Sang Komandan yang sudah empat anak tangga di atasnya berhenti dan menoleh. Si pemanggil menunjuk ke anak tangga di depannya. Sang Komandan mendekati anak tangga tersebut. Dia membongkok sambil membuka sarung tangan kanannya, lalu hujung jarinya menyentuh sesuatu pada dinding itu.
Darah! Masih hangat. Itu bererti….
”Sasaran terluka dengan tembakan kita tadi, Dan.”
”Ya, sekarang kita tahu ke mana perginya.” Sang Komandan kembali memakai sarung tangannya. ”Ingat objektif kita, menangkapnya hidup ataupun mati.”