A collection of nineteen mysteries set in Europe and the United States with solutions to be provided by the reader based on clues in the text. Includes a section with solutions, explanations, and indications of degree difficulty for each story.
3 bintang untuk judul Puri Gorila Merah, 4,5 bintang untuk seri Klub Detektif secara keseluruhan—salah satu bacaan wajib bagi pecinta cerita detektif impor untuk anak-anak/remaja di era 1990-an.
Ulasan untuk serinya
Pada dasarnya, Klub Detektif adalah kumpulan cerita pendek misteri/kriminal yang selalu diakhiri dengan teka-teki/pertanyaan ke pembaca. Pertanyaan yang paling sering diajukan biasanya berkisar soal siapa pelakunya, atau kesalahan apa yang dilakukan si pelaku sehingga bisa ketahuan. Asyiknya seri ini adalah… ah, saya comot saja paragraf ini dari biodata pengarangnya, Wolfagng Ecke:
Namanya pada sampul buku merupakan jaminan mutu bacaan hiburan yang mengasyikkan. Keasyikan itu timbul karena adanya rangsangan untuk ikut berpikir, ditambah dengan dialog segar yang sering bernada kocak—serta kekerasan, tetapi ini tidak disajikan dengan kasar. Menurut Wolfgang Ecke: "Tidak ada kisah kriminal yang khusus untuk anak-anak! Yang ada ialah kisah kriminal yang layak disajikan sebagai bacaan bagi anak-anak. Dan itu terlepas dari pertimbangan, apakah kisahnya sengaja ditulis untuk anak-anak atau tidak."
Faktanya, Depdikbud RI pernah mensahkan buku ini sebagai materi ajar. Seri ini memang terbilang bagus sebagai edutainment, karena karakteristik ceritanya yang perlu dibaca ulang dan secara saksama agar pembaca dapat menjawab pertanyaan di akhir cerita dengan tepat. Kita diajak untuk berpikir ala kriminal logis, kritis, dan teliti, dalam proses merangkai fakta-fakta yang ada dan mendeteksi berbagai inkonsistensi atau kejanggalan. Semua itu diramu oleh Ecke dengan begitu cerdiknya melalui banyak cerita lucu, seru, dan menyenangkan, sehingga unsur hiburannya pun selalu terjaga.
Ulasan khusus Puri Gorila Merah
Volume-volume awal Klub Detektif umumnya menampilkan 20-an kasus, dengan berlatar di Jerman atau berbagai negara Eropa lainnya. Di volume pertamanya ini, ada 24 cerita pendek yang bervariasi dari berbagai perkara pencurian (*tema paling umum di seri ini), kejanggalan pada CV calon karyawan, hingga ulah murid nakal yang mengatai-ngatai gurunya lewat pesan di papan tulis.
Kisah yang didapuk sebagai judul bukunya biasanya adalah yang paling bagus, panjang, dan susah ditebak, dan Puri Gorila Merah jelas masuk kategori ini. Ini jenis cerita berbingkai yang seakan memarodikan cerita horor klasik karangan Edgar Allan Poe atau Bram Stoker, di mana pembacanya ditantang untuk menemukan kejanggalan pada cerita tentang seseorang yang terjebak di puri aneh bersama makhluk-makhluk mengerikan. Yang jelas, saya gagal total menebak jawabannya, haha!
Selain Puri Gorila Merah, cerita lainnya di volume ini singkat-singkat dan simpel. Panjang mayoritas ceritanya ada di bawah 10 halaman, bahkan ada yang hanya 2 halaman. Karena itu, pertanyaan-pertanyaannya juga relatif gampang ditebak, mengingat hanya sedikit teks yang perlu dicermati. Banyak kasus yang bisa dipecahkan dengan mengamati dialog untuk mencari ketidakcocokan/inkonsistensi, mendeteksi ujaran ‘keceplosan’ pelakunya (saat mengungkapkan informasi yang tidak seharusnya ia ketahui), atau menerapkan logika dasar. Pola solusinya belum begitu variatif, dan cerita-ceritanya sendiri banyak yang tidak terkesan ‘utuh’ karena hanya berupa cuplikan adegan. Kendati demikian, rasanya tetap saja seru menelusuri kembali lorong nostalgia ini… saat saya menemukan kembali sisa-sisa rasa penasaran khas anak-anak dan kegirangan saat berhasil menemukan kunci misteri. Terima kasih banyak, Wolfgang Ecke!
25 Rätsel die zu lösen für 10 jährige nicht einfach sind. Eingestuft in leicht, mittelschwer und schwer. Früher mochte ich alle Bücher von Wolfgang Ecke. Als Erwachsene, lese ich nun meine Kinderbücher nochmals. Am Ende stehen die Lösungen, die einen auch ab und an überraschen können. Die Geschichten selbst sind durchaus logisch und die einfachen kann man lösen. Für die schwereren braucht man länger. Muss den Text, eventuell zwei mal lesen.
Mein Fazit: Rätsel die lösbar sind. Wobei ab 10 jährige, eventuell ihre Schwierigkeiten haben könnten.
Cerita detektif dengan cara beda! Terdiri dari 25 cerita setiap cerita diberi tanda untuk menunjukkan tingkat kesulitannya : * = mudah ** = sedang *** = sulit
Kalau pada cerita detektif lain pada umumnya setelah pembaca mengikut semua cerita di dalamnya dengan ikut menebak-nebak jawaban yang benar biasanya di akhir cerita sang detektif akan menjelaskan dan memberitahukan jawaban dari teka-teki atau kasus yang dimaksud. Tapi dalam buku ini di akhir cerita cuma ada pertanyaan, yang justru sama dengan pertanyaan semua pembacanya contoh : pada cerita pertama tentang Alibi Tuan Oxter : Dari mana Olaf Kelbjorn tahu, bahwa tamunya berdusta?
Atau pada cerita Puri Gorila Merah : Kesalahan apa saja yang ada dalam Gustaf Lerron?
Semua diakhiri dengan pertanyaan, yang juga menjadi pertanyaan pembacanya. Jawabannya ada dalam kata-kata di setiap cerita yang disajikan, pembacanya diminta berpikir sendiri dan memilah kata-kata mana yang salah.
Uphhhh, cukup memeras otak nih, lebih sulit daripada mengisi TTS, bagi saya yang menggemari Agatha Christie juga ternyata sulit banget...? Atau faktor umurkah? * ih ngeles padahal sih memang oon..hi..hii atau minta bantuan mahluk yang berjaket himpunan oranye yang ngakunya suka sebel sama Poirot ato Miss Marple karena kalah cepat sama dia waktu nebak kasus-kasusnya...?
Sayangnya di akhir cerita dikasih tahu deh jawabannya jadi kayak baca kunci jawaban soal... *lega ternyata otakku masih encer...bukan nyombong..
Suka banget sama seri jadul Klub Detektif ini... setiap buku terdiri dari beberapa kasus yang diberi tingkatan kesulitan, dan kita bisa menebak pemecahan kasus sebelum melihat jawabannya di bagian belakang buku. Hitung-hitung latihan jadi detektif, walaupun saya kok lebih banyak salahnya daripada benarnya ya? Judul buku yang ini juga saya ingat sekali, 'Puri Gorila Merah', kesannya aneh dan misterius. Tapi sebenarnya ada kebohongan dalam kisah Puri Gorila Merah tersebut! Apakah itu...? Silakan baca dan temukan jawabannya di akhir buku :)