Vida, planet dengan tiga matahari, dalam keadaan darurat. Pangeran Patritz yang menjadi penguasa sementara karena Goran XXI sakit ternyata berniat jahat. Demi melanggengkan kekuasaan, dia mengasingkan penduduk Vida yang menentangnya ke sebuah satelit. Dia juga hendak menghukum mati semua pemberontak.
Sementara itu, di dalam gua di seberang jurang magnet hiduplah sekelompok Theft Ryder, para pencuri dengan kendaraan terbang mereka. Diam-diam, mereka menyusun pemberontakan besar-besaran, sementara eksekusi terhadap seratus ribu orang pertama akan segera dilaksanakan.
Namun, hanya dengan bantuan orang-orang yang disinarilah Planet Vida bisa merdeka dari penguasa jahat. Merekalah orang-orang yang memiliki BINTANG BIRU...
Aniki Kodama, siswa SMA di Jepang. Malas gosok gigi dan tukang tidur di mana saja. Akhir-akhir ini, dia sering didatangi seseorang yang misterius berjubah hitam dalam mimpinya. Pasukan Jubah Merah yang menguasai perubahan dimensi pun mulai menyerangnya.
Orphann, Putra Mahkota Vida yang dibesarkan di Gua Hitam sebagai pencuri bersama ratusan remaja lainnya yang disebut Theft Ryder. Orphann memiliki kekuatan bisa mengembalikan serangan sebesar apa pun kekuatan serangan itu.
Xin Ai, putri bangsawan dari masa Dinasti Ching, jago kungfu dan strategi perang memiliki kekuatan melihat dalam jarak yang jauh dan mampu melihat menembus tembok setebal apa pun. Keahlian tersebut dimanfaatkannya untuk membantu Orphann, Aniki, dan Pasukan Jas Hujan Putih membebaskan para terpidana mati.
Dengan lorong waktu mereka berloncatan dari dimensi yang satu ke dimensi yang lain untuk menghindari kejaran Panglima Sam, yang diperintahkan oleh Kubilai Khan untuk mengumpulkan BINTANG BIRU demi menguasai dunia. Berhasilkah mereka?
Lagipula, pesan apa yang mau disampaikan novel ini? Bahwa orang-orang mongol (maaf) tolol dan cewek gemuk cenderung (maaf lagi) terganggu emosinya? Selain kedua hal di atas, aku enggak nemu isi lain lagi... >.<
Pun kalau ada yg bisa dibilang bagus buatku mungkin cuma gaya narasi sewaktu POV-nya Aniki, khususnya pas di bagian-bagian awal novel.
Selebihnya... err... rasanya masih banyak buku di luar sana yang lebih seru, lebih lucu, lebih menarik, lebih bagus, dan lebih-lebih lainnya. Maaf.
This is just... not important. *dengan gaya miss sinis*
---
P.S. Komentar ini adalah komentar pindahan dari thread FFDN III di PulPen dengan modifikasi minor.
Planet Vida yang memiliki tiga matahari tengah mengalami keadaan darurat. Tempat itu dikuasai oleh Pangeran jahat bernama Patritz, penguasa sementara yang menggantikan Goran XXI yang tengah sakit. Ia berusaha memiliki kekuasaan sepenuhnya dan mengasingkan siapa pun yang berani menentangnya. Planet Vida membutuhkan sosok-sosok yang disinari dan memiliki Bintang Biru.
Aniki Kodama, murid SMA Jepang yang jenius namun gampang sekali tertidur. Orphann, anggota Theft Ryder yang merupakan Putra Mahkota Planet Vida yang disembunyikan dari sang penguasa jahat. Xin Ai, hidup di masa Dinasti Ching dan merupakan putri seorang bangsawan. Mereka bertiga dengan keistimewaan masing-masing, dipertemukan melalui lorong waktu untuk menyelamatkan Planet Vida.
_ _ _
Membaca novel ini seperti melahap komik Jepang. Bab-nya pendek-pendek. Menceritakan satu persatu kehidupan ketiga tokoh utama. Adegan-adegan dan celetukan kocak menjadi bumbu yang mengasyikkan di tengah situasi rumit yang dialami para tokoh. Alurnya terbilang lambat. Klimaks baru tersaji menjelang lembar-lembar terakhir. Akan tetapi, gaya bercerita, lapisan-lapisan misteri, serta unsur komedi yang dihadirkan membuat buku ini tidak membosankan. Tokoh-tokohnya mudah diingat meskipun untuk Xin Ai pendeskripsiannya terbilang telat sehingga berbeda dengan bayangan saya di awal. Sayangnya, endingnya menggantung nanggung. Tidak ada penjelasan apakah akan ada sekuel atau tidak. Kalau dari judulnya sih harusnya ada. Tapi saya belum nemu. Saya menutup buku ini dengan pikiran, “masa endingnya gitu doang?”
I hate the ending. Mengapa menggantung seperti itu? Memunculkan ketidakpuasan, pertanyaan tanpa henti, kebingungan tiada akhir? Argh! Awal cerita ini sungguh sulit saya pahami. Bahasa sastra yang digunakan benar-benar membuat otak diperas untuk memahami. Tanpa sadar, saya larut dalam cerita. Emosi yang dilibatkan dalam setiap adegan mulai terasa. Tapi, ada apa dengan ending-ending cerita bagus yang saya baca? Menggantung!
aku sepertinya tidak puas menghabiskan kisah ini yang dibentur dengan begitu baik dan gampang difahami. malah menyenangkan dengan kekuatan setiap watak yang mudah diingati. peristiwanya terhubung pada latar masa dan tempat yang diasingkan, di luar jangkaan dan kita akan memutuskan apa jalan dan kesempatan yang selayaknya.
kisah ini seolah kita yang memacunya, tau mana harus kita pergi, namun satu yang bikin aku kesal ialah pengakhiran. atau mungkin ada sinambungnya, Imelda?
apakah kesia-siaan ini harus terjadi dalam kisah ini? bagaimana dengan Aniki? bagaimana dengan Orphann? juga dengan putri Dinasti Ching, Xin Ai? semuanya sia-sia? apakah tanggungjawab Kaze hanya untuk meletakkan mereka dalam suatu penghabisan yang sia-sia? pengorbanan Onutsa yang sering ditinggalkan juga adalah sia-sia? terjebaknya Soli dan Sue juga sia-sia? kesetiaan Panglima perang Monggul, Master Sam juga sia-sia? wah! alangkah tragisnya kisah ini, diladeni dengan penuh kesia-siaan? satu yang membuatkan aku kembali berfikir ialah, tidak ada suatu apapun yang sia-sia melainkkan menekuri dan menyesali apa yang telah terjadi. dan itu boleh saja kita ajukan dengan kembali ke 700 tahun ke belakang kepada Bao Qi.
kewujudan Bao Qi yang terlempar dan terpisah dalam pusaran cahaya adalah seperti pembolak balikan kisah ini dari mana ia bermula.
Bumi dan Planet Vida punya ruang yang hampir sama, cuma berbeda dimensi. di tambah dengan ruang masa 300 tahun pemerintahan Dinasti Ching dari kehebatan Kublai Khan, seakan kita membayangkan keseronokan kuno bertembung dengan dunia yang lebh jauh ke depan. dari Dinasti Ching pulak kita diseret ke masa sekarang, yakni tinggalnya manusia aneh, Aniki Komada yang sering tertidur di mana-mana. malah melucukan saat warm-up di lapangan bola juga boleh tertidur sehingga tamat perlawanan. menambah seronok dengan kita dihumban dan memusat pada planet Vida yang lebih maju dan moden, namun dibayangi oleh kekejaman pemerintah.
ketiga watak bergabung dengan kuasa istimewa, yang memiliki bintang biru demi memstikan bahawa dunia akan lebih aman dan adil. kerna itu, pengakhiran kisah ini aku protes dengan keras dan berharap dapat menghabiskan kisah lanjutan dengan lebih alami petualangan hebat. Imelda A. Sanjaya pasti tidak mau membuatkan pembacanya penasaran.
aku cuma memberikan 2 bintang kuning, bukan biru kerna aku tau pasti ada pengakhiran yang lebih mengujakan. maka, ditunggu saja lah.
Bener2 pengen tahu kelanjutannya, padahal diawali dari iseng beli bukunya karena lagi di pesta buku dan bukunya murah :D ..
Awalnya bingung bacanya, karena lompat-lompat plotnya. Tetapi akhirnya terbius dan penasaran ma cerita selanjutnya..Dan kembali ke masalah selesar. Karena ada orang suka dengan alur cerita cepat dan butuh imajinasi agak aneh, dan ada yang membaca lembar pertama aja mungkin dah pusing dan nutup bukunya karena aneh.
Tapi kok sampai sekarang gak ada kelanjutannya ya? kesannya jadi gantung gitu.
Tidak menyangka jika endingnya mereka bertiga berakhir di lubang kawah itu. Kupikir, kisah ini seharusnya masih ada sambungannya. Terlalu tidak menarik jika selesai sampai di sini saja.
Saya masih ingin menyaksikan bagaimana aksi mereka bertiga dalam menakhlukkan para beck planet Vida.
>.< Membaca buku ini seperti melihat film animasi. Seru, menegangkan, tak bisa ditebak.
hmm agak bingung mau review buku ini.. di satu sisi, ceritanya cukup membosankan karena bertele2, tapi di sisi lain, ceritanya juga cukup menarik untuk diikuti. konsep dunia yang berbeda, time travel ke sana sini, settingnya pun cukup unik. walo endingnya bikin -_-; banyak plotholes, tapi masih okelah, ga parah2 banget..
Setiap selesai satu bab, saya langsung menutup buku dan membandingkan tebal halaman yang sudah selesai saya baca dengan yang belum bernasib terbaca. Duuuh... kok ga selesai2 ya??
Cerita yang aneh... tapi saya masih berprasangka baik untuk mencoba menyelesaikannya malam ini.
I hate the ending. Gantung.... :'( Sebenarnya suka sama jalan ceritanya. Tapi kalaupun mau buat ini jadi serial, biasanya selesaikan satu masalah walaupun masih ada masalah lain. Tapi ya bagaimana lagi ini...