Setelah tujuh belas tahun dirawat di rumah sakit jiwa, Rivai yang mengidap deviasi seksual dan berkepribadian ganda, melarikan diri untuk mencari Arneta, mantan istrinya yang masih dianggapnya miliknya.
Pelarian Rivai dipicu oleh tayangan sinetron yang dibintangi oleh Putri, anak perempuan Arneta yang memiliki wajah mirip ibunya. Rivai mengira Putri adalah Arneta.
Kepanikan semakin memuncak ketika terjadi tiga pembunuhan berantai yang diduga dilakukan oleh pembunuh yang sakit jiwa....
Dan ketika kecurigaan semua pihak tertuju pada Rivai, muncullah pembunuh yang sebenarnya....
Delusi, lembar penutup Deviasi, dirangkum dengan kisah seorang penderita skizoprenia paranoid yang mempunyai waham memberantas pelacuran dan perselingkuhan....
Terlahir sebagai Mira Widjaja, seorang dokter lulusan FK Usakti (1979) dan penulis novel yang begitu aktif. Karyanya begitu banyak. Yang terlaris Di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi mencapai oplah 10.000, dan mengalami lima kali cetak ulang.
Sejumlah karyanya sudah difilmkan: Kemilau Kemuning Senja, Di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi, Ketika Cinta Harus Memilih, Permainan Bulan Desember, Tak Kupersembahkan Keranda Bagimu, dll. Pemfilman karyanya mungkin karena faktor ayahnya, Othiel Widjaja, yang dulunya produser Cendrawasih Film.
Mira mengakui karyanya tidak mendalam. Karya-karyanya dipengaruhi oleh karya- karya Nh Dini, Marga T., Y.B. Mangunwijaya, Agatha Christie, Pearl S. Buck, dan Harold Robbins. Karena berasal dari lingkungan yang sama, kedokteran, Mira yang bungsu dari lima bersaudara ini merasa karyanya dekat dengan karya Marga T.
Ia mengaku mulai menulis sejak kecil, dan karangan pertamanya, Benteng Kasih, dimuat di majalah Femina, 1975, dengan honor Rp 3.500. Pengarang yang populer di kalangan remaja ini memakai bahasa yang komunikatif, bahkan dalam dialognya banyak menggunakan bahasa prokem.
Mira sudah melanglang di lima benua, dengan honor tulisannya. Praktek dokter dibukanya petang hari, sedangkan pagi ia bertugas sebagai Ketua Balai Pengobatan Universitas Prof. Dr. Moestopo, Jakarta.
Bibliografi: + Dari Jendela SMP, + Bukan Cinta Sesaat, + Segurat Bianglala di Pantai Senggigi, + Cinta Cuma Sepenggal Dusta, + Bilur - Bilur Penyesalan, + Di Bahumu Kubagi Dukaku, + Trauma Masa Lalu, + Seruni Berkubang Duka, + Sampai Maut Memisahkan Kita, + Tersuruk Dalam Lumpur Cinta, + Limbah Dosa, + Kuduslah Cintamu, Dokter, + Semburat Lembayung di Bombay, + Luruh Kuncup Sebelum Berbunga, + Di Ujung Jalan Sunyi, + Semesra Bayanganmu, + Merpati Tak Pernah Ingkar Janji, + Cinta Diawal Tiga Puluh, + Ketika Cinta Harus Memilih, + Delusi (Deviasi 2), + Deviasi, + Relung - Relung Gelap Hati Sisi, + Cinta Berkalang Noda, + Jangan Renggut Matahariku, + Nirwana Di Balik Petaka, + Perisai Kasih yang Terkoyak, + Mekar Menjelang Malam, + Jangan Pergi, Lara, + Jangan Ucapkan Cinta, + Tak Cukup Hanya Cinta, + Perempuan Kedua, + Firdaus Yang Hilang, + Permainan Bulan Desember, + Satu Cermin Dua Bayang-Bayang, + Galau Remaja di SMA, + Kemilau Kemuning Senja, + Sepolos Cinta Dini, + Cinta Menyapa Dalam Badai 2, + Cinta Menyapa dalam Badai 1, + Mahligai di Atas Pasir, + Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat, + Titian Ke Pintu Hatimu, + Seandainya Aku Boleh Memilih, + Tatkala Mimpi Berakhir, + Cinta Tak Melantunkan Sesal, + Bila Hatimu Terluka, + Cinta Tak Pernah Berhutang, + Di Bibirnya Ada Dusta, + Bukan Istri Pengganti, + Biarkan Kereta Itu Lewat, Arini!, + Dikejar Masa Lalu, + Pintu Mulai Terbuka, + Di Sydney Cintaku Berlabuh - Sydney, Here I Come, + Solandra, + Tembang yang Tertunda, + Obsesi Sang Narsis, + Sentuhan Indah itu Bernama Cinta, + Di Tepi Jeram Kehancuran, + Sisi Merah Jambu, + Dakwaan Dari Alam Baka, + Kumpulan Cerpen: Benteng Kasih, + Seruni Berkubang Duka, + Di Bahumu Kubagi Dukaku, + Sematkan Rinduku di Dadamu, + Dunia Tanpa Warna
Jadi... Walaupun judulnya udah Skizofrenia banget, tapi masih kurang diumbar menurut saya. Jalan ceritanya seperti ngga ada fokus. Novelnya emang tipis, sih. Alurnya cepet tapi memaksa pembaca untuk mengerti tokoh-tokoh yang kalau dieksplor lebih dalam itu akan membuat buku ini wah!
Kehadiran Murtini sih yang patut diacungi jempol. Walau skizonya masih kuraaaaang ;_____; #ngerajuk Hepi banget baca novel ini karena saya jadi ikutan diagnosis psikopatologi pada Murtini ini apa aja hahaha.
Delusi • Mira W. • GPU • @ipusnas.id • 2006 • 160 hlm.
Belasan tahun sudah Rivai mendekam di balik terali kamar rawat inap rumah sakit jiwa. Dokter Winarto berhasil menghilangkan sosok Rizal dari dalam diri Rivai. Meskipun begitu, sosok Rivai yang selalu merasa memiliki Arneta--mantan istrinya yang kini sudah menikah dengan Taufan--membuat Dokter Winarto belum bisa membiarkan Rivai berada di tengah-tengah masyarakat luas.
Sementara itu, Uti--putri yang dilahirkan Arneta--tumbuh menjadi sosok gadis yang cantik serupa paras ibunya. Sayangnya, Uti terpaksa libur dari sekolah dan karier aktingnya lantaran ia hamil di luar nikah saat usianya belum genap 17 tahun.
Wajah Uti yang terpampang jelas di TV memancing Rivai untuk mencarinya karena mengira Uti adalah Arneta--istri yang dicintainya. Sementara, Murtini juga kabur dari RSJ karena merasa terpanggil untuk melenyapkan semua pelacur di muka bumi. Peran Uti di TV sebagai istri yang berselingkuh menjadikannya sebagai sasaran Murtini. Berhasilkah Arneta melindungi Uti dari sasaran kegilaan mantan suaminya dan Murtini--wanita yang berparas serupa dengan Rana, mantan Kakak iparnya?
Wah, buku ini benar-benar membuatku tak rela menjeda aktivitas membacaku! Penulis mampu membangkitkan suasana mencekam dikejar orang gila--bukan hanya satu, tetapi dua sekaligus. Melalui buku ini, penulis menyampaikan bahwa gangguan kejiwaan bisa diwariskan ke keturunan atau juga karena pengaruh lingkungan.
Konflik cerita ini membuatku ingin segera sampai di halaman akhirnya lantaran penasaran. Namun, di sisi lain, ritme cerita yang terlalu cepat membuatku tak ingin segera berpisah. Berbeda dengan buku Mira W yang kebanyakan kubaca, buku ini seolah ingin segera menuntaskan konfiknya. Sayang sekali, padahal rasanya aku ingin membacanya lebih detail lagi.
--
This entire review has been hidden because of spoilers.
Premis ceritanya menarik dan seru, tetapi meskipun buku ini terbilang tipis, ceritanya sendiri tidak memiliki fokus. Terlalu banyak drama yang aneh dibanding bagian thriller dan ada satu bagian yang menurut saya janggal dalam cerita. Hubungan suami-istri para karakter utama terlihat baik tetapi awal mulanya bisa disebut kekerasan. Penggambaran para karakter jadinya terasa aneh dan tidak natural dan menurut saya detail ini sama sekali tidak penting untuk jalan ceritanya