Bayangan kejahatan di dunia sisa-sisa dari sebuah kejahatan kuno akan tetap mengancam sepanjang Sauron - Raja Kegelapan, masih ada. Inilah kisah yang terjadi lebih dari tiga ribu tahun sebelum kelahiran Frodo Si Sembilan Jari, Pemakai Cincin. Untuk menumpas Raja Kegelapan, Isildur Elendilion dari Gondor bersekutu dengan bangsa peri, para kurcaci dan manusia dari negeri lain. Akhirnya pada tahun 3441 dari Zaman Baru lewat perang api dan pedang, Sauron dari Mordor, dibuang keluar dunia. Puluhan ribu tentara jadi tumbal kehebatan Sauron, termasuk di dalamnya Gil-galad, Raja Noldor dan Raja Tinggi dari Eldar; Elendil Amandilion, Raja Arnor dan Raja Tinggi dari Kerajaan-kerajaan Pengasingan.
Terciptakah kedamaian itu? Ternyata tidak. Bayangan kejahatan itu masih saja menyelimuti, termasuk menghancurkan Isildur, raja dan pahlawan yang dicintai rakyat dan keluarganya. Ini gara-gara Isildur nekat membawa Cincin Satu - milik Sauron - penebar kejahatan. Kisah fantastik dan mendebarkan ini memang tidak berakhir dengan menyenangkan, dan bayang-bayang kejahatan akan tetap mengancam kedamaian bumi karena cincin-cincin kekuatan itu, kini justru berada bukan pada orang yang tepat.
"Jika Anda benar-benar terpukau oleh Lord of the Rings, Anda harus membaca Isildur. Lord of the Rings menceritakan kisah peperangan hingga akhir Zaman Ketiga, Isildur menceritakan konflik yang lebih besar yang membawa kita ke akhir Zaman Kedua." www.lulu.com
saat ini baru membaca sampai setengahnya, dan saya masih penasaran bagaimana kisah isildur sampai bisa menjadi begitu pas akhir ceritanya. (yg dah prnh nonton LOTR pasti tau mksdnya :) )
yg membuat saya kagum dengan cerita ini adalah perjuangan isildur dkk yg pantang menyerah melawan sauron, patut diacungi jempol deh :D. trus efek kata-kata isildur baik saat berpidato, memberikan perintah, dll benar-benar bikin hati kita bergetar. ^^ makanya saya bergidik banget wkt isildur mengutuk ke salah satu kaum karena mereka mengkhianati sumpahnya dan ga mau ikut berjuang. siapapun yg mendengarnya pasti ga akan bisa tidur nyenyak. :(
bagi yg belum tahu bagaimana kisah bangsa elf, bangsa manusia, dll trus knp sampai terjadi perang melawan sauron, smuanya diceritain sedetail-detailnya...saya sendiri harus bolak balik membacanya karena banyak kata-kata asing yg sulit diingat ^^;;
saya kasih bintang 3 karena belum selesai bacanya :p
Sebenernya ini novel yang dibeli suami gw. Ga gitu suka sama Lord of the ring, jadi ga tertarik juga baca ini novel. Tapi, kyanya sayang ya, ada novel di rumah trus dianggurin. Akhirnya di baca juga. Walaupun berasa ga selesai2.
Novel ini bercerita tentang usaha Isildur untuk mengambil alih kembali kerajaannya dari tangan Sauron. Dibantu oleh teman2 peri & manusia dari kerajaan lain, Isildur memerangi Sauron beserta para prajuritnya. Endingnya ga nyenengin *hehehe... gw kasih clue dikit*. Lebih ke 'gantung' kali ya. Mungkin abis ini gw mesti nonton LOTR biar ga gantung.
Sebenernya novel ini bagus. Tapi... gw rada kecewa. Banyak banget salah ketik, salah nama. Lagi ngomongin Elendur, tau2 keluar nama Isildur. Duuuh.. bikin bingung klo ga bener2 nyimak. Sayang banget...
Ketika membaca buku ini yang terbayang saat itu adalah film Lord of The Ring yang terkenal dengan movie-nya saat itu. Tentunya harapan saya tinggi ketika membaca buku ini. Untuk cerita itu sendiri bisa dibilang empat bintanglah. Tapi menurut saya endingnya kurang memuaskan, makannya saya memutuskan untuk memberi tiga bintang saja untuk buku ini. Karena bagi saya ending itu ngaruh banget untuk keseluruhan cerita.
Beli di Pekan Buku Jakarta, Juni 2009 **** Yeaaaahhh, akhirnya kelar jg.... Awalnya males bgt baca buku ini, berhubung dah terlanjur beli dan jg pilihan suami jd ya sayang aja kl ga dibaca...
Ceritanya sich lumayan lah walapun ngga sebagus "Lord of the Ring-nya Tolkien cm alamaaaaak..terjemahannya bikin pusiiiiiing.
Kisah perjuangan Isildur dalam Perang Akhir Zaman ke-2 melawan Sauron yang kembali bangkit setelah kejatuhan Numenor. Juga diceritakan asal mula Undead Army yang membantu Aragorn dalam perang di depan MInas Tirith pada buku Return of The King. Di sinilah untuk pertama kali Cincin Utama memakan korbannya sebelum jatuh ke tangan Smeagol/Gollum
Terlalu bertele-tele, terlalu banyak detail, walaupun menurut gue plotnya cukup bagus. Buku ini bikin gue penasaran sama buku Trilogi Lord of The Ring, gue belum baca , baru nonton doang dan itu pun udah lama bangeet. Awal dan tengahnya justru membosankan. yang seru itu diakhirnya. karena akhir itulah sebagai 'awal' Lord of The Ring.
Walaupun setting nya lebih "lampau" dari The Lord of The Rings namun penceritaannya jauh lebih terasa modern, alurnya cepat sekali...peperangan demi peperangan...lomba strategi...novel yg sangat tebal namun susah sekali untuk meletakkannya kalo belum tamat...a worth read
Pada awalnya membosankan -terlalu banyak detail. Pun saya lelah membacanya. Alurnya sangat lambat. Untung saja di tengah mulai terasa serunya. Pada akhirnya, setelah selesai membaca buku ini, kita akan lebih memahami awal dari kisah The Lord of the Ring
terjemahan di bagian awal tentang awal mula kehidupan dan pencurian silmaril kurang lengkap dan jelas. agak membingungkan, memang musti banyak2 cari referensi dari internet klo ga pengen pusing tujuh keliling. hahaha
Kudos to Mr Crawford for maintaining the Tolkien-esque in this book. His taking of Isildur is also favored, though Isildur is not even a character I like from the original saga.
kelar juga bacanye, ya tata cara penututran nya seh mirip sama tolkien tapi yg bikin rese tu terjemahan nya kadang pake bhs indo kadang pake bhs ingris, uda gitu banyak salah huruf pula arrrgghhh