Jump to ratings and reviews
Rate this book

Teologi Pembebasan

Rate this book
Di dalam buku ini, pengalaman Amerika Latin menjadi rujukan, dan mungkin saja lewat buku ini agama menjadi api kekuatan yang membakar umatnya untuk melawan kezaliman sekaligus berani untuk tidak tunduk pada pengaruh modal.

Buku ini penting dibaca untuk siapapun, terutama bagi Anda para pemeluk agama.

205 pages, Paperback

Published January 1, 1999

10 people are currently reading
130 people want to read

About the author

Michael Löwy

177 books118 followers
French-Brazilian Marxist sociologist and philosopher. He is presently the emerited research director in social sciences at the CNRS (French National Center of Scientific Research) and lectures at the Ecole des Hautes Etudes en Sciences Sociales (EHESS; Paris, France). Author of books on Karl Marx, Che Guevara, Liberation Theology, György Lukács, Walter Benjamin and Franz Kafka, he received the Silver Medal of the CNRS in 1994.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
35 (50%)
4 stars
19 (27%)
3 stars
10 (14%)
2 stars
4 (5%)
1 star
2 (2%)
Displaying 1 - 14 of 14 reviews
Profile Image for Ursula.
302 reviews19 followers
April 10, 2018
Selama ini, banyak orang mempercayai kalau kaum Marxis dan umat beragama tidak akan bisa bersatu. Mereka yang melihat dunia dari sisi materialis dan idealis tentu memiliki banyak hal untuk diperdebatkan. Tetapi apakah memang keduanya benar-benar tidak bisa bersatu dalam situasi dan kondisi apapun, seperti minyak dan air?

Tapi, di negara-negara Amerika Latin faktanya kedua kaum ini dapat bersatu melawan penindasan rakyat miskin. Pada era 1970an, gerakan agama bertajuk teologi pembebasan ini marak berkembang di Nikaragua, Brazil, dan negara Amerika Latin lainnya. Intinya, ini adalah gerakan yang mengombinasikan agama dan Marxisme; dalam hal membela Hak Asasi Manusia (HAM), menentang struktu dan pandangan keagamaan yang secara terselubung ataupun terang-terangan membela kekuasaan yang menindas.

Hal ini didasarkan adanya kesadaran kalau semangat gerakan mereka sama, dan kedua belah pihak pun bersedia untuk mengesampingkan perbedaan yang selama ini menjadi pemisah keduanya. Seperti yang dikatakan salah satu teolog pembebasan, Frei Betto: perbedaan bukanlah dari beriman atau tidak, tetapi mereka yang menindas dan yang tertindas.

Pada bagian awal, Löwy pun menjelaskan tentang 'salah kaprah' umat beragama terhadap Marxisme. Seperti misalkan, kalimat terkenal 'agama adalah candu bagi rakyat' yang dianggap sebagai hinaan terhadap mereka yang bertuhan dan beragama. Entah kenapa saya jadi teringat Tan Malaka yang menulis begini:

Namun pada tahun 1921, sebuah perpecahan timbul karena kritik yang ceroboh terhadap kepemimpinan Sarekat Islam. Pemerintah melalui agen-agennya di Sarekat Islam mengeksploitasi perpecahan ii, dan juga mengeksploitasi keputusan Kongres Komunis Internasional Kedua: Perjuangan melawan Pan-Islamisme! Mereka bilang: Lihatlah, Komunis tidak hanya menginginkan perpecahan, mereka ingin menghancurkan agamamu! Itu terlalu berlebihan bagi seorang petani muslim. Sang petani berpikir: aku telah kehilangan segalanya di dunia ini, haruskah aku kehilangan surgaku juga? Tidak akan! Ini adalah cara seorang Muslim jelata berpikir. Para propagandis dari agen-agen pemerintah telah berhasil mengeksploitasi ini dengan sangat baik. Jadi kita pecah.


Namun, tak dapat dipungkiri kalau memang tak sedikit Marxis radikal yang memang menganggap agama harus dihilangkan dari hidup bermasyarakat. Löwy kemudian mencontohkan sikap Front Sandinista yang bersikap terbuka dan mengakui kalau dalam ajaran agama pun terdapat semangat revolusi dan solidaritas terhadap perjuangan rakyat miskin.

Buku ini penting untuk membebaskan para pembacanya dari dogma maupun stereotip yang mengekang
Profile Image for Achmad Soefandi.
70 reviews4 followers
December 1, 2014
banyak orang mengatakan bahwa marxist anti agama, marxis adalah ideologi anti tuhan dan anggapan lain yang mengatakan bahwa marxist sangat bertentangan dengan agama. Dalam buku kecil ini dijabarkan bahwa marxisme tidak bertentangan dengan agama dan justru banyak gerakan agama yang berideologikan marxist dalam melakukan pembebasan dengan menamakan "teologi pembebasan". Buku ini juga memberikan contoh gerakan agama yang menggunakan ideologi marxis yang sangat berkembang di mexico dimana para pemuka agama memberikan sumbangsihnya dalam pergerakan revolusi di sana. Anggapan bahwa marxis menolak agama jika saya merujuk buku "runtuhnya marxistme dan PKI", berawal dari ucapan Lenin yang merasa kesal pada saat melakukan penyadaran untuk melakukan revolusi pada petani, dimana pada saat itu pemuka agama di rusia cenderung menghalangi gerakan Lenin dan para pemuka agama juga cenderung memihak pemerintaha menindas pada saat itu, hingga Lenin sempat berkata "agama sebagai candu". Jika melihat sejarah bangsa Indonesia sebenarnya banyak tokoh agama yang sangat mendukung marxis dan tergabung dalam PKI pada saat PKI masih menjadi partai yang direstui pada saat itu, salah satu nama yang cukup terkenal dari tokoh agama yang ber ideologi marxist adalah Hj. Misbach.
126 reviews14 followers
August 24, 2020
5/5

Buku ini menyampaikan catatan sejarah mengenai revolusi Amerika Latin, yang begitu dekat dengan unsur2 gereja sekaligus marxisme, dengan bahasa yang mudah dan ringkas. Penulis banyak mengutip tokoh2 maupun konferensi2 keuskupan yang menginspirasi dan mengantarkan saya sebagai pembaca untuk melihat kemungkinan kesejalanan agama dengan marxisme di ranah aksiologis. Buku kecil yang benar2 apik.
Profile Image for Edwison.
1 review
December 25, 2016
Buku ini menjelaskan dengan cukup lengkap apa fungsi iman terhadap sesama dan lingkungan, hubungan antara iman dan filsafat, dan bangaimana menyatakan kasih Tuhan pergumulan manusia tertindas.
Profile Image for Viandika Eko Pradipta.
28 reviews1 follower
January 15, 2021
".... seseorang dapat menjadi seorang yang beriman dan pada saat yang sama sekaligus sebagai seorang revolusioner yang teguh, bahwa memang tidak perlu ada pertentangan di antara keduanya." -FSLN
2 reviews
June 29, 2022
Write and review
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Nufach.
49 reviews11 followers
February 2, 2015
Ini salah satu buku yang cukup 'serius' untuk saya lahap. Di antara berbagai judul novel yang menghiasi minggu saya, Teologi Pembebasan adalah angin sejuk yang berhembus di antara kerontangnya sikap realis dari berbagai novel.

Inilah bacaan yang harusnya dipahami sebelum kita ikut-ikutan mencela agama, mencela keyakinan orang lain yang berbeda dengan kita, bahkan telah melakukan tindak diskriminasi. Buku ini seperti pedoman yang menemani langkah kita yang mencoba untuk mengantar bagaimana agama menjadi candu dalam sudut pandang Marx.

Berbicara agama sebenarnya tak mudah. Tak segampang ustad-ustad kondang televisi yang berbicara surga-neraka, jika kita berdosa masuk neraka, dan berbuat baik masuk surga. Mereka bukan Tuhan yang memutuskan kita masuk ke mana. Dan satu lagi, kita diajak jadi cerdas melihat kondisi keberagamaan. Misalnya, kayak peristiwa pemilu yang berlangsung kemarin tuh. Ketika setiap capres dibacking oleh masing-masing kelompok agama, mereka mengaitkan tokoh capres dengan agama. Maksud saya, kaitan politis tentunya. Yang ujung-ujungnya memberi wacana kalau si capres A alimlah atau si capres B kafir.

Hahahaha.

Saya cuma bisa tertawa. Ternyata serumit itu realita keberagamaan kita. Banyak dari pemeluk agama yang lupa kalau mereka beragama, terkadang keyakinannya disangkutpautkan dengan agenda politik. Haleluya! Jika kita mau sabar aja baca buu ini, serius, suer, sambar petir, buku ini seperti buka mata, hati, juga tangan kita. hehehe. Kita jadi sadar, bahwa beragama adalah sesuatu yang membebaskan.

Membebaskan bagaimana?
Nah, itu jadi syarat. Lebih lanjut, silahkan dibaca sendiri.
Profile Image for Muhammad Respati.
11 reviews1 follower
February 13, 2017
adakah rekomendasi buku yang serupa dengan ini namun membahas Islam dan marxisme?
1 review
January 30, 2017
goog
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 14 of 14 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.