What do you think?


Sandiwara Langit: Sebuah Kisah Nyata Bertabur Hikmah Penyubur Iman
Buku ini memuat salah satu kisah nyata perjalanan hidup anak Adam yang sungguh mengharukan, tapi juga membanggakan. Cerita ini adalah sebuah kisah nyata yang mengungkap keagungan cinta kasih dua anak manusia yang beraroma surga, berbalut cinta pada Sang Pencipta. Cerita ini disusun dengan tujuan, agar kita semua bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari cerita tersebut. Karena banyak nilai perjuangan yang sangat perlu kita tiru. Wujud perjuangan yang sudah begitu jarang muncul dalam kehidupan umat manusia. Termasuk dalam kehidupan kebanyakan kaum muslimin, pada masa sekarang ini. Bagaimana kisah selengkapnya? Simak buku ini, dan jadilah pemetik hikmah di dalamnya!
212 pages, Paperback
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 30 of 70 reviews
May 31, 2012
subhanallah, saya kagum banget dg suami spt Rizqaan, baru usia 18 tahun & blum punya pekerjaan tetap tapi berani menikahi gadis berusia 1 tahun di bawahnya.. komitmennya, keteguhannya, akhlaknya, ketaqwaannya, keyakinannya kepada Allah dan merealisasikannya ke dalam kehidupannya nyata.. faidza 'azamta fatawakkal 'alallah..ternyata Allah justru memperluas rezekinya, jauh di atas taraf kehidupannya sebelum menikah.. & saat ia menolak godaan dari gadis lain saat istrinya di rumah, betapa setianya ia.. & akhirnya Allah pun mengaruniai ia anak, mbuat ia smakin giat bekerja..
saya juga kagum dg Halimah, gadis setia & menerima suaminya apa adanya. walaupun ayah & saudaranya bersikeras menjodohkannya dg lelaki kaya, tapi ia lebih memilih laki2 sholeh yg ia cintai..ternyata, jika kita menikah dg lelaki sholeh, insyaAllah kualitas kita juga akan bertambah baik.. semakin seru dan haru karna tantangan hidup mereka yg begitu pelik & menyentuh, lebih2 karna ini kisah nyata bukan fiktif belaka..subhanallah, kisah nyata yg inspiratif.. smoga kelak saya juga punya kesempatan yg sama meraih ridhaNya.smoga..
saya diperkenalkan dg buku ini oleh seorang sahabat, buku ini sederhana, mengalir namun sarat makna, sarat hikmah dan mengundang air mata.. bisa pula menjadi referensi bagi yg belum menikah maupun yg sudah menikah bahkan bagi para orang tua.. subhanallah.. smoga smakin banyak karya seperti ini..
saya juga kagum dg Halimah, gadis setia & menerima suaminya apa adanya. walaupun ayah & saudaranya bersikeras menjodohkannya dg lelaki kaya, tapi ia lebih memilih laki2 sholeh yg ia cintai..ternyata, jika kita menikah dg lelaki sholeh, insyaAllah kualitas kita juga akan bertambah baik.. semakin seru dan haru karna tantangan hidup mereka yg begitu pelik & menyentuh, lebih2 karna ini kisah nyata bukan fiktif belaka..subhanallah, kisah nyata yg inspiratif.. smoga kelak saya juga punya kesempatan yg sama meraih ridhaNya.smoga..
saya diperkenalkan dg buku ini oleh seorang sahabat, buku ini sederhana, mengalir namun sarat makna, sarat hikmah dan mengundang air mata.. bisa pula menjadi referensi bagi yg belum menikah maupun yg sudah menikah bahkan bagi para orang tua.. subhanallah.. smoga smakin banyak karya seperti ini..
January 28, 2012
kisah yang based on true story ini sukses membuat saya penuh haru.. membayangkan apakah bisa setegar halimah saat cobaan demi cobaan bertubi-tubi menghampirinya. tapi nyatanya ia menyambut panggilan Rabb nya dengan penuh ikhlas..diiringi keridhoan suami shalih nya, berbekal pula ke-shalihah-an nya.
"Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Rabb mu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam jannah-Ku" (TQS. Al Fajr 27-30)
selalu merinding tiap baca akhir dari surah ini, dan perasaan itu bertambah-tambah saat ini..
betapa inginnya kami menjadi seperti halimah, berbalut keshalihan sebagai seorang hamba yang mendapati keridhaan suaminya yang shalih..hingga ia menemui-Mu.. Rabbana..
"Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Rabb mu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam jannah-Ku" (TQS. Al Fajr 27-30)
selalu merinding tiap baca akhir dari surah ini, dan perasaan itu bertambah-tambah saat ini..
betapa inginnya kami menjadi seperti halimah, berbalut keshalihan sebagai seorang hamba yang mendapati keridhaan suaminya yang shalih..hingga ia menemui-Mu.. Rabbana..
January 11, 2013
Adalah Rizqaan, seorang pemuda yang “beda” dari kebanyakan pemuda seusianya. Di usianya yang baru menginjak 18 tahun, Rizqaan memilih untuk melepas masa lajangnya (menikah) karena khawatir akan terjerumus kepada perbuatan zina. Dia kemudian berkonsultasi dengan seorang ustadz yang juga merupakan guru spiritualnya tentang hasrat/keinginannya tersebut. Saat ustadz bertanya apakah Rizqaan sudah memiliki calon, rizqaan mengaku menyukai seorang gadis yang lebih muda setahun dari dirinya bernama Halimah. Halimah sendiri berasal dari keluarga yang cukup berada (kaya). Menurut Rizqaan, Halimah adalah wanita sholehah dan Rizqaan yakin dia bisa menjadi istri dan ibu yang baik buat dia dan anak-anaknya kelak.
Permasalahannya kemudian adalah orangtua Halimah kurang setuju menikahkan putri mereka ke pemuda yang belum jelas pekerjaannya. Tapi karena Rizqaan kekeuh dan Halimah sendiri juga mau diperistri olehnya, akhirnya orangtua Halimah menyetujui pernikahan tersebut dengan satu syarat. Rizqaan diberi waktu 10 tahun untuk bisa membuktikan dia mampu membahagiakan Halimah dan memberikan Halimah kehidupan yang “layak” (layak menurut orangtua Halimah adalah berkecukupan sesuai standartnya). Rizqaan menyetujui persyaratan tersebut dan pernikahanpun berlangsung.
Setelah menikah, kehidupan rumah tangga mereka berjalan dengan baik. Meski berasal dari keluarga yang berkecukupan, Halimah bisa menerima kondisi Rizqaan dan pintar berhemat. Mereka benar-benar memulai dari nol. Rizqaan bekerja sebagai penjual roti dan Halimah menjadi ibu rumah tangga. Tapi kehidupan benar-benar seperti roda. Karena kesungguhannya dalam mencari nafkah, dari berjualan roti Rizqaan mulai berfikir untuk membuat roti. Usaha tersebut berkembang pesat hingga akhirnya sedikit demi sedikit kehidupan mereka mulai berubah. Rizqaan sukses dengan usaha rotinya. Kehidupa mereka juga menjadi lebih “layak”.
Ujian akhirnya datang tepat sehari sebelum masa “perjanjian pernikahannya” dengan Halimah berakhir. Pabrik rotinya terbakar. Rumahnya juga ikut terbakar. Semua harta bendanya ludes terbakar. Rizqaan benar-benar terpukul. Dia harus kehilangan Ayah yang tewas dalam kebakaran, Ibu yang dirawat di rumah sakit akibat luka bakar dan Mertua yang menuntutnya untuk menceraikan Halimah karena 10 tahun yang dijanjikan ternyata Rizqaan tidak bisa memberikan hidup yang “layak” buat istrinya.
***
Gitu kelar baca gak sadar air mata udah ngucur gitu aja. Beneran nangis. Sempat mikir kok sampe segitunya perjalanan hidup Rizqaan neh. Dengan segala permasalahan yang dihadapinya, dia tetap bisa bersyukur, bersabar dan tetap semangat menjalani hidupnya.
Ada satu bagian di dalam buku yang noted banget, yaitu bagian saat Rizqaan harus menceraikan Halimah, bagian di mana aku mulai mewek saat mebacanya.
“ Di hadapan Allah. Atas dasar ketaatan kita kepadaNya. Dengan harapan Allah akan memperjumpakan kita di surga kelak dalam sejuta keindahan yang melebihi segala yang pernah kita rasakan berdua. Atas dasar cinta kasih kita yang suci. Atas dasar kepedihan hati yang mendalam, yang hanya Allah yang mengetahuinya, saya menalakmu adinda.” Meski talak adalah hal yang sangat dibenci Allah, tapi itu adalah bahasa talak yang sangat indah yang pernah aku dengar.
Buku ini selain sarat dengan nasihat dan penuh inspirasi juga diperkuat dengan dalil-dalil dari Al-Quran. Bahasa yang digunakan penulis sangat indah, meski cerita disampaikan dengan cara yang cepat. Jika ditulis seperti novel kebanyakan di mana karakter masing-masing tokoh digambarkan dengan detail, deskripsi latar dan lokasi yang sangat jelas dan konflik yang diramu sedemikian rupa sehingga memancing emosi pembaca, mungkin cerita ini tidak akan selesai dalam 212 halaman. Tapi meskipun begitu, aku rasa penulis sangat piawai dalam mengolah kata menjadi kalimat-kalimat yang sangat indah sehingga meski tempo cerita disampaikan dengan sangat cepat, toh ada pembaca dalam testimoninya mengaku menangis membaca cerita ini.
Ini adalah kisah nyata. Diceritakan kembali ke pembaca oleh Ustadz yang menjadi guru spiritual Rizqaan dengan menyamarkan nama para tokoh di dalamnya. Sebuah kisah hidup yang sarat makna, yang mengajarkan sebuah kedewasaan dalam berfikir dan bertindak. Kisah hidup yang mengajarkan kesabaran dan kesungguhan dalam menjalani hidup.
Permasalahannya kemudian adalah orangtua Halimah kurang setuju menikahkan putri mereka ke pemuda yang belum jelas pekerjaannya. Tapi karena Rizqaan kekeuh dan Halimah sendiri juga mau diperistri olehnya, akhirnya orangtua Halimah menyetujui pernikahan tersebut dengan satu syarat. Rizqaan diberi waktu 10 tahun untuk bisa membuktikan dia mampu membahagiakan Halimah dan memberikan Halimah kehidupan yang “layak” (layak menurut orangtua Halimah adalah berkecukupan sesuai standartnya). Rizqaan menyetujui persyaratan tersebut dan pernikahanpun berlangsung.
Setelah menikah, kehidupan rumah tangga mereka berjalan dengan baik. Meski berasal dari keluarga yang berkecukupan, Halimah bisa menerima kondisi Rizqaan dan pintar berhemat. Mereka benar-benar memulai dari nol. Rizqaan bekerja sebagai penjual roti dan Halimah menjadi ibu rumah tangga. Tapi kehidupan benar-benar seperti roda. Karena kesungguhannya dalam mencari nafkah, dari berjualan roti Rizqaan mulai berfikir untuk membuat roti. Usaha tersebut berkembang pesat hingga akhirnya sedikit demi sedikit kehidupan mereka mulai berubah. Rizqaan sukses dengan usaha rotinya. Kehidupa mereka juga menjadi lebih “layak”.
Ujian akhirnya datang tepat sehari sebelum masa “perjanjian pernikahannya” dengan Halimah berakhir. Pabrik rotinya terbakar. Rumahnya juga ikut terbakar. Semua harta bendanya ludes terbakar. Rizqaan benar-benar terpukul. Dia harus kehilangan Ayah yang tewas dalam kebakaran, Ibu yang dirawat di rumah sakit akibat luka bakar dan Mertua yang menuntutnya untuk menceraikan Halimah karena 10 tahun yang dijanjikan ternyata Rizqaan tidak bisa memberikan hidup yang “layak” buat istrinya.
***
Gitu kelar baca gak sadar air mata udah ngucur gitu aja. Beneran nangis. Sempat mikir kok sampe segitunya perjalanan hidup Rizqaan neh. Dengan segala permasalahan yang dihadapinya, dia tetap bisa bersyukur, bersabar dan tetap semangat menjalani hidupnya.
Ada satu bagian di dalam buku yang noted banget, yaitu bagian saat Rizqaan harus menceraikan Halimah, bagian di mana aku mulai mewek saat mebacanya.
“ Di hadapan Allah. Atas dasar ketaatan kita kepadaNya. Dengan harapan Allah akan memperjumpakan kita di surga kelak dalam sejuta keindahan yang melebihi segala yang pernah kita rasakan berdua. Atas dasar cinta kasih kita yang suci. Atas dasar kepedihan hati yang mendalam, yang hanya Allah yang mengetahuinya, saya menalakmu adinda.” Meski talak adalah hal yang sangat dibenci Allah, tapi itu adalah bahasa talak yang sangat indah yang pernah aku dengar.
Buku ini selain sarat dengan nasihat dan penuh inspirasi juga diperkuat dengan dalil-dalil dari Al-Quran. Bahasa yang digunakan penulis sangat indah, meski cerita disampaikan dengan cara yang cepat. Jika ditulis seperti novel kebanyakan di mana karakter masing-masing tokoh digambarkan dengan detail, deskripsi latar dan lokasi yang sangat jelas dan konflik yang diramu sedemikian rupa sehingga memancing emosi pembaca, mungkin cerita ini tidak akan selesai dalam 212 halaman. Tapi meskipun begitu, aku rasa penulis sangat piawai dalam mengolah kata menjadi kalimat-kalimat yang sangat indah sehingga meski tempo cerita disampaikan dengan sangat cepat, toh ada pembaca dalam testimoninya mengaku menangis membaca cerita ini.
Ini adalah kisah nyata. Diceritakan kembali ke pembaca oleh Ustadz yang menjadi guru spiritual Rizqaan dengan menyamarkan nama para tokoh di dalamnya. Sebuah kisah hidup yang sarat makna, yang mengajarkan sebuah kedewasaan dalam berfikir dan bertindak. Kisah hidup yang mengajarkan kesabaran dan kesungguhan dalam menjalani hidup.
February 1, 2011
salah satu buku yang membuat air mata saya jatuh... :)
mengajarkan saya tentang cinta, perjuangan, ketulusan, keikhlasan, kesabaran, ketegaran, kebulatan tekad, kerja keras dan lain sebagainya. membuat saya menyadari bahwa semua yang telah saya alami dalam hidup sampai saat ini tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan apa yang mereka alami. Ada banyak hal yang harus disyukuri dan dipelajari...
banyak hal yang bisa dipelajari dari perjalanan hidup mereka...(thumb up)
mengajarkan saya tentang cinta, perjuangan, ketulusan, keikhlasan, kesabaran, ketegaran, kebulatan tekad, kerja keras dan lain sebagainya. membuat saya menyadari bahwa semua yang telah saya alami dalam hidup sampai saat ini tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan apa yang mereka alami. Ada banyak hal yang harus disyukuri dan dipelajari...
banyak hal yang bisa dipelajari dari perjalanan hidup mereka...(thumb up)
January 31, 2010
Penuh HIkmah...
penuh makna...
Penuh Motivasi...
Penuh Perjuangan...
"Selamat Menikmati Perjuangan" (Agung Wiyono, Dosen Teknik Sipil ITB)
penuh makna...
Penuh Motivasi...
Penuh Perjuangan...
"Selamat Menikmati Perjuangan" (Agung Wiyono, Dosen Teknik Sipil ITB)
October 10, 2010
menangis semalam..eh malam-malam menangis?ah tidak selebay itu, tapi tata cara penulisan buku ini indah. Begitu ringan tetapi mengena, pelan-pelan menyeret ke dalam alam dunia sang penulis, dan tanpa sadar memberi pelajaran tanpa sedikitpun menggurui..Kisah nyata yang begitu memilukan, semuanya tentang sabar dan ikhlas. Cukup membuat mata yang sudah mengantuk ini menjadi panas dan lembab. Buku yang cocok bagi yang ingin segera untuk segera menikah. ;)
February 13, 2010
Kisah didalam buku ini begitu menyentuh hati, apalagi peristiwa yg diceritakan didalamnya bukanlah fiktif, tetapi realita. Sangat bagus dan cocok untuk dibaca para remaja
February 24, 2011
cocok buat yang pengen nikah :D
March 19, 2017
Setelah ditahan-tahan akhirnya jebol juga di chapter terakhir :')
Pada lembaran-lembaran awal saya sempat su'udzon kalau buku ini bergenre romance dan berisi provokasi untuk segera menikah.
Ternyata isinya lebih dari itu.
Mengajarkan kita bagaimana cara berislam dalam keluarga dan mencari nafkah.
Mengingatkan kita agar selalu bersyukur di atas nikmat dan bersabar dalam musibah.
Buku ini sarat dengan hikmah.
Buku ini bukan hanya cocok untuk pemuda-pemudi yang belum menikah.
Yang sudah menikah.
Bahkan yang sudah berketurunan pun bisa memetik pelajaran dari buku ini.
Buku yang insyallah sangat berfaedah.
Pada lembaran-lembaran awal saya sempat su'udzon kalau buku ini bergenre romance dan berisi provokasi untuk segera menikah.
Ternyata isinya lebih dari itu.
Mengajarkan kita bagaimana cara berislam dalam keluarga dan mencari nafkah.
Mengingatkan kita agar selalu bersyukur di atas nikmat dan bersabar dalam musibah.
Buku ini sarat dengan hikmah.
Buku ini bukan hanya cocok untuk pemuda-pemudi yang belum menikah.
Yang sudah menikah.
Bahkan yang sudah berketurunan pun bisa memetik pelajaran dari buku ini.
Buku yang insyallah sangat berfaedah.
April 4, 2013
Mengharukan. Sepasang suami istri yang saling mencintai kemudian harus berpisah karena janji pernikahan yang tidak terlaksana. Jatuh bangunnya usaha yang di lakoni Rizqaan dan musibah yang membuat ia kehilangan istrinya. Semua dijalani dengan kepercayaan kepada Allah Sang Maha Penolong.
March 22, 2010
Inspiratif!!!!!!!
June 17, 2010
kisah inspiratif, perjuangan hidup yang luar biasa, sedih dan mengharukan tapiiiiiii....g suka dengan cara penulisan dan penuturan kisahnya :-p maaaf ya cuma ngasie 3 bintang.
July 18, 2010
Menyentuh!!!!! Saya dan kalian wajib punya buku ini!!!!!!!!
January 25, 2011
penulisannya sangat sederhana,
tapi karena diambil dari kisah nyata, hikmahnya dapet..
cukup bagus
tapi karena diambil dari kisah nyata, hikmahnya dapet..
cukup bagus
April 22, 2011
Sederhana dan menyentuh.
April 16, 2012
kisah perjuangan untuk menggenapkan agama yang sangat inspiratif
April 5, 2010
Indah sekali..
March 20, 2011
kado dari ultah dari orang tersayang,hihiiii
bagus ceritanya :)
bagus ceritanya :)
October 22, 2012
menakjubkan....
cocok buat yang baru mo nikah
cocok buat yang baru mo nikah
May 19, 2026
Mereka berjuang mempertahankan iman, mempertahankan hidup, sekaligus mempertahankan rumah tangga mereka dari ancaman perceraian. [Sandiwara Langit ; 62]
Kisah nyata ini membuatku yakin, bahwa laki-laki baik itu dibentuk oleh orangtua yang baik pula. Ditempa oleh iman dan ketakwaan pada Allah ﷻ
Kalau tidak, tidak mungkin seorang Rizqaan berusia 18 tahun, tanpa pengalaman kerja, tanpa pegangan uang (karena berasal dari keluarga tidak kaya), melamar Humaira dari keluarga kaya, yang syukurnya memiliki satu tujuan dengan Rizqaan, yaitu menyempurnakan ibadah dengan menikah.
Halangannya cuma satu, syarat perceraian jika Rizqaan tidak bisa membuat Humaira hidup berkecukupan. Resiko tinggi dengan taruhan besar, yaitu hal yang halal dilakukan tapi dibenci Allah ﷻ
Ceritanya sederhana, tidak romantis, tidak dramatis, tanpa plot twist. Murni kisah Rizqaan memulai usaha dari 0 menjadi penjaja roti keliling. Dengan kerja keras, doa ibu dan istri, Rizqaan meraih kesuksesan itu. Cobaan hidup dan iman yang terus terasah. Dua-duanya mampu menghadapi itu semua dengan kerjasama.
Rizqaan & Humaira adalah gambaran muslim yang mengejar akhirat melalui dunia. Kerja keras diiringi doa, menyempatkan memenuhi kewajiban belajar agama di tengah-tengah kondisi sulit hingga kondisi mereka berkecukupan.
Jadi bohong sekali, kalau ada yang ngomong, orang-orang beragama itu fanatik akhirat. Anak istri dibuat melarat. Justru mereka yang tidak paham hakikat hidup di dunia demi mengumpulkan pahala ke akhirat. Sehingga hidupnya hanya dengan mengagungkan filsafat buatan manusia yang hidupnya justru tidak sempurna.
Buku ini adalah pelajaran hidup. Semoga kita bisa meniru ketaqwaan Rizqaan, agar hidup menjadi lebih enteng (meski tidak mudah dilalui)
Dan Humaira, adalah wanita shaleha yang menyertai suaminya tanpa banyak tanya. Hanya kepercayaan bahwa suaminya mampu membawanya ke surga dengan ridhonya.
Sifat Rizqaan & Humaira tidak akan bisa di dapat jika kita enggan belajar agama dan menerapkannya. Tidak bisa kita raih jika sibuk di sosial media mencela sana sini.
Semoga Allah merahmati sosok di balik kisah ini
Aamiin ~
#KonsistenReviewBukuIslami #BukuIslami #MuslimReader #SandiwaraLangit
Kisah nyata ini membuatku yakin, bahwa laki-laki baik itu dibentuk oleh orangtua yang baik pula. Ditempa oleh iman dan ketakwaan pada Allah ﷻ
Kalau tidak, tidak mungkin seorang Rizqaan berusia 18 tahun, tanpa pengalaman kerja, tanpa pegangan uang (karena berasal dari keluarga tidak kaya), melamar Humaira dari keluarga kaya, yang syukurnya memiliki satu tujuan dengan Rizqaan, yaitu menyempurnakan ibadah dengan menikah.
Halangannya cuma satu, syarat perceraian jika Rizqaan tidak bisa membuat Humaira hidup berkecukupan. Resiko tinggi dengan taruhan besar, yaitu hal yang halal dilakukan tapi dibenci Allah ﷻ
Ceritanya sederhana, tidak romantis, tidak dramatis, tanpa plot twist. Murni kisah Rizqaan memulai usaha dari 0 menjadi penjaja roti keliling. Dengan kerja keras, doa ibu dan istri, Rizqaan meraih kesuksesan itu. Cobaan hidup dan iman yang terus terasah. Dua-duanya mampu menghadapi itu semua dengan kerjasama.
Rizqaan & Humaira adalah gambaran muslim yang mengejar akhirat melalui dunia. Kerja keras diiringi doa, menyempatkan memenuhi kewajiban belajar agama di tengah-tengah kondisi sulit hingga kondisi mereka berkecukupan.
Jadi bohong sekali, kalau ada yang ngomong, orang-orang beragama itu fanatik akhirat. Anak istri dibuat melarat. Justru mereka yang tidak paham hakikat hidup di dunia demi mengumpulkan pahala ke akhirat. Sehingga hidupnya hanya dengan mengagungkan filsafat buatan manusia yang hidupnya justru tidak sempurna.
Buku ini adalah pelajaran hidup. Semoga kita bisa meniru ketaqwaan Rizqaan, agar hidup menjadi lebih enteng (meski tidak mudah dilalui)
Dan Humaira, adalah wanita shaleha yang menyertai suaminya tanpa banyak tanya. Hanya kepercayaan bahwa suaminya mampu membawanya ke surga dengan ridhonya.
Sifat Rizqaan & Humaira tidak akan bisa di dapat jika kita enggan belajar agama dan menerapkannya. Tidak bisa kita raih jika sibuk di sosial media mencela sana sini.
Semoga Allah merahmati sosok di balik kisah ini
Aamiin ~
#KonsistenReviewBukuIslami #BukuIslami #MuslimReader #SandiwaraLangit
January 14, 2024
Alhamdulillah Allah mudahkan untuk menyelesaikan buku serial Sandiwara Langit (1&2) bulan ini. Benar-benar menjadi awalan bacaan yang menghangatkan hati dan menentramkan jiwa.
Walaupun sama-sama based on true story, buku seri pertama ini berbeda dengan buku seri kedua. Jalan ceritanya lebih fokus ke dunia pernikahan, sementara buku kedua alur ceritanya cenderung merata dari tokoh utama kecil hingga dewasa.
Yang menyamakan dari kedua buku ini adalah: sama-sama bikin menangis!!😭🤍 masyaaAllah… review lengkap nantinya akan kupost di Instagram (73656c)
Walaupun sama-sama based on true story, buku seri pertama ini berbeda dengan buku seri kedua. Jalan ceritanya lebih fokus ke dunia pernikahan, sementara buku kedua alur ceritanya cenderung merata dari tokoh utama kecil hingga dewasa.
Yang menyamakan dari kedua buku ini adalah: sama-sama bikin menangis!!😭🤍 masyaaAllah… review lengkap nantinya akan kupost di Instagram (73656c)
March 28, 2025
ما أصاب أحدًا قط همٌّ و لا حزنٌ ، فقال : اللهمَّ إني عبدُك ، و ابنُ عبدِك ، و ابنُ أَمَتِك ، ناصيتي بيدِك ، ماضٍ فيَّ حكمُك ، عدلٌ فيَّ قضاؤُك ، أسألُك بكلِّ اسمٍ هو لك سميتَ به نفسَك ، أو علَّمتَه أحدًا من خلقِك ، أو أنزلتَه في كتابِك ، أو استأثرتَ به في علمِ الغيبِ عندَك ، أن تجعلَ القرآنَ ربيعَ قلبي ، و نورَ صدري ، و جلاءَ حزني ، و ذَهابَ همِّي ، إلا أذهبَ اللهُ همَّهُ و حزنَه ، و أبدلَه مكانَه فرجًا قال : فقيل : يا رسولَ اللهِ ألا نتعلَّمُها ؟ فقال بلى ، ينبغي لمن سمعَها أن يتعلَّمَها
October 11, 2018
Saya salaut dengan suami nya...
Meskipun muda dan baru berusia 18 tahun, namun mengadapi coba'an yang begitu berat.. dari kisah ini begitu banyak kesabaran,airmata,perjuangan yang mampu kita petik... bukan hanya yang menikah muda saja, selurug manusia ini pun akan di uji namun tak melampaui batas kemampuan hamba itu sendiri... tetap semangat!! Semua akan berbuah manis.
Meskipun muda dan baru berusia 18 tahun, namun mengadapi coba'an yang begitu berat.. dari kisah ini begitu banyak kesabaran,airmata,perjuangan yang mampu kita petik... bukan hanya yang menikah muda saja, selurug manusia ini pun akan di uji namun tak melampaui batas kemampuan hamba itu sendiri... tetap semangat!! Semua akan berbuah manis.
This entire review has been hidden because of spoilers.
April 29, 2023
Dulu baca ini pas mash SD hahaha, sampe sekarang mash terkenang bacaan dari karya2 Abu Umar Basyier. kasih rating 5 karena selain based on true story, buku ini adalah karya Abu Umar Basyier yang pertama kubaca. Dulu karena mash SD jadi gapercaya ini based on true story, karna mikirnya "se drama inikah kehidupan org dewasa?" ternyata emang iya hahaha
February 28, 2018
Buku ini berkisah cerita based-on true story, tentang Pengabdian istri yang sholehah terhadap suami serta seorang suami yang terus mencari nafkah yang halal dan menjauhi dari hal-hal yang diharamkan.
Buku ini cocok untuk teman-teman yang ingin menikah dan mengalami kefuturan ketika berdagang.
Buku ini cocok untuk teman-teman yang ingin menikah dan mengalami kefuturan ketika berdagang.
July 8, 2019
Banyak pelajaran yang bisa diambil dari seorang Rizqaan yang memiliki keimanan yang luar biasa. Sungguh buku ini menceritakan bagaimana tawakal seorang bani adam dalam menjalani kehidupan yang semu ini. Sangat layak dibaca untuk semua kalangan untuk menambah keimanannya.
January 4, 2023
honestly i kinda underestimated this book but turned out it wasn't bad. this is my third book that was telling about what people called it halal thingy. the previous two were ayat-ayat cinta & ketika cinta bertasbih. what makes it more interesting is that this book was inspired by true story.
November 25, 2018
sebuah sentuhan kisah cinta yang tulus
October 19, 2019
Sedih banget
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 30 of 70 reviews


























