Jump to ratings and reviews
Rate this book

Travellous: A Travel Journal

Rate this book
Membaca novelnya membuat saya tahu
bahwa dia adalah pemuda yang nekat!
Dia bukan tipe orang yang bertopang dagu melamunkan mimpinya
tapi bergerak secepat kilat untuk mewujudkannya!
Mimpi hanya 10% dari kehidupan
dan 90%nya adalah usaha keras untuk Mewujudkannya.
Dan Andrei berhasil.
(Upi, sutradara film)


...Ini untuk mimpi-mimpi kita yang terucap
diketinggian ribuan kaki
lebih dekat dengan langit
tentu Tuhan mendengarkan doa kita.


(Di dalam pesawat mewujutkan impian besar menuju Eropa)

213 pages, Paperback

First published April 1, 2009

3 people are currently reading
140 people want to read

About the author

Andrei Budiman

3 books23 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
30 (21%)
4 stars
45 (32%)
3 stars
52 (37%)
2 stars
11 (7%)
1 star
2 (1%)
Displaying 1 - 30 of 38 reviews
Profile Image for Roos.
391 reviews
July 29, 2009
Ehmmm...ternyata bukan aku saja yang merasa membaca buku ini seperti membaca film atau tepatnya melihat film. Cerita mengalir pelan namun pasti, emosi yang membaca juga dibuat naik turun antara sedih, senang, prihatin dan tertawa, hubungan yang dibangun antara Andrei dengan orang-orang yang baru ditemuinyapun berjalan lancar, sampai kupikir meski dalam kondisi susah Si Andrei ini selalu beruntung mendapatkan orang-orang yang perhatian dengan dia. Meski mengaku belajar otodidak, tapi buku ini menarik dan nikmat saat dibaca.

Selain itu, apa yang membuat buku ini berbeda dengan buku-buku perjalanan lain yang sudah aku baca adalah buku ini ada kejujuran mengenai perasaan penulis saat berinteraksi dengan orang-orang yang baru pertama kali ditemuinya, ada juga kesopanan dan keengganan yang dirasa. Bukan mengenai apa yang unik dan aneh dari perjalanannya tapi malah mengenai keunikan dan keanehan si penulis yang menarik. Di satu sisi membuat rasa kagum di sisi lain juga membuat pembaca mengerutkan kening. Dan yang membuat tersentuh adalah saat Si rei mangunjungi temannya yang bernama Anggie di Belanda, kunjungan Rei tersebut hanya mengabarkan kabar Ibunya Anggie,sedikit emosional tapi berakhir dengan sepiring nasi yang dirindukan. Kemudian persahabatannya dengan seorang gadis dari cina yang bernama Ling, gadis yang menarik, pintar, ceria dan selalu bersemangat. Cerita mengenai rumor yang beredar hingga membuat tali persahabatan terputus sesaat, berakhir dilayar Skype, dilanjutkan kedatangan Ling di Yogya....wah-wah, mungkinkah? Tidak ada yang tidak mungkin dibuku ini.

Yah, bukan tempat yang hebat-hebat ataupun negara-negara yang hanya dalam mimpi si Rei yang akhirnya bisa dia jelajahi, tapi kisah perjalanannya dan kejujurannya juga menarik untuk disimak.

Quote buat Andrei: "It is only in adventure that some people succeed in knowing themselves - in finding themselves"
Sukses terus NdRei!!! Ditunggu Seri Jepangnya.
Profile Image for gieb.
222 reviews78 followers
July 29, 2009
sebuah perjalanan, kadangkala, adalah sebuah usaha untuk mengasingkan diri. mengasingkan diri, menurut andrei, adalah sebuah mimpi yang ingin diterjemahkan. mungkin karena ada kondisi skeptisme -guncangan mimpi, iman, dan spiritual.

saya ingat al ghozali -sang hujjatul islam itu- yang pernah memutuskan 'berjalan'. tidak tanggung-tanggung. 11 tahun al ghozali 'mengasingkan diri'. saat memutuskan untuk pergi, al ghozali sedang benar-benar berada di puncak kepopulerannya. persis ketika kita saksikan 'masa jaya' aa' gym dulu. bedanya, al ghozali populer karena keluasan ilmunya, aa' gym populer dikarenakan kecerdikannya dalam mengeluarkan air mata ketika berkata manis tentang surga dan neraka yang kerap merekayasa ruhani para pendengarnya.

dalam kondisi guncangan itu, al ghozali mengasingkan diri. dia pergi meninggalkan baghdad. kemudian tinggal di damaskus dua tahun. dia asik menjadi sufi. terus dia pindah ke yerusalem. meditasi di masjid umar bin khatab. pindah lagi ke hebron. ziarah ke makam ibrahim. dari hebron, al ghozali menunaikan ibadah haji. selanjutnya, dia mengembara dari satu tempat ke tempat lainnya. hampir selama 11 tahun, al ghozali jadi backpacker. bedanya, perjalanannya adalah sebuah ikhtiar untuk 'meninggalkan' dunia untuk terus menerus 'menghadap-Nya'.

saya kira, andrei punya potensi untuk mengulang cerita al ghozali di atas. jadi, tidak hanya meninggalkan kisah tentang tempat-tempat nan eksotis, tetapi juga menemukan oase spiritual yang mencengangkan.

terus terang, saya iri dengan 'keberanian' sang penulis. saya cemen. saya hanya berani menjadi backpacker mengelilingi 10 makam wali itu -termasuk mbah jenar-. tetapi kira-kira, jika tuhan mengkehendakkan, saya akan senang hati untuk menerima tantangan 'perjalanan' ini. mungkin tujuan saya berbeda dengan andrei. saya lebih suka 'piknik' di kuburan. saya akan mbambung di makam rumi, ghozali, hallaj, arabi, ibrahim, muhammad, dan lain-lain. semoga.
Profile Image for Raya.
9 reviews
July 7, 2009
Satu lagi buku yang diangkat dari sebuah weblog, seperti halnya Trinity dalam Naked Traveler yang menceritakan pengalamannya menjadi backpacker keliling dunia yang ia tulis di blog miliknya, atau buku keliling Eropa hanya dengan 1000 dollar milik Marina. Adalah Travellous, buku yang ditulis oleh Andrei Budiman dari blog miliknya.
Perbedaan yang baik menurut saya dalam buku Andrei ini, ia menceritakan pengalamannya dengan format linear, tidak seperti buku traveling lainnya yang menceritakan sekuen bukunya dengan format waktu yang melompat-lompat. Hingga dengan begitu pembaca seolah ikut merasakan apa yang dirasakan oleh penulisnya.

Bercerita tentang Impian besarnya ingin menjejakkan kaki di Eropa setelah puas menjelajahi traveling dalam negeri, dengan modal seadanya dan modal kegigihan kuatnya ia berhasil mencapai Eropa ala Backpacker, terutama Paris kota yang di dambakannya untuk bisa melihat menara Eiffel, serta dinamika kehidupan kampusnya di kota Lyon kala mengikuti workshop film.

Kelebihan buku ini terletak pada gaya penceritaan Andrei yang popular, jujur (atau ndeso?) dan kocak. Andrei berhasil menemukan style tersendiri. Ia memiliki pattern menulis yang “semaunya” Jika baginya ia membuat dialog ia akan memakai fungsi Gue, saya dan aku sesuai peranan, Andrei menyadari betul penggunaan kata tersebut memiliki kesan yang berbeda-beda walau dalam artian yang sama. Tidak heran pembaca akan mampu menyelami karakter Jules yang tenang nan anggun dengan memakai kata saya dalam tiap dialognya, dan karakter Ling yang periang dan memiliki kedekatan emosi persahabatan dengan memakai kata gue pada tiap dialog.

Cerita tentang kedekatan relationship Andrei dengan dua gadis tersebut serta masa lalu love live penulisnya membuat buku traveling ini menjadi sangat berbeda, tidak melulu mengumbar masalah tempat nan eksotis, tapi juga interaksi menariknya selama di Eropa. Baca saja ketika ia bertemu sahabat lamanya di Belanda yang memiliki cerita yang sukses buat hati ini miris hingga menangis, atau pertemuannya dengan petualang bersepeda yang membuat pembaca merasakan kebesaran hati seorang mussafir. Dalam tiap sekuennya banyak menimbulkan kejadian yang diluar dugaan, membuat emosi pembaca naik turun. Sepakat jika buku ini lebih ke arah Emotional stories rather than pure traveling stories.

Secara garis besar kesuksesan buku ini selain kekuatan deskripsi penulis, adalah terletak pada pencitraan menulis Andrei yang memiliki kesan “sense of belongings” dengan pembacanya, ia menulis sebagai orang biasa bukan orang kaya yang mampu ke luar negeri semudah membalikan tangan, hingga pembaca dari kalangan menengah yang punya impian serupa seolah menitipkan impiannya pada saat membaca Travellous, dan ikut merasakan gairah yang sama ketika impian Andrei tercapai, inilah letak inspirasi buku Travellous.

Jujur saja pada halaman awal yang banyak memiliki Editing Errors, saya tidak begitu berharap lebih, apalagi di terbitkan secara mandiri yang notabene tentunya “saringan” menjadi sebuah buku untuk dilempar ke pasaran akan longgar, alias tidak ada jaminan mutu. Sekarang saya menyadari jika buku yang semula saya pikir di terbitkan mandiri ini karena ditolak banyak penerbit besar, hingga Andrei menerbitkannya sendiri. Tapi ternyata setelah membacanya saya berpendapat, penulis ini tampaknya menyadari betul potensi bukunya, hingga ia memilih menerbitkannya sendiri.

Kalau boleh memberi saran, semoga di cetakan kedua nanti kesalahan gramatical error penulis bisa dibenahi, hingga buku ini lebih valid bersaing dengan buku-buku mapan lainnya. Sejauh ini, bagi saya Travellous adalah buku traveling terbaik (diluar masalah teknis) secara isi dan kedekatan emosi. Tinggal bagaimana Travellous yang saya temukan di sudut rak gramedia yang tak terlihat publik ini mampu di promosikan dengan baik dan tidak tenggelam oleh promosi gila-gilaan penerbit buku lainnya yang malahan secara isi biasa saja.

Kalau saja Goodreads Indonesia tidak memilih buku ini untuk di polling kan mungkin akan memakan waktu lama sampai penggemar buku bermutu mengetahuinya atau malah ditarik dari peredaran lantaran buku ini sama sekali tidak ada gaung promosinya dan display buku ini yang terpinggirkan.

Maaf jika reviewnya kurang berkenan, masih pemula :)

Salam,

Raya and Family
Profile Image for e.c.h.a.
509 reviews257 followers
July 15, 2009
Thanks buat Mbak Roos...yang sudah rekomen-in buku ini ke Gw.

Awalnya gw kira buku ini layaknya seperti beberapa buku yang mengangkat tema traveling yang pernah gw baca. Ternyata saya salah. Baru nyadar kenapa di bilang A Travel Journal. Karena memang Rei penulisnya seperti menuangkan buku hariannya. Emosi penulisnya benar benar tertuang di sini. Jadi ngerasain apa yang Rei rasakan; tertawa gembira, kenekatannya, perasaan kangen rumah, kegalauan, persahabatan dan cinta.Jadi berasa ada di sebelah rei, ikut menjalani sebagian pengalaman hidup Rei. Jadi ingat perkataan seseorang yang pernah gw baca, "bahwa dengan backpacker keliling dunia, akan menjadikan mu lebih pintar, lebih dewasa dan menghargai hidup"

Sayang banget foto-foto koleksi Rei di buku ini tidak full color, padahal khan seru kalo full color. Walhasil lirak lirik blognya untuk liat fotonya hehehehe

Tapi sumpah nih orang nekat banget, untuk mengejar mimpinya. Akan kah gw bisa senekat itu menggapai mimpi gw? well...don't know :)


Profile Image for Amelia.
11 reviews4 followers
January 29, 2010
whuaah saya ditodong ma penulisnya suruh bikin review, padahal saya mah paling gak bisa bikin review!! ;P))
Hmmm..mau ngereview apa yah!! tolooong!!! hehhehehe
Ok deh.. pertama kali liat buku ini di TM bookstore lagi hari sabtu (hari sabtu& minggu adalah hari beli buku di TM coz ada diskon tambahan sampe 35% untuk 200 judul buku pertama! jadi saya bela-belain ke sana sebelum jam 11 siang, biar dapet diskon tambahan..lah koq jadi promosiin TM Bookstore sih?;D ).. Sebenernya saya dah beli Naked Traveler-nya Trinity.. sambil nunggu bukunya disampulin (kalo beli buku di TM, bukunya disampulin loh pake sampul plastik!! loh koq malah promosiin TM bookstore lagi???)), trus saya liat2 lagi buku2 yang di display di rak Best Seller.. eh nemu buku judulnya Travellous.. hmmm..koq covernya keren yah, trus judulnya juga catchy banget, iseng deh baca2 kebetulan saya seneng banget ma buku2 travelling! Lalu duduklah saya dipojokkan sambil baca buku itu.. Waaah ternya bukunya seru banget.. jadi ceritanya buku ini tentang perjalanan seonggok manusia (loh koq seoonggok? oke lah seorang aja) bernama andrei.. dia punya ngimpi bikin film ma jalan2 ke eropa.. siapa sangka dia ternyata akhirnya si Rei ini bisa bener2 ke eropa! saya terharu baca perjuangan dia buat ke eropa.. yang bikin saya menitikkan air mata pas cerita dia ketemu ma rombongan umroh orang Brunei, terus dia didoain + dikasih biskuit buat bekal ke eropa! Trus cerita pas di bandara di jerman juga sukses bikin air mata saya menetes (huhuhu, padahal saya baca buku itu di toko buku, banyak orang pula, jadi malu! ;') Tapi buku ini juga sukses bikin saya senyum2 baca cerita tentang kejailan si Rei ngerayu mba2 travel buat dapetin tiket murah ke Eropa!!
Trus, hape saya bunyi, ternyata dah ada panggilan dari suami disuruh pulang coz anak saya nangis nyariin bunda-nya!! Huaaaa.. Aduuh saya bingung banget deh, lagi nanggung baca nih.. saya pengen beli buku ini, tapi tadi kan dah beli Naked Traveler.. duuh gimana doong? Akhirnya pulanglah saya..
Tapi di rumah saya terus kepikiran buku itu!! Besoknya say balik lagi buat baca buku itu.. tapi cuma sebentar (biasa ada panggilan! hehehe)..
Duh gimana nih, saya terus kepikiran buku itu! Akhirnya saya bujuk2 suami saya buat beliin buku itu sebagai kado ulang tahun saya (padahal ulangtahun saya masih 2 minggu lagi! hehehehe) Yess.. suamipun akhirnya setuju buku itu buat kado pre-Ultah saya!! hahahaha
Duuh seneng banget akhirnya bisa baca kelanjutan kisah si Rei ini.. aniway, saya kagum ma perjuangan Rei buat mewujudkan mimpi2 nya...
Btw katanya sih bakal ada kelanjutan ceritanya! (hmmm..pantesan ceritanya gantung!)
Profile Image for erry.
120 reviews77 followers
October 11, 2009
Mendengar kata perjalanan buat saya adalah bisa berarti banyak hal. Sebuah pencarian, pelarian sekaligus juga pelampiasan akan banyak hal. Makna hidup, jati diri, pelarian masalah, mimpi dan masih banyak lagi. Perjalanan untuk setiap orang pasti berbeda maknanya.

Membaca buku ini tdk hanya membaca sebuah catatan perjalanan. tetapi juga sebuah kisah. Sebuah cerita yang penuh romantikanya. Sebuah catatan perjalanan, juga sebuah novel. Tak melulu seperti tour guide membosankan yang ada di brosur2 perjalanan. Karena di dalamnya terdapat hal-hal pribadi sang penulis. Ibarat membaca buku harian penulis. Tergambar jelas pikiran dan perasaan penulisnya. It’s so personal. Walaupun terkadang terkesan sangat subjektif dan ego centris. Wajar sih sebenernya karena ini adalah sebuah buku harian perjalanan, yang pastinya penuh sentuhan personal. Perasaan bribadi, pikiran pribadi, prasangka pribadi, dll. But, that’s not a problem. So what gitu loch? Yang terpenting jalan ceritanya masih bisa dinikmati.

Membaca buku ini, membuatku teringat akan mimpiku sendiri. Sebuah mimpi pasti dimiliki oleh hampir semua orang. Yang tdk dimiliki oleh semua orang adalah tekad dan keberanian untuk meraih mimpi. Saya salut sekaligus iri dgn Andrei yang punya keberanian (baca : kenekatan) luar biasa untuk mewujudkan mimpinya.

Walaupun terdapat beberapa kekurangan di sana-sini. Mulai dari penulisan dan tanda baca yang agak mengganggu serta foto yang kurang banyak (plus tdk berwarna). Padahal sebuah buku travelling umumnya dihiasi foto-foto menarik. Untuk menarik perhatian biasanya. Secara keseluruhan buku ini cukup layak lah untuk dibaca.

Tambahan : covernya keren. unik bgt

@ Andrei : Saya tunggu perjalanan selanjutnya. Negeri bunga Sakura? atau keliling Indonesia? masih penasaran dgn akhir kisahnya ^^

Nb: Buat penghuni radal, tq atas pinjeman bukunya. Jgn pernah lelah dan bosan meminjami buku kpdku =D
Profile Image for Wulan.
97 reviews13 followers
April 30, 2009
Gw selalu suka buku ttg travelling karena sejak kecil gw terobsesi bisa keliling dunia. Makanya, pas gw ngeliat buku ini, gw langsung beli tanpa pikir panjang. Apalagi cover-nya bagus pula!

Saat baca ni buku, gw mengekspektasikan sebuah cerita yg mirip dgn cerita di novel The Naked Traveller, yaitu penjelasan yg detil dan membuat gw seolah berada di sana.

Tapi ternyata buku ini, menurut gw, cenderung lebih ke sebuah curhat atau diary biasa. Bahkan terkadang cenderung berfokus pada love life si penulis daripada jalan2 ke eropanya itu sendiri.

Nevertheless, gw tetap suka sama buku ini karena gaya bahasa yg dipakai Andrei sgt mudah dimengerti, ringan, dan kocak. Membaca buku ini membuat gw semakin semangat untuk bisa keliling dunia suatu saat nanti.

Someday, I WILL!
Profile Image for Bunga Mawar.
1,361 reviews43 followers
August 18, 2009
Bintangnya akhirnya keluar. Setelah dimasak hingga matang. Sama seperti beberapa teman, enaknya ngasih 2,5 bintang. Tapi kebiasaan saya, bintang setengah itu "dibulatkan" ke bawah, bukan ke atas. :p.

Ini sebuah buku yang isinya sama sekali tidak sulit dicerna, walau sebenarnya peletakan tanda bacanya menyulitkan mata saya.

Saya memang maklum. Ini kan curhat, asalnya dari blog. Boleh lah penulisnya membuat model apa pun di sana. Tapi setelah jadi buku, ada editornya pula, dicetak untuk dijual dan dibaca orang banyak pula, harusnya tanda baca di cerita ini agak dirapikan lah.

bersambung
Profile Image for Dina.
33 reviews8 followers
May 6, 2009
Sebuah jurnal backpacker (Andre) yang dikemas dengan bahasa seadanya yang enak untuk diikuti. Ringan dan menarik. Meski dalam kisah asmaranya terkesan Andrenya sedikit geer.
1 review
August 3, 2025
Secara ga langsung, mungkin buku ini yg jadi alasan motivasi saya untuk bisa travelling ke luar negeri. Mulai baca buju ini pas sekitar tahun 2010-2011an, takjub dengan cerita mas Andrei yg ketiduran di taman menara Eiffel, bisa menjelajahi eropa dll. Dan 12 kemudian? Saya akhirnya bisa tinggal di eropa berkat inspirasi dari buku mas Andrei
Profile Image for Andrei Budiman.
Author 3 books23 followers
March 30, 2010
Tulisan di bawah ini bukan review saya, hanya review dari pembaca Travellous yang mereview dengan baiknya karya saya:

Setengah subuh, setengah buku, awalnya tak terpikir untuk membaca buku sejenis ini, sampai saya bertamu ke rumah artdeco di krasak. dan bertemulah dengan Andrei...yang kabarnya Budiman dan sudah hampir jadi "highlander kampus", mendekati abadi, hahaha

bermalam di rumah nyaman ini, dengan suasana kampung halaman yang membuat setiap mahasiswa rantau akan diajak bernostalgia, dan nostalgialah yang dibawa Travellous, yang membuat saya mesti tak tidur lagi malam ini.

dan sesudah setengah buku, merah marun lantai marmer buat saya kangen menyesap rokok gendut montok yang udah tandas dari bungkusnya, terbayang bagaimana si Rei yang tak bisa iseng seenaknya merokok di sana, di Eropa.

saya melangkah meninggalkan rumah, menuju jalan sepi, kabarnya trotoar di jogja suka begadang. dan saya tau di belokan ada angkringan. namun malam ini tampaknya angkringan malas kesiangan, di sana trotoar cuman sendiri, tidur diselimuti bayangan pohon. Mungkin begini rasanya tak ketemu nasi berminggu-minggu, si Rei cuman makan roti kering, cereal dan produk gandum lainnya yang kita kenali sebagai cemilan.

"Di sini ku masukakan pandiran Banjar jua" katanya, sebelum menyerahkan draft cetakan tak bersampul dengan penjepit karatan. aha..saya selalu punya motivasi lebih untuk membaca saudara sepulau. teringat ketika teman menyadarkan bahwa saya membaca Korrie Layun Rampan, bukan karena dia wartawan yang sastrawan, tapi dia orang Kalimantan.

dari hampir setengah Travellous, saya menganggap buku ini harus dihabiskan sekali teguk, habiskan dengan cepat, selagi busanya belum mencair. maka saya harus mencari segelas kopi dan rokok, biar mata ngantuk ini tak terlalu sentimentil dihasut pesona Jules dan Ling. dengan ini marilah ikuti saya ke Stasiun Lempuyangan, di sana pasti ada yang masih menikmati malam.

Saya menyusuri rel kosong yang menggigil sunyi, menanti kereta pagi yang akan menggeseknya hangat. tentunya bukan kereta secepat peluru yang ditemui Rei di sana, tentunya bukan stasiun dengan harga air mineral selangit, dengan kantin yang pelit ngasih air panas. di sini, bangku stasiun adalah hostel para penunggu kereta ajaib-- kereta yang tak penah penuh, walau diisi dua kali kapasitasnya.

Stasiun tua ini sudah berubah sanasini, tempat parkir dulu jadi deretan warung, ada lampu neon penanda, terbaca "lempuyangan", yang menjadikan stasiun ini mirip kafe malam, dengan norah jones di dalamnya, menyajikan pie blueberry. seperti di film Wong Kar Way itu, salah satu sutradara favorit Rei.

dan urat filmnya lah yang membawa Rei ke kontinen asal para penjelajah hingga penjajah, lalu tulisannya mengalir seperti scene-scene stop motion, penuh cuplikan padat; menziarahi eiffel baginya seperti bermalam di mina; lembah Lucerne tak lebih indah dari lelap di pangkuan Jules; ban sepeda bocor adalah keramahan Anne; belajar adalah keceriaan yang ditularkan Ling; indahnya pedesaan ada di jempol para hicthhiker.

saya akhirnya menemukan tujuan, warung yang masih buka, di trotoar depan stasiun yang masih belum kering, akhir-akhir ini jogja senang mandi. mungkin kota hujan tak lagi di sana, di tempat Rei pernah menambat sauh, begitu lama, pada yang ditulisnya dengan F yang kapital.

setelah membeli bekal untuk menenggak sisa Travellous, saya menyusuri jalan sepanjang lempuyangan, berderet puluhan becak di sana, lelap bersama sang tuan yang meringkuk di perutnya, seperti kangguru dan anaknya. terbayang mereka lelah bekerja seharian, pasti hasilnya tak pernah mendekati uang yang di dapatkan Rei saat kerja membolongi kertas untuk menyambung jalan, di Belanda. dan enaknya, tak ada pekerjaan yang inferior di sana, kata Rei, mungkin itulah impian benua biru yang dikejar banyak orang.

menuju jalan pulang, ada beberapa rel mati dan gerbong yang tak terpakai, detail yang begitu sendu saat malam setengah subuh seperti ini, suasana yang sama saat menikmati hubungan Rei dengan sahabat lamanya, yang mendapatkan hadiah terakhir dari ibu di Indonesia: sekantung beras. Atau Ali yang bersepeda meninggalkan Iran, yang sudah kenyang diajar jalanan, detail ini bukan ornamen, kecil memang, namun kadang tak kalah indah dari bangunan besar yang selalu dipindahkan Jules ke gambar-gambarnya.

dan saat hari terang Travellous sudah tertenggak habis, tak perlu dipikirkan, Rei mengajak kita santai, menikmati bukunya dengan pengalaman yang kita bawa masing-masing, karena perjalanan fisiknya hanya pengantar yang membawa pada dua kata yang jadi tagline blognya: Senyum Dunia.

Baihaqi
(Fikom Unpad, Bandung)
Profile Image for Eve.
106 reviews39 followers
August 18, 2014
kalau dalam bahasa sunda sih, ini buku bikin "ngabibita" banget, alias bikin ingin kesana juga!

over all buku ini bahasanya santai banget, tapi ejaannya nggak terlalu chick-lit, tapi masih menggunakan kata-kata baku, dan saya suka sekali itu :))

pertama lihat, covernya biasa aja sih, nggak jelek-jelek amat, nggak bagus-bagus amat (digampar), tapi lucu aja gitu, menarik. Lalu akhirnya baca buku itu dalam satu hari. Penuturannya suka banget, humoris, membawa pembaca seolah-olah benar-benar merasakan apa yang sedan bang Andrei lakukan. Bagaimana ia harus berurusan berkali-kali dengan berbagai macam petugas bandara, bagaimana bang Andrei muntah saat misi hitchhiking nya (yang ini asli deh baru tahu kalau ber-hitchhiking itu asem-pait-manis), bagaimana teman-temannya yang begitu dekat dengan bang Andrei. Nah, saya kagum sekali loh dengan interaksi sosial bang Andrei yang gampang sekali beradaptasi dengan seseorang, lalu menjadi begitu akrab. Saya sendiri heran, apa memang bang Andrei punya tak-tik khusus dalam menangani masalah interaksi-adaptasi ini? Atau memang mungkin beliau mempunyai gen berinteraksi sosial yang teramat bagus :))

Bang Andrei, do'ain aku ya supaya bisa nyusul menjelajah benua Eropa juga. Ngerasain semilir angin di kota kecil eropa yang begitu eksotis, melihat gedung-gedung tua yang gothic, ngerasain hitchhiking bareng kawan-kawan dan masuk ke dalam bermacam-macam kriteria orang :) dilihat dari pengalaman Bang Andrei selama ber-traveller ke Eropa, orang Eropa begitu baik sekali! Sungguh, mereka sampai mau mobilnya ditumpangi dengan orang asing, rumahnya mau dijadikan home stay untuk seorang mahasiswa, bermacam-macam orang yang meminjamkan uang kepada Bang Andrei, dan keramah-tamahan yang lainnya. Hal-hal kecil memang, tapi justru itu, kan yang malah sulit dipraktikkan? Ah salut abis! Ternyata nggak hanya orang berkultur Timur yang katanya begitu ramah terhadap sesama, tapi orang berkultur Barat juga sama kok, tapi dalam konteks yang berbeda.

Keren ih, asli, foto-fotonya nambah imajinasi pembaca sampai dengan apa yang di tuliskan. Saiiiik. 4 bintang buat perjalanan travel lo kali ini ;)

Nb : Jules cantik banget saat rambutnya panjang.
Profile Image for Sam.
184 reviews17 followers
August 8, 2009
hey kau,
yg berjalan membentang waktu menjelajah bumi
memberikan arti pada tiap kesempatan
memberikan rasa manis di tiap senandungnya
mengabadikan dalam lembaran cerita dan gambar nyata
bukakan pintu kemana saja
untukku
untuknya
untuk mereka
kuucapkan salam... selamat jalan!



kebanyakan cerita novel daripada aksi jalan-jalannya,
ceritanya juga nggak begitu detil.. pengen kasi 2 setengah bintang tp nggak bisa seeehh ;p

suka foto2nya, it's kindda very personal touch,
tp klo dibandingkan seri travelogue sejati ga sebanding deh.. ini lebih mirip traveler's tale - cerita keroyokan tea, bahkan gaya NVO masi lebih memberikan detil dari tempat mereka tinggal tho traveling-nya mereka porsi-nya jg sedikit.. i cant wait klo cerita perjalanan mas Andrei Budiman yg lain dibukukan.

adapun minusnya adalah,
lebih dari sisi editing yaaa.. banyak penggalan kalimat atau kata bahasa Inggris yg ga sesuai (AKA salah) dan itu sedikit mengganggu, lebih baik menurutku di-Indonesia-kan saja, lha wong cerita lainnya yg seharusnya kental dengan nuansa asing aja bisa lancar di-Indonesia-kan ;p ini lagi2 kemampuan editingnya yaa.. Trus dalam pembahasaan Indonesia sendiri, please bedakan deh antara 'di' yg sebagai kata depan (kayak di belakang, di atas, dll) dengan 'di' yang imbuhan (dipeluk, disamakan, disandingkan, dll), penulisan itu juga sedikit banyak mempengaruhi yg baca... aq contohnya ;p

kisah cintanya memenuhi relung-relung buku ini,
kenekatan mas Andrei aq salut bgt, aq sendiri blom sampe ke tahap itu but I'll soon exp it myself on my next duty-trip, tp overall ini memang travel journal... a journal is where u keep ur stories and it can be anything!! while the author is dead, that leaves the reader to interpret :D

selamat membaca kawan,
ceritanya mayan bagus ko.. tho ada sedikit bagian yg kupikir masih dibiarkan hidden padahal beberapa kali muncul dalam penceritaan, si gadis kota hujan, trus apa yg dilakukan dengan volunteer work, karena tb2 centre of the story menjadi milik andrei, jules n ling.. but it's worth to read to know that dreams come true! all u have to do is try harder!!

happy reading.
Profile Image for Indri Juwono.
Author 2 books308 followers
August 23, 2009
Terlambat bacanya lebih baik daripada tidak sama sekali.

Buku ini menarik daripada buku2 travelogue sejenis, karena kenekatan yang dijalani si Andrei ini. Memang tanda bacanya payah banget ya, yang menurunkan rate saya dari 4 menjadi 3, gimana nih sih editornya??

Dan gw iri banget sama Jules, yang nekat hitchiking bareng Andrei ini.. Nekatnya, sketchnya, sayang banget Rei ga memajang beberapa sketch Jules disini. Dari fotonya tuh wajah Jules keren banget sih..
If only Jules isn't that beautiful, apa Rei masih mau jalan ma dia ya?? Emangnya Rei ganteng2 amat sampai dikerumuni dua cewek ini melulu..

Dan emang bisa yah elo melakukan perjalanan jauh yang berat lain jenis tanpa elo akan jatuh rasa sayang?? Susah tauuu.. Apalagi udah dari daratnya memendam.. Apalagi cowoknya lumayan dan ceweknya secantik Jules.. Momen2 perjalanan yang indah seperti di film2..
Itu yang coba diingkari oleh Rei. Ia hanya mau memberikan rasa aman pada Jules, tapi hatinya tidak. Hatinya masih terperangkap di tanah air.

Endingnya dgn Jules sudah cukup manis.
Tapi kenapa mesti ada chapter tambahan.. mengingatkan pada ending film misteri komedi ternyata musuhnya belum mati trus idup lagi ngagetin (penontonnya aja) dari belakang. Jadi membuat ending yang udah manis jadi biasa..
Profile Image for Tiwik Dw.
150 reviews
November 2, 2009
Saya tidak tertarik dengan drama cinta/persahabatan penulis yang saya rasa ‘beti’ banget untuk dipisahkan antara sayang sebagai seorang sahabat dengan sayangnya kepada seorang ‘gebetan’, sedikit terasa sinetron. Sorry Ndrei…:)

Tapi bintang tiga untuk buku ini karena keberanian (baca: kenekatan) penulis untuk menggapai impian dengan modal yang sangat mepet untuk memulai petualangan yang bisa bikin deg-degan sekaligus kadang agak konyol :). Keberanian yang tidak aku punya ketika sebuah rencana petualangan jalan-jalan di Kalimantan bersama bos baruku bersama seorang rekan menuju tempat-tempat yang belum dikenal akhirnya gagal terlaksana karena alasan teknis :(

Curious : Jadi Ndrei, kalo Ling akhirnya datang ke kampusmu, apakah Jules juga akhirnya menyusulmu juga seperti yang dia sampaikan menjelang perpisahan di bandara Frankfurt?
Profile Image for Gabriella.
75 reviews35 followers
February 21, 2010
Saya sudah lama mencari-cari buku ini di toko buku. Akhirnya ketemu jugaaaa. Faktor utama yang menyebabkan saya tertarik untuk membaca buku ini adalah karena si penulis menceritakan pengalamannya pergi ke Prancis SENDIRIAN. Itu juga mimpi saya, soalnya. :)
Di buku ini, Andrei menceritakan perjuangannya yang luar biasa untuk sampai di Prancis. Salut deh pokoknya. Yaaahh..meskipun dibumbui oleh kisah cinta sang penulis juga sih. Tapi, keren kok. FYI, buku ini diadaptasi dari blog milik sang penulis. Dulu saya sempat mampir membaca-baca tulisan di blog tersebut dan saya mengetahui tentang buku ini pertama kali juga dari blog travello.us itu. :)
This book is recommended to read. Lagian lumayan tipis kok. Jadi cepet lah bacanya. :p
Profile Image for Zahwa az-Zahra.
131 reviews21 followers
January 14, 2011
awal2 semangat banget baca buku ini. bisa dibilang ini adalah buku travelling pertama yang saya baca. seru banget ngikutin perjalanan si penulis dalam mewujudkan cita-citanya keliling eropa. a la backpaker pula.. kadang saat baca bikin berpikir, "eh, bener ga siih dia bisa segitu gampangnya pergi dari negara yang satu ke negara lain?" Tapi foto-foto yang ditampilakn di buku ini cukup bisa dijadikan bukti.. okeh, saya pada akhirnya sepakat bahwa segala sesuatu dapat terjadi selama kita dalam perjalanan.

emm, tapi mendekati akhir halaman buku ini agak2 males juga bacanya. banyak bumbu drama saat melakukan perjalanan antar negara itu. *namanya juga jurnal, zee! ya gaa sih? ^^v

overall.. suka dengan gaya menulisnya andrei. good job! ^^b
Profile Image for Nisa Rahmah.
Author 3 books105 followers
June 15, 2014
Menarik dan seru,.. Cerita perjalanan yang disuguhkan seperti baca teenlit. Cerita perjalanannya juga menarik dan menyenangkan, karena penulis memaparkan perjalanannya ala backpacker sungguhan. Salut sama tekad dan mimpinya untuk menginjakkan kaki ke dataran Eropa dan akhirnya berhasil diwujudkan.

Satu hal yang saya suka dari penulis ini adalah bagaimana ceritanya disampaikan secara jujur. Salut, nggak banyak penulis yang bisa seperti itu. Dan yang paling berkesan dari buku ini adalah ... waktu menemukan dialog berbahasa Banjar di dalam bukunya. Berhasil buat saya tertawa lepas. Ahaha, bungas banar...
Profile Image for Halama Haris.
3 reviews
September 8, 2010
Kocakckckck...asli ini manusia bener-bener "beracun" dengan Journal rasa novelnya. Entah terpengaruh obrolan dengannya tempo hari atau nggak, yang jelas bener-bener bikin pembaca deket aja sama petualangannya, merakyat or membumi-lah istilahnya. Yakin dah kalau yang darah petualangannya sedang beku, baca ni buku bisa mendidih tuh darah!
Mas Andrei yang polos aja bisa (wEee polos?) masak kita kagak! Very Natural!

Satu kata sih: saya "keracunan manusia" ini... siiip Mas Andrei, kutunggu lanjutanna yak!
Profile Image for Adelina Yolanda.
6 reviews6 followers
August 21, 2011
ga banyak buku yang bisa saya baca hanya dalam waktu dua hari-ditengah kesibukan pekerjaan- selama beberapa tahun terakhir, dan buku ini salah satunya. Tulisan Andrei mengalir dan memberi klimaks beberapa kali yang membuat saya ketagihan membaca bab demi bab. satu hal klasik tapi saya suka dari buku ini, Andrei selalu berusaha menyisipkan pesan moral dan pelajaran yang bisa diambil dalam setiap perjalanannya, dan mengemasnya dengan apik lewat permainan kata-kata dan emosi.
Profile Image for Kang Sole.
15 reviews
Read
December 17, 2016
Membaca buku ini serasa membaca buku fiksi. Padahal buku ini merupakan buku perjalanan yang dilakukan oleh Andrei Budiman selama di Eropa. Penyajian yang runtut dan juga banyak sekali kejadian konyol yang dilakukan oleh Andrei menjadikan buku ini menarik dan menggelitik. Saya kadang ngakak banget pada halaman-halaman tertentu. Kadang sedih juga pada halaman-halaman yang lain. Yang pasti membaca buku Travellous itu menyenangkan.
Profile Image for Sitha.
100 reviews
June 6, 2010
Not bad. Ceritanya menarik, bisa ikut membayangkan daerah yg dikunjungi penulis. Namun alurnya kurang halus. Editorialnya jg kurang. Spt membaca blog biasa.

Yg jelas, I love Lyon! And the beauty of Annecy and Lucerne. Sepakat sama Andrei ;)
Profile Image for Cipu.
Author 2 books5 followers
September 10, 2010
Read the book more than thrice..... and still the book is addicted. Andrei really shows his passion in travelling and writing. Highly recommended for those who dream to have a pretty cheap travel to Europe :)
Profile Image for Titish A.K..
Author 1 book133 followers
June 20, 2015
Saya baca yg versi lama (bukan gabungan dg yg ke2). Banyak ditemui kesalahan ejaan & beberapa kalimatnya agak aneh dibaca krn kerasa betul bahasa verbal yg dituliskan. Tapi saya tetep pengen baca lanjutannya kok.
Profile Image for Fitri Iphiet.
5 reviews1 follower
January 27, 2010
i really enjoy reading this book..a highly recommended book...and i love traveling...travellous <3
Profile Image for Anggie Retno.
12 reviews
March 9, 2010
great book, an author who can make me jump into the atmosphere created by his simple words yet very touching... a must-read book for travelers.
Profile Image for Reni Fatmasari.
18 reviews1 follower
May 23, 2010
It's so inspiring book..
bikin mupeng,, dan serasa pgn cepet2 menjamah Eropa..
Displaying 1 - 30 of 38 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.