Jump to ratings and reviews
Rate this book

Telimpuh

Rate this book
Buku Kumpulan Sajak

107 pages, Paperback

First published June 1, 2009

1 person is currently reading
29 people want to read

About the author

Hasan Aspahani

24 books13 followers
Hasan Aspahani lahir di Sei Raden, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, 9 Maret 1971. Ia lahir pada sebuah keluarga sederhana petani kelapa.

Saat bersekolah di SMAN 2 Balikpapan, ia nyambi jadi kartunis lepas di Surat Kabar Manuntung (Sekarang Kaltim Post). Lalu diundang lewat jalur PMDK di IPB, dan kuliah sambil diam-diam terus mencintai puisi.

Setelah berupaya memberdayakan ijazah sarjana di beberapa perusahaan, ia akhirnya kembali ke dunia tulis menulis. Saat ini ia adalah Direktur Utama Batam Pos. Di kota ini menjalani hidup bersama Dhiana (yang disapanya Na') dan Shiela dan Ikra (yang memanggilnya Abah).

Beberapa puisinya pernah terbit di Jawa Pos (Surabaya), Riau Pos (Pekanbaru), Batam Pos (Batam), Sagang 2000 (Yayasan Sagang, Pekanbaru, 200) Antologi Puisi Digital Cyberpuitika (YMS, Jakarta 2002), dan Dian Sastro for President 2 #Reloaded (AKY, Yogyakarta, 2003). Puisi Huruf-huruf Hattaterpilih sebagai salah satu dari 10 puisi terbaik lomba puisi 100 Tahun Bung Hatta (KPSP, Padang, 2002), dan Les Cyberletress (YMS, 2005). Hasan Aspahani juga menjadi kartunis post metro yakni sebuah kartun strip komik dengan tokoh utama "si Jeko" tukang ojek dengan kelucuannya.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
5 (18%)
4 stars
10 (37%)
3 stars
10 (37%)
2 stars
2 (7%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for Zalila Isa.
Author 13 books53 followers
November 25, 2020
Membaca Hasan Aspahani bagi yang baru mengenalinya perlu membaca pengenalan dan menikmati puisinya dengan perlahan. Begitu akhirnya kata-kata dalam puisi ini mengikat dan membawa saya menelusuri makna pada setiap abjad yang tersusun. Sangat suka idea sajak berdasarkan perkataan dan definisinya dalam kamus. Kagum!
Profile Image for Langit Amaravati.
Author 12 books22 followers
August 30, 2016
Saya kerap tercengang dan iri ketika membaca puisi-puisi Hasan Aspahani di Telimpuh. Tercengang karena di tangan Hasan, segala benda di hadapan yang tadinya biasa saja ternyata bisa menjadi momen dan diksi puitis. Iri karena kepekaan seperti itu belum bisa saya miliki.

Teknik pengolahan Hasan sedikit banyak mengingatkan saya kepada Arif Fitra Kurniawan (penyair muda asal Semarang) meski pendekatan metafora keduanya tidak bisa dibilang seragam. Eksplorasi pemilihan kata Hasan mau tidak mau mendobrak unsur-unsur puitis yang selama ini kita tahu, semisal: hujan, malam, daun, gerimis, dan lain sebagainya.

Melalui telimpuh, saya diajak untuk menyusuri petak-petak kamus bahasa Indonesia yang jarang sekali saya buka dan baru menyadari bahwa banyak kata yang disebutkan itu memang benar-benar ada. Ah, betapa bodohnya saya.

Yang sering saya amati dari sebuah puisi adalah kenikmatan membaca. Memamah Telimpuh bisa diibaratkan dengan menyantap sepotong kue beraroma teh hijau; legit, harum, gurih. Bahkan setelah potongan terakhir habis dimamah perut, rasa legit masih tersisa di mulut.

Sayangnya Hasan seperti mulai kehilangan tenaga di Bab IV "Tetapi, Aku Penyair!". Entah karena puisi-puisi yang ada di bab itu diperuntukkan kepada kawan-kawan sesama penyair sehingga ia harus menggali ingatan (yang terus terang memang melelahkan), atau karena ia terlalu berhati-hati. Di bab ini saya tidak lagi bisa merasakan kebebasan Hasan seperti di bab-bab sebelumnya.

Overall, Telimpuh berhasil menjadi salah satu buku puisi favorit saya.
Displaying 1 - 3 of 3 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.