Pembunuhan berantai di Sunnyvale, California, membuat penduduk resah hingga mendesak pihak kepolisian segera menangkap si pelaku yang sangat lihai.
Letnan Robert Maxwell yang ditugaskan untuk memecahkan kasus itu pun merasa tertekan ketika sebagian bukti seakan mengarah pada Tom, adiknya. Ditambah lagi, kekesalannya terhadap Caroline Wright— seorang wartawati sebuah surat kabar—yang kerap ikut campur dalam kasusnya.
Setiap kali letnan dan wartawati itu bertemu, selalu menimbulkan ketegangan. Rob menganggap wanita itu pembawa sial. Caroline menilai lelaki itu terlalu arogan.
Kejadian-kejadian tak terduga semakin mendekatkan keduanya.
Membaca buku ini jadi semacam menu two in one buatku. Jadi gini, kalau kamu suka baca romance panas panas🔥🔥 tapi pengin juga nih baca thriller, barangkali buku ini bisa dicoba.
Kalau kamu penasaran bukunya tentang apa, coba geser slide dua ya. Kenalan tipis-tipis dulu sama Robert & Caroline.
Waktu aku membaca buku ini, aku udah suka di bab pertama. Buatku bab pertama itu sudah berhasil membius pembaca.. karena teka-teki siapa pembunuhnya & praktik pembunuhan sudah tersaji sejak awal.
Selain itu, yg membuatku lebih nyaman adalah penggunaan bahasa baku yang seperti terjemahan itu. Belum lg ada unsur 21+ adegan yang cukup eksplisit ditambah kasus kriminalnya juga.. sekilas mengingatkanku akan novel Sandra Brown.
Meski ditulis oleh dua penulis, tapi ya memang nggak begitu terasa perbedaannya.. sekali lagi, ini seperti dua jiwa jadi satu.. kok bisa?🤔
Namun, buatku, tagline “Everyone has a dark side” ini bener-bener bisa ngasih pencerahan buatku tentang siapa pelaku pembunuhannya. Jadi, sejak awal si sesetokoh itu muncul dalam cerita, aku bisa mengendus bahwa dialah dalang pembunuhan berantai. Ya karena itu tadi.. merujuk kepada tagline dan kepribadiannya yang rapi & sopan. Soalnya buatku, tokoh-tokoh lain kelihatan sisi rebel nya, nah yang seorang ini nggak. Meski begitu, aku suka sisipan clue yang ditebar penulis, setidaknya sejak awal pembaca sudah dibuat bertanya-tanya & menduga.
Bagian perkenalan pertama antara Robert & Caroline juga soal ketegangan diantara mereka.. aku berharap lebih di up lagi😍 soalnya kayaknya asyik nih kalau mereka love-hate nya lebih berasa. Bisa bikin pembaca gemes & jantungan disaat bersamaan. Tapi, aku suka deh waktu Caroline datengin Rob ke tempat tinggalnya.. hehee pembaca jadi senyam senyum sendiri🤭
Kemudian.. ada yg buat aku sedikit bingung.. kenapa label belakangnya buku ini digolongkan buku motivasi yah?😖 aku harap kalau buku ini cetak ulang lagi (amin), sudah lebih baik ya penggolongan genre bukunya.
Dark Summer ini cocok buat dibaca cepat, karena bab-bab nya itu pendek dan alurnya juga cepat, jadi kita yg baca nggak keburu lelah.
Sulit untuk bilang aku suka novel ini. Sebenarnya novel ini punya elemen pengecoh, yang aku cukup suka, karena daftar tersangkaku berubah-ubah setiap waktu. Dan aku juga suka twist salah satu tersangkaku. Hanya saja, aku nggak dapat nuansa thriller-nya. Gambaran proses pemecahan masalahnya juga nggak ada, karena yang ditunjukkan di sini cuma sebatas permukaan--Rob memeriksa berkas, Rob ke TKP, melapor ke atasan, makan malam dengan keluarga (btw, di tengah kasus yang memanas, Rob yang ketua tim kok bisa sering-sering cuti ya? Padahal kalo di drakor detektifnya bisa sampe nginep gak pulang-pulang wkwk). Nggak ada perang logika dan proses njelimet saat memecahkan masalah, padahal menurutku ini adalah salah satu bagian paling seru dari genre ini. Yah mungkin ini konsekuensi dari label "romantic thriller" yang disematkan. Menurutku, ini lebih kental romantic-nya sih, thriller-nya kurang dapet.
Sebenarnya, proses jatuh cinta Rob dan Caroline juga terlalu instan dan nggak ada penjelasan yang cukup, menurutku. Kayak Rob ini tiba-tiba suka aja gitu sama Caroline. Malahan proses dan motivasinya lebih jelas Tom. Karakternya lebih keluar si Tom ini ketimbang Rob.
Oh ya, kekurangan yang cukup mengganggu lainnya adalah pengulangan-pengulangan informasi. Sudah dibahas di bab di sebelumnya, diulang lagi di bab berikutnya. Aku menduga, mungkin di situlah pergantian penulisnya. Tapi aku paham kalau menyamakan dua kepala dan gaya dalam satu karya pasti nggak mudah.
Tapi untuk kategori thriller, ini sangat ringan. Jadi, untuk yang pengin coba-coba baca genre ini tapi masih ragu dan takut, kurekomendasikan untuk memulai dengan novel ini. Menurutku, novel ini gampang dibaca dan nggak bikin capek. Terus, selain ringan, novel ini juga punya banyak unsur lain untuk dinikmati (kalo nggak suka thriller): adegan romantis yang bikin meleleh dan adegan hot-hot pop yang bikin gerah. Wkwk
Mohon maaf Kakak Author, novel ini belum cocok di aku. Tapi sepertinya ini buku debut sih (cmiiw). Jadi, aku tetap menunggu buku-buku penulis selanjutnya.
Yang aku suka : • Suspense-nya dapet • Pengecohnya oke • Aku suka epilognya • Writting style-nya enjoyable
Yang aku kurang suka : • Bukunya (dari segi plot & narasinya) lebih dominan ke Romance dari pada ke Thrilling • Karakter para tokoh kurang tegas. • Insta Love trope
Selamat datang di ulasan yang dirancang dengan penuh perhatian dan kejujuran, di mana saya akan membedah novel ini dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Dengan penuh hormat dan pengertian, saya akan menyelami karya ini, tidak hanya untuk mengapresiasi usaha dan kreativitas yang jelas terlihat, tetapi juga untuk memberikan masukan yang konstruktif. Seperti halnya setiap karya seni, novel ini adalah cerminan dari proses kreatif penulisnya, dan tujuan saya adalah membantu mengidentifikasi area di mana mungkin terdapat peluang untuk berkembang lebih jauh. Saya berharap ulasan ini dapat memberikan perspektif yang berguna dan mendalam, dengan niat yang tulus untuk mendukung perjalanan penulis dalam mencapai potensi terbaik mereka.
KELEMAHAN Bagaimana rasanya menjadi salah satu dari sedikit orang yang bisa ‘memahami’ karya agung ini? Semoga kalian tidak terlalu kelelahan dari kebanggaan yang meluap-luap itu.
1. Sebuah Masterpiece dari Klise Dark Summer benar-benar berhasil mengumpulkan semua klise dalam satu tempat! Siapa yang butuh orisinalitas ketika kita bisa melihat karakter utama berjuang melawan rekan-rekan pria yang meremehkannya? Sangat inovatif!
2. Karakter yang Sangat Realistis... Tidak! Karakter Caroline adalah contoh sempurna dari seorang jurnalis yang tidak pernah mengalami kesulitan. Tentu saja, dia hanya perlu menghadapi satu pembunuhan berantai untuk menemukan kekuatannya. Karena, siapa yang butuh pengembangan karakter yang nyata?
3. Dialog yang Menggugah Dialog dalam cerita ini sangat mendalam! Tidak ada yang lebih menyentuh hati daripada percakapan yang terdengar seperti skrip film B yang ditulis dalam waktu lima menit. Sangat mengesankan!
4. Twist yang Sangat Terduga Oh, pembunuhnya adalah orang yang paling tidak terduga! Tidak, tunggu—ini bukan spoiler, karena setiap orang sudah bisa menebaknya dari bab pertama. Keren!
5. Ketegangan yang Menggembirakan Ketegangan dalam Dark Summer sangat menggembirakan! Siapa yang tidak suka saat alur cerita terhenti sejenak untuk menjelaskan karakter secara berlebihan? Ini cara yang bagus untuk mempertahankan rasa penasaran, bukan?
6. Tema Sosial yang Dalam Cerita ini benar-benar mendalami isu-isu sosial yang penting! Dengan cara yang sangat dangkal, tentu saja. Kenapa harus meneliti lebih dalam ketika kita bisa hanya menyentuh permukaan?
7. Pengembangan Alur yang Lambat Alur cerita yang lambat sekali! Siapa yang butuh ketegangan ketika kita bisa menghabiskan berlama-lama di setiap momen kecil yang tidak penting? Tentu saja, pembaca sangat menyukai deskripsi detail tentang cuaca.
8. Penyelesaian yang Terlalu Mudah Penyelesaian cerita ini sungguh brilian! Hanya dengan satu penemuan, semua masalah teratasi. Siapa yang butuh usaha ketika 'aha moment' bisa menyelesaikan segalanya dalam satu paragraf?
9. Deskripsi yang Berlebihan Deskripsi dalam cerita ini luar biasa! Mengapa menjelaskan suasana hati karakter ketika kita bisa menghabiskan tiga halaman untuk menggambarkan warna cat dinding? Itu yang benar-benar penting, kan?
10. Plot Holes yang Mengagumkan Saya sangat mengagumi betapa banyaknya plot holes yang ada! Ini benar-benar membuat pembaca merasa seperti detektif yang harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Siapa yang butuh konsistensi?
11. Romansa yang Dipaksakan Romansa dalam cerita ini sangat organik! Tentu saja, tidak ada yang lebih alami daripada dua karakter yang baru saja bertemu dan langsung jatuh cinta sambil berlari dari pembunuh. Sangat realistis!
12. Pengembangan Karakter - Karakter Monoton. Beberapa karakter terasa datar dan tidak berkembang seiring cerita. Misalnya, karakter antagonis dapat memiliki lebih banyak latar belakang untuk menjelaskan motivasi mereka. - Kedalaman Emosi. Meskipun ada elemen emosional, beberapa karakter tidak cukup dieksplorasi dalam hal perasaan dan konflik internal, sehingga pembaca sulit terhubung dengan pengalaman mereka. - Karakter-karakter dalam cerita ini terasa datar dan stereotipikal. Caroline, meskipun berusaha menjadi protagonis yang kuat, sering kali terjebak dalam klise yang mengurangi kedalaman dan kompleksitasnya
13. Alur Cerita - Pacing yang Tidak Seimbang. Beberapa bab terasa terlalu cepat atau lambat. Misalnya, bab yang berisi aksi mungkin terlalu singkat, sementara bab yang berisi dialog bisa terasa panjang tanpa banyak perkembangan. - Keterikatan Cerita. Beberapa subplot tidak terhubung dengan baik ke alur utama, membuat pembaca merasa bingung tentang tujuan dari cerita tersebut. - Alur cerita terlalu bergantung pada elemen klise yang mudah ditebak, seperti antagonis yang jelas dan momen dramatis yang dipaksakan. Ini membuat pengalaman membaca terasa membosankan dan tidak menantang. - Pacing cerita sangat tidak merata, dengan beberapa bagian terasa terlalu lambat dan bertele-tele, sementara bagian lain terlalu cepat dan dangkal. Ini membuat alur terasa terputus-putus dan sulit diikuti. - Meskipun ada upaya untuk mengeksplorasi tema pemberdayaan perempuan dan keadilan, eksekusinya terasa dangkal. - Beberapa momen dalam cerita terlalu dramatis dan terasa berlebihan, seolah-olah penulis berusaha menarik perhatian dengan cara yang tidak realistis. Ini mengalihkan fokus dari substansi cerita dan membuatnya terasa tidak autentik.
14. Gaya Penulisan - Bahasa dan Deskripsi. Penggunaan bahasa terkadang terlalu bertele-tele atau berulang, yang dapat mengurangi ketegangan dan minat pembaca. Deskripsi yang berlebihan membuat alur terasa lambat. - Dialog yang Tidak Alami. Beberapa dialog terasa kaku atau tidak realistis, yang dapat mengurangi keaslian interaksi antar karakter. - Dialog antara karakter terasa tidak alami dan kaku, sering kali terlalu bertele-tele atau tidak mencerminkan cara orang berbicara di dunia nyata. Ini mengurangi imersi dan keterhubungan pembaca dengan karakter.
15. Tema dan Pesan - Konflik Moral yang Sederhana. Tema tentang kejahatan dan moralitas mungkin tidak dieksplorasi dengan mendalam, sehingga pesan yang ingin disampaikan menjadi kurang kuat. - Representasi yang Terbatas. Jika novel melibatkan isu sosial atau psikologis, representasi yang tidak memadai atau stereotipikal dapat menjadi kekurangan yang signifikan.
16. Eksposisi - Informasi yang Berlebihan. Beberapa bagian menyediakan terlalu banyak informasi latar belakang sekaligus, yang bisa membuat pembaca merasa kewalahan dan kehilangan fokus pada cerita utama. - Pengenalan Karakter. Pengenalan karakter baru tidak dilakukan dengan baik, sehingga pembaca sulit memahami peran mereka dalam cerita.
Secara keseluruhan, meskipun Dark Summer memiliki potensi yang besar dengan ide cerita yang menarik, ada beberapa aspek yang dapat ditingkatkan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih mendalam dan memuaskan. Pengembangan karakter, alur, gaya penulisan, tema, dan eksposisi adalah area-area yang bisa diperhatikan lebih lanjut.
KELEBIHAN 1. Dalam novel Dark Summer, terdapat beberapa simbolisme yang menarik untuk diperhatikan: - Koleksi Jari Manis. Koleksi jari manis yang disimpan oleh protagonis menggambarkan obsesi dan kekuasaan. Jari-jari ini bukan hanya benda mati, tetapi simbol dari kontrol yang dimiliki pembunuh atas korban-korbannya. Ini menciptakan kontras antara keindahan dan kekejaman. - Pondok sebagai Persembunyian Pondok tempat pembunuh bersembunyi melambangkan pelarian dari kenyataan dan tempat di mana dia merasa berkuasa. Ini menjadi ruang aman bagi karakter untuk mengekspresikan sisi gelapnya tanpa takut dihukum, serta menciptakan rasa nyaman dalam ketidaknormalan. - Cahaya dan Kegelapan Kontras antara cahaya (seperti perapian yang hangat) dan kegelapan (situasi menakutkan yang dihadapi korban) menciptakan suasana yang tegang. Cahaya sering diasosiasikan dengan harapan, sedangkan kegelapan dengan ketakutan dan kematian. - Media dan Pemberitaan Karakter Caroline sebagai wartawati melambangkan kekuatan media dalam membongkar kebenaran. Perannya menunjukkan bahwa informasi dan pemberitaan dapat menjadi senjata dalam melawan kejahatan. - Musim Panas Musim panas di Sunnyvale dapat dilihat sebagai simbol kehidupan yang cerah, tetapi juga mengandung ketegangan dan ancaman. Ini menciptakan kontras antara suasana yang seharusnya menyenangkan dengan kejadian-kejadian menakutkan yang terjadi. Menyiratkan bahwa di balik keindahan yang terlihat, terdapat kegelapan yang mengintai, mencerminkan sifat dualitas kehidupan.
2. Isu-isu yang diangkat dalam Dark Summer tidak hanya relevan tetapi juga memberikan peluang untuk eksplorasi yang mendalam dan refleksi.
SARAN 1. Tambahkan lebih banyak latar belakang dan motivasi untuk karakter utama dan pendukung agar pembaca lebih terhubung secara emosional.
2. Perkuat konflik internal karakter untuk menunjukkan pertumbuhan dan perubahan yang mereka alami sepanjang cerita.
3. Tinjau kembali pacing cerita untuk memastikan ada keseimbangan antara aksi dan pengembangan karakter. Pastikan setiap bab memiliki tujuan yang jelas.
4. Masukkan beberapa twist dan kejutan untuk menjaga ketertarikan pembaca dan membuat alur lebih dinamis.
5. Buat dialog yang lebih realistis dan mencerminkan kepribadian karakter dengan baik. Hindari dialog yang terasa kaku atau terlalu formal.
6. Berikan variasi dalam cara karakter berinteraksi satu sama lain, mencerminkan hubungan yang berbeda.
7. Gunakan detail sensorik untuk menciptakan atmosfer yang lebih mencekam. Deskripsi tentang suara, bau, dan suasana dapat meningkatkan imersi pembaca.
8. Eksplorasi berbagai setting yang menarik untuk memberikan variasi dan kedalaman pada cerita.
9. Gali lebih dalam isu-isu sosial yang diangkat, memberikan perspektif yang beragam untuk menambah kedalaman cerita.
10. Pertimbangkan untuk menggunakan simbolisme atau motif yang konsisten untuk memperkuat tema utama.
11. Pastikan semua subplot dan konflik mendapatkan resolusi yang memuaskan. Akhir cerita harus memberikan penutupan yang jelas bagi pembaca.
12. Berikan momen bagi karakter untuk merefleksikan perjalanan mereka, sehingga pembaca dapat merasakan pertumbuhan yang telah terjadi.
13. Mengadakan sesi umpan-balik dengan kelompok baca dapat memberikan perspektif baru dan saran yang berharga untuk perbaikan.
14. Pertimbangkan untuk menguji karya dengan pembaca potensial untuk mendapatkan masukan tentang bagian yang berhasil dan yang perlu ditingkatkan.
Semoga karya berikutnya bisa memanfaatkan kesempatan yang diberikan—mungkin dengan Penasehat/Mentor/Pembimbing yang, entah bagaimana, tidak hanya mengagumi kekurangan sebagai ‘gaya unik,’ tetapi juga berfokus pada perbaikan nyata.
Bagiku, tidak ada kesenangan selain berada di sini-sendiri, menikmati keberadaan mereka. . Pembunuhan berantai yang terjadi di Sunnyvale, California membuat Letnan Robbert Maxwel dan wartawati Caroline Wright terlibat ketegangan. Rangkaian peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh si berantai acapkali membuat keduanya bersinggungan. Namun... Mungkinkah kasus lama ini akan terungkap? Sanggupkah letnan Rob dan wartawati Carol mengungkap identitas si pelaku?
Q: Pernahkah teman-teman membayangkan bertemu dengan seorang psikopat?
❤ Dark Summer merupakan sebuah karya kolaborasi antara kak Citra Burkert dan kak Kinin Lee, yang meramu kisah triller dan romansa dalam satu cerita. Seru dan mendebarkan! Bahkan nuansa menegangkan sudah terasa di bagian awal cerita terutama karena memikirkan siapa yang berada dibalik dan berdiri di ujung kasus ini😆👍
❤ Saya pribadi menyukai cara kak Citra dan kak Kinin yang menyusun cerita terkait seorang psikopat ini dengan cukup runut dan pada beberapa bagian juga ada kilas masa lalu dari salah satu tokoh yang pada awalnya membuat saya berpikir ini adalah petunjuk yang disebar penulis agar pembaca dapat mengetahui identitas pelaku, namun saya berhasil dikecoh oleh kolaborasi yang keren dari dua penulis ini😅
❤ Romansa yang dihadirkan dalam cerita terasa pas,terkadang bisa membuat saya tersenyum kadang juga geleng-geleng kepala meskipun bagi saya pribadi, romancenya terkadang jadi magnet sendiri yang membuat teralih untuk mengejar perkembangan hubungan roman nan emosional dari tokoh dalam novel sambil mempertahankan diri agar tetap memburu siapa dalang dari kasus yang bergulir ini. Apakah sensasi membaca kisah roman-triller memang seperti ini atau justru lewat karya kak Citra dan kak Kinin sensasi dan pengalaman membaca seperti ini akan kita dapatkan saat baca genre romance triller?
❤ Deskripsi lokasi dan latar tempatnya terasa klop dengan nuansa dalam kovernya. Tampak elegan dari sisi kovernya dan indah sekaligus membantu dalam membangun suasana pada ceritanya. Detailnya pun bagi saya pribadi memang sesuai dengan kehidupan dua penulis yang hidup di luar negeri. Pengalaman dan pengamatan keduanya berhasil membangun setiing dalam cerita sehingga tidak membuat kisah ini hanya menjadikan latar luar negeri sebagai lokasi tanpa membuatnya 'menyatu' dengan cerita. Keren!
❤ Triller dalam novel Dark Summer ini yang menurut saya jadi bagian yang paling keren. Deskripsi mengenai tindak tanduk pelaku digambarkan dengan detail yang sanggup memicu ketegangan dan rasa penasaran akan sosok sang pembunuh berantai. Walau demikian, saya berpikir alasan dibalik perbuatan sang pembunuh berantai belum begitu dalam meskipun dari sisi pandang secara emosional dibalik tindak tanduk sang pelaku cukup terterima. Bicara soal hal yang sifatnya personal dan emosional terkadang memberikan energi dorong sendiri bagi manusia.
❤ Secara keseluruhan, kisah romansa-triller ini diramu dengan apik sehingga membuat pembaca jatuh hati dengan ke-uwu-an tokohnya sekaligus terpacu adrenalin pada saat membaca. Penyuka romance thriller dengan latar luar negeri, novel ini bisa coba kalian baca.
NOVEL INI DIPERUNTUKKAN BAGI PEMBACA USIA 17+ yah sehingga dimohon kebijaksanaannya bagi pembaca berusia dibawahnya yah😊🙏
First of All, aku suka nonton film, atau baca buku thriller, so ketika menemukan salah satu buku lokal dengan genre romance thriller,aku jadi penasaran. Sementara, Romance Thriller menggabungkan dua elemen yang tentu saja perlu keseimbangan yang tepat, sehingga menulis novel dg genre tersebut tidaklah mudah. Review ini aku buat setelah selesai membaca novelnya,dengan harapan positif untuk kedepannya🙏
Narasinya baku,vibenya seperti novel terjemahan. Berhubung ini Romance Thriller, ada 2 elemen yang perlu dipadukan, aku merasa penggabungan 2 penulisan ini tidak terlalu mencolok, yang artinya, saat dibaca, buku ini tidak terasa ditulis oleh dua orang penulis karena narasinya sudah menyatu👍Font size tulisannya terasa pas, nyaman dibaca karena tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar, penggunaan spasi juga konsisten.Ini merupakan salah satu poin plus novel ini. . ..𓂃 ִֶָ🦋་༘࿐ Bahasanya yang baku, tidak berat, mudah dipahami. Meskipun ada kalimat repetitif, tiap bab itu singkat, sehingga tidak monoton. Lalu, world building. Penggambaran latar tempat, waktu dan suasana di buku ini cukup baik. Untuk Tokoh, menurutku penggambaran watak masing² cukup jelas 𝙨𝙚𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙪𝙢𝙪𝙢. . ..𓂃 ִֶָ🦋་༘࿐ Cerita dibuka dengan situasi yang tegang, sekilas, gambaran tokoh pemburu sudah diberikan. Petunjuk utamanya ada "𝑬𝒗𝒆𝒓𝒚𝒐𝒏𝒆 𝒉𝒂𝒔 𝒂 𝒅𝒂𝒓𝒌 𝒔𝒊𝒅𝒆", menurutku menjadi kunci utama untuk menemukan Siapa pelakunya. Next, meskipun ini Romance Thriller yang artinya tidak hanya berfokus di satu elemen saja, menurutku, buku ini lebih dominan ke Romance. Unsur misteri ada, poin pengecoh ada namun tidak terlalu intens. Potensi Thrilling dalam cerita ini ada, namun kurang dikembangkan, sehingga penyelesaiannya di poin² utama tanpa penjelasan lebih detail kerangka utamanya. Disini, Koneksi antara Caroline dan Robert serta Tom menurutku termasuk Instant love. . ..𓂃 ִֶָ🦋་༘࿐ Romansa dalam cerita ini memberikan sensasi "melting" karena beberapa kali interaksi mereka lucu, dan juga ada bumbu spicy🤏 Berhubung dua tokoh memiliki pekerjaan yang berbeda, namun saling berkaitan. Yaitu Reporter dan Detektif, aku berharap koneksinya lebih luas lagi, pembahasan mengenai investigasi, Keputusan Final dan beberapa detail lain juga ditambah. Namun, mungkin karena ini romance thriller sehingga poin yang aku harapkan tersebut kurang menonjol. Kemudian Tokoh "Si Pemburu" 👉ada penjelasan singkat backgroundnya menjelang akhir cerita, motif aksi yang dilakukan dijelaskan secara umum, tidak tergambar lebih lanjut. Dalam artian, aku jadi ingin membaca lebih lanjut mengenai detailnya. Untuk plot twist, aku berharap ada bumbu² teka-teki dan pengecoh lebih lanjut, agar plot twist yang disuguhkan lebih BOOM 💣 Secara umum, clue mengenai si pemburu ini udh jelas ya. Saat membacanya aku sudah menduga siapa pelakunya karena "𝑨𝒊𝒓 𝒕𝒆𝒏𝒂𝒏𝒈 𝒋𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒅𝒊𝒔𝒂𝒏𝒈𝒌𝒂 𝒕𝒂𝒌 𝒃𝒆𝒓𝒃𝒖𝒂𝒚𝒂". ada beberapa clue kalau sebenarnya pelakunya adalah orang tersebut. . ..𓂃 ִֶָ🦋་༘࿐ Overall, ini buku romance thriller yang ringan untuk dibaca. Tidak melelahkan, mudah dibaca karena lumayan page turning, bisa dibaca dalam sekali duduk. Kedepannya, aku menantikan perkembangan dari kepenulisan dua penulis ini. Semoga suatu saat nanti, ada lagi gebrakan romance thriller selanjutnya yg lebih baik.
Pas awal baca aku langsung dibuat penasaran sama ceritanya, adegan si pemburu yang menjalankan aksinya yg sadis dan tidak sedikitpun merasa bersalah pada para korbannya.
Novel ini ditulis oleh dua penulis, tapi menurutku ga terlalu kerasa kalo ditulis oleh dua orang. Paling ada beberapa pengulangan informasi yg bikin jadi sadar, oh iya novel ini ditulis oleh dua orang.
Aku suka proses hubungan Rob dan Carol, mereka yang awalnya saling jutek, tapi karena mereka terikat oleh kasus berantai ini, mereka jadi semakin dekat dan memiliki perasaan lebih pada satu sama lain. Walaupun aku rada sebel sama Rob yang masih menganggap Carol hanya teman padahal mereka sudah ...... 😶
Kecurigaanku tentang siapa pelaku jatuh pada dua orang, karena memang dua orang ini yg paling mencurigakan dan ternyata bener salah satunya adalah pelaku, agak ga nyangka aja sih walaupun memang klu-klu yg tersebar udah mengarah ke orang ini.
Ceritanya menurutku lebih dominan romance ketimbang thriller nya. Aku pikir bakal ada pencarian bukti-bukti penting tentang si pelaku yg lebih intens, ternyata ga ada. Tapi romancenya menurutku lumayan bikin salting dan ada part 21+ jadi buat dedek-dedek yg blm cukup umur boleh skip dulu ya 😄.
Tapi aku suka bagian si pelaku pada saat akan mengeksekusi korbannya, berasa banget ketakutan dan putus asa yg dirasakan korban. Serem tapi seru gitu.
Endingnya aku suka, walaupun alasan pelaku karena trauma tapi hal tsb justru membuat dia melakukan hal yg tidak seharusnya dia lakukan. Oh iya aku salfok sama Tom, kok kasian banget sih dia.
Overall aku lumayan menikmati baca novel ini, tulisannya page turner dan alurnya juga cepat. Ga butuh waktu lama buat aku selesaiin novel ini. Buat yg suka novel bergenre romance thiller boleh banget baca novel ini.
Memadukan genre romance dan thriller, Dark Summer membalut romansa di tengah aksi pembunuhan berantai terhadap gadis muda di Sunnyvale. Berlatar belakang di salah satu kota dalam negara bagian California, Caroline Wright, seorang wartawati keturunan Indo-Amerika, mengemban tugas untuk meliput dan mengekspos fakta yang belum terungkap oleh media lainnya. Pertemuannya dengan Letnan Robert Maxwell yang arogan dan sifatnya yang cenderung tertutup pada media surat kabar menjadi penghalang tugas Caroline. Ketegangan di antara interaksi keduanya luruh ketika mereka harus bekerja sama untuk memecahkan teka teki siapa pembunuh berantai sadis di Sunnyvale, California.
Baru pertama kali ini, aku baca genre romance thriller dari penulis Indonesia dan ga expect sih storytellingnya bisa mengalir dan engaging, ampe aku bisa menghabiskan novel ini dalam satu hari. Meskipun ditulis oleh dua penulis, Kak Citra Burkert dan Kak Kinin Lee, rasanya seperti membaca novel dari satu penulis. Kedua penulis terasa melebur dan aku pribadi tidak dapat membedakan dua gaya penulis Kak Citra dan Kak Kinin Lee. Selain storytelling yang memukau, penokohan karakter perempuan berlatar etnis diaspora Indonesia membuat pembaca Indonesia tentunya terasa “dekat” dengan cerita ini. Bahkan ada suguhan kuliner nusantara yang juga muncul di novel ini.
Sayangnya, ending twistnya kurang terasa dar der dor untuk mengimbangi storytelling yang sudah ciamik dari duo penulis ini. Aku berharap endingnya ditutup lebih unexpected. Alur ceritanya juga cukup ringan dan menurutku lebih cocok untuk pembaca romance thriller yang suka kompleksitas cerita yang sederhana dengan bumbu “spicy” tipis-tipis 🌶️🌶️
Overall, novel Dark Summer cocok buat kamu yang suka dengan bacaan novel romance thriller yang ringan dan sedikit spicy 🌶️🌶️ atau kamu yang butuh bacaan untuk refresh your reading slump 💕
This is my first (almost) thriller book i ever read. Kenapa almost? Soalnya lebih dari sepuluh tahun yang lalu pas aku SMA, pernah juga baca novel thriller romance terjemahan gitu, tapi aku malah lupa jalan ceritanya gimana dan novelnya juga udah gak keliatan lagi dimana. 😅 So yes! Dark Summer jadi my official first thriller romance book.
I enjoyed this a lot. 🖤 Pertama kali aku baca review ini di story akun bookstagramnya kak claudies, aku kira ini buku terjemahan karena nama penulisnya 😂, apalagi didukung dng tulisannya yang benar² kaya terjemahan.. ternyata karya anak bangsa cuy! 😍
Porsi thriller dan romancenya menurutku sangat seimbang. Jadi novel thriller yang dibumbuin manis sama romance khas summer yang hot 🔥 uuww seperti Caroline yang bisa merasakan kenyamanan & ketenangan ditengah ketegangan konflik yang terjadi.
Aku suka karakter Caroline yang instingnya kuat, berani, dan bisa mikir jernih ditengah kepanikan berpadu dengan karakter Alpha dari Rob. Mereka tuhh... 🖤🖤🖤 pas! Bagaimana penulis menuliskan adegan action juga patut diacungin 👍 karena terasa real banget ketika dibaca, cuz i think i know itu ga mudah banget menuliskan setiap adegan supaya pembaca juga bisa membayangkan dengan jelas situasi dan kondisi yang terjadi.
Hal yang cukup sedikit menggangguku pas baca ini yaitu chemistry awal dari kedua tokoh yang menurutku masih agak dangkal. Kaya terasa tiba-tiba aja mereka jadi jatuh cinta dari rasa benci. Padahal mereka interaksinya masih dikit banget. But it's okay, karena sisa dari itu i enjoyed this a lot 🙈
I will give more than 5 stars kalo bisaaa 😁😁 To be honest, novel ini termasuk ke dalam jajaran novel yg "aku banget".. Tentunya setiap orang pasti beda sudut pandang dalam melihat sebuah karya, so kalian tidak bisa pukul rata untuk mengatakan karya ini menarik, karya ini kurang bagus, dsb yaa.. But sekali lagi, ini termasuk salah satu Romance Thriller terbaik yg pernah aku baca.
Kisah duo Rob-Carol dalam memecahkan suatu kasus pembunuhan berantai, membuat kedekatan mereka berdua semakin kental. Rob yg seorang letnan polisi, serta Carol yg seorang wartawati. Pembunuh ini memburu gadis-gadis belia berusia 19 tahun, dengan penampilan fisik yg menarik. Bagiku, penggambaran adegan pembunuhan nya beneran bikin ngilu. Selain dibunuh, jari tengah para korban pun akan dimutilasi 😮💨😮💨 asli ini bayanginnya bikin mual🤢...
Dan yg aku suka novel ini bikin plot twist yg "WTH" ternyata dia orangnyaa😡😤 ngga nyangka. Aku udh salah tebak dari awal. Good job author👏👏 kalian berhasil membuat aku terkecoh. Plus adegan adult yg cukup eksplisit🤭.. Serasa nonton serial barat.
Aku harap akan ada part 2 DS untuk full kisah cinta Rob-Carol nya ajaa.. Ditambahin tipis2 kasus kriminal boleh, tapi pengennya si yg sweet2 ajaa🤭🤭 ahahahhaha.. okey sekian. Thank u
Tokoh utama novel ini yaitu Caroline Wright,seorang wartawati surat kabar yang sangat cantik berdarah Indo-Amerika dan seorang Letnan polisi Robert Maxwell. Bertemu secara tidak sengaja dalam upaya memecahkan sebuah kasus pembunuhan berantai yang sedang terjadi di Sunnyvale California. Pembunuh berantai yang selalu memangsa gadis-gadis cantik itu meresahkan penduduk di Sunnyvale, memaksa Letnan Rob bekerja keras untuk memecahkan kasus tersebut, sebelum jatuh korban selanjutnya. Sedangkan semakin Caroline terlibat dalam kasus itu, semakin juga nyawanya dalam bahaya.
"Wajah cantik gadis itu sudah tidak berbentuk lagi saat ini, yang tampak hanya kilatan kamera, membuay wajah berdarah itu terlihat semakin mengenaskan." (halaman 5)
Waktu baca buku ini mulai dari halaman pertama sampai halaman terakhir serasa lagi nonton film thriller, perasaannya dibikin campur aduk,,sukaaa sekaliii.
Engga paham sih dari awal aja udah di bikin pusing sama kelakuan penjahatnya, segila itu dia, banyak pelajaran juga untuk cewek dalam buku ini, jgn gampang terpesona sama cowok yang baru kenal, bisa-bisa berakhir tergais. Serius harus baca sendiri biar tahu bagaimana sensasi mengerikan dan menegangkan nih novel.