Dua wanita dengan dua jalan berbeda, di negeri yang tengah bergolak.
Peony, gadis desa dengan semangat membara. Tak peduli akan bahaya, ia bergabung bersama seorang pimpinan pemberontak dengan ambisi menyala yang membuatnya menjadi sosok yang licik dan kejam, seperti musuh-musuhnya.
Lotus, gadis cantik dari keluarga bangsawan. Ayahnya memanfaatkannya sebagai pion dalam suatu permainan curang dan penuh keserakahan. Ia melarikan diri dan menikah dengan seorang pria yang baik - terlalu baik untuk bisa bertahan di masa penuh kejahatan tak terkendali.
Berlatar belakang Cina di abad ke-14, di tengah masa-masa penuh pergolakan dan perebutan kekuasaan, kisah ini bercerita tentang nasib suatu negara besar serta lahirnya sebuah dinasti baru - Dinasti Ming - yang mengakhiri kekuasaan bangsa Mongol di Cina.
Ia lahir Cina Utara pada tahun 1937, tepat sebelum invasi Jepang yang membuat keluarganya terpaksa mengungsi ke Shanghai. Di sana usaha perkapalan ayahnya berkembang pesat dan Ching Yun hidup dalam kemewahan, dilayani banyak pelayan. Tapi ketika Komunis berkuasa tahun 1949, keluarga Ching terpaksa mengungsi kembali, kali ini ke Taiwan. Memenuhi keinginan keluarganya, Ching menjadi pengacara dan menikah dengan pria pilihan orangtuanya, seorang tabib Cina yang belum dikenalnya. Pada usia 25 tahun dan dalam keadaan hamil, Ching meninggalkan suaminya, beremigrasi ke Amerika Serikat. Sambil menjalani kehidupan keras untuk bertahan sebagai orangtua tunggal, Ching berhasil meraih gelar sarjana muda dan gelar master dalam seni rupa, juga penulis 14 buku bestseller dalam bahasa Cina, diterbitkan oleh Crown Taiwan. Pada tahun 1973, ketika sedang berusaha meraih gelar Ph.D, ia bertemu Frank Bezine, psikolog dan ahli pendidikan Amerika. Mereka menikah di Hawaii setahun kemudian. Ching memulai debutnya sebagai pengarang di Amerika dengan Children of the Pearl, disusul oleh Temple of the Moon dan On Wings of Destiny. Ching dan suaminya tinggal di Michigan.
Sebenarnya bagus sih, tentang kisah perjuangan bangsa-bangsa Cina melawan Mongol yang sangat kejam pada waktu itu. Sayang sekali, bahasanya gak cocok buat saya (karena terjemahan kali ya). Konfliknya juga gak begitu terasa. Beberapa juga ada adegan vulgarnya.
Jadi, dua bintang saja ya....untuk menghargai penulis #eh