Satu tahun setelah balik pacaran lagi, hubungan Dylan dan Alice masih adem ayem aja. Konflik-konflik kecil yang mereka alami paling-paling karena Dylan tukang ngaret dan Alice suka cemburu buta. Apalagi pas Dylan syuting video klip bersama model kondang, Regina. Tunggu! Konflik kecil? Adanya Regina justru awal dari masalah Dylan dan Alice. Alice yang masih anak SMA jelas enggak pede banget kalau dibanding-bandingkan dengan Regina yang model. Mana mau Dylan yang vokalis band ngetop Skillful terus pacaran dengan anak SMA kalau ada model cuantiiik yang mau jadi pacarnya? Dan masalah demi masalah terus menguji cinta Dylan dan Alice. Mulai dari persiapan pernikahan kakak Dylan, sampai ke peristiwa Dylan memukul vokalis band lain dan kerusuhan yang menimpa konser Skillful. Kalau masalahnya sebesar itu, mungkinkah cinta Dylan dan Alice bertahan?
Stephanie Zen has been passionate about writing since elementary school, crafting stories that resonate with humor, heart, and inspiration. Influenced by authors like Sophie Kinsella and JK Rowling, her writing blends wit with deeper reflections on life and love.
Beyond books, music plays a huge role in her creative process—especially the songs of Daughtry, which have inspired many of her stories. When she’s not writing, Stephanie shares her thoughts and inspirations on her blog: https://smoothzensations.wordpress.com/
Lumayan jadi angin segar ditengah kejenuhan membaca belakangan ini. Entah kenapa akhir-akhir ini saya membaca banyak banget buku dengan plot sejenis; coming of age, dystopian-ya, fairy-tale retelling, dan urban romance dengan plot yang itu-itu aja. Repetitif. Bosan! Iya sih memang, there’s nothing new under the sun. Cuma rasanya jenuh.
Dan akhirnya beralih ke teenlit. Jenis bacaan yang sejujurnya udah lama nggak saya sentuh karena takut kecewa -- utamanya sih, karena merasa takut nggak nyambung lagi sama ceritanya. Novel ini merupakan sekuel dari Dylan, I Love You yang sempat saya baca sewaktu masih muda dulu. Tapi nggak perlu pusing karena buku ini bisa dibaca lepasan. Saya suka dengan gaya bercerita Stephanie Zen yang lincah dan abege banget! Suka juga dengan Alice yang digambarkan nggak sempurna dengan segala insekuritasnya dan fisik yang biasa-biasa aja (bosen nggak sih, sama tokoh utama cewek yang selalu cantik melambai-lambai?). Konfliknya lumayan. Lumayan panas dan seru. Hahaha. Udah lama nggak baca teenlit yang begini, nih.
Overall, 3,5 bintang dibulatkan ke atas. Lumayan mengobati rasa kangen sama lini teenlit :))
Perasaan waktu baca buku ini masih sama seperti waktu baca Dylan, I Love You bertahun-tahun yang lalu. Cara penulisan Stephanie ngalir banget sampai nggak bisa merasa bosan sama sekali.
buku ini sekuel dari novel DYLAN, I LOVE YOU. udah pasti kita (mau ga mau) harus baca sekuel pertamanya. sbenernya ga ada yg ngelarang jg sih, kalo ga baca novel pertamanya. tapi kita jd bertanya-tanya; "gimana bisa alice & dylan jadian?????". makannya jgn sampe kelewatan dua2nya (beuh, promosi!)
ok, buku ini berkisah tentang Dylan, vokalis band skillful yg pacaran dgn Alice, siswi kelas 2 SMA harapan yg udh berjalan 1 tahun. sayang, masa pacaran yg cukup lama tidak berarti menyingkirkan semua badai yg dpt merobohkan cinta mereka. justru badai kali ini lebih kuat drpd yg dulu. mulai dari regina helmy, model kondang super cuaaaantik yg terang2an merebut dylan dari alice. lalu yopie, vokalis band excuse yg berusaha mencari popularitas dgn memancing emosi dylan di MTV awards. dan BUUUUUK! 1 bogem mentah dylan mendarat di wajah yopie! aksi tersebut ditambah dgn wajah bengong alice & ribuan wartawan yg siap menyerbu mereka dgn berbagai pertanyaan. masalah belum selesai, masih ada hugo, vokalis band eXist yg menjadi dalang dari semua kerusuhan konser skillful. dari semua masalah tersebut, dylan jg harus ikut andil dalam urusan pernikahan tora, kakaknya.
huuufff.. penuh dgn masalah ya? tapi endingnya lebih oke dr buku sebelumnya. dgn penyelesaian masalah yg tidak berurutan dari masalah yg muncul, namun bisa dikatakan 'tepat pada waktunya' membuat kita cukup puas. yopie & dylan yg saling bersalaman di depan infotaiment, munculnya anastasia helmy; adik regina yg meluruskan jalan pikiran alice utk tetap bersama dylan, rekaman suara pengakuan regina yg berhasil dylan dapatkan; utk meyakinkan alice bahwa dirinya tdk selingkuh dgn model itu, serta laporan dari org2 Z-Mild; sponsor konser skillful yg berhasil menemukan gerombolan pengacau konser. semua masalah berhasil diselesaikan tepat saat hari pernikahan tora.
namun tetap terasa kurang, karna endingnya menggantung. yaitu saat vita & tora melemparkan bunga kepada tamu, secara ajaib, alice-lah yg mendapatkan bunga tersebut, and... THE END. sayang banget, saya berharap stephanie melanjutkan seri dylan hingga menjadi trilogi. huhuhu T_T
Entah kenapa di sekuel ke-2 ini saya justru makin nggak suka sama Alice. Childish, parnoan, nethink, denial dan segala sifat jelek lainnya.
Huhuhu, harusnya saya puas aja di buku ke-1 aja ya, jadi nggak akan menyesal begini.
Dear Dylan, masih bercerita seputar hubungan Alice dan Dylan setelah setahun jadian yang ternyata makin rumit (kalau nggak bisa disebut sinetron). Dylan yang biasa adem ayem tanpa huru-hara tiba-tiba harus berkali-kali masuk infotainment karena gosip. Mulai dari pemukulan vokalis band Excuse, konser Skillful yang sering rusuh hingga kedekatanya dengan Regina, si model papan atas. Alice sering kelabakan karena Dylan selalu mematikan HPnya jika terkena gosip. Hal itu membuatnya seperti tidak dianggap. Apakah Alice akan tahan dengan kelakukan Dylan yang selalu mengkesampingkanya? Apakah memang Dylan jauh lebih cocok dengan Regina dibanding dirinya?
Hal pertama yang saya soroti di novel ini adalah : tentang tingkah laku Regina yang nggak make sense sama sekali. Sekelas model top no.1 Indonesia dengan segala kesempurnaan fisiknya, kaya raya, bayaran termalah pula! Harus pake cara picik dan murahan hanya untuk menyingkirkan Alice yang notabene bocah kelas 2 SMA?! Please deh! Nggak ada cara yang lebih anggunly dan engga kekanak-kanakan apa? Kesanya kaya maksa banget harus ada konflik diantara mereka. Apalagi masalah Regina hanya gara-gara mantannya yang mirip Dylan! Harus banget boo Regina si "the most eligible woman" dibuat semurahan itu?
Terus yah.. Alice yang selalu childish dan nggak konsisten. Padahal sejak awal dia pacaran sama Dylan (di buku Dylan, I Love You) dia udah sadar dan paham bahwa Dylan itu ARTIS PAPAN (agak) ATAS. Dia mengerti bawah Dylan akan selalu dikerubungi cewek, dipeluk-peluk, dicium-cium dan yang pasti terkena gosip. Tapi makin kesini dia cuma cemburu-cemburu nggak jelas, emosian dan egois. Ya maklum juga sih, anak baru 16 tahun.. kalau begitu salah lu Dylan! Ngapain pacaran sama bocah.
Makanya saya tuh lebih setuju kalau Dylan sama Grace. Sejak awal saya antifans dengan kedua couple utama ini wkwkw.
Yang terakhir gosip Regina-Dylan yang membuat Alice emosi jiwa. Alice, kamu tau cipika-cipiki nggak sih? Cipika-cipiki dan pipi cium pipi. Bukan bibir nyosor pipi. Lagian dalam dunia showbiz indonesia hal itu dianggap wajar tapi kenapa kamu kaya kesatanan terus anggap Dylan selingkuh? Masa sih pikiranmu secetek itu? Perasaan Alice nih nggak ada watak bijaksananya sama sekali deh. Heran juga Dylan bisa cinta banget sama dia dan selalu bertingkah kaya nggak ada cewek lain didunia ini kecuali Alice. Huftt, cape bangett.
Oh iya! Penasaran banget dengan sosok Julia, kakanya Grace. Aneh aja gitu dia punya koneksi dimana-mana. Yang di stasiun TV lah, di EO lah, di restoran lah, di butik lah dan heranya yang selalu memakai koneksi itu si Alice wk. Kenapa nggak jadi kakaknya Alice aja sih.
NB : Daniel Mananta disini masih jadi VJ booo. Vj Daniel!! Ih kangen! >,<
Ni buku lebih bagus dari sebelumnya. ;) Good job dear :)
Kalo yang awal kan kayanya biasa aja, tapi yang ini lebih bervariasi. ;) kisah cinta Alice dan Dylan pun enaak banget buat dibaca :) terus aku ga berenti2 ketawa baca buku ini! :P
nah, tapi yang kurang adalah : 1. lagi-lagi ending dan konfliknya ketebak banget. kaya dalang yang ngelakuin kerusuhan ternyata si Hugo yang dulu cari gara2, teruus pas katanya feeling Alice ga enak.. ak udah mikir nih pasti Regina, eh bener aja :p si Regina dari awal juga udah tebak ga baik, soalnya walo akhirnya dia baik sama hubungan Dylan, tapi kenapa dia berusaha godain pas di awal?
2. Dylan gampang banget tertarik sama cewek, ada masalah sm Alice lsngsung kegaet sama Regina.
3. lalu yang sedikit ga masuk akal adalah pas bagian Regina dengan mudahnya ngakuin kalo ini semua perbuatan dia, dan ga cuma itu aja. Dya bahkan ngakuin sampe ke detail2nya, *kalo mnurutku sih arda ga masuk akal* karna dia ngakupun ud bagus, apalagi sampe ngebeberin smua yang dia rasain. a bit clumsy i thought. Terus yang paling ngeBTin Dylan percaya sama Alice stelah denger penjejlasan Regina, terus kalo seandainya Regina bohong gimana?
Overall oke siih, yang penting Steph punya bakat nulis yang lami, dan itu tinggal dikembangin aja ama kreatifitas yang ada ;)
Seharusnya buku ini mau aku beri rating 3.5, tapi yang ad cuma 3 atau 4. :D Sebetulnya, cerita ini bagus, problem yang ada semuanya diselesaikan dengan baik dan menarik. Sayangnya, yang menurutku kurang bagus dari buku ini adalah terlalu banyak hal yang irrelevant atau nggak penting yang ditambah-tambahkan dalam cerita. Akan tetapi, secara keseluruhan pembaca tetap bisa menikmati buku ini sebagai bacaan yang santai. :)
Gak suka isi ceritanya, karakter Alice gak banget pengin gue jambak n endingnya better gak usah ama Dylan. Gue merasa Dylan kenapa mau hidupnya diuyel-uyel ama si Alice yang masih ABG, childish, cemburuan, bisanya marah2 enggak ngasih solusi 😂😂😂😂
Buku ini kubaca ulang ditahun 2021,dimana waktu dulu pertama aku baca aku masih SMA 13 tahun lalu,omg how time flies :’)
Rasanya masih sama,gemes”nya,lucunya,hangatnya, tipikal romansa masa muda yang menggemaskan. Ditambah dengan cara penulisnya menuturkan cerita bikin enak dibaca. Good job!
Nagih ceritanya Dylan & Alice! Sayang ini duologi :') Di buku ke-2 ini konfliknya lebih seru, baik konflik bandnya Dylan maupun konflik hubungan dengan Alice.
"Betapa kadang-kadang kita nggak menghargai orang yang ada di sekitar kita, padahal mereka sangat berarti"
Dear Dylan ini sekuel/lanjutan dari teenlit "Dylan, I love you" jadi kalo mau lebih seru ya lebih baik baca dulu teenlit pertama nya :)
Dear Dylan ini masih bercerita tentang hubungan Dylan dan Alice. si superstar and ordinary teenager. tapi beda nya di Dear Dylan, lebih banyak konflik percintaan yang menguji cinta nya Dylan dan Alice.
kalo di 'Dylan, I love you' biang kerok nya si Noni fans Dylan yang psycho, di teenlit ke dua nya ini biang kerok nya adalah Regina, seorang artis supermodel yang terobsesi untuk menjadi pacar seorang Dylan Siregar.
Character favorit gw di teenlit ini adalah Tora (abangnya Dylan) dan Grace (Sahabat Alice) mereka fresh banget, selalu ada jokes mereka yang bikin ketawa. ngomong2 soal jokes, teenlit ini lebih bisa bikin gw ketawa daripada teenlit pertama nya. apalagi banyak bahasa batak nya. literally, gilaaa Stephanie Zen minta translate ke siapa sih ini? hahaha merinding sendiri baca bahasa batak di buku ini xD jadi inget keluarga gw kalo lagi ngumpul2 x'D
kalo karakter Alice dari teenlit pertama gw ga terlalu suka ya apalagi di teenlit kedua ini Alice jadi cemburuan, childish, dan bahasa nya kasar gitu, aneh aja karena di halaman2 awal dia jadi (sok) bijak dengan tiba2 membahas secara mendalam kebijakan2 pemerintah yang ga ada relevansi nya sama cerita teenlit ini. tapi di halaman2 belakang dia jadi abege labil banget. ga konsisten!
oiya gw suka bgt dengan cara Stephanie Zen menggambarkan Vj Daniel dalam teenlit ini. dia bisaaaaa bgt menggambarkan Daniel lengkap dgn dialog nya sampe2 gw beneran bayangin Daniel hidup dan mengucapkan dialog2 itu :)
should tell you, then. Gw selalu men-skip conv sok imut antara Alice-Dylan, apalagi SMSan mereka. kurang2in lah ya ka stephanie. seinget gw di perhaps you juga banyak conversation ga penting.
dan yang paling bikin kesel ituuuu... kebanyakan lirik lagu!!! ini teenlit udah kyk buku chord. seharusnya lirik lagu nya beberapa kalimat aja ga usah dari awal sampe abis. kan ga semua pembaca tau itu lagu nada nya gimana. kalo gw sih jelas2 semua gw skip. useless abiiiiss.
intinya ya kalo gw pribadi sih jujur lebih suka Dylan, I love you dibanding sekuel nya ini ya :) entah, mungkin karena gw terlalu jenuh dengan konflik oh-sok-imut-remaja-ala-ala si Alice yaaa. karena yang gw suka dan ga suka berimbang jadi ratting Dylan, I love you dan Dear Dylan gw kasih sama yaitu 3 stars, hehe.
Judul: Dear Dylan Penulis: Stephanie Zen Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Halaman: 328 halaman Terbitan: April 2008
Satu tahun setelah balik pacaran lagi, hubungan Dylan dan Alice masih adem ayem aja. Konflik-konflik kecil yang mereka alami paling-paling karena Dylan tukang ngaret dan Alice suka cemburu buta. Apalagi pas Dylan syuting video klip bersama model kondang, Regina.
Tunggu! Konflik kecil? Adanya Regina justru awal dari masalah Dylan dan Alice. Alice yang masih anak SMA jelas enggak pede banget kalau dibanding-bandingkan dengan Regina yang model. Mana mau Dylan yang vokalis band ngetop Skillful terus pacaran dengan anak SMA kalau ada model cuantiiik yang mau jadi pacarnya?
Dan masalah demi masalah terus menguji cinta Dylan dan Alice. Mulai dari persiapan pernikahan kakak Dylan, sampai ke peristiwa Dylan memukul vokalis band lain dan kerusuhan yang menimpa konser Skillful. Kalau masalahnya sebesar itu, mungkinkah cinta Dylan dan Alice bertahan?
Review
Sekuel dari novel Dylan, I Love You! Kebetulan saya sudah baca novel prekuelnya tahun lalu dan cukup suka dengan novel itu.
Novel pendahulunya cukup bagus buat saya dan, agak di luar dugaan sebenarnya, novel ini saya jauh lebih suka. Ya, kelihatan dari beda jumlah bintangnya. Yang Dylan, I Love You saya "cuma" kasih 3 bintang.
Di sini ceritanya lebih lucu dan lebih menarik. Kalau di novel sebelumnya kan cuma soal ketemu-suka-jadian. Di sini lebih kelihatan dinamika hubungan Dylan dan Alice setelah mereka 1 tahun jadian. Penuh dengan naik, turun, dan segala kehebohannya. Mulai dari heboh persiapan pernikahan Tora, kakaknya Dylan, dengan Vita (yang lucu banget. Tante-tantenya Dylan betul-betul rame), Dylan yang diminta untuk "memulai skandal" oleh bos perusahaan rekamannya (untuk menaikan pamor band pendatang baru yang satu manajemen dengan Skillful), konser Skillful yang rusuh, sampai kesalahpahaman antara Alice dan Dylan.
Btw, saya baru sadar. Beda usianya Dylan dan Alice ternyata jauh banget. Beda 8 tahun bo.
Ya, semoga masih ada sambungan kisah Alice-Dylan ini.
Nah, ini lanjutan Dylan, I Love You. So far, masih dengan hubungan antara idol dan fansnya (yang sekarang pacarnya). Abis baca ini, jadi kepikiran mungkin begini kalo artis-artis di luar sana punya hubungan rahasia. Haha suddenly jadi inget berita seorang artis Korea yang baruuu aja confirm kalo doi pacaran sama si dia *oke ini ga ada hubungannya, skip*
Oke balik lagi ke reviewnya ya...
Saya masih suka-suka aja gaya ceritanya Steph. Inti ceritanya juga gimana Dylan dan Alice bisa saling percaya di tengah badai hubungan mereka: muncul pihak ketiga yang jalannya 'mulus'.
Tapi... Yang saya kurangkan adalah, sama seperti novel sebelumnya, penyelesaian konfliknya. Entah kenapa, konflik dengan si antagonis tiba-tiba selesai gitu aja. Di akhir juga, si antagonis ini kok kayaknya gampang banget keliatan jahatnya, gampang banget ngakuin perbuatannya. Kesannya tuh buru-buru banget. Padahal di depan [SPOILER] gerakan si tokoh antagonis bisa dibilang mulus. Intinya, kurang greget aja penyelesaian konfliknya. Endingnya sih cukup menyenangkan :)
PS: dan ah, itu masalah selera aja sih greget/nggaknya hehe ;)
sekuel dari Dylan, I love you yang paaaaling aku suka. suka karena disini lebih greget, konfliknya jauh lebih kompleks dibanding buku pertama. mulai dari munculnya Regina, si model-bego-dari-agensi-tolol yang cantik jelita yang selalu berada di deket Dylan saat susah maupun senang, dan bikin Alice cemburu menguras hati *?*, skenario pemukulan vokalis band karbitan biar bisa ngangkat nama band karbitan itu masuk infotainment, konser-konser Skillful yang berakhir ricuh dan bikin Dylan cs shock berat. gara2 konser ricuh Dylan sendiri shock dan gak mau terima hujanan telpon dari mana-mana, termasuk Alice. Alice ngambek berat karena dia ngerasa gak dihargai, dia tahu keadaan Dylan dari infotainment, bukan dari mulut Dylan langsung. gara2 ini mereka makin sering berantem dan akhirnya putus tus tus. agak aneh juga sih kalo ngeliat di buku pertama Alice begitu tergar, kuat dan bener2 dewasa tapi di buku kedua ini Alice jadi kayak childish dan egois gitu. but overall this book is osm!
Sekuel dari Dylan,I Love You! Kalo menurut saya, kasusnya lebih seru di buku sebelumnya, karena penyelesaian kasusnya terinci jadinya berasa banget kasusnya dari sebab-akibat-dan solusinya. Kalo untuk kasus di Dear Dylan ini, kesannya kayak terburu-buru gitu diselesainnya, lalu letaknya cuma beberapa halaman sebelum terakhir lagi. Ya udah deh Lona, jangan banyak mau >.<
Rada kesel sama Alice sih disini, wong ya kasih waktu dulu gitu ke Dylan biar dia ngejelasin. Ya kan yang namanya hubungan itu harus ada komunikasi, lalu Dylan itu kan selebriti gitu yaa sekiranya si Alice bisa ngertiin gitu. *ya udah sih Lon, belom ngalamin aje udah sok tau >,<*
3 bintang karena saya suka both Dylan, I Love You! dan Dear Dylan ini. Suka aja, gak pake banget gitu...
sequel dari novel dylan, i love you masih nyeritain tentang Alice yang memiliki pacar vokalis band terkenal, yang menghadapi beberapa cobaan berat, pertama masalah masalah Yopie, terus kerusuhan tiap Skillful tampil, dan Regina yang godain Dylan. salutnya hal kecil disini tuh berpengaruh karena saling berkaitan. pernah, Alice dapet tugas dari salah satu guru untuk bikin kartul, disini dia malah ngomentarin Indonesia-_- yah sebenernya saya suka, jarang-jarang ada novel indonesia yang ngomentarin tentang negaranya sendiri, hehe. ah ya disini juga disebutin beberapa merk terkenal, entah apa maksud._. tapi cukup ngehibur, masih ada yang ngocok perutnya juga :D ceritanya masih bisa ketebak tapi ini lebih baik dibanding buku yang pertama menurut aku._.
Dua POV tidak membuat bingung. Dylan dan Alice pasangan yang pas. Ngakak lho bacanya. Dylan yang nggak mau ngerepotin orang, dan ALice yang ingin tahu segalanya. Meski artis, Dylan selalu menyempatkan diri untuk menemui ALice. Tapi emang lampir, Regina Helmy mencoba untuk menghancurkan kehidupan cinta Dylan dan ALice. AKhirnya, karena teenlit pastinya berakhir bahagia kan?
Aihhh, buku bacaan jaman kuliah! *gulingguling* Sudah lama banget ngga tuh? :)) Tapi baru inget sudah pernah baca saat melihat covernya di GR. Ternyata memang itu fungsi dari cover ya? :p Mengenai kisahnya sendiri, err, mungkin ada baiknya minjem dan baca ulang. Aku sudah lupa sama sekali kecuali kisah utamanya. :| :|
Setelah satu tahun berlalu, Alice masih sama Dylan. Dan banyak masalah yang menghampiri mereka. Mulai dari masalah dengan cewek lain yang suka sama Dylan sampe vokalis band lain yang cari masalah sama Dylan cs.
Alice minta putus lagi karena ngira Dylan selingkuh. Dylan berhasil meyakinkan Alice dan ngasih bukti kalo itu semua cuma gosip gak bener. Mereka balikan lagi. Happy end.
um... Konflik lebih baik daripada novel yang 'Dylan, I Love you' tapi adegan ngocok perutnya masih sukses novel sebelumnya. Saya suka karakter tokoh di novel tokoh sebelumnya, untuk di novel ini serasa da penurunan ketajaman karakter (?) maksud saya kurang ada rasa WOW. Tapi, buku ini masih bisa buat saya tersenyum.
Popularitas bukanlah sesuatu yang harus diutamakan, karena saat kita menyukai seseorang semua menjadi tidak penting.
Karena membaca teenlit romantis yang ringan juga dapat merefresh otak dari kejenuhan tugas-tugas rutin yang tidak menggugah semangat, dan kehidupan seperti mesin, tapi juga bisa bikin baper :3 ah novel keren lah
Ceritanya sih cuman kelanjutan dari novel sebelumnya. Tapi, di sini klimaksnya jauh lebih bagus. Meskipun sebenernya penyelesaian masalahnya terlalu gampang dan nggak ribet, tapi udah lebih bagus daripada novel sebelomnya (Dylan, I Love You).
Cerita sambungan 'Dylan I Love You' yang ceritanya nggak jauh beda. Cuma yang ini menceritakan bagaimana hubungan mereka setelah pacaran. Konfliknya? Udah bisa ditebak lah ya. Cemburu nggak jelas ala abg. Hahaha
huaaaa Stephanie Zen bisa ajaaaa ini . jadi ngebayangin enaknya jadi Alice . even kadang sebel diliput media hihihihi... ahhhh endingnya dapet bucket . dilanjutin seru nih sequelnya . penasaran jadinya sama dylan . anak band tapi merjuangin banget buat Alice . setia gitu ceritanya si doi hihihihi