Soal yin yang, keseimbangan seperti kata Mas Iyo, ada benarnya juga. Aku makin memikirkan Fifin, yang pintar luar biasa, otaknya encer dan jadi satu-satunya bos wanita dengan anak buah pria di kantornya. Tapi dia mengeluh tubuhnya susah kurus, biarpun tidak makan berhari-hari, katanya. Lalu ia mengalami kisah cinta tragis dengan suami orang - itu lho Mas Pri- Fifin dicampakkan dan dihina tidak kurang. Kini setelah kisah cintanya sempurna, well, paling tidak di mata orang-orang, dia harus kehilangan payudaranya.
Fira Basuki (born June 7, 1972) is a well-known Indonesian novelist. Arguably her most famous work is her trilogy debut consisting of Jendela-Jendela (The Windows), Pintu (The Door) and Atap (The Roof). The trilogy concerning the journeys of Javanese brother and sister Bowo and June; from graduating high school, studying abroad in the US, their meta-physical experiences (especially Bowo's "second sight" and aura-reading capabilities), relationships with people of different nationalities (especially June's Tibetan husband), and their return home to Indonesia.
Her novel, Brownies, was adapted to a movie which was nominated for Best Picture at the 2005 Indonesian Film Festival, eventually losing out to Gie (though Brownies did earn a Best Director Citra award for Hanung Bramantyo). She recently launched to widespread media acclaim a popular biography on media person Wimar Witoelar, her first work in non-fiction.
Her latest novel, scheduled to be published July 2007, is entitled Astral Astria. As per August 2007, she works as Chief Editor at the Indonesian edition of Cosmopolitan Magazine.
Makin nggak fokus, tapi tetap menyenangkan dibaca. :-)
Belum jelas apakah Fifin terpaksa dimatikan dalam rangka memperingati meninggalnya sahabat tercinta Fira Basuki. Atau memang tokoh Fifin ini sudah tidak bisa diapa-apa kan lagi?
Seperti biasa Ms. B tetap bingung memilih cowok. Memang kalau pilihan banyak, wajarlah kalau jadi bingung memilih yang mana. Tapi saya sepakat dengan para pembaca yg lain (yakin banget ya hehe) bahwa sebaiknya Ms. B memilih Mas Iyo nya itu. Dan cukup habiskan seri ini di buku ke-7. Sebenarnya tidak perlu membuat tokoh baru Queen Tan. Mau dibawa kemana lagi? Apa yg mau diexplore lagi? Enough is enough.
Sudah Fira (sok kenal sok dekat banget ya hehe) tolong akhiri Ms. B ini di nomor ke-7 ya. Sudah ... kami sudah cukup puas ... tolong jangan dipanjang-panjangkan lagi. Biar Ms. B memilih. Kalau memang ternyata Ms. B ini memilih untuk tidak memilih para cowok itu. Atau malah dia memilih tokoh baru itu, Queen Tan, sebagai pasangannya ... so be it... yang penting: Tolong ... please ... akhiri seri Ms. B ini!
Dengar suara dan pendapat fans Ms. B mu ini. Ya Tuhan kabulkanlah keinginan hamba-Mu ini. Amin.
seperti biasa, novel ms.b punya alur yang ngalir tp cepet.. bedanya d buku ini konfliknya 'hidup', ga melulu ngebahas soal cowok-cowok dan cowok yg nge-fans setengah mati sm B. anyway.. klo blh ngasih saran.. sama mas iyo aja deeehhhh... hehehehehe.. randra g jelas gtu.. matt apalagi.. mas ugi terlalu needy.. enakkan yg balance kya mas iyo.. ps: welcome to ms.b, Queen Tan..
Well.. Di buku yang sudah ke-6 ini juga masih terasa datar. Emang ada cerita dimana Fifin harus kena kanker dan meninggal, tapi gak bikin terharu juga.. B juga masih muter2 dengan para pengagumnya tanpa ada kejelasan siapa yang akan dipilih sama B. Jadi buku ini mau di akhiri sampai nomor berapa? Apalagi ada tokoh baru lagi yang tiba-tiba muncul di akhir...
hidup itu keseimbangan. tdk bs mutlak. karena itu di tengah kebahagiaannya, B hrs kehilangan fifin. dengan kesuksesannya ia harus berhadapan dgn org sirik. siap2lah berkabung.
Ada bagian yang bikin kaget. Ada bagian yang bikin inget2 postingan Fira di MP-nya. Ada bagian yang bikin penasaran gimana Ms. B vol 7 nanti dengan munculnya tokoh baru--yang kali ini bukan laki2 ;D