What do you think?


Perry Poops
32 pages, Hardcover
First published January 1, 1995
About the author
Francesco Pittau
144 books8 followersFrancesco Pittau è nato in Sardegna ma è di nazionalità belga. Attualmente vive e lavora a Bruxelles. È autore di numerosi libri per bambini insieme a Bernadette Gervais e proprio alcuni dei loro maggiori successi sono stati tradotti per la prima volta in Italia da Il Castoro
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 8 of 8 reviews
November 27, 2007
a little bunny poops until there's no more room for poop. it makes me laugh just thinking about it.
November 16, 2010
Always good for a giggle when one of the kids digs it out and I have actually read this to a group of adults to open the air when we are discussing GI issues...
September 15, 2023
Letture istruttive, necessarie per lo sviluppo
Read
August 14, 2024J'aurais juste pas du le lire, c'est vraiment pas mon type de récit
July 4, 2025
Se c’era un senso non l’ho capito, ma mi ha fatto molto ridere
October 14, 2017
=== 2022 ===
Akhirnya punya buku ini!! Setelah berkeliling ke Ama*on jp, uk, us, Per*plus, Bookd*pos*tory, dkk dll, ketemunya malah di marketplace Jepang dooong XD
Seneeeeng bangeeettt uuuuuhhh akhirnya punya buku Perry Poops!! (Meski berbahasa jepang)
Enw, setelah dibaca-baca, versi Jepang ini terjemahannya lebih fokus ke rima ya. Ada beberapa poin yang justru jadi lenyap di terjemahan jepang ini, beda dengan versi bahasa inggrisnya.
Mungkin bakal lain lagi rasanya kalau baca versi bahasa aslinya, bahasa perancis. Hmmmm.....
=== 2017 ===
Dibaca di Kelas Penulisan Cerita Anak DKJ 2017, pertemuan pertama (14/10/2017). Milik pribadi Bu Guru Reda Gaudiamo.
Bercerita tentang seekor kelinci yang demeeen banget pup sembarangan. Iya, pup! PUP! Di mana-mana dia pup, gak liat tempat dan waktu dan suasana. Di jalan, di hutan, di sungai, sampai di tempat kongkow temen-temennya. Dia bikin seisi kota merasa risi karena kebiasaan (SUPER) joroknya itu!!
Gak tahan dengan kebiasaan si Perry, temen-temen hewannya bikin suatu lubang di tanah yang daleeeeem banget, sedalem jurang. "Pokoknya, mulai sekarang, elo tinggal sendirian di lubang itu! Pup sepuasnya gih di sonoh!" gitu kira-kira kata temen-temennya yang sudah naik pitam.
Tapi, beberapa hari kemudian temen-temennya mulai merasa kehilangan sosok Perry yang ceria dan seorang mood-maker. Akhirnya, temen-temennya mengunjungi lubang tempat Perry dipaksa "tinggal".
Tak dinyana, lubang yang sedalem jurang itu udah penuuuuh dengan (ya, kalian bisa tebak sendiri) PUP!! Saking banyaknya pup si Perry, pupnya itu numpuuuuk sampai segunung dan mengangkat Perry sampai ke atas lagi! Dan bertemu teman-temannya lagi!! SUPER KOCAK!! Lolololol
Saya rasanya enggan ngelepas buku ini. Rasanya pengen saya pegangiiin sepanjang kelas berlangsung (kalo boleh, saya minta deh) (gak boleh, kata Bu Guru, itu buku favorit beliau dan anaknya).
Saya ketawa-ketawa sendiri pas baca di kelas (ketawanya jaim lah, tentu aja).
Akhirnya punya buku ini!! Setelah berkeliling ke Ama*on jp, uk, us, Per*plus, Bookd*pos*tory, dkk dll, ketemunya malah di marketplace Jepang dooong XD
Seneeeeng bangeeettt uuuuuhhh akhirnya punya buku Perry Poops!! (Meski berbahasa jepang)
Enw, setelah dibaca-baca, versi Jepang ini terjemahannya lebih fokus ke rima ya. Ada beberapa poin yang justru jadi lenyap di terjemahan jepang ini, beda dengan versi bahasa inggrisnya.
Mungkin bakal lain lagi rasanya kalau baca versi bahasa aslinya, bahasa perancis. Hmmmm.....
=== 2017 ===
Dibaca di Kelas Penulisan Cerita Anak DKJ 2017, pertemuan pertama (14/10/2017). Milik pribadi Bu Guru Reda Gaudiamo.
Bercerita tentang seekor kelinci yang demeeen banget pup sembarangan. Iya, pup! PUP! Di mana-mana dia pup, gak liat tempat dan waktu dan suasana. Di jalan, di hutan, di sungai, sampai di tempat kongkow temen-temennya. Dia bikin seisi kota merasa risi karena kebiasaan (SUPER) joroknya itu!!
Gak tahan dengan kebiasaan si Perry, temen-temen hewannya bikin suatu lubang di tanah yang daleeeeem banget, sedalem jurang. "Pokoknya, mulai sekarang, elo tinggal sendirian di lubang itu! Pup sepuasnya gih di sonoh!" gitu kira-kira kata temen-temennya yang sudah naik pitam.
Tapi, beberapa hari kemudian temen-temennya mulai merasa kehilangan sosok Perry yang ceria dan seorang mood-maker. Akhirnya, temen-temennya mengunjungi lubang tempat Perry dipaksa "tinggal".
Tak dinyana, lubang yang sedalem jurang itu udah penuuuuh dengan (ya, kalian bisa tebak sendiri) PUP!! Saking banyaknya pup si Perry, pupnya itu numpuuuuk sampai segunung dan mengangkat Perry sampai ke atas lagi! Dan bertemu teman-temannya lagi!! SUPER KOCAK!! Lolololol
Saya rasanya enggan ngelepas buku ini. Rasanya pengen saya pegangiiin sepanjang kelas berlangsung (kalo boleh, saya minta deh) (gak boleh, kata Bu Guru, itu buku favorit beliau dan anaknya).
Saya ketawa-ketawa sendiri pas baca di kelas (ketawanya jaim lah, tentu aja).
May 22, 2014
Ce livre est destiné pour les enfants de 3 ans et plus, et après l'avoir lu, je comprends pourquoi le public-cible est si jeune...
Évidemment, un lapin qui fait tellement de crottes que ça en devient un montagne fera certainement rire les plus petits.
J'ai toutefois trouvé ce livre un peu simple, même pour de si jeunes enfants. Aussi, il faut aimer l'humour "de toilette"...
Je crois toutefois que ça plairait à la plupart des enfants. Peut-être même trop! Achetez à vos risques et périls, ces 25 pages peuvent être lues plusieurs, plusieurs fois en une seule journée!
Évidemment, un lapin qui fait tellement de crottes que ça en devient un montagne fera certainement rire les plus petits.
J'ai toutefois trouvé ce livre un peu simple, même pour de si jeunes enfants. Aussi, il faut aimer l'humour "de toilette"...
Je crois toutefois que ça plairait à la plupart des enfants. Peut-être même trop! Achetez à vos risques et périls, ces 25 pages peuvent être lues plusieurs, plusieurs fois en une seule journée!
February 28, 2013
preso in biblioteca
Il coniglio continua a mangiare e di conseguenza a ...produrre cacchette rotonde.
A forza di trovarle veramente dappertutto gli altri animali cercano di trovare una soluzione... senza molti risultati!!
Dai 4 anni
Il coniglio continua a mangiare e di conseguenza a ...produrre cacchette rotonde.
A forza di trovarle veramente dappertutto gli altri animali cercano di trovare una soluzione... senza molti risultati!!
Dai 4 anni
Displaying 1 - 8 of 8 reviews









