Jump to ratings and reviews
Rate this book

Merjan-merjan Jiwa

Rate this book

300 pages, Paperback

First published January 1, 2009

2 people are currently reading
33 people want to read

About the author

Kurnia Effendi

44 books12 followers
Kurnia Effendi, lahir di Tegal, 20 Oktober 1960. Ia menulis cerpen dan puisi untuk publik pertama kali tahun 1978, melalui majalah Gadis, Aktuil dan surat kabar Sinar Harapan, ketika masih sekolah di STM Pembangunan Semarang. Sepanjang tahun 80-an aktif mengikuti pelbagai sayembara fiksi dan puisi. Sejak itu berbagai penghargaan telah diraihnya. Ia merupakan penulis nasional yang sangat produktif. Karyanya, cerpen maupun novelet yang tak terbilang jumlahnya telah dipublikasikan oleh berbagai penerbit nasional.

Bersama Donatus A. Nugroho (penulis asal Solo), Dharmawati Tst. (penulis asal Jakarta), Aan Almaidah Anwar (penulis asal Bogor), Ryana Mustamin dan Rahmat Taufik RT. (penulis asal Watampone), ia salah satu cerpenis paling gemilang di eranya karena kerap memenangi LCCR (Lomba Cipta Cerpen Remaja) Anita Cemerlang, yang kala itu menjadi barometer kehandalan seorang pengarang remaja.

Kegiatan menulis dimulai di Semarang, dengan tema-tema remaja. Berlanjut di Bandung, dan akhirnya merasa matang di Jakarta, dengan memasuki wilayah sastra yang ‘serius’. Lulusan Jurusan Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, tahun 1991 ini ketika masih kuliah aktif di Grup Apresiasi Sastra ITB (GAS-ITB). Tahun 1986, ia menjadi Presiden GAS, setelah Nirwan Dewanto (1984) dan M. Fadjroel Rahman (1985). Semasa mahasiswa tergabung dalam Grup Apresiasi Sastra ITB itu dan bergaul dengan Forum Sastra Bandung. Selama itu, karya-karyanya dipublikasikan berbagai media massa baik lokal maupun nasional. Di Jakarta bergabung dengan Komunitas Sastra Indonesia sejak tahun 1996 hingga sekarang.

Puisinya bisa ditemukan dalam berbagai antologi, yakni Pesta Sastra Indonesia (Kelompok Sepuluh, Bandung, Juli 1985), Sajak Delapan Kota (Kompak, Pontianak, 1986), Malam 1000 Bulan (Forum Sastra Bandung, 1990 dan 1992), Potret Pariwisata dalam Puisi (Pustaka Komindo, 1991), Perjalanan (Sanggar Minum Kopi Denpasar, 1992), Gender (Sanggar Minum Kopi Denpasar, 1994), Bonzai’s Morning (Denpasar, 1996), Dari Negeri Poci III (Yayasan Tiara Jakarta, 1996), Trotoar (Roda-roda Budaya Tangerang, 1996), Mimbar Penyair Abad 21 (Dewan Kesenian Jakarta, 1996), Antologi Puisi Indonesia (Komunitas Sastra Indonesia, 1997), Jakarta dalam Puisi Indonesia Mutakhir (Dinas Kebudayaan Provinsi DKI, 2000), Gelak Esai & Ombak Sajak Anno 2001 (Penerbit Kompas, Juni 2001), Puisi Tak Pernah Pergi (Penerbit Kompas, Juli 2003), Bisikan Kata, Teriakan Kota (DKJ dan Bentang, Desember 2003), Mahaduka Aceh (Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, 2005), Antologi puisi tunggal bertajuk “Kartunama Putih” (Penerbit Biduk, Bandung, 1997).

Buku antologi cerpen, novel, dan kumpulan esai yang telah terbit, yakni Senapan Cinta (Penerbit KataKita, Jakarta, April 2004), Bercinta di Bawah Bulan (Penerbit Metafor Publishing, Mei 2004), Aura Negeri Cinta (Lingkar Pena Publishing House, Juli 2005), Kincir Api (Gramedia Pustaka Utama, Agustus 2005), Selembut Lumut Gunung (Cipta Sekawan Media, Januari 2006), Burung Kolibri Merah Dadu (C Publishing, Februari 2007), Interlude-Jeda (Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik, September 2007).
Sedangkan cerpen-cerpen yang lain berserak dalam pelbagai antologi bersama, antara lain 20 Tahun Cinta (Senayan Abadi Publishing, Juli 2003), Wajah di Balik Jendala (Lazuardi Publishing, 2003), Kota yang Bernama dan Tak Bernama (DKJ dan Bentang, Desember 2003), Addicted 2U (Lingkar Pena Publishing House, 2005), Jl. Asmaradana (Penerbit Buku Kompas, 2005), Ripin (Penerbit Buku Kompas, 2007).

Pada November 1996, ia diundang oleh Dewan Kesenian Jakarta sebagai penyair untuk acara “Mimbar Penyair Abad 21”. Pada Juli 2003, diundang Teater Utan Kayu untuk membaca cerpen dalam “Panggung Prosa Indonesia Mutakhir”. Pada akhir tahun 2003, kembali diundang DKJ untuk membaca cerpen dalam “Temu Sastra Kota”. Sehari-hari ia bekerja pada perusahaan otomotif Suzuki Mobil.
(http://takashinreisa.blogspot.com/201...)

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
6 (27%)
4 stars
6 (27%)
3 stars
6 (27%)
2 stars
4 (18%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 10 of 10 reviews
Profile Image for Fathoni Arief Fath.
4 reviews2 followers
October 6, 2009
Saya mendapatkan Novel ini secara tak sengaja saat berkunjung ke sebuah kios koran. Karena tertarik akhirnya saya melihat dari dekat ternyata yang mengarang mas Keff.

Saya tertarik karena di sebuah pelatihan menulis sekira bulan Juli. Mas Keff pernah bilang meski dia sangat produktif menulis cerpen namun untuk menulis novel banyak sekali rintangan dan inilah mungkin novel perdananya.

Membaca novel ini mas Keff memberi sentuhan dengan berbagai hal mengenai ilmu agama, motivasi, dan hal menarik lain. Alurnya juga menarik. Ada banyak teka-teki yang disajikan dan jawabannya dibiarkan terkuak dengan sendirinya di akhir cerita.

Secara umum novel ini cukup menyentuh bagi saya tak kalah dengan novel2 sejenis...apalagi judul Merja-merjan jiwa yang dipakai sudah sangat puitis...
Profile Image for Ratih Darwanto.
56 reviews
June 29, 2012
Dapat novel ini sebagai bonus dari majalah Kartini yang saya beli. Ternyata ceritanya menarik dan membuat saya puas.
Profile Image for Just Avis.
131 reviews2 followers
April 1, 2021
Saya baca novelnya sudah lama, lalu ada kesempatan baca lagi di 2021. Lama banget yah jedanya dari pertama novel ini terbit 2009. Beruntungnya, selesai membaca, saya bertemu tidak sengaja di pelatihan menulis cerpen yang salah satu gurunya adalah Mas Keff.


Novel ini termasuk religi, mengisahkan kehidupan di dalam pondok. Mas Keff memasukkan unsur drama yang kental melalui sosok wanita "Mita" yang berasal dari dunia "hitam" dan tidak sengaja ditolong oleh Riza, guru di pondok tersebut. Mita akhirnya menemukan pondok dan dia jatuh hati pada Riza. Biar tidak kurang bumbu, jalinan emosi Mita pada Riza masih ditambah misteri antara ibu kandung Mita yang ternyata adalah wanita rahasia dari Riza. Pinter banget yah penulis masuk-masukin adegan biar klimaksnya dapat. Endingnya tidak dapat diduga, seru bacanya. Belum bisa lepas dari novelnya kalau belum selesai. Salut Mas Keff
Profile Image for Ega Ode Ariyanti.
1 review
January 3, 2021
Novel ini adalah novel yang saya baca sekitar tahun 2009 dan masih saya baca hingga saat ini, 2021. Karena ceritanya yang sangat menarik dan tidak bisa ditebak.

Selain itu, ceritanya, latar cerita dan tata bahasa yang digunakan membuat saya seperti masuk di dalam novel tersebut.
Profile Image for Kurnia Dwi Aprilia.
216 reviews4 followers
June 27, 2016
Buku karangan Kurnia Effendi ini awalnya saya baca kerena judulnya yang menarik. Novel roman bernuansa islami ini memiliki nilai tersendiri. Dengan diselipkan pesan-pesan moral dan agama menjadikan novel ini berbumbu manfaat bagi pembaca. Walau terasa agak ajaib jika terjadi di kehidupan nyata, serta cerita pesantren yang sepertinya agak jauh dari kenyataannya.

Choiriza, tokoh utama yang merupakan mahasiswa lulusan IPB yang hendak melanjutkan sekolah S2 ini menunggu kesempatan itu datang dan mengisi waktunya dengan mengajar di pondok Pesantren Babussalam. Sebuah kecelakaan maut di subuh hari telah membawanya bertemu dengan sosok Paramita. Riza hendak sholat subuh berjamaah di masjid saat menyaksikan kecelakaan mobil yang melibatkan korban bernama Paramita dan Andara. Mereka adalah sepasang kekasih yang hubungan mereka awalnya tidak direstui oleh orang tua Mita karena Andra adalah seorang pemain band. Tapi ternyata Mita sudah hamil 2 minggu dan kecelakaan itu membuatnya keguguran. Untuk mengubur masa lalunya yang kelam bersama Andra, Mita sengaja menghilang dan memutuskan untuk belajar di Pondok Pesantren Babussalam yang merupakan tempat Riza mengajar. Namun ternyata tujuan Mita bukan hanya untuk menuntut ilmu agama dan melupakan masa lalu namun dia juga ternyata menyukai Riza, sosok yang dianggapnya malaikat yang telah menolongnya saat kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya itu.
Tak hanya Mita, ternyata Riza banyak digemari oleh santriwati di pesantren, diantaranya yang sangat terkenal adalah Nikmah, Riska, dan Hanum yang menyebut diri mereka sebagai Nikanum. Hal ini tentu membuat pesantren menjadi tempat bersaing antara Nikanum dan Mita. Berbagai cara mereka lakukan untuk menarik hati Riza. Namun ternyata Riza sudah lama menyimpan hati pada seorang santriwati yang sangat anggun dan pintar yang bernama Alila.
Persaingan di antara Nikanum dan Mita berujung pada peristiwa yang menyebabkan Riza harus diskorsing selama 3 bulan dari pesantren tempatnya mengajar, sementara Mita berupaya bunuh diri karena merasa bersalah. Saat dibawa ke rumah sakit Mita ditemani oleh ibunya, dan dijenguk oleh Riza dan ibunya. Di sinilah sebuah rahasia besar terungkap bahwa ternyata Riza adalah anak Risma yang merupakan ibunya Mita. Dengan begitu, ternyata antara Riza dan Mita adalah saudara kandung dan tidak boleh terjalin hubungan cinta di antara mereka.
Saat masih berada di rumah sakit, Andra datang menjenguk Mita. Ternyata dia masih sangat mencintai Mita dan terus berupaya untuk menemukan Mita.
Saat Riza kembali ke pesantren Babussalam, yang didapatinya ternyata Alila sudah pulang ke kampung halamannya untuk membangun pesantren baru di sana. Saat itulah, perasaan Riza menjadi hampa. Padahal perpustakaan yang mereka idamkan sejak dulu kini sudah dibangun di tengah-tengah pesantren. Mengetahui isi hati Riza, pengasuh podok pesantren meminta ayah Alila untuk mengizinkannya kembali ke pesantren. Lalu saat Alila kembali ke pesantren, di dalam ruangan perpustakaan itulah Riza menyatakan perasaannya kepada Alila yang ternyata juga memiliki perasaan yang sama kepadanya. Akhirnya Riza menikahi Alila dan mereka hidup bahagia di pesantren yang telah mendidik mereka itu.
1 review
June 2, 2020
Saya menemukan novel ini di sebuah rumah teman do dalam kardus dengan kondisi berdebu. Agaknya saya tertarik, dan membacanya hari-hari . Sungguh menakjubkan, menginspirasi dan banyak pelajaran yang dapat di ambil dari novel ini. Terimakasih
Displaying 1 - 10 of 10 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.