Menurutku "Refrain" bukan hanya sekedar cerita, tetapi juga merupakan novel dengan banyak pengertian, pengertian tentang sebuah arti cinta, pengorbanan, harapan, cita-cita dan lain-lain layaknya sebuah ensiklopedia yang menyuguhkan tentang kehidupan manusia yang dilukiskan dengan bait-bait cerita secara elegan, apik, dan proposional sehingga membuat seseorang tidak akan pernah bosan untuk membaca kisahnya, walaupun berkali-kali.
Pertama kali melihat novel Refrain di jajaran buku pilihan, Toko buku Gramedia. Aku langsung jatuh hati
dengan covernya, sangat simple dan classic. Judul novelnya juga sangat menarik perhatianku, "Refrain : Saat Cinta Selalu Pulang". Hem... Menyiratkan sebuah cerita yang sarat akan rahasia dengan segala sesuatu tentang kepastian dan pastinya juga membuatku penasaran. Apalagi setelah aku membaca sinopsisnya, novel ini benar-benar sukses membuat aku penasaran berat dan mencoba menerka-nerka arti kalimat yang di gambarkan secara puitis dan tidak melebih-lebih, kan sesuatu. Dan tanpa pikir panjang membuatku seolah-olah berjalan menuju meja kasir dan membayar untuk membeli buku ini.
Setelah selesai membaca, aku sempat terpaku. Cerita dalam novel ini benar-benar hidup, seperti mempunyai aliran darah yang mengalir dengan sendirinya tanpa ada paksaan dari kak Winna untuk membuat cerita dalam novel ini terlihat bagus karena pada dasarnya cerita dalam novel ini memang sudah bagus, sungguh, dengan alur yang ringan serta konflik yang menawan ala remaja.
Refrain bercerita tentang tiga sahabat, yaitu : Nata, Niki, dan Annalise.
1. Nata, seorang cowong yang tidak banyak omong dan tegas, terobsesi dengan dunia musik.Ia bersahabat dengan Niki sejak kecil.
2. Niki, cewek periang dengan segala keceriaannya, mempunyai kepribadian unik tapi masih belum mengetahui cita-citanya. Dan ;
3. Annalise, anak seorang model yang terkenal tetapi selalu rendah diri, menyukai fotografer dan ia murid pindahan yang langsung akrab dengan Niki dan Nata.
Konflik cerita dimulai ketika Nata, yang sudah bersahabat dengan Niki, ternyata memiliki rasa yang lebih dari sekedar rasa sayang untuk sahabat kepada Niki. Tapi ia selalu menekan dan mencoba menghapus perasaan itu dari benaknya, namun yang terjadi bukannya perasaan itu langsung lenyap, melainkan rasa itu malah bertambah kuat dan tajam yang akhirnya hanya bisa membuatnya menutupi perasaannya dan mencintai Niki secara diam-diam. Tanpa mau Niki tau perasaanya.
Niki, yang tidak mengetahui perasaan Nata, tiba-tiba saja jadian dengan kapten tim basket SMA Pelita yang populer dikalangan remaja cewek, yaitu Oliver. Konflikpun berlanjut dengan adanya Annalise yang memang sudah tau perasaan Nata ke Niki, ternyata sudah ada hati dengan Nata sejak pertama kali masuk sekolah. Yeah... Sinopsisnya memang benar, ini bisa jadi sebuah kisah cinta biasa, tapi cara tokohnya untuk mencintai sangatlah luar biasa. Sangat penuh pengorbanan walau mencintai secara diam-diam, mengorbankan segenap hatinya hingga membuat perasaanya terasa sakit.
Dan masalah tidak langsung surut begitu saja, lambat laun Niki tahu bahwa Nata mencintainya, bahwa sahabatnya yang selalu bersamanya ternyata menaruh hati padanya. Rasa canggungpun melanda mereka berdua, membuat hubungan mereka jadi tidak seerat dulu, juga membuat hati ketiga sahabat itupun terluka karena perasaan cinta.
Ini membuatku benar-benar paham tentang arti kata-kata yang di ucapkan Klaudia, "Tidak ada persahabatan yang sempurna, yang ada hanyalah orang-orang yang sebisa mungkin mempertahankannya", dan orang-orang yang bisa mempertahankan persahabatan adalah orang-orang yang jujur, jujur terhadap sahabatnya sendiri, berbicara terus terang sehingga sahabatnya bisa mengerti dan dapat mempertahankan eksistensi persahabatan tersebut sehingga tidak masuk ke dalam euforia yang dapat menyesatkan. Karena, seorang sahabat lebih menghargai kejujuran daripada kebersamaan yang menekan kejujuran agar tidak timbul, sepertihalnya Annalise yang jujur atas perasaannya terhadap Nata sehingga Nata bisa memahami. Dan meskipun kejujuran Nata terhadap Niki datangnya terlambat, tetap saja Niki bisa menerima sekaligus memahami perasaan itu.
Saat perjalanan menuju ending. Kak Winna menyuguhkan ending yang tidak biasa sehingga aku sulit untuk menebak apa yang mungkin terjadi di akhir cerita. Ternyata hubungan Niki dan Oliver berakhir begitu saja karena sosok masa lalu dalam kehidupan Oliver. Tapi perasaan patah hati yang dialami Niki tidaklah berlangsung lama karena tiba-tiba saja perasaan aneh mengguyur seluruh tubuh Niki, perasaan yang membuatnya sadar bahwa ternyata ia juga mencintai Nata. Tapi selalu saja, dalam pencapaian cinta sejati selalu ada halangan yang menghadang.
Dan halangan yang menghadang saat Niki telah sadar terhadap perasaannya kepada Nata adalah, ia harus dihadapkan pada sebuah kenyataan. Kenyataan bahwa Nata harus pergi untuk kembali sehingga penantianlah yang hanya bisa ia lakukan dan didalam penantian pastilah selalu ada ujungnya, hingga akhirnya Natapun kembali karena cinta selalu pulang. Yah,yah,yah... Saat cinta selalu pulang, aku baru tahu maksud di balik judul tersebut setelah bergulat sampai titik penghabisan hingga mengetahui setetes demi setetes ceritanya. Dan yang bisa aku katakan tentang novel ini hanya dua kata, yaitu wow dan keren. Setiap konflik-konfliknya di bungkus dengan balutan klimaks-klimaks yang menawan sampai akhirnya aku betul-betul tau arti sebuah persahabatan.
Persahabatan itu suci, putih, bersih sepertihalnya secarik perkamen tanpa guratan pensil atau tinta. Jadi, janganlah pernah mencoreng persahabatan dengan tinta kebohongan. Berilah sebuah kenyataan yang diinginkan oleh seorang sahabat walau kadang kenyataan itu rasanya pahit dan menyakitkan karena pada dasarnya kenyataan dan kejujuran dalam persahabatan itu kuat untuk dijadikan dinding dalam membangun kukuhnya persahaba tan. Yeah... Setidaknya itulah yang bisa aku tulis tentang novel Refrain : Saat Cinta Selalu Pulang. Mudah-mudahan semua bisa tau bahwa Refrain itu adalah kata-kata dibalik sebuah kata-kata yang menyuguhkan manfaat yang tiada habis-habisnya tentang sebuah kehidupan bagi para pembacanya.