius yang penuh kasih sayang membuat mereka begitu tegar, kemiskinan yang menghimpit tidak membuat mereka menjadi getir dalam menghadapi kehidupan.
Membaca ini membuat kita bercermin, adakah kita sebagai orang yang katanya dewasa, mampu bersikap seperti mereka anak-anak yang begitu lugu, dengan kasih yang kental, dan kesadaran religius yang begitu dahsyat.
novel ini merupakan sebuah kisah yang menggetarkan, penuh teladan dan pelajaran. Di tengah kemiskinan yang mendera, kasih sayang mengkristal dan seolah tak masuk akal. Prestasi, keberhasilan dan nilai cinta terukir justru di tengah keterbatasan fasilitas. Novel ini sangat menarik karena merupakan bacaan yang penuh hikmah.
A pair of shoes are the plot and the story. Seldom does an ordinary consumable make out to be the entire book - yet the pair of shoes point out to poverty, gloom and doom and inspire love, recognition and competition. A story that would remain to be in my memory for a long time. It's different and it is amazing. I love the characters and I find them to be larger than life.