Seberapa besar kehidupan seksual anda memberi kepuasan dan menunjuk pada Allah ?
Penampilan tubuh adalah salah satu industri terbesar di dunia. Mesin pencari Google menghasilkan 770.000.000 situs berkaitan dengan kata "seks." Revolusi seks memang semakin menggila, tetapi seruan Gereja melalui Yohanes Paulus II justru semakin relevan!
Buku ini akan menggoncang pemahaman Anda tentang ungkapan cinta insani lelaki dan perempuan, sebagai gambar dan rupa Allah sendiri. George Weigel, penulis biografi Yohanes Paulus II, menggambarkan "Teologi tubuh" ini sebagai bom waktu teologis yang akan menimbulkan efek dramatis di abad 21.
Yohanes Paulus II menyerukan pembebasan seks bagi Anda, untuk menemukan arti hidup dan kebahagian yang sesungguhnya.
Di sini kupahami beberapa hal: 1. Kenapa seorang imam Katolik seharusnya memang laki2, dan tidak mungkin perempuan 2. Bahwa tubuh dan darah Kristus yang kita santap setiap Misa Kudus tidak hanya berguna bagi jiwa namun bagi tubuh juga 3. Bahwa tubuh tidak terpisahkan dari roh, dan bukanlah penjara dari roh, dan roh tidak lebih baik/lebih kudus dari tubuh, melainkan satu, dan kebangkitan hidup baru pun akan melibatkan kebangkitan badan seperti yang dikatakan di syahadat 4. Bahwa seksualitas adalah suatu sakramen yang mengingatkan kepada Yesus yang menyerahkan dirinya kepada Gereja dan Gereja yang menerima apa yang diberikan kepadanya.
Dan masih banyak lagi. Namun semua ini harus dipahami dengan melihat seluruh konteks yang diceritakan oleh Deshi Ramadani dan alm. Paus Yohanes Paulus II.
Kalau g siap jgn baca. Seks harus dibebaskan sehingga kita tidak merendahkan seks sekaligus tidak mendewakan seks, apalagi berorientasi melulu pada orgasme. Ritus2 seks cenderung dibuat oleh laki-laki atau suami dan mensub-ordinasi perempuan atau istri.