Jump to ratings and reviews
Rate this book

Sahara: Ketika Aladdin, Ali Baba, dan Sinbad Bertarung dengan Jin Sakti

Rate this book
Sinbad, petualang yang menjadi mubalig. Dia berkelana ke seluruh dunia untuk berdakwah kepada para penjahat besar dengan pilihan: tobat atau mati!

Ali Baba, masa kecil yang tragis membawanya jadi pencuri cilik dan paling licin di seluruh Arab. Julukannya adalah tikus gurun yang selalu menemukan jalan masuk maupun keluar dalam semua aksinya.

Seorang sultan muda yang misterius bernama Aladdin meminta bantuan mereka untuk mendapatkan kembali lampu wasiatnya di Sahara.

Ketiganya menjadi kawan sekaligus lawan. Di tengah perjalanan menuju jantung gurun terganas di dunia itu, mereka harus mengatasi para bajak laut. Bahkan mereka terjebak dalam permainan Jin Sakti penghuni lampu ajaib.

335 pages, Paperback

First published August 1, 2009

7 people are currently reading
115 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
11 (28%)
4 stars
5 (12%)
3 stars
17 (43%)
2 stars
3 (7%)
1 star
3 (7%)
Displaying 1 - 11 of 11 reviews
Profile Image for Bunga Mawar.
1,364 reviews43 followers
June 7, 2010
Reading this book was a guilty pleasure for me... karena libur hari ini (13/5) malah saya gunakan untuk menyelesaikannya, alih2 mengerjakan tugas kelengkapan portofolio dan kurikulum tahun depan :). Padahal saya juga sudah absen apel mingguan the Jadulers Club, hehe... Benar2 bukan contoh yang baik untuk ditiru , ya teman2! *nyengir lebar*

Membaca sinopsisnya, saya kira ini buku "parodi": Sinbad sang pelaut, Ali Baba sang raja pencuri dan Aladdin yang kehilangan lampu wasiat bertualang bersama di sebuah masa antah berantah.

Membaca bagian prolognya, terkaan saya salah. Sinbad di sini rupanya mantan pelaut sekaligus ahli bela diri yang sudah "tercerahkan" dan menganggap panggilan hidupnya sekarang adalah menyadarkan para kriminal kelas berat untuk kembali ke jalan lurus. Kalau diajak baik2 tidak mau, maka kekerasan jadi jalan satu2nya. "Pasien" terbaru yang dikejar Sinbad tak lain adalah Ali Baba. Si raja maling yang ditakuti itu rupanya hanya seorang remaja tanggung dengan sejuta akal, punya julukan tikus padang pasir dan selalu mampu meloloskan diri dari berbagai jerat. Di tengah adu kedigdayaan Sinbad dan Ali Baba, muncul Aladdin. Tadinya hanya seorang anak yatim gelandangan Arab yang ketiban pulung mendapat lampu wasiat dengan jin sakti pengabul permohonan asal diberi seoles darah, Aladdin kini menjadi sultan muda dengan kerajaan sejahtera di tengah keterpencilan Sahara.

Rupanya lampu wasiat itu kini lepas dari genggaman sang sultan. Aladdin mengharapkan gencatan senjata antara Sinbad dan Ali Baba demi membantunya mendapatkan kembali lampu itu sebelum kekuatan jin di dalamnya menjadi tak terkendali. Perlahan, kita diajak melihat latar belakang Sinbad, Ali Baba dan Aladdin hingga mereka bisa tiba di titik saat ini. Perjalanan ke Sahara tahu2 membuat mereka jadi tawanan gerombolan Roughstone, seorang arkeolog Kaukasia yang bangga menyebut dirinya sebagai perampok makam spesialis kubur Firaun. Kesamaan tujuan memperoleh lampu wasiat (dengan perbedaan niat), menjadikan kedua kawanan ini berkolaborasi menghadapi tantangan dari sang Jin penghuni lampu.

Dan saya suliiit... sekali untuk melepaskan buku ini. Perjalanan yang mereka tempuh di dunia ciptaan Jin sakti tadi sedikit demi sedikit menghapus batas kedua kawanan. Mereka kini satu grup yang bekerjasama melawan musuh bersama. Petualangan mereka memperlihatkan betapa manusia selalu punya sisi positif dan negatif, terlepas dari tampilan luar yang mereka tunjukkan. Pasti ada sebab mengapa seseorang bisa "jatuh" sebagai tokoh antagonis, dan sah2 juga ternyata mempertanyakan motivasi dan keikhlasan seseorang dalam menampilkan kebaikan dirinya.

Salah satu kalimat Roughstone yang menganggap Sinbad sebagai fanatik agama, membuat saya tercekat. Ia mengutip Voltaire, yang katanya "Jika ingin mengubah seseorang, tak cukup hanya menaklukkannya, harus juga belajar berkorban untuknya."

Buku ini bagi saya tergolong sebagai buku yang "bisa menjaga rahasia", seperti cerita2 Agatha Christie. Saat menjelang akhir suatu bab, kita tidak tahu apa yang menanti kita di bab berikutnya. Ternyata sebuah kejutan lagi. Dan melihat akhir cerita, sangat mungkin buku ini memang disiapkan untuk punya sekuel. Kalau memang ada, semoga penulisnya cukup kuat mempertahankan nafas misteri dan filsafat sekaligus di dalamnya.
7 reviews2 followers
February 13, 2010
Cerita yang unik. Aku sangat suka sekali pembukaan buku ini, di mana diceritakan Sinbad di geladak kapal dan itu sangat mencerminkan karakter tokohnya.

Banyak pesan moral yang tersirat dari buku ini dan aku suka karena itu berhasil disampaikan dengan cara yang tak menggurui.
Tapi tetap saja buku ini mempunya beberapa masalah, misalnya sebagian besar deskripsinya hanya indra penglihatan saja yang tampak jelas.

Ya memang sih deskripsi visual penting tapi indra kita kan tidak cuma penglihatan doang. Bagaimana dengan pendengaran, penciuman, perasaan, dll, dll, dll?

Akibatnya aku terpaksa sering membuat bayangan suara sendiri atau bau untuk menghidupkan suasananya yang terasa tak hidup gara-gara sebagian besar deskripnya hanya mengandalkan penglihatan. Mungkin bagi sebagian besar orang itu tak masalah, tapi itu sangat mengganguku.

Dan di awal cerita aku dibuat terpesona oleh gaya berceritanya yang showing, tapi di bagian dah mulai seru dan klimaks(terutama yang bagian geladak kapal itu, terasa sekali) gaya berceritanya jadi cenderung naratif. Apakah karena keterburu-buruan atau apa, tapi itu mengurangi keasyikan membaca buku ini.

Lalu untuk tokohnya, aku paling suka yang ini :D Karakter tokohnya tampak jelas sekali. Penulis berhasil menerapkan konsep showing dengan menunjukkan aksi dan reaksi tokohnya alih-alih langsung menjelaskannya. Dan aku sangat menyukai dialog antar tokohnya yang khas dan unik^^

Dan plotnya itu tidak menggambarkan tokoh yang jahat semua sikapnya pasti jahat-jahat, yang baik semuanya baik-baik(tokoh seperti itu sangat menyebalkan). Penggambaran tokoh yang serba abu-abu digambarkan secara sangat baik. Aku suka dengan tokohnya karena ini. Aku sudah bosan dengan cerita klise dalam cerita fantasi di mana tokoh-tokohnya tampak jelas sekali sisi hitam putihnya. Aku menganggap ini sebagai nilai tambah.

Buku ini memang tergolong bagus tapi sayangnya tidak terlalu berkesan buatku, entah mengapa perasaanku agak datar-datar saja membaca buku ini, tapi aku menyukainya. Bagian klimaks harusnya itu bagian yang paling menegangkan, tapi justru menurutku rasanya agak datar dan membautku bosan, aku tak suka klimaksnya dan tidak terlalu suka berbagai aksi dalam buku itu, mungkin gara-gara pas bagian sana kerasa banget kenaratifannya dan deskripnya yang sebagian besar seluruhnya penglihatan.

Aku lebih suka saat acara kejar-kejaran Sinbad dan Ali baba, di awal buku :D Itu bagian yang paling kusuka karena memang konyol sekali=)


Profile Image for Biondy.
Author 9 books236 followers
August 25, 2015
"Sahara: Ketika Aladdin, Ali Baba, dan Sinbad Bertarung dengan Jin Sakti" bercerita tentang... yah, ketika Aladdin, Ali Baba, dan Sinbad bertarung dengan jin sakti. Iya, ini semacam cerita hybrid.

Ceritanya tentang Sinbad, seorang mantan pelaut yang kini menjadi seorang mubalig (orang yang menyebarkan ajaran agama Islam). Dalam perjalanannya, dia bertemu dengan Ali Baba, seorang pencuri ulung, yang ingin Sinbad sadarkan dan buat bertobat. Suatu kejadian membuat mereka bertemu dengan Aladdin yang kehilangan lampu ajaibnya dan meminta bantuan mereka. Bersama-sama, mereka bertiga memulai perjalanan untuk memperoleh kembali lampu ajaib Aladdin.

Saya butuh waktu yang sangat lama untuk suka dengan buku ini. Sejak awal, pembaca sudah dipertemukan dengan tokoh yang, setidaknya bagi saya, kurang menyenangkan. Misalnya Sinbad yang agak "gelap mata" dalam menyebarkan ajaran agamanya. Dia memegang prinsip kalau orang yang ingin dia sadarkan tidak kunjung bertobat, maka tidak ada masalah untuk membunuh orang-orang itu. Tokoh lain yang juga tidak menyenangkan adalah Aladdin yang "alim", tapi seksis (menganggap wanita tidak cocok memegang kekuasaan/pemerintahan), serta rasis. Ali Babanya agak lumayanlah. Walau pencuri, tapi sikapnya lebih mendingan ketimbang dua tokoh lainnya.

Kebayang, kan, kalau harus melalui petualangan sejauh 335 halaman dengan teman seperjalanan seperti itu Untungnya, hal ini memang menjadi tema si penulis. Perlahan-lahan berbagai kejadian membuat para karakternya mempertanyakan hal-hal yang mereka percayai selama ini.

Ceritanya sangat action packed. Dari awal hingga akhir, pembaca disajikan narasi-narasi yang sangat kuat secara visual, tapi lemah dalam berbagai indra yang lain. Rasanya seperti nonton filmlah. Ceritanya seru dengan twist yang tidak kalah serunya.

Secara keseluruhan, tiga bintang. Saya merekomendasikan novel ini untuk yang mencari bacaan fantasi yang beda dari biasanya.

Buku ini untuk tantangan baca:
- 2015 New Authors Reading Challenge
- 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge
Profile Image for Simbahenom.
190 reviews2 followers
June 13, 2012
Sangat menarik. Berkisah tentang 3 tokoh terkenal di dunia dongeng, seperti dalam hikayat 1001 malam. Cerita dimulai dari Sinbad dan Ali Baba yang diminta bantuan oleh Aladdin untuk merebut kembali lampu ajaib dari tangan istrinya. Berdasar cerita Aladdin, istrinya begitu terobsesi dengan lampu ajaib dan jin yang ada di dalamnya, sehingga sangat berbahaya apabila jin dikuasai oleh seorang wanita.

Petualangan dimulai ketika sesampai di istana Aladdin, kerajaan itu telah luluh lantak. ternyata jin itulah yang menghancurkan kerajaan Aladdin karena perintah istri Aladdin seperti itu. Di sinilah rintangan yang sebenarnya dihadapi, bagaimana manusia biasa harus berhadapan dengan jin yang memiliki kekuatan luar biasa.

Sangat kaget sebenarnya, sewaktu diceritakan di awal bahwa Sinbad adalah seorang mubaligh. Woww..sang penakluk 7 lautan telah insyaf dan menjadi ustadz yang mengajarkan dan mengajak orang lain kembali ke jalan yang benar. Sementara Ali Baba digambarkan sebagai seorang penculi cilik yang memiliki reputasi kelas wahid. Sedangkan Aladdin adalah seorang raja besar yang memiliki kerajaan yang sangat indah. Oke..penokohannya saja sudah dimodifikasi sedemikian rupa, jangan heran kalau watak tiap tokoh juga tak sesuai perkiraan kita.

Buku ini bisa menjaga rahasia, dan membuat kita terus dirundung penasaran sampai akhir. Jadi jangan terburu-buru membuat kesimpulan bahwa masalah telah selesai, karena selalu ada langit di atas langit..halah!

Sayang sekali, di halaman awal saya sudah menemukan kesalahan, bagaimana penulis mengartikan muhrim sebagai seseorang yang haram dinikahi, sehingga istilah tidak mau menyentuh perempuan yang bukan muhrim digunakan di sini. Padahal muhrim adalah istilah orang haji yang sedang melakukan ihrom. Istilah yang benar digunakan adalah bukan mahrom. Menurut saya, ini fatal. Mengingat buku ini mengangkat tema Islam dan menceritakan usaha dakwah seseorang mengajak kembali ke jalan Alloh.

Tapi secara keseluruhan buku ini menarik. Menghibur tentunya ^^
Profile Image for ukuklele.
466 reviews21 followers
June 2, 2021
Sepertinya saya pernah membaca tuntas novel ini, sehingga ini pembacaan yang kedua. Sayangnya, dan herannya, saya tidak menemukan catatan pembacaan yang pertama yang semestinya ada di blog saya. Seingat saya, pada pembacaan yang pertama, novel ini meninggalkan kesan yang bagus buat saya karena deskripsi-deskripsi visualnya (tidak mengherankan, mengingat penulisnya "jebolan Desain Komunikasi Visual yang sempat menjuarai beberapa lomba membuat komik"). Di samping itu, saya menyukai idenya yang menggunakan tokoh-tokoh cerita fantasi yang sudah terkenal.

Walaupun Aladdin, Ali Baba, dan Sinbad merupakan tokoh-tokoh cerita fantasi Arab yang sudah terkenal, sebetulnya saya kurang mengetahui cerita asli masing-masingnya. Tetapi, mungkin itu tidak begitu penting. Sebab, di novel ini, penulis agaknya sekadar mengambil secukupnya latar tiap-tiap tokoh untuk kemudian ia modifikasi secara bebas menurut keperluan ceritanya.

Penulis juga secara mengagumkan merujuk ke sana sini, mulai dari Blackbeard, James Watt, Jim Bowie, steampunk sampai obsessive compulsive disorder. Risetnya mestilah bukan main. Meskipun, ketika saya telusuri beberapa (thanks, Wikipedia!), sepertinya ada ketidaksinkronan latar waktu. Kaya referensi, tetapi sepertinya ada yang asal comot juga. Entahlah. Enggak apa-apa sih, namanya juga dunia fantasi :D

Bagaimanapun juga, secara keseluruhan, buku ini merupakan novel fantasi islami(?) yang layak direkomendasikan untuk paling tidak mulai dari usia remaja. Adegan-adegan sadis atau mengerikannya tampak masih bisa diterima atau wajar-wajar saja untuk tipe cerita aksi/fantasi/petualangan seperti ini. Cerita langsung dibuka dengan aksi-aksi yang mengancam nyawa. Gaya bahasanya sederhana dan lurus-lurus saja, tidak neko-neko. Deskripsinya baik, kaya referensi. Alurnya terfokus; itu dan juga karakterisasinya tampak mengikuti pakem tertentu sehingga mudah diikuti (dan ditebak juga, mungkin). Belum lagi novel ini mengandung pertanyaan-pertanyaan yang mengusik iman tetapi sekaligus merupakan panduan dakwah terselubung. Amanatnya jelas, dan diakhiri secara mendebarkan.
Profile Image for Ivon.
Author 1 book21 followers
April 19, 2011
(Sebelumnya! Terima kasih kepada Fred karena sudah mempercayakan buku ini untuk daku pinjam! XD)

Buku ini sebenarnya pantas mendapatkan empat bintang, seandainya:
- Bab pertamanya tidak membuatku ingin menancapkan buku ini ke mata tombak seorang langsir (walau setelahnya si pemilik buku kemungkinan besar akan menyulaku di mata tombak yang sama),
- Kalimat-kalimat pengandaian yang dipakai tidak se-overdosis itu di bab-bab awal,
- Tokoh-tokohnya tidak memakai tokoh cerita legendaris (yang sudah lebih dulu kukenal orang-orangnya),
- Dan format buku ini adalah komik, bukan novel.

Walau sempat bete karena dialog-dialog kotbah yang menjurus ke-kefanatikan di bab-bab awal, tapi begitu aku sampai ke belakang dan belakangnya lagi, ternyata isinya mulai membaik, hingga akhirnya menjadi bagus dan mengasyikkan.

Mungkin latar belakang pengarangnya yang seorang komikus, sehingga aku bisa membaca buku ini sambil membayangkannya dalam bentuk panel-panel komik (plus ada penggambaran beberapa adegan yang 'ngomik' banget).

Tapi untuk sebuah kisah petualangan yang tidak dangkal (banyak sindiran keagamaan, pergulatan batin, dan character development), buku ini bagus, dan kusarankan untuk bertahan dari bab pertamanya, atau sekalian tidak usah membacanya :D.
Profile Image for Truly.
2,802 reviews13 followers
October 18, 2009
Tokoh Sinbad si pelaut yang selama ini kukenal sangat berbeda dengan sinbad yang ada dalam buku ini. Begitu juga Aladin, Ali Baba serta Jin Sakti dari lampu ajaib.

Dahulu...lampu hanya perlu diigosok dan si jin keluar, sekarang... sang lampu harus diberi darah agar si jin mau keluar dan melulus permintaan.
Ide ceritanya ok, hanya saja ada penggunaan kata-kata asing yang tidak ditemui terjemahannya sehingga membingungkan kita yang membacanya...

Seseorang tidak bisa dilihat dari penampilannya saja. Seseorang yang selama ini dianggap jahat dan kejam, malah membela orang lain hingga titik darah penghabisan. Persahabatn bisa ditemui dalam wujud yang beraneka ragam. Banyak pesan moral yang bisa didapati dalam buku ini.

Akhirnya yang berkesan menggantung bisa bermakna dua. Pembaca dibuat penasaran, jika dimungkinkan maka akan dibuatkan kelanjutannya. Jika tidak yah terima saja sebagai suatu misteri.
Profile Image for Indah Threez Lestari.
13.5k reviews272 followers
March 28, 2010
Beli buku ini karena tertarik sama reviewnya. Mudah-mudahan sesuai premisnya.

-------------------------------------------------------------------------

Settingnya tidak disebutkan tahunnya dengan jelas, tapi dengan adanya kapal galleon bajak laut mungkin tahun 1800-an, meskipun ada juga kapal mesin uap (dalam dunia buatan jin).

Meskipun nama-nama tokoh utamanya sudah dikenal dari cerita 1001 malam, namun kepribadian masing-masing tidak boleh disamakan, karena penulisnya sengaja mengacak-acak karakter setiap tokoh, bahkan bisa sampai 180 derajat. Twist endingnya seperti film Mission Impossible, yang "merusak" imej tokoh yang selama ini kita anggap tokoh baik.

Adegan paling mengesankan malah muncul paling awal, waktu Sinbad ditangkap dan hampir diumpankan ke ikan hiu oleh bajak laut Blackbeard, mengingatkan pada adegan film Indiana Jones & The Last Crusader, di mana Indy tertangkap di atas kapal saat berusaha mencuri kembali benda antik dari arkeolog jahat.
Profile Image for Fredrik Nael.
Author 2 books45 followers
December 27, 2010
Buku ini kejutan.

Sempat berniat enggak melanjutkan setelah membaca narasinya Sinbad di halaman-halaman awal,
tapi berhubung penasaran cerita "beginian" mau dibawa ke mana... Jadilah aku melanjutkan.
Sampai selesai.

Dan ternyata buku ini diniatkan buat menyindir. :)

Ada beberapa momen kocak. Satu twist penting di ending (meski antisipasiku buat twist itu kurang terbangun). Karakter-karakter menarik. Banyak kesalahan grammar Bahasa Inggris.

Tapi, tetaplah. Menyenangkan rasanya membaca sesuatu yang lain.
;)
Profile Image for Sinta Zaiyan.
1,045 reviews66 followers
April 27, 2012
Sejak awal, cerita berlangsung seru, mulai dari Sinbad yang melawan Kapten Bajak Laut, pengejaran Ali Baba yang mencuri permata, kemudian pertemuan mereka dengan Aladin hingga keharusan ketiga tokoh tersebut bekerjasama dengan tim geologi gadungan, semuanya sarat dengan petualangan dan aksi. Tidak hanya itu, kisah dalam buku berjudul Sahara ini juga menyelipkan nasihat-nasihat dan kritikan yang tersirat dalam bermacam dialog, terutama antara Ali Baba dan Sinbad.

http://jendelakumenatapdunia.blogspot...
Profile Image for Septian Rahman.
Author 6 books5 followers
December 9, 2013
Tiga tokoh 1001 Malam yaitu Sinbad dan Ali Baba serta Aladdin bertemu dalam sebuah buku petualangan yang penuh nuansa satire. Plot oke, karakterisasi oke juga, adegan aksi mantap dan lincah. Membaca buku ini sulit untuk kuletakkan kembali sampai selesai dan selalu bikin ketagihan untuk membaca ulang lagi.
Displaying 1 - 11 of 11 reviews