The problems of the youth are not problems that are connected to them insomuch as they are problems of the community that they live in. Sticking them to the youth is to accuse the innocent and to exonerate the guilty. To charge them with the responsibility of rising above these problems while their communities remain as they are is a very strange kind of futile behaviour. How can that be, and what is the solution? The answer is found in the pages of this book.
Buku ini adalah seri ke-4 dari buku series Sheikh Al-Buti yang saya beli di Malaysia lewat teman beberapa tahun yang lalu. Buku yang ini baru saya selesaikan beberapa hari yang lalu, dan isinya membahas tentang problematika para pemuda.
Di buku ini Sheikh Al-Buti menyampaikan pentingnya peran pemuda, namun juga betapa problematiknya keadaan mereka hari ini. Dan hal ini, tidak lain tidak bukan, tidak bisa dipisahkan dari keadaan masyarakat dan umat saat ini.
Salah satu sumber betapa tersesatnya pemuda hari ini adalah hal-hal yang mereka konsumsi untuk akal mereka. Betapa banyak anak muda hari ini yang sibuk mengkaji berbagai ideologi, dari Marxist, Tan Malaka, serta berbagai tokoh filsafat agar terlihat progresif. Namun apa yang terjadi, mereka mendapati diri mereka semakin bingung dan semakin terombang-ambing.
Karenanya sangat penting untuk memilah buku seperti apa yang kita konsumsi, dan tahu bagaimana membacanya, serta selalu dibarengi dengan berguru pada alim ulama agar pemahaman kita tidak salah arah.
Hal lain yang disebut adalah betapa pentingnya lingkungan pertemanan untuk para pemuda, karena begitu besar pengaruh pertemanan pada anak muda dibanding dengan nasihat, ilmu, ataupun input lain yang berusaha kita berikan.