Quest for the Red The Life of Ibn Arabi is undoubtedly a landmark in Ibn Arabi studies. Until the publication of this book, anyone who wanted to learn about the life of Ibn Arabi has had little choice of material to work from. This major study by Claude Addas is based on a detailed analysis of a whole range of Ibn Arabi's own writings as well as a vast amount of secondary literature in both Arabic and Persian. The result is the first-ever attempt to reconstruct what proves to have been a double on the one hand, the journey that took Ibn Arabi from his native Andalusia to Damascus - and on the other hand, the 'Night Journey' which carried him along the paths of asceticism and prayer to the ultimate stage of revelation of his mystic quest.
This is a difficult book to review, mainly because Ibn Arabi is someone who have to read (in a certain state) rather than read about. The author is quite honest about the difficulties of retracing this enigmatic medieval life. I would not necessarily recommend this to those trying to understand tasawwuf, the esoteric knowledge that makes Ibn Arabi essential. If like me however your mind is also conditioned in what could be called historicism, you would want to know as much as you can about this remarkable individual. The book manages to shed a little bit of light about him, though it is necessarily humble in its ambitions.
Unfortunately I lost my copy of this book and had to end reading it about 4/5th of the way through. If I find the copy at a later date I will include further notes, which were taken in the margins.
Buku biografi kedua yang yang saya sukai selepas Al Munqiz Minal Dhalal Imam Al Ghazali.
Pendekatan penulis sangat menarik dalam mengupas sumber-sumber primer yang menjadi rujukan dalam menukilkan kisah hidup Ibnu Arabi. Kepincangan dalam rujukan, seringkali membawa kepada hal-hal pelik dan keraguan.
Selain itu, turut dikupas keadaan sosial, sejarah, politik dan keadaan semasa ketika Ibnu Arabi membesar dan melakukan penghijrahan dari satu tempat ke tempat yang lain.
Perasaan saya bercampur baur ketika membaca biografi ini. Ada masa saya sangat terpesona, ada masa saya sedih, ada masa saya sangat keliru sekelirunya.
Tokoh ini berada di bidang dan tahapnya yang tersendiri. Mungkin ilmu saya belum benar-benar cukup untuk benar-benar memahami tokoh ini.
Namun, saya bersyukur dapat mengenal sedikit sebanyak Syeikh Akhbar ini. Sekurang-kurangnya, untuk berlaku adil kepada tokoh ini.
Boleh dikatakan buku ini adalah penulisan palibg komprehensif mengenai Ibnu Arabi. Ia bukan biografi biasa tetapi lebih daripada itu; sebagai analisis perhubungan2 Ibnu Arabi dengan orang sekelilingnya, pemerintah, kawan, keluarga dan musuh. Turut diberi perhatian adalah kejadian2 yang berlaku pada tahun2/tempat2 yang didiaminya lengkap dengan latar yang menyeluruh walaupun sering saya rasakan agak tersasar dari tujuan asal penulisan kisah hidup ini. Selain itu fasa hidup dan kembara Ibnu Arabi turut memberikan saya sepintas kefahaman terhadapa pegangannya yang suatu ketika dulu sukar untuk difahami.
Mencari belerang merah adalah terjemahan The Quest of Red Sulphur tulisan Claude Addas seorang ahli falsafah wanita yang saya cukup hormati. Walaupun bukan Muslim kefahaman beliau terhadap ajaran Akbari cukup mengujakan. Buku pertama tahun ini yang memberikan biografi mendalam terhadap Ibn Arabi - moga dengan faham latar belakang ini saya dapat memahami karya fusus al hikam dan futuhat al makkiyah dgn lebih baik. sirru ala barakatillah.
Buku ini merupakan biografi lengkap dari seorang filsuf, mistikus sekaligus penyair besar Islam yang memiliki nama gelar Syaikhul Akbar Ibn Arabi. Buku ini membahas kehidupan dan karya-karya Ibn Arabi, termasuk pemikirannya tentang mistisisme Islam, filsafat, dan teologi. Buku ini juga membahas perjalanan Ibn Arabi ke berbagai tempat di seluruh dunia Islam dan pertemuan-pertemuannya dengan para tokoh intelektual pada zamannya.
Buku ini memperkenalkan pembaca kepada pemikiran Ibn Arabi, yang dikenal sebagai salah satu mistikus paling berpengaruh dalam sejarah Islam. Buku ini juga menawarkan wawasan tentang ajaran-ajaran esoteris dalam Islam, dan bagaimana Ibn Arabi memadukan pemikiran-pemikiran filosofis, teologis, dan mistis dalam karya-karyanya.
Gaya bahasa yang digunakan dalam buku ini tergolong akademis dan kompleks. Narasinya cukup cermat dan terperinci, disertai dengan banyak kutipan dari karya-karya Ibn Arabi dan sumber-sumber sejarah Islam lainnya. Pembaca yang tidak terbiasa dengan kosakata dan istilah Islam mungkin memerlukan sedikit waktu untuk memahami beberapa konsep yang dibahas dalam buku ini.
Namun, meskipun bahasanya kompleks, buku ini sangat terstruktur dengan baik dan disusun dengan logis dan sistematis sehingga memudahkan pembaca untuk mengalir mengikuti alur ceritanya. Selain itu, penulisnya juga memberikan konteks sejarah yang penting untuk memahami konten buku, sehingga membantu pembaca untuk memahami latar belakang sosial, politik, dan budaya pada zamannya.
Tema utama yang dibahas dalam buku ini adalah tentang kehidupan dan karya-karya Ibn Arabi. Buku ini mencakup banyak aspek kehidupan Ibn Arabi, termasuk latar belakang keluarganya, pendidikannya, perjalanan-perjalanannya, serta pengaruh-pengaruh dari luar yang turut berperan membentuk alam pemikirannya.
Tema lain yang dibahas dalam buku ini adalah ajaran-ajaran esoteris dalam Islam, termasuk mistisisme dan filsafat. Buku ini mengeksplorasi gagasan-gagasan Ibn Arabi tentang hubungan antara manusia dan Tuhan, serta konsep-konsep lain seperti wahdat al-wujud (kesatuan wujud) dan wahdat al-shuhud (kesatuan pengamatan).
Konteks sejarah dan sosial yang terjadi pada zaman ini, mencakup peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Islam termasuk Perang Salib dan periode keemasan Islam di Spanyol. Buku ini juga membahas tokoh-tokoh intelektual lainnya pada masa hidup Ibn Arabi.
Secara keseluruhan, alur cerita dalam buku ini terstruktur dengan baik dan mudah diikuti, meskipun tidak memiliki plot yang terdefinisi dengan jelas karena fokus utama buku ini adalah menggambarkan kehidupan dan pemikiran Ibn Arabi secara komprehensif.
Berikut rangkuman alur kronologis kehidupan Ibn Arabi yang dibahas dalam buku ini:
1. Kelahiran dan Kehidupan Awal di Andalusia (1165-1182)
Buku ini memulai dengan menggambarkan kelahiran dan kehidupan awal Ibn Arabi di Andalusia, serta latar belakang keluarga dan pendidikannya.
2. Perjalanan ke Mekah (1182-1193)
Pada tahun 1182, Ibn Arabi melakukan perjalanan pertamanya ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji dan mengunjungi makam Nabi Muhammad. Di Mekah, ia bertemu dengan banyak tokoh mistisisme Islam dan mulai menulis karya-karyanya yang paling awal.
3. Kehidupan di Sevilla (1193-1198)
Setelah kembali dari Mekah, Ibn Arabi menetap di Sevilla dan mulai membangun reputasinya sebagai seorang pemikir dan guru. Di sini, ia menulis karya-karyanya yang paling awal, termasuk "Risalah al-Anwar" dan "Kitab al-Isra'."
4. Perjalanan ke Timur Tengah (1198-1201)
Pada tahun 1198, Ibn Arabi meninggalkan Andalusia untuk melakukan perjalanan ke Timur Tengah, di mana ia bertemu dengan banyak tokoh penting di bidang mistisisme Islam. Selama perjalanan ini, ia menulis karya-karya seperti "Futuhat al-Makkiyah" dan "Tadbirat al-ilahiyyah."
5. Kehidupan di Spanyol (1201-1223)
Setelah kembali ke Spanyol pada tahun 1201, Ibn Arabi menetap di Murcia dan terus menulis karya-karyanya yang paling terkenal, termasuk "Fusus al-Hikam" dan "Tarjuman al-Ashwaq." Di sini, ia juga berinteraksi dengan banyak tokoh intelektual dan mistisisme Islam lainnya.
6. Perjalanan ke Mesir (1223-1224)
Pada tahun 1223, Ibn Arabi melakukan perjalanan ke Mesir untuk menemui Sultan Malik al-Kamil, yang menjadi penggemar dan pelindungnya. Di Mesir, ia juga bertemu dengan banyak tokoh intelektual dan mistisisme Islam, dan menulis karya-karyanya yang terakhir, seperti "Al-Futuhat al-Makkiyah" dan "Al-Durrat al-Fakhirah."
7. Kehidupan di Damaskus (1224-1240)
Setelah meninggalkan Mesir, Ibn Arabi menetap di Damaskus dan terus menulis karya-karyanya. Di sini, ia juga menjadi seorang guru yang sangat dihormati dan memiliki banyak murid dari berbagai lapisan masyarakat. Ibn Arabi meninggal pada tahun 1240 dan dimakamkan di Damaskus.
Melalui buku ini, pembaca dapat memahami bagaimana Ibn Arabi mengembangkan gagasannya tentang wahdat al-wujud (kesatuan keberadaan), dan bagaimana ia menyatukan berbagai tradisi mistisisme Islam dan filsafat Yunani klasik dalam pemikirannya. Selain itu, buku ini juga membahas kontribusi Ibn Arabi dalam bidang tafsir, syair, dan filsafat, serta pengaruhnya pada generasi-generasi setelahnya.
Dengan bahasa yang indah dan terperinci, Claude Addas memberikan penggambaran yang sangat hidup tentang kehidupan Ibn Arabi, dan membuat pembaca terlibat dalam perjalanan hidup dan pemikiran sang tokoh. Buku ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang tertarik dengan mistisisme Islam, filsafat, sejarah, dan budaya Islam, serta bagi mereka yang ingin memahami alam pemikiran Syaikhul Akbar Ibn Arabi yang sangat berpengaruh dalam tradisi Islam dan pemikiran dunia.
As someone who has only heard of references to Ibn Arabi here and there and seen his mystical character presented on the tv show Ertugrul I was keen to learn more about him, his character and lifestyle. I have to say this book was rather heavy, with a lot of names, dates and references and less beneficial in bringing me closer to understanding the values and teachings of Ibn Arabi. It is a great choice for those who want to know the exact details of his life events and are historians but I would not recommend to others.
«بين نعم ولا تطير الأرواح من موادها والأعناق من أجسادها» سيرة قامت أولا على أساس الدقّة والصحة لرجل عاش فترة لم تؤرخ جميع تفاصيلها، عنَت كلود بشكل أظن فيه شيئاً من الهوس بالتفاصيل والأسماء ليظهر لنا في الكتاب مرجع ممتاز لأي مهتم بصوفية ابن عربي ومن حوله. عن نفسي كنت أكثر اهتماما بأفكاره ولم يخلُ منها الكتاب لكن ما زال بحر ابن عربي صعب الإبحار وما شُرح هنا من غرائبه إلا قليلاً.
الكتاب بعمومه جيد وهو قديم منذ حوالي 33 سنة تقريبآ وإن كان ترجم مؤخرا ويقال انه افضل ما كتب عن ابن عربي في الأكاديمية الغربية حتى الآن تقريبا.
تحاول المؤلفة إعادة صياغة وترتيب سيرة ابن عربي بالاعتماد على مؤلفاته بشكل رئيس وخاصة عمله الضخم /الفتوحات الكبرى/ إضافة لبعض المصادر المعاصرة لابن عربي او المتأخرة عنه وقد نجحت في ذلك الى حد كبير.
كما أنها تناولت بالنقد والتقويم بعض البحوث والمراجع المتأخرة التي تناولت ابن عربي وفكره وخاصة المستشرق الإسباني الشهير بلاثيوس والمستشرقان الفرنسيان هنري كوربان و ماسينيون وتلميذه يحيى عثمان الذي قام بتحقيق الفتوحات الكبرى وألف كتابه الشهير /مؤلفات ابن عربي تاريخها وتصنيفها/.
أما بخصوص فكره وهو الشق الثاني من العنوان؛ فقد كان تناوله قليل جدآ وإن كان متناثر هنا و��ناك في ثنايا الكتاب.
المؤلفة متأثرة إن لم تكن من اتباع ابن عربي وهذا يظهر في الكتاب وإن كان الغالب عليها الموضوعية في التناول، وهذا غير مستغرب خاصة انها ابنة ميشيل شودكيفيتش مؤلف كتاب /بحر بلا ساحل، ابن عربي؛ الكتاب والشريعة/
This is the premiere biography of Ibn Arabi in the English language. Despite some minor mistakes, Claude Addas has a clear respect and veneration for Ibn Arabi that is perhaps not found with others. For that reason, Claude Addas plays the role as a narrator, instead of the usual interpreter that we usually get with respect to Shaykh Muhyi al-Din. I loaned this book out to a friend to read and I regret not replacing it.
Makes you realize how orthodox and human Ibn Arabi was throughout his life and it was only near the end of his life that he had some more harder to grasp ideas.
This is a wonderful book all round. It's a great telling of the life story of Ibn Arabi based on a careful culling of the facts, and pays great attention to the details of who he met, where and when. I was very impressed with the attention, presumably by the editing team, to the correctness of the transliterations of all the Arabic words. I did spot a misplaced dot in one place, but in such a dense book that is a great achievement. On a personal level I'm also glad to have read the book, from a motivational point of view.
سيرة حياة الشيخ الأكبر من خلال تتبع نصوصه و كتبه، و تحقيق و مقارنة ما ورد فيها مع ما كتبه بعض المؤرخين. سيرة حياة تتقاطع مع الاحداث التاريخية الكبرى، و تتوزع رقعتها جغرافياً، من الأندلس، الى مراكش، و تونس، و مصر، الخليل، القدس، مكة المكرمة، حلب، ملطية، بغداد، دمشق. ومع التوزع الجغرافي و الزماني، تتبع الباحثة مسيرة ابن عربي الروحية، و لا يخلو الكتاب من عرض لبعض أفكاره الصوفية ، مثل ( خاتم الولاية المحمدية) و ( الخلوة) و ( خلع الخرقة على الصوفي). مع الاشارة إلى طبيعة علاقات ابن عربي مع الساسة من خلفاء و وولاة، وتشير الكاتبة إلى زهد ابن عربي في العلاقات مع حكام الاندلس، بينما نجد له علاقات مع الحكام في المشرق، مثل علاقته المميزة مع ابن زكي، وكيف ان ابن عربي لم بنفصل عن احداث عصره، بل صدع بكلمة الحق عند الولاة حين جاروا و ظلموا.
A horrible dense, barely readable academic thesis on Ibn Arabi. I found my heart soaring when she quoted Arabi and tearing my hair out at her long convoluted sentences, using characters various names interchangeably, Latin and Arabic terms in the same sentence, no glossary, disparaging remarks regarding other researchers. I could go on, but won't. I did wade thru the whole thing, because every now and then there was a legible paragraph containing actual biographical information.
i would give it 5 stars, but i think biographies are just not for me...having said that, excellent intro to/background of ibn arabi's life and writings...