Jump to ratings and reviews
Rate this book

Sejarah Kecil #1

Sejarah Kecil "Petite Histoire" Indonesia, Jilid 1

Rate this book
Kisah-kisah kecil yang pernah terjadi di beberapa daerah di Indonesia ternyata menarik juga untuk kita ketahui. Kisah-kisah kecil yang penuh dengan human interest tersebut terkadang lepas dari sejarah besar bangsa Indonesia, namun terkadang mempunyai kaitan erat dengan sejarah besar bangsa ini. Beberapa peristiwa yang terjadi saat ini merupakan pengulangan dari kisah-kisah kecil tersebut.

299 pages, Paperback

First published January 1, 2004

29 people are currently reading
518 people want to read

About the author

Rosihan Anwar

43 books37 followers
Rosihan Anwar lahir tanggal 10 Mei 1922, di Kelurahan Kubang Nan Duo, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Kesastrawanannya dimulai dengan memublikasikan puisi-puisinya di berbagai media massa pada waktu itu, antara lain, di surat kabar Asia Raya, Merdeka, dan majalah mingguan politik dan budaya Siasat.

Karirnya sebagai wartawan dimulai pada awal 1943 di surat kabar Asia Raja, Jakarta, kemudian redaktur pelaksana Merdeka (1945-1946), pemimpin redaksi majalah Siasat (1947), seterusnya pemimpin redaksi harian Pedoman (1948-1961 dan 1968-1974). Setelah Peristiwa Malari 1974 Pedoman dilarang terbit, jadi wartawan freelance di dalam dan luar negeri, di antaranya kolumnis Asiaweek (Hong Kong), koresponden The Straits Times (Singapura), The New Straits TImes (Kuala Lumpur).

Selain di bidang kewartawanan juga aktif di bidang perfilman, tidak saja ikut bersama Usmar Ismail mendirikan PT Perfini awal 1950, tetapi juga jadi anggota Dewan Film Nasional, anggota juri Festival Film Indonesia (FFI), wakil ketua Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N), seterusnya jadi aktor pembantu dalam beberapa film seperti Lagi-lagi Krisis, Karmila, Tjoet Nja' Dien.

Aktif juga menulis sekitar 30-an buku mengenai jurnalistik, agama, sejarah, novel, dan politik. Penyandang tanda kehormatan: Bintang Mahaputera Utama (III) tahun 1973; Pena Mas PWI Pusat (1979); Bintang Rizal Filipina (1977), dan Penghargaan Pemerintah Daerah Sumatera Barat (1984).

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
116 (30%)
4 stars
134 (35%)
3 stars
109 (28%)
2 stars
14 (3%)
1 star
6 (1%)
Displaying 1 - 30 of 30 reviews
Profile Image for Farah Fitria Sari.
228 reviews10 followers
May 3, 2020
Saya suka semua ceritanya. Pak Rosihan memasukkan artikel-artikel yang beliau buat di berbagai harian yang pernah jadi tempat ia bekerja sebagai wartawan di sini. Ada juga beberapa narasi dari program TV yang ia buat untuk TVRI mengenai sejarah tempat tertentu yang menurut saya termasuk program TV keren untuk zamannya. Dari liputan mengenai asal mula RMS, GAM, dan kemerdekaan Timor Timur, sampai sekelumit cerita layar tancap porno di Bogor dijabarkan di sini. Saya jadi lebih mengerti mengenai dinamika kehidupan Indonesia zaman dulu, terutama pada awal abad ke-20.
Profile Image for Aravena.
677 reviews36 followers
October 30, 2020
Gado-gado cerita tentang Indonesia dari masa ke masa, sekaligus buku sejarah dengan desain sampul (tipografi + ilustrasi) paling cantik yang saya lihat (*sebenarnya saya baca ini karena dipinjamkan teman, tetapi sekarang jadi pengin koleksi lengkap karena desain dan isinya).

Isinya memuat penuturan langsung Rosihan Anwar selaku jurnalis legendaris dan saksi sejarah, ditambah berbagai kutipan dari surat kabar, korespondensi, atau naskah film yang digubah beliau. Diberi judul "Sejarah Kecil" karena menurut penulisnya sendiri, ini kumpulan berbagai kisah yang tidak cukup 'besar' untuk dibukukan secara sendiri-sendiri, tetapi pas sekali jika dibuat seri kompilasi seperti ini. Pembagian bab disusun berdasarkan daerah, mulai dari Timor Timur dan diakhiri di Jakarta. Tiga bab pertama cenderung fokus pada tema separatisme karena menyorot daerah Timor Timur, Maluku, dan Aceh, tetapi setelahnya topik pembahasan lebih fleksibel.

Sepanjang bukunya, kita dibawa melompat-lompat antara zaman kerajaan Hindu-Buddha, zaman kolonialisme Belanda dan Jepang, dan zaman modern pasca-kemerdekaan dan reformasi 1998. Kisah yang dibawakan juga campursari: ada intrik politik yang melibatkan CIA dan IMF, ada juga kisah roman seperti perjuangan tentara pelajar laki-laki yang didukung oleh teman-teman sekelas perempuannya dengan dibawakan makanan ke tempat mereka bergerilya, atau kisah para pejabat dan wartawan negara luar yang menjalin asmara dengan perempuan lokal di zaman kolonial. Saya juga merasa banyak dapat pengetahuan dan persepsi baru tentang berbagai figur sejarah, seperti Megawati yang diibaratkan Pak Rosihan "sphinx yang plegmatis", atau Rasoena Said, ikon aktivis politik perempuan di Sumatera Barat "yang lebih hebat daripada kalangan laki-lakinya".

Membaca buku ini juga seakan menyegarkan kembali ingatan saya kepada pelajaran sejarah semasa sekolah (*mengibarkan bendera IPS) tentang peristiwa-peristiwa seperti kedatangan Portugis, Perjanjian Linggajati, KMB, dll. Tentunya dengan bumbu-bumbu sedap nan subjektif khas Pak Rosihan yang tak akan ada di buku pelajaran cetak; misal mata keranjang akutnya Presiden Soekarno, atau celotehan khas Gus Dur ("presiden pertama gila wanita, presiden kedua gila harta, presiden ketiga betul-betul gila, dan presiden keempat membuat orang lain gila" xD).

Karena penyajiannya tidak sistematis, akan ada bab yang terkesan tidak sedetail bab lainnya. Di bab Maluku misalnya, saya masih merasa penasaran soal RMS dan pergolakan di sana. Bagaimanapun, formatnya secara keseluruhan sudah pas jika mengingat tujuan penulisnya, yang menganggap cerita-cerita di sini laksana obrolan ringan-tapi-berbobot yang biasa diceritakan di kalangan penikmat sejarah sambil menikmati gorengan dan teh hangat~
Profile Image for Bunga.
13 reviews14 followers
March 29, 2013
semacam trivia dari perjalanan indonesia sebagai bangsa yang bersejarah luhur.
Profile Image for Biondy.
Author 9 books234 followers
September 2, 2014
Judul: Sejarah Kecil "Petite Histoire" Indonesia, Jilid 1
Penulis: Rosihan Anwar
Penerbit: Penerbit Buku Kompas
Halaman: 299 halaman
Terbitan: Juli 2009

Kisah-kisah kecil yang pernah terjadi di beberapa daerah di Indonesia ternyata menarik juga untuk kita ketahui. Kisah-kisah kecil yang penuh dengan human interest tersebut terkadang lepas dari sejarah besar bangsa Indonesia, namun terkadang mempunyai kaitan erat dengan sejarah besar bangsa ini. Beberapa peristiwa yang terjadi saat ini merupakan pengulangan dari kisah-kisah kecil tersebut.

Review

Beli buku ini dari setahun yang lalu, tapi akhirnya baru dibaca @_@. Ok, saya beli buku ini karena tertarik pada judul, blurb buku, serta nama Rosihan Anwar. Pada akhirnya, buku ini memang tidak mengecewakan saya.

Untuk jilid satu "Petite Histoire" ini, Rosihan Anwar lebih banyak memasukkan latar belakang Indonesia pada zaman penjajahan Belanda. Bahkan bab pertamanya yang membahas tentang Timor-Timor, ditulis mundur hingga ke zaman datangnya para pemburu kayu cendana, yang merupakan komoditi mahal pada zaman dulu.

Gaya penulisannya langsung, tidak berbunga-bunga, dan dipenuhi dengan literatur pendukung lainnya (walau kebanyakan buku sumbernya ditulis dalam bahasa Belanda).

Pembahasannya menarik. Saya paling suka dengan tulisan tentang Timor-Timor yang sarat akan sejarah awal Timor-Timor, turunnya pemerintah Indonesia dalam membantu lepasnya Timor-Timor dari Portugal, hingga disintegrasinya dari Republik Indonesia.

Sayangnya ada beberapa bab yang pembahasannya tidak semenarik di bab 1. Ada bab-bab yang terasa agak datar (kalau tidak mau dibilang membosankan), yang membuat proses membaca saya jadi agak terhambat.

Buku yang menambah banyak ilmu sejarah dan sangat saya rekomendasikan untuk dibaca.
Profile Image for Rizka Widyaningtyas.
10 reviews16 followers
November 24, 2012
Membosankan. Mungkin itu pikiran yang muncul pertama kali jika menyangkut buku yang membahas tentang sejarah. Tapi justru buku ini merusak semua paradigma itu. Buku (tentang) sejarah bisa menarik! Rosihan Anwar sebagai wartawan senior menulis buku ini dengan bahasa yang menarik tapi tidak bertele-tele. Pakem-pakem jurnalistik digunakan dengan alur yang mantab. Bahkan saya tidak sadar sudah sampai di halaman terakhir buku ini. Sebagai kaum muda Indonesia memang seharusnya kita mengetahui sejarah bangsa sebagai bentuk apresiasi dan cinta tanah air. Namun tidak banyak buku sejarah yang menarik untuk dibaca, isinya melulu tanggal-tanggal dan penulisannya terkesan kaku. Buku ini bisa menjadi alternatif buku sejarah yang baru. Salut untuk bapak Rosihan Anwar yang mampu mengorek sejarah hingga sekecil-kecilnya dan mau berbagi dengan pembaca. Tak sabar saya untuk membaca seri-seri selanjutnya.
Profile Image for Saad Fajrul.
120 reviews2 followers
April 13, 2018
Sesaat setelah menyelesaikan membaca buku ini saya menyadari sesuatu. Sejarah tidak hanya berisi peristiwa besar. Dalam negara ini contohnya adalah proklamasi kemerdekaan, kelahiran TNI, Malari, hingga reformasi. Sejarah juga diisi oleh hal - hal kecil yang turut menyusun suatu peristiwa sejarah. Hanya saja hal - hal kecil tersebut sering terlupakan. Mungkin karena dianggap tidak terlalu penting. Karenanya saya menyukai buku ini. Rosihan Anwar memberikan informasi penting yang seringkali terlewatkan. Sebaiknya publikasi sejarah kecil negara ini ditingkatkan lagi mengingat ada ungkapan lama yang mengatakan bahwa bangsa besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya.

Salut.
Profile Image for Miarrafa.
19 reviews1 follower
November 11, 2018
Benar-benar kecil. Hal-hal kecil yang lupu dari halayak, dikemas menjadi sangat mengesankan.

Membawa saya menelusuri labirin waktu, memainkan imajinasi tentang masa lampau lewat kesaksian Rosihan Anwar.

Nice :))
Profile Image for Anggi Hafiz Al Hakam.
329 reviews5 followers
January 26, 2013
Tidak salah bila Rosihan Anwar dinobatkan menjadi seorang dari empat saksi sejarah terkemuka Indonesia selain BM. Diah, Mochtar Lubis, dan Jakob Oetama.

Rosihan Anwar membuka kembali catatan kecilnya yang tersebar dalam berbagai publikasi di media cetak nasional. Melalui catatan-catatan itu Rosihan Anwar mencatat segala detail peristiwa yang terjadi dalam sejarah republik. Beberapa artikel pembuka membawa pembaca untuk memahami lebih baik mengenai Timor Timur dan Aceh. Rosihan Anwar banyak menulis tentang riwayat yang menjadi asal-muasal sejarah Timor-Timur sejak jadi bagian provinsial dari Portugis. Kemudian, semua bagian sejarah yang sekarang nampak sudah di"peti es"kan dicairkan kembali. Tentang bagaimana hubungan keinginan rakyat Timor serta pengaruh hegemoni Amerika Serikat dalam usahan integrasi Timor ke dalam kedaulatan NKRI. Menarik, karena membuka wawasan lebih jauh sehingga pembaca dapat membuat perbandingan dengan "fakta" sejarah yang selalu dimunculkan lewat buku-buku pelajaran sejarah.

Sama halnya dengan masalah Aceh. Aceh yang dulunya dijuluki Lumbung Republik, karena memang Aceh pernah menjadi basis modal untuk perjuangan republik, mengalami pergolakan dalam hubungannya dengan Republik. Pergolakan internal yang mengakibatkan munculnya separatis GAM menimbulkan isu utama soal perpecahan republik yang masih berusia muda ini. Lewat tulisan khasnya, kita dihadapkan pada detail-detail disekitar konflik tersebut. Mulai dari Daud Beureuh hingga Hassan Tiro.

Menjelang akhir, ada sebuah catatan yang ditulis kembali, mengenai insiden 27 Juli 1996. Dengan alasan keterbukaan dan situasi yang mulai kondusif maka 6 tahun kemudian Rosihan Anwar membuka kembali catatannya soal peristiwa tersebut. Hal ini sangat dimungkinkan mengingat kediaman pribadi Rosihan Anwar yang terletak berdekatan dengan lokasi kejadian. Melalui catatan itu, Rosihan Anwar menjadi saksi bahwa konflik kepentingan pemerintah terhadap hal apapun yang merongrong kekuasaan masih mendominasi. Setelah sekian lama bungkam akhirnya Rosihan Anwar mau menulis nama-nama pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Overall, banyak sekali lintasan waktu dan peristiwa yang terekam dari pena Rosihan Anwar. Seperti judulnya: Sejarah Kecil (Petite Histoire), Rosihan Anwar mengajak kita berkelana, berkeliling menyusuri petak-petak kecil yang menyimpan sejarah besar. Tidak sedikit korelasi antara kejadian-kejadian yang selama ini telah diketahui bersama dengan potongan sketsa-sketsa kecil itu. Dengan demikian, sejarah bukan lagi hal yang bersifat statis.
Profile Image for Rere.
124 reviews9 followers
October 24, 2011
[Resensi ini merupakan tugas bahasa Indonesiaku]

Rosihan Anwar merupakan jurnalis dan sejarawan amatir. Sebagai wartawan senior dan pencinta sejarah, dia ingin agar generasi muda tertarik untuk membaca sejarah. Dia juga ingin memberitahu kepada kita tentang kisah-kisah kecil yang menarik, terselip di antara lembaran-lembaran tebal sejarah. Peristiwa-peristiwa yang kadang terlupakan, tetapi erat kaitannya dengan sejarah besar negeri kita tercinta. Agar kisah-kisah ini tidak dilupakan, Rosihan Anwar menulisnya kembali dengan gaya jurnalisme-nya yang khas.

Buku ini dibagi menjadi beberapa bab yang diberi nama menurut tempat kejadiannya; selanjutnya bab-bab ini dibagi menjadi beberapa sub-bab, yang masing-masing membahas topik-topik sejarah.

Pada bab pertama, kita diajak ke Timor Timur (sekarang Timor Leste) untuk melihat cendana. Dalam bab ini, dijabarkan tentang proses lepasnya Timtim dari pangkuan ibu Pertiwi. Di sini juga ada penjelasan singkat tentang perbedaan kaum mestizo dan penduduk asli Timor. Bab kedua dan ketiga juga membahas separatisme, kali ini di Maluku dan Aceh. Bab keempat menceritakan tentang kudeta Nazi Jerman di pulau Nias. Masing-masing bab menceritakan kisah-kisah yang terlihat tidak penting, tetapi sebenarnya terkait dengan sejarah Indonesia.

Selain kisah-kisah di atas, ada juga cerita tentang wartawan Belanda yang bersembunyi selama 37 bulan dari Jepang. Kisah seorang ulama Banten yang menjadi sahabat Professor Snouck Hurgronje, dan ada juga kisah kecil tentang pertemuan antara Presiden Soekarno dan Menlu Belanda.

Buku ini ditulis dengan gaya lugas dan tajam seorang reporter. Penulisannya singkat, kelas, tidak bertele-tele dan mengikuti kaidah 5W + 1H layaknya penulisan berita. Karena topik dan cara penulisannya cenderung ringan, maka buku ini tidak terkesan berat dan cocok untuk dibaca generasi muda yang kurang suka dengan hal-hal rumit. Tetapi, ada banyak kesalahan tulisan yang luput dari koreksi editor. Dan juga, beberapa istilah-istilah Belanda yang tidak diterjemahkan mungkin membuat bingung pembaca awam.

Buku ini cocok untuk dibaca sejarawan-sejarawan pemula atau generasi muda yang tertarik kepada sejarah. Sebenarnya, kalau dipiki-pikir, semua orang dari semua kalangan bisa membacanya, asalakan mereka mempunyai kecintaan terhadap sejarah.
Profile Image for Michiyo 'jia' Fujiwara.
429 reviews
January 17, 2013
Bicara.. Sejarah.. menurut pendapatku..andaikan kita menonton sebuah drama pertunjukan..dimana panggung tempat kita menyaksikan seseorang bermonolog..dengan lampu sorot (spotlight) yang hanya mengarah kepada sang monolog saja..otomatis perhatian kita hanya tertuju padanya..tidak pada, misal; latar belakang panggung, properti yang ada di panggung bahkan pada pemain teater lain yang ada disebelah sang monolog..sang sutradara panggung adalah orang yang bertanggung jawab secara langsung pada kita..sang penonton.. atas apa yang kita pahami diatas panggung pertunjukkan ini..lantas apa kaitannya dengan sejarah yang kita bicarakan disini? Sejarah yang kita ketahui selama ini adalah sebuah penggambaran dari apa yang terlihat dari lampu sorot saja..tidak pada bagian-bagian lainnya..dan lewat Petite Histoire..Sejarah Kecil Indonesia Jilid 1.. yang ditulis oleh alm. (Bung) Rosihan Anwar..kita masyarakat awam bisa mengetahuinya.. detail-detail sejarah kecil yang tak tampak oleh mata penonton, yang tak terkena sinar lampu sorot.. hal-hal unik..mulai dari perkembangan bangsa ini; sebelum pra kemerdekaan..sampai pasca reformasi..

Cerita dibuka dari kisah ex-propinsi ke-27..yang saat ini sudah menjadi negara merdeka.. Timor Leste (Timor Timur dulu namanya)..siapa yang sangka kalau awal permulaan kisah ini (Portugis vs Indonesia) dari kayu cendana..! ada kisah yang terus berulang..Maluku..riwayat Aceh..kaitannya dengan awal berdirinya negeri ini, Pulau Nias..dan Nazi Jerman..Sumatera Barat.. daerah asal Bung Rosihan, Sumatera Selatan..sang Venesia dari Timur..Bengkulu dan Bung Karno..Banten dan Prof. Hurgronje.. sedikit melenceng dari wilayah Republik Indonesia..kisah Kepulauan Kokos..dan tempat persinggahan Alexander Hare..kisah tentang penyerahan kedaulatan Republik Indonesia..barusan liat wikipedia dan ada yang pernah ‘ngeh’ gak sih dengan ini??
description

dan kisah-kisah Presiden-Presiden Indonesia; yg kedua..ketiga..keempat dan kelima..
Profile Image for Regalia.
43 reviews
December 30, 2011
Sejarah selalu menarik untuk diketahui apalagi dipelajari. Bung Karno bilang "Jas Merah" Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah. Banyak yang bisa di petik, di pelajari dari sejarah, sejarah pribadi, sejarah keluarga, sejarah masyarakat dan sejarah bangsa.

Membaca buku karangan sang wartawan senior Rosihan Anwar menjadi amat menarik, karena menceritakan sejarah dari sisi yang belum dikenal masyarakat banyak secara luas. Seperti judul buku ini "Sejarah Kecil" Hanya menceritakan penggalan-penggalan peristiwa dari berbagai daerah di Indonesia. Buku yang amat menarik terutama untuk pemerhati sejarah seperti saya.
Profile Image for Masgalih.
18 reviews2 followers
Read
December 26, 2012
Love it. It tells you lots of thing in Indonesian history that you won't find in any popular media at this moment. It opens our eyes that there are still so many things that we don't know about Indonesia. And even though it's not about something that people would call "simple", it was not written in such "complicated" way. It's like a father telling a story to his kids about rocket science, and the kids actually understand it and even enjoy it. And that really tells about the quality of the writer.
There are four books with this title, part 1 up to part 4, but somehow I can't find the second part of the book.
Profile Image for Bunga Mawar.
1,356 reviews43 followers
Read
January 1, 2023
Saya sampai googling dan wikiwalking, untuk tahu apa sih rumusan baku tentang "petite histoire". Dan tidak ketemu, belum. Di pengantar buku ini sih sudah dijelaskan, dan dengan pemahaman yang saya dapat, rasanya buku ini tidak cocok menyandang judul "petite histoire", karena semua sejarahnya tidak ada yang keciiil...

Pertama dibaca sebelum pergi ke Padang, pertengahan Januari lalu. Sampai hari ini, 13 Februari 2009, belum saya lanjut lagi. Terlebih karena saya tak tahu buku ini terselip di mana... :p
Profile Image for Muhammad Fadel.
97 reviews12 followers
December 26, 2013
Buku ini memuat "Petite Histoire", atau "Cerita Kecil" tentang sejarah Indonesia. Di edisi 1 ini Rosihan Anwar menceritakan tentang sejarah beberapa di provinsi di Indonesia. Hal menarik dari buku ini adalah konten cerita-nya. Rosihan tidak menceritakan sejarah layaknya buku-buku sekolah. Ia tidak hanya menceritakan kejadian, namun juga aktor-aktor yang berperan termasuk watak-nya. Mungkin buku ini tidak sampai sangat mendetail menceritakan peristiwa yang terjadi, namun bagi pemula seperti saya buku ini sangat membantu.
Profile Image for Alimin.
26 reviews5 followers
April 27, 2015
merendah sepertinya seorang bapak sejarah bangsa ini menyebut karya ini dengan "petite histoire" atau sejarah kecil Indonesia. Dibalik kisah-kisah sejarah 'kecil' justru menyimpan suatu rahasia besar yang menjadi fragmen bangsa ini. Bapak Rosihan Anwar sengaja membuat saya jadi semakin cinta dengan sejarah bangsa ini. Penting belajar sejarah seperti kata bapak bangsa Sjafruddin Prawiranegara 'sejarah adalah pedoman untuk membangun masa'
Profile Image for Indah Threez Lestari.
13.5k reviews270 followers
April 12, 2014
406 - 2014

#Program BUBU

Pertama kali dibaca pada bulan Januari 2010.


Lama banget kubiarkan nangkring di meja kerja, tapi ga selesai-selesai juga... akhirnya kubawa pulang lagi dan dibaca sampai selesai di kostan aja. Menambah pengetahuan buatku yang nggak begitu tahu sejarah aneksasi Timtim, adanya tentara Jerman di wilayah Indonesia, dll.
Profile Image for Hadi Iswanto.
46 reviews1 follower
May 24, 2013
catatan sejarah kecil bangsa indonesia yang terkadang luput dalam sejarah besar bangsa indonesia dikemas dalam bahasa yang menarik dan mudah dipahami. walaupun tidak banyak gambar ilustrasinya, bisa betah untuk terus membacanya dan membalik halaman demi halaman sampai tuntas.
buku yang bagus dan bermanfaat untuk menambah wawasan.
Profile Image for Dinna Fitriyana.
24 reviews34 followers
June 30, 2013
This is a petite piece of stories of Indonesia. Stories that I bet you've never heard before, except you are a bookworm who read Dutch book. Well, so much worth to read even though I need a year to finish it. LOL.
Profile Image for Fibrina  Damayanthi.
121 reviews2 followers
December 25, 2007
Sebuah essai tentang sejarah Indonesia yang didasari oleh pengalaman seorang wartawan senior. Asyik bacanya, membuat kita mengetahui sejarah yang tidak tercatat dalam pelajaran sekolah
Profile Image for muhammad.
53 reviews4 followers
July 16, 2008
sejarah kota2 di indo...
sejarah beberapa nama jalan...
lumayan banget nambah wawasan
Profile Image for Diyan.
10 reviews
Read
April 16, 2009
keren!!!! gue selalu suka buku sejarah yang nyeritain sempilan2 sejarah....
Profile Image for Metri.
17 reviews1 follower
December 1, 2009
memperdalam pengetahuan, menelusuri lorong waktu
Profile Image for Andi.
21 reviews2 followers
December 17, 2009
buku ini saya beli secara tidak sengaja ketika jalan2 di gramed. kayaknya judulnya menarik. setelah saya baca, ternyata sangat menarik!!!!
bagi yg belum baca, silakan dibaca ini buku.
Profile Image for Ari.
3 reviews1 follower
March 16, 2010
Rosihan Anwar mampu bercerita melalui buku ini detail sejarah Indonesia . Dengan kata-kata yang bagus, dan tidak menjemukan.
Profile Image for Lee.
254 reviews46 followers
November 5, 2014
Terlalu menarik, jadi disingkirkan dulu, takutnya ntar selesai baca semuanya, isi bab pertama malah kelupaan.
Profile Image for Irwan.
Author 9 books122 followers
March 16, 2013
cerita-cerita kecil sejarah yang mengasyikkan. memberi penanda-penanda humaniora atas rentang waktu kesejarahan.
Profile Image for Ahmad Rajiv.
120 reviews2 followers
August 3, 2013
Banyak kisah-kisah kecil yang kelihatannya sepele namun ternyata berpengaruh cukup signifikan dalam peradaban dan kebudayaan kita.
Displaying 1 - 30 of 30 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.