Postmodernisme, istilah ini telah mengandung banyak kontroversi. Sayang kontroversi itu cenderung hanya menampilkan karikatur Postmodernisme, bukan kandungan maknanya yang lebih dalam. Buku ini membahas Postmodernisme pada taraf lebih mendasar, khususnya dalam konteks filsafat. Dalam buku ini diperlihatkan medan luas di mana istilah Postmodernisme digunakan. Secara lebih spesifik dibahas serangan-serangan Postmodernisme terhadap filasafat. Penulis menunjukkan jalan keluar dari kemelut intelektual itu dengan mengusulkan bagaimana saat ini kebenaran, rasionalitas, dan filsafat itu sendiri sebaiknya dipahami.
BA from Parahyangan Catholic University (Bandung, Indonesia), LPh and PhD from Universita san Tomasso (Rome, Italy). Author of some books on Postmodernism, Contemporary Art, Culture, and religious issues (mostly in Indonesian language).
Prof. Bambang Sugiharto dalam buku ini menjelaskan dengan cukup cermat perihal 'linguistic turn' hingga solusinya 'metafora' dan redefinisi pemahaman kita terhadap 'bahasa'.
Dengan lugas ia memetakan arus pemikiran kontemporer tanpa membuat hal yang sulit menjadi semakin sulit. Tapi bagi para pembaca yang sudah pernah bersentuhan dengan Gadamer, jangan terlalu banyak berharap pada buku ini. seperti halnya buku-buku pengantar lainnya. buku ini hanya berupaya membuka khazanah baru.
Cukup sering saya menghadiri acara, diskusi, kelas, yang diisi oleh beliau. Bagi saya ia adalah pengajar filsafat yang termasuk jajaran 'akademis' tapi santai. seorang profesor filsafat yang bisa diajak ngobrol di warung kopi.
Overall, Bambang Sugiharto berhasil membuka masalah sekaligus tantangan baru bagi dunia filsafat, khususnya di Indonesia yang terbilang masih tertinggal. good job!
Buku ini sebenarnya untuk referensi tugas kuliah saya di mata kuliah Metode Penelitian Sosial 2. Buku ini mengupas Post-Modernisme itu sendiri dengan membagi artian Post-Modernisme menjadi tiga. Selebihnya, baca saja.