What do you think?
Rate this book


64 pages, Paperback
First published January 1, 1944
“Katanya, waktu Kakek masih kecil, kakeknya Kakek-lah yang mencangkok dan menanamnya, jadi mungkin Kakek menganggap pohon keemek itu seperti saudara sendiri.”
“Nenek, tidak apa-apa kalau kembar? Orang-orang tidak akan menertawakan?”